** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi: 
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral 
scholarship, kunjungi 
http://informasi-beasiswa.blogspot.com 
**http://www.suaramerdeka.com/harian/0603/06/opi03.htm

Penyebab Prestasi Akademik Anjlok
Oleh Aria Jalil

PENYAKIT rendah mutu prestasi belajar sudah lama diidap oleh pendidikan di 
Indonesia. Ironisnya gejala penyakit ini mulai muncul ketika gencar mengadakan 
perbaruan pendidikan. Berapa kali sudah berganti kurikulum dan buku pelajaran. 

Hitunglah berapa kali penataran guru dilakukan. Berapa banyak sudah guru yang 
meningkat kualifikasinya: dari SPG ke D1,D2, D3 dan bahkan hingga S 1 dan S2.

Prestasi belajar siswa akan meningkat jika gurunya mendapatkan penataran dan 
atau kualifikasinya meningkat. Walau begitu yang terjadi hasil ujian nasional 
(UN) umumnya mengecewakan. Bahkan di sejumlah sekolah ada siswanya yang tidak 
lulus 100%, pada hal batas kelulusan itu hanya 4.26.

Bukankah angka sebesar itu sesungguhnya masih termasuk kategori berwarna merah?

Apa yang salah? 

Sesungguhnyalah tidak sulit menemukan masalahnya. Dengan nalar yang biasa saja 
kita mampu untuk mengungkapkan faktor penyebab penyakit rendah prestasi belajar.

Di sekolah dan di kelas kita menemukan informasi yang dapat mengungkapkan 
sebab-musabab jatuhnya pendidikan Indonesia. Di sekolah dan di kelas terekam 
interaksi antara guru - siswa - bahan ajar dengan lingkungan sekolah dan kelas.

Dukungan terhadap pendidikan (sekolah) juga ibarat kerucut terbalik. Semua 
proyek dengan dana besar menumpuk di pusat. Sebagian terbesar dosen, guru dan 
tenaga kependidikan yang bagus menumpuk di pusat. 

Hampir semua kebijakan pendidikan pun menumpuk di pusat. Apa yang sampai di 
sekolah tak lebih ibarat tetesan air yang jatuhnya perlahan dan tidak teratur, 
serta sulit diramalkan kapan menetesnya. Dengan tetesan kecil dan tidak teratur 
itu, mana cukup untuk menyiram benih (peserta didik yang baru masuk), apalagi 
untuk mengairinya (meningkatkan mutu guru dan siswa) secara teratur?

Mengapa?

Pertama, buku yang berjudul Teaching Effectiveness and Teacher Development yang 
diedit oleh Cheng, Mok dan Tsui (2001) mengungkapkan jawabannya. Time On Task 
(TOT) merupakan kekuatan dahsyat untuk mendongkrak prestasi akademik siswa 
(PAS). TOT adalah jumlah waktu siswa terlibat aktif dalam pembelajaran. 

Makin banyak waktu yang betul-betul dipakai oleh siswa dalam proses 
pembelajaran maka akan meningkat pula prestasi akademiknya.

Malangnya penguapan waktu atau pemubaziran waktu dalam sistem pendidikan dan 
persekolahan di Indonesia diperkirakan sama dahsyatnya dengan penguapan 
kekayaan rakyat Indonesia. Ini terjadi dalam jumlah yang luar biasa besarnya 
dan berlangsung sepanjang masa. 

Penguapan tujuh lapis waktu hampir selalu terjadi di kelas kita yaitu: satu, 
penguapan lapis pertama terjadi pada jumlah hari kalender sekolah yang 
ditetapkan secara resmi. Adakalanya sekolah ditutup karena libur tak resmi atau 
tak terduga, sehingga jumlahnya hari buka sekolah menguap.

Dua, penguapan terjadi pada jumlah hari buka sekolah. Walaupun sekolah buka, 
belum tentu hari itu terjadi pembelajaran , karena guru rapat, dsb.

Tiga, terjadi pada jumlah hari pembelajaran. Walaupun hari itu terjadi 
pembelajaran di sekolah, belum tentu pada hari itu guru sepenuhnya berada di 
kelas.

Empat, terjadi jumlah jam pembelajaran. Walaupun pada jam pembelajaran itu guru 
berada di kelas, belum tentu selama jam itu terjadi interaksi pembelajaran.

Lima, pada jumlah jam interaksi pembelajaran. Walaupun selama jam itu terjadi 
interaksi pembelajaran, belum tentu selama jam itu terjadi interaksi riil,yaitu 
yang terkait langsung dengan materi belajar.

Enam, penguapan lapis keenam terjadi lagi pada jumlah jam riil pembelajaran. 
Walaupun terjadi interaksi yang riil antara guru-siswa, belum tentu semua siswa 
aktif dalam interaksi tersebut.

Tujuh, terjadi penguapan pada jumlah jam belajar aktif siswa. Walaupun selama 
pembelajaran itu tampaknya siswa aktif, belum ada jaminan bahwa semua bahan itu 
dikuasai oleh siswa secara memadai. Padahal inilah yang menentukan basil 
belajar.

Penguapan waktu tujuh lapis (PWTL) luar biasa besarnya. Belum lagi jika 
dihitung berapa besarnya penguapan waktu di rumah,tatkala siswa menonton TV, 
bermain video game dan lain-lain. Maka jumlah TOT yang tersisa tidaklah 
seberapa.

Peluang Belajar

Dua,membuka peluang belajar. Waktu yang membuka peluang untuk 
belajarOpportunities To Learn (OTL) meliputi jumlah dan kualitas bahan belajar 
yang tersedia, pengalaman belajar dan latihan-latihan yang dikerjakan oleh 
siswa. 

Dapat dibayangkan bagaimana rendahnya basil belajar siswa, jika guru tidak 
memberikan bahan belajar memadai. Siswa jarang larut dalam pengalaman belajar 
yang relevan, dan mereka pun jarang pula melakukan latihan-latihan.

Manajemen Kelas

Tiga,Classroom management & climate. Kemampuan guru memonitor kelas, efisien 
dalam menggunakan waktu, tidak boros dengan waktu transisi, kemampuan 
mempertahankan perhatian siswa terhadap pelajaran, mampu menangani dua atau 
lebih kejadian di kelas, mampu mengatasi tindakan tidak disiplin siswa yang 
hanya membuang TOT merupakan serangkaian kemampuan yang terkait dengan 
manajemen kelas. Iklim kelas yang tidak membosankan siswa, tetapi sekaligus 
juga mendorong siswa untuk serius, dimana kerjasama dan kerja individual 
mendapatkan peluang yang memadai, kompetisi positif terjadi, siswa ingin 
mencapai prestasi yang terbaik, merupakan sejumlah ciri-ciri iklim kelas yang 
positif. 

Kemampuan guru untuk menciptakan pembelajaran yang aktif, kreatif dan 
menyenangkan tentu saja merupakan kemampuan yang penting. Namun perlu diingat 
jika semuanya itu tidak meningkatkat TOT jangan harap akan meningkatkan 
prestasi belajar siswa. Persoalan menjadi serius jika kita hanya menekankan 
pada senangnya dan kreatifnya tetapi tidak menghitung berapa besar penguapan 
TOT yang terjadi hanya karena kita ingin membikin murid aktif, kreatif dan 
bahagia.

Target Kurikulum

Empat, content coverage yang dalam bahasa biasa dipakai guru identik dengan 
target kurikulum. Yaitu banyaknya isi pelajaran yang relevan yang diselesaikan 
oleh guru selama pelajaran berlangsung. Atau, jumlah bahan yang diajarkan guru 
yang juga merupakan bahan yang termasuk dalam kurikulum. 

Ada jurang yang lebar antara apa yang dicakup guru dengan apa yang dapat 
dikuasai dengan benar oleh siswa. Jumlah bahan yang dikuasai oleh siswa pasti 
jauh lebih kecil daripada apa yang dicakup oleh guru. Di sinilah persoalannya.

Lima, tumpang tindih atau content overlap antara apa yang diajarkan guru dan 
apa dipelajari siswa dengan apa yang diteskan atau diujikan. Kalau tumpah 
tindih ini tidak serasi apalagi nihil, maka terjadilah gejala "jauh panggang 
dari api". Apa yang diajarkan oleh guru tidak bertumpang tindih dengan apa yang 
dikuasai oleh siswa. Lebih parah lagi tidak bertumpang-tindih dengan soal-soal 
yang diujikan atau diteskan. 

Bagaimana mungkin ia akan lulus?

Singkat kata, tugas guru yang kritis dalam meningkatkan prestasi belajar siswa 
adalah bagaimana merancang dan mengimplementasikan teknik pembelajaran agar 
jumlah waktu belajar aktif siswa tinggi, dan agar peluang belajar mencukupi 
serta dan iklim kelas kondusif. Selanjutnya bagaimana agar keempat elemen itu 
dirancang dan diwujudkan, sehingga target kurikulum terselesaikan dan tumpah 
tindih bahan pengajaran dengan bahan evaluasi bertambah serasi.

Buku itu merumuskan dengan baik, dalam satu kalimat, ciri-ciri pembelajaran 
yang efektif yaitu, "pengajaran yang terstruktur, jumlah jam belajar efektif 
yang tinggi, peluang berlajar yang besar, dorongan untuk berhasil yang kuat, 
harapan atau target yang tinggi, dan keterlibatan orangtua (dan komite sekolah) 
secara aktif dalam program sekolah ".

Lahirnya desentralisasi pendidikan di Indonesia merupakan saat yang dinanti. 
Kerucut pendidikan sudah mulai bergeser lebih mendekati kotak hitam. Kini 
kerucut itu ada di kabupaten. Yang lebih penting lagi semoga kerucut itu walau 
perlahan tapi pasti harus tidak merupakan kerucut terbalik lagi.

Artinya RAPBS, gaji guru, fasilitas fisik dan nonfisik sekolah mengalir dengan 
deras dalam jumlah yang memadai.

Tak kurang pentingnya kebijakan dan manajemen pendidikan di kabupaten, termasuk 
yang tercermin antara lain dari porsi APBD haruslah dengan jumlah yang memadai 
untuk menyibakkan rahasia kotak hitam pendidikan di sekolah dan kelas. Jangan 
pernah lagi mengikuti dalil kerucut tidak terbalik. Karena guru adalah pelaku 
yang terpenting dalam dunia pendidikan, maka APBD harus mendukung program 
manajemen guru termasuk pengembangan professional guru. Melalui motto "ADIDAS" 
yaitu All Day Indonesia Dream About School, maka tak pelak lagi, dalam UN 
mendatang, jumlah sekolah yang tidak lulus 100 persen akan jauh berkurang. 
Semoga.(11)

- Aria Jalil, Ph D, alumnus Sydney University Australia, spesialis dalam 
penelitian pengajaran 


[Non-text portions of this message have been removed]



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi: 
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral 
scholarship, kunjungi 
http://informasi-beasiswa.blogspot.com **

Kirim email ke