** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi: 
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral 
scholarship, kunjungi 
http://informasi-beasiswa.blogspot.com **

every day, every time, every where..., seorang manusia biasa dapat
berfantasy seksual or become horny..., itu bisa terjadi saat lagi dikamar
mandi,  nyetir mobil, nonton tv, lagi jln2 di mal, lagi meeting dikantor,
bahkan yang lebih sering saat lagi pusing kerjaan dikantor (kaum adam
biasanya suka buka2 situs porno dikantor..)..

it's all happens in the mind.., temptation tuh bisa datang dari mana
aja..either itu perempuan yang pake baju ketutup smua sampe cuman pake
lingerie doang.., fantasy n hasrat seksual didalam setiap pikiran laki2
normal and straight..bakal selalu ada...,

tapi kenapa mesti perempuan yang harus dibatasi cara
berpakaiannya..mestinya laki2 dunk yang harus meng-educate "auratnya"
supaya gak gampangan...guys ...ur brain should take control of your pants..

orang2 yang setuju dengan RUU pornografi adalah orang2 yang sensitif
"auratnya" sedikit2 horny, ngeliat yang kebuka or ketat sedikit or bahkan
ngeliat perempuan yang pake baju ketutup sekalipun..auratnya langsung
sensitif...   Dasar sakit....!!

mending daripada bikin RUU bodoh spt itu.., mending buat UU dimana yang
menghukum mati setiap koruptor gak pandang bulu mau itu hakim agung,
gubernur, konglomerat bahkan sampe presiden...

masaq orang berciuman ditempat umum (misalnya suami istri, or pasangan)
ditangkep n kena hukuman tapi
 koruptor yang merugikan neg trilyunan rupiah masih bisa ongkang-ongkang
kaki di indo karena udah bayar upeti ke penguasa...

dasar sakit jiwa...




                                                                           
             "karna -"                                                     
             <[EMAIL PROTECTED]                                             
             m>                                                         To 
             Sent by:                  [email protected]            
             [EMAIL PROTECTED]                                          cc 
             ups.com                                                       
                                                                   Subject 
                                       Re: [ppiindia] Re: Would you call   
             03/07/2006 09:08          this pornography?                   
             AM                                                            
                                                                           
                                                                           
             Please respond to                                             
             [EMAIL PROTECTED]                                             
                  ups.com                                                  
                                                                           
                                                                           








On 3/7/06, Kartono Mohamad <[EMAIL PROTECTED]> wrote:Benar Mas,
pornografi itu lebih terletak di kepala manusia yang melihatnya.
Mereka yang sering berkhayal jorok akan mudah terangsang oleh bagian tubuh
lawan jenis (atau lawan hubungan seks) yang pada orang lain yang tidak
berpikiran jorok dianggap biasa-biasa saja. Sayangnya orang yang mudah
berpikiran jorok itu beranggapan bahwa orang lain pun seperti dia. jadi
ketika ia berkuasa, ia ingin memaksakan kepada orang lain agar mereka tidak
berpikrian jorok. Ia takut kalau ada gambar atau gerakan yang buat dia
merangsang syahwat, akan membuat orang lain juga terangsang.
KM

-- Pada tahun 1930-an tentara Belanda yang memasuki Bali membagi-bagikan BH
gratis kepada penduduk wanita yang mereka jumpai. alasannya? karena pasukan
mereka tidak kuasa menahan libido mereka saat melihat payudara wanita bali
tanpa penutup. padahal bagi pria bali pemandangan itu wajar dan tak ada
efeknya bagi pikiran mereka yg polos. angka perkosaan atau pencabulan jauh
lebih banyak sekarang daripada di saat itu.

namun dibanding MUI, cara londo ini masih mending,  daripada melarang
orang
lain berekspresi karena kelemahan diri sendiri. mestinya iman tuh yang
diperkuat, atau jauhkan pikiran dari yang ngeres-ngeres.

Karna



>
> -------Original Message-------
>
> From: [email protected]
> Date: 03/06/06 18:28:28
> To: [email protected]
> Subject: [ppiindia] Re: Would you call this pornography?
>
> Mas, idee pronografie ada dikepala manusia yang porno. Ada penulis
> wanita di milis yang katakan: Laki laki yang membuat undang undang
> (RUU Pornografi) ini sudah gelisah melihat betis wanita..
>
> Salam
>
> Danardono
>
>
> --- In [email protected], "Kartono Mohamad" <[EMAIL PROTECTED]>
> wrote:
> >
> > Kesimpulannya:
> > 1. Kreasi budaya seperti ketoprak, wayang orang, tari bondan, tari
> jaipong,
> > harus diubah baik dalam berpakaian atau gerakannya?
> > 2. Patung-patung yang terdapat di candi-candi di berbagai daerah,
> khususnya
> > Jawa harus dibongkar seperti taliban membongkar patung Budha? Di
> relief
> > candi borobudur banyak sekali perempuan bertelanjang dada. Bukan
> apakah
> > perempuan jaman dulu mau digambarkan demikian atau tidak tetapi itu
> > menggambarkan sikap budaya dan tradisi jaman itu. Perempuan di
> Jawa waktu
> > itu masih bertelanjang dada. Apakah Borobudur harus juga
> dihancurkan?
> > Ini bukan soal metaphora tapi penggambaran keadaan waktu candi dan
> patung
> > itu dibuat.
> > 3. Kalau UU sudah disahkan, maka secara sah dapat dibenarkan kalau
> ada
> > polisi atau FPI yang menangkapi penari-penari Jawa, Sunda dan Bali
> atau
> > menggerebek pertunjukan wayang orang dan ketoprak, atau juga
> membongkar
> > candi-candi karena berisikan patung-patung dan relief yang
> pronografis.
> > KM
> >
> >
> > -------Original Message-------
> >
> > From: [email protected]
> > Date: 03/05/06 13:09:56
> > To: [email protected]
> > Subject: [ppiindia] Re: Would you call this pornography?
> >
> > Kalo menurut saya: bukan!
> >
> > Tuh kan? RUU APP dipertentangkan pada budaya-budaya seperti ini?
> kan
> > bisa dipertanyakan bagi yang memajang dewinya dirumah atau yang
> > membuatnya..apa itu untuk sexualitas dan sensualitas yang
> dilarang.
> > Hati kita sebetulnya bisa membedakan mana yang dilarang dan tidak,
> > tapi kadang kebanyakan orang buta atau dibutakan?
> >
> > Coba deh, mbak FT mau gak digambar or dipatungkan dengan buah
> dadanya
> > yang penuh telanjang gitu, apa lantas orang berpikir sampeyan itu
> > juga mempunyai nilai metaphora memberi "susu" kepada alam semesta??
> >
> > Dewi Durgha gak tau aja kalo mo digambar or dipatungkan kayak
> gitu.
> > Mo disembah sebg dewipun, dia gak tau. Inikan maunya manusia
> (idenya
> > manusia) yang ingin menggambarkan metaphora. Atau bisnis seni
> jualan
> > patung, biar laku. Ada gak ya metaphora Dewa yang menggambakan
> > keperkasaan Dewa (=kewelsasihan Dewi) yang telah
> memberikan "benih"
> > yang hidup? Kalo gak juga Dewi Durgha mau menyusui siapa?
> >
> > Tanpa adanya budaya-budaya seperti ini, kita juga akan tahu
> bagaimana
> > peran ibu. Kita juga tahu keMaha Pemurahan Tuhan Semesta Alam.
> >
> > Ini salah satu contoh kalau hukum, budaya (dan lainnya) hanya
> > memusatkan pada manusia. Manusia yang dijadikan tolok ukur. Bukan
> > nilai2 moral yang ada dalam agama atau kitab suci.
> >
> > Kalo saya sih, budaya macam gini yang mempertontonkan aurat, ada
> > baiknya dikikis habis. Termasuk budaya koteka. Karena saya kasihan
> > melihat saudara2 suku asmat dijadikan tontonan. Saya kasihan
> melihat
> > Dewi Durgha bertelanjang dada seperti itu...
> >
> > pengacaradewidurghadansukuasmat.
> >
> > --- In [email protected], Free Thinker <freethinker_may@>
> > wrote:
> > >
> > > http://jiwamerdeka.blogspot.com/
> > >
> > >   Would you call this pornography?
> > > Apakah anda akan menyebut ini Pornografi?
> > >
> > > Today, March 3, we shows our defiance to the anti pornography
> bill
> > by staging a vivacious cultural rally at Puputan Margarana Square
> in
> > Renon.
> > > Hari ini, 3 Maret, kami tunjukkan perlawanan kami terhadap RUU
> APP
> > dengan menyelenggarakan aksi budaya yang riuh rendah di Lapangan
> > Puputan Margarana, Renon.
> > >
> > > Various traditional performing arts, including the Joged Bumbung
> > dancer pictured on the photo, demonstrated one single important
> > fact:...
> > > Sejumlah pertunjukan kesenian tradisional, termasuk penari Joged
> > Bumbung di foto sebelah, telah mendemonstrasikan satu fakta
> > penting:...
> > >
> > > ...that sensuality and sexuality have always been an integral
> > element of our cultural heritage.
> > > ...bahwa sensualitas dan seksualitas telah selalu menjadi bagian
> > tak terpisahkan dari warisan budaya kami.
> > >
> > > ...that sensuality and sexuality have never been viewed through
> a
> > banal and superficial perspective.
> > > ...bahwa sensualitas dan seksualitas tidak pernah dipandang
> melalui
> > pola pikir yang dangkal dan rendah.
> > >
> > > ...that the Balinese has always respected sensuality and
> sexuality,
> > both in arts and religious teachings, as a sacred metaphor of the
> > Divine's power of creation and sustenance of the universe.
> > > ...bahwa orang Bali selalu menghormati sensualitas dan
> seksualitas,
> > baik di dalam kesenian maupun ajaran relijius, sebagai metafora
> > sakral dari kekuatan Tuhan dalam penciptaan dan pemeliharaan
> semesta.
> > >
> > > ...that Goddes Durgha is always portrayed with full, bare
> breasts
> > to underline her unlimited compassion in "breast-feeding", in
> > nurturing the whole universe.
> > > ...bahwa Dewi Durgha selalu digambarkan dengan payudara yang
> penuh
> > dan telanjang untuk menekankan rasa welas asih Sang Dewi yang tak
> > terbatas dalam "menyusui", memelihara seluruh semesta.
> > >
> > > Look at the dancer's bare, wrinkled breasts...
> > > Pandanglah payudara sang penari yang telanjang, yang keriput....
> > >
> > > ...and remember, the love she has given through the breasts, the
> > hardships she has endured, to give life to her children and
> > grandchildren.
> > > ...dan ingatlah, cinta yang telah diberikannya melalui payudara
> > itu, keseusahan hidup yang telah ditanggungnya, untuk memberi
> hidup
> > pada anak dan cucunya.
> > >
> > > We will fight the bill, any bill, that degrade our cultural
> > heritage and does not have any respect to our mothers and sisters.
> > > Kami akan lawan setiap undang-undang yang merendahkan budaya
> kami
> > serta yang tidak memiliki rasa hormat kepada para ibu dan saudari
> > perempuan kami.
> > >
> > > Marlowe and Jun
> > >
> > >
> > > ---------------------------------
> > > Yahoo! Mail
> > > Bring photos to life! New PhotoMail  makes sharing a breeze.
> > >
> > > [Non-text portions of this message have been removed]
> > >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> *********************************************************************
> ******
> > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju
> Indonesia yg
> > Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo
> > com/group/ppiindia
> >
> *********************************************************************
> ******
> >
> _____________________________________________________________________
> _____
> > Mohon Perhatian:
> >
> > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg
> otokritik)
> > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan
> dikomentari.
> > 3. Reading only, http://dear.to/ppi
> > 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
> > 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
> > 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
> >
> >
> >
> >
> > SPONSORED LINKS Cultural diversity Indonesian languages Indonesian
> language
> > learn
> > Indonesian language course
> >
> >
> >
> > YAHOO! GROUPS LINKS
> >
> >  Visit your group "ppiindia" on the web.
> >
> >  To unsubscribe from this group, send an email to:
> >  [EMAIL PROTECTED]
> >
> >  Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of
> Service.
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> > [Non-text portions of this message have been removed]
> >
>
>
>
>
>
>
>
>
***************************************************************************
> Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia
> yg
> Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo
> com/group/ppiindia
>
>
***************************************************************************
>
__________________________________________________________________________
> Mohon Perhatian:
>
> 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg
otokritik)
> 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
> 3. Reading only, http://dear.to/ppi
> 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
> 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
> 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
>
>
>
>
> SPONSORED LINKS Cultural diversity Indonesian languages Indonesian
> language
> learn
> Indonesian language course
>
>
>
> YAHOO! GROUPS LINKS
>
> Visit your group "ppiindia" on the web.
>
> To unsubscribe from this group, send an email to:
> [EMAIL PROTECTED]
>
> Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
>
>
>
>
>
>
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>
>
>
>
***************************************************************************
> Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia
> yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
> http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
>
>
***************************************************************************
>
__________________________________________________________________________
> Mohon Perhatian:
>
> 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg
otokritik)
> 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
> 3. Reading only, http://dear.to/ppi
> 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
> 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
> 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
>
> Yahoo! Groups Links
>
>
>
>
>
>
>


[Non-text portions of this message have been removed]



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]

Yahoo! Groups Links










***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi: 
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral 
scholarship, kunjungi 
http://informasi-beasiswa.blogspot.com **

Kirim email ke