** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List ** ** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi: ** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ ** ** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral scholarship, kunjungi http://informasi-beasiswa.blogspot.com **Apakah pengarang mengerti apa itu imperialisme?
----- Original Message ----- From: "Muhkito Afiff" <[EMAIL PROTECTED]> To: <[email protected]> Sent: Saturday, March 11, 2006 1:12 AM Subject: [ppiindia] Ketika 'Barat' Menjadi 'yang Lain' > Sabtu, 11 Maret 2006 > Opini > http://korantempo.com/korantempo/2006/03/11/Opini/krn,20060311,57.id.html > > Ketika 'Barat' Menjadi 'yang Lain' > > Zuhairi Misrawi > Koordinator Program P3M Jakarta > > Di dunia Islam atau bagi kaum muslimin pada umumnya, diskursus tentang > Barat selalu dipandang dengan sebelah mata. Artinya, Barat senantiasa > diidentikkan dengan pembawa obor imperialisme, destruktor tradisi dan > budaya lain, yang berbeda sama sekali dengan tradisi Islam. Karena itu, > bila diambil konsensus kolektif, satu hal yang akan disepakati: "Umat > Islam akan menolak Barat dan semua hal yang diduga mempunyai keterkaitan > dengan Barat". > > Fakta ini mempunyai latar belakang historis yang cukup panjang. > Setidaknya bisa dilacak ke awal abad XI, tatkala Perang Salib mulai > digelar dari Eropa ke Timur (baca: dunia Islam). Banyak peristiwa dan > kenangan buruk yang sampai sekarang sulit dilupakan begitu saja, kendati > harus diakui pula bahwa Perang Salib tidak melulu melahirkan duka dan > luka, melainkan juga romantisisme dan hubungan intens antara dunia Islam > dan dunia Barat. Orang-orang Islam belajar tentang kebudayaan Barat. > Sebaliknya, orang-orang Barat belajar soal kebudayaan Islam. Tapi yang > sampai ke dunia Islam perihal Perang Salib adalah wajahnya yang paling > buruk. > > Padahal Shalahuddin al-Ayyubi, sebagai tokoh muslim dalam Perang Salib, > melindungi tawanan tentara Salib. Bahkan dia dikisahkan pernah > melepaskan tawanannya karena dicari seorang perempuan yang mengaku > sebagai orang tua anggota pasukan yang ditawan. Ia masih menyisakan rasa > kemanusiaan di tengah kebenciannya kepada tentara Salib. Di dalam kisah > lain, Shalahuddin tak tega untuk membunuh salah satu tokoh tentara Salib > karena ia tidak lagi menganggapnya sebagai musuh, tapi sebagai teman > yang menaati nota perdamaian. Namun, tentara salib dalam pelbagai > literatur dikisahkan hampir tidak membawa kabar dan berita yang baik > terhadap dunia Islam. > > Dengan demikian, Perang Salib menyisakan duka dan luka yang mendalam > bagi dunia Islam, terutama kecurigaan yang amat mendalam terhadap Barat. > Rupa Barat yang buruk di mata dunia Islam terus berlangsung dan kembali > muncul setelah imperialisme pada abad ke-18 hingga sekarang ini. Watak > Barat yang imperialistik, senantiasa menghegemoni dan mengeksploitasi > dunia Islam, makin lama makin tidak bisa disembunyikan. Edward W. Said > menulis dengan sangat baik orientalisme sebagai salah satu model > imperialisme kebudayaan oleh Barat terhadap Arab, dan Islam pada > umumnya. Karya Said menjadi salah satu "mazhab pemikiran" yang dianut > oleh pelbagai kalangan, tidak hanya oleh muslim, tapi juga oleh orang > Barat sendiri. > > Kenyataan imperialisme Barat terhadap dunia Islam telah membuat nalar > kolektif bahwa Barat adalah "yang lain", bukan bagian dari tradisi dan > kebudayaan Islam. Puncaknya, Sayyed Quthub menganggap Barat sebagai > "jahiliah modern" yang harus ditentang oleh seluruh umat Islam. Konflik > Israel-Palestina sering kali ditafsirkan sebagai salah satu bentuk > imperialisme yang senantiasa disokong Barat. > > Namun, pertanyaannya: akankah wajah Barat bagi dunia Islam sedemikian > linear, seburuk yang digambarkan selama ini? Ternyata tidak sedramatis > penuturan sejarah dan sejumlah literatur di atas. Sebab, pergulatan > dunia Islam dan dunia Barat mempunyai dampak yang positif pula. Perang > Salib, misalnya, telah menjadi salah satu kampanye bagi dunia Islam > terhadap dunia Barat bahwa nilai dan tradisi Islam adalah nilai-nilai > universal yang mulia. Karena itu, kabar tentang kebesaran peradaban > Islam tersebar ke Barat dengan cepat, dan tidak sedikit orang Barat dan > tentara Salib yang "bertobat", yaitu yang semula ingin berperang dengan > kaum muslimin dengan mengatasnamakan salib menjadi sebuah kesempatan > untuk belajar tentang keilmuan Islam. Mereka pelan-pelan mengenali > ajaran yang dibawa Nabi Muhammad dan keahlian tentara muslim di medan > perang. Sehingga, dalam kurun waktu yang panjang, terutama > pascakemenangan Nuruddin dan Shalahuddin al-Ayyubi, dunia Islam dikenal > sebagai dunia penakluk tapi humanis. Shalahuddin al-Ayyubi menjadi salah > satu tokoh yang dikagumi dan disegani di Barat. Pada masa itu, kendati > pahit bagi orang-orang Barat, mereka harus mengakui ketangguhan > Shalahuddin al-Ayyubi (Karen Armstrong, 2004). > > Di pihak lain, dunia Islam banyak belajar dari dunia Barat, terutama > bahasa dan kebudayaannya. Bahkan tidak sedikit kaum muslimin menikahi > perempuan yang ikut serta bersama tentara-tentara Salib, atau > sebaliknya. Termasuk pada saat imperialisme negara-negara Eropa terhadap > dunia Islam pada abad ke-19, banyak hal yang bisa diambil dari pemikiran > dan kebudayaan Barat. Banyak sekali pemikir Arab yang kemudian > melanjutkan studi ke Eropa dan Amerika, sehingga mereka membawa > pencerahan tatkala kembali ke negaranya. > > Dari pergulatan antara muslim dan orang Barat yang sangat intensif, > perlahan-lahan intelektual Barat mulai mengenal Islam secara lebih > serius dan moderat. Bahkan, dalam batasan tertentu, mereka seolah-olah > menjadi "juru bicara" Islam di Barat, padahal latar belakang agamanya > Kristen. Misalnya, Karen Armstrong, perempuan pakar agama-agama, telah > menulis sejumlah buku tentang Islam, antara lain Islam dan Muhammad. > Karya Karen Armstrong tersebut agak berbeda dengan karya-karya > orientalis tentang Islam pada abad ke-18 dan ke-19 karena menggunakan > pendekatan yang lebih empatik, simpatik, dan akademis. > > Dalam bukunya, Muhammad: a Biography of the Prophet, Karen Armstrong > hendak menegaskan bahwa Muhammad adalah nabi yang patut diteladankan > karena kemuliaan dan perjuangannya untuk mengutamakan perdamaian, > menolak kekerasan. Hatta dalam perang Badar sekalipun, Rasulullah tidak > meluluhlantakkan pendudukan Mekkah yang pagan, melainkan hanya > menghancurkan patung-patung. Rasulullah melarang tentaranya > menghancurkan tempat ibadah, pepohonan, di samping melarang pembunuhan > atas kalangan perempuan, anak-anak, dan orang tua renta. > > Keteladanan Rasulullah semacam ini hendak menjelaskan bahwa Rasulullah > tidak membawa ajaran terorisme dan kekerasan. Beliau adalah utusan Tuhan > yang ingin membumikan kedamaian di muka bumi. Proposal transformasi > sosial yang diajukan oleh Rasulullah di Madinah, menurut Armstrong, > merupakan salah satu bentuk transformasi damai karena mengedepankan > konsensus atau musyawarah untuk mufakat. Kepemimpinan Rasulullah yang > seperti ini juga dipandang oleh Robert N. Bellah sebagai salah satu > politik kelas tinggi, yang bisa dikategorikan sangat modern pada > zamannya. Armstrong memuji keuletan Rasulullah dalam strategi > transformasi sosial bahwa beliau tidak mungkin menandingi keuletan > perdagangan penduduk Mekkah. Karena itu, beliau memulai langkah > dakwahnya dari Madinah, sehingga dapat mempengaruhi Suriah. Setelah > berhasil di Madinah dan mempengaruhi Suriah, beliau melanjutkan > dakwahnya ke Mekkah. Sekali lagi, tidak ada nuansa kekerasan dalam upaya > menaklukkan Mekkah. > > Lalu kenapa kemuliaan Rasulullah masih sering disalahpahami oleh Barat? > Armstrong menduga bahwa salah satu faktornya adalah pemahaman yang > sempit, dangkal, dan arogansi di pihak Barat, di samping adanya > kebodohan dan ketidaktahuan (ignorance) serta prasangka buruk > (prejudice). Karena itu, Barat harus bekerja keras untuk mengenalkan > kepada publiknya tentang kefiguran Rasulullah dan ajarannya yang > humanis. Ia mengutip pandangan Wilfred Cantwell Smith (1956) agar dunia > Islam dan dunia Barat harus berpikir serius guna menyelamatkan > kemanusiaan. Dunia Islam harus mengenal dan mengapresiasi kedigdayaan > masyarakat Barat. Sebaliknya, dunia Barat harus menyadari pentingnya > melihat dunia Islam sebagai komunitas yang setara dengan mereka. Hanya > dengan cara demikian, Islam dan Barat akan memasuki babak baru relasi > yang harmonis dan toleran. > > Apa yang dilakukan Karen Armstrong sesungguhnya merupakan langkah > positif, obyektif, dan konstruktif, bahwa sudah saatnya dunia Islam > perlu memandang Barat secara fair dan obyektif, karena Barat tidak > mempunyai pandangan monolitik terhadap Islam dan Nabi Muhammad. Ada saja > orang Barat yang arif dan obyektif dalam memahami tradisi Islam. Dengan > demikian, cara pandang Barat sebagai yang lain, apalagi dilihat sebagai > kafir dan jahiliah, bukanlah sikap yang arif, karena faktanya tidak > sedikit orang Barat yang mulai memahami Islam dengan baik dan benar. > Terutama kalangan akademis yang mampu menyelami khazanah keislaman tanpa > pretensi imperialistik. > > > > > *************************************************************************** > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia > yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. > http://groups.yahoo.com/group/ppiindia > *************************************************************************** > __________________________________________________________________________ > Mohon Perhatian: > > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. > 3. Reading only, http://dear.to/ppi > 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] > 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] > 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] > > Yahoo! Groups Links > > > > > > *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/ ** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List ** ** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi: ** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ ** ** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral scholarship, kunjungi http://informasi-beasiswa.blogspot.com **

