** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi: 
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral 
scholarship, kunjungi 
http://informasi-beasiswa.blogspot.com **Mbak, lihatlah di tiap hari Minggu 
ditepi sungai Donau di Vienna 
mulai saat Spring , Summer sampai aakhir Autumn. manusia ber-
jalanjalan, naik sepeda dengan ceria, menikmati kehangatan matahari. 
Burung berkicau.

Di beberapa sudut ditempat rerumputan, kita selalu lihat kelompok 
kelompok manusia berwajah Timur tengah, wanitanya berjilbab. Mereka 
ber-picknick, barbecue daging sapi, ayam atau domba , karena mereka 
tak makan babi atau sausage babi. Mereka bahagia, mereka puas, anak 
anak mereka ber-lari larian. Tanpa wajah ketakutan, atau sedih.

Mereka hidup disbuah negara yang melindungi mereka, memberi nafkah, 
perlindungan hukum, dan bantuan sosial,. terutama bila mereka 
mendapatkan anak, ditunjang disediakan TK, diberikan perlengkapan 
bayi cuma cuma.

Memang hampir tak ada mesjid disini, tetapi mereka mendirikan tempat 
tempat ibadah. Mereka berpuasa dimasa puasa, mereka berkurban dihari 
Idul Kurban, mereka rayakan Ramadhan seperti dinegara asal mereka. 
Mereka naik haji (tanpa dananya dikorupsi).

Tak ada satupun mereka ingin kembali kenegara asal mereka.

Seringkali, sambil ber-jalan jalan saya dekati mereka. Saya ajak 
mengobrol. generasi tua biasanya belum menguasai bahasa Jerman, 
tetapi yang muda cukup lancar.

Pertanyaan saya selalu sama: "Apakah kalian merasa tenang dan tak 
dihindari dalam beribadat? dalam memenuhi hukum syaria?" Mereka 
jawab, " OH ya", "tak ada beda dengan diTanah Air". "Kaffah?" 
tanyaku, "Tentu", kata mereka.

Nah, mbak, berjuta Muslim hidup tenang damai sebagai tamu dinegara 
Non Islam, yang total sekuler. Tak terganggu. Mereka jalankan hidup 
yang islami. Austria, Swiss, Denmark, Swedia, Norway....

Ini terjadi dinegara negara makmur, yang 95% adalah Non Islam.

Ini bukti hidup bagi saya, bahwa untuk menjadi islami, tak perlu 
MengIslamkan, me Negara Madinahkan, negara.

Sebaliknya, tak ada bukti secuilpun, sampai saya berusia kepala enam 
ini, bahwa ada negara yang berkonstitusi Madinah, yang berfungsi, 
berjalan, yang memancarkan Nurul Islam.

Walau puluhan adik adik berusia kepala dua dan tiga yang ngotot 
ingin meyakinkan saya. Namun semua sekedar wacana, wacana dan 
wacana..

Salam, sambil minum kopi tubruk

Danardono







--- In [email protected], Bunda Zalwa <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> ide dasar knapa aku mendukung wacana SI diterapkan diIndonesia;
>   Pancasila dan UUD 45 yg telah terpakai selama ini, benar2 tdk 
menjamin keindahan menjadi seorang Indonesian...dan sbg muslim yg 
rindu ber-kaffah ria, penerapan SI menjadi satu pilihan indah dan 
harapan ideal...
>   more words pliz...
> 
> RM Danardono HADINOTO <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>   Mbak Zalwa dan mas Ari, kalian benar semua. Terimakasih atas 
> pembentangan masalah dari aspek hukum yang mudah dimengerti awam.
> 
> Mas, kalau ada yang mau menterapkan syariat Kristen, saya akan 
> paling depan menentangnya. Ketika diusulkan, memasukkan 
> kalimat "Eropa berlandaskan nilai nilai Kristiani" kedalam 
> Konstitusi Uni Eropa, langsung ditolak mentah mentah, oleh Jerman 
> dan Perancis. Wakil negara negara ini berteriak lantang di 
parlemen 
> EU: "Tahukah kalian, dinegara kita banyak umat Non Kristen, 
seperti 
> Yahudi dan Islam, yang adalah warga penuh bangsa kita?. Masak 
mereka 
> kita paksa mengakui nilai nilai Kristiani? Eropa juga milik 
mereka".
> 
> Republik Malta, adalah satu satunya negara didunia, yang 
menterapkan 
> Hukum Gereja, seperti mas Ari berikan sebagai referensi. Minta 
ampun!
> Bercerai dianggap kejahatan, menikah kembali tidak diakui negara!
> memangnya manusia ini malaikat semua?
> 
> Mungkin kalau mbak Zalwa, mbak Lina jalan jalan ke negara Eropa 
yang 
> kecil, seperti Swiss, Norwegia, Liechtenstain, makmur dan damai, 
> taat hukum, dll, mbak mbak pasti akan berkomentar "Wah negara ini 
> islami sekali ya?".
> 
> Memang mbak mbak dan mas mas, untuk jadi islami, tak perlu spesial 
> distempel "Ini Islam". Atau seperti bung Taulan katakan, Malaysia 
> tanpa gembor gembor men-negara Islamkan Malaysia, sudah terasa, 
> negara itu sangat bernuansa Islam. Saya sering sekali ke Malaysia, 
> baik cuti maupun business trip. 
> Di sebuah resto kecil ditepi danau Titiwangsa di Kuala Lumpur, ada 
> tulisan, "bagi warga Muslim tak dijual minuman keras". Cool, tanpa 
> ada perasaan memaksa, atau ber SI ria. Ini perintah Kitab Suci, 
> titik.
> 
> Saya banyak kenal umat Buddha yang menjalankan akidahnya, baik 
orang 
> Indonesia, maupun Jepang dan Eropa. Hidup mereka jauh lebih 
islami, 
> lebih kristiani daripada banyak orang Kristen atau Islam yang saya 
> kenal. Selalu senyum damai, tenang. Mereeka hindarkan berbuat 
jahat, 
> bukan karena takut peraturan, namun karena yakin, doing no good 
akan 
> membebani kharma mereka.
> 
> Salam
> 
> danardono
> 
> 
>             
>   Muslifa Aseani
>   Jalan Kanfer Utara V 244 Banyumanik Semarang, 024-7478580
>   www.bayipertama.com?id=lucky
>   http://www.indotext.com/?ref=4636839815
>   www.superdialup.com?id=ONHQQC
>   www.indomutiara.com
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
>               
> ---------------------------------
> Brings words and photos together (easily) with
>  PhotoMail  - it's free and works with Yahoo! Mail.
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>







***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi: 
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral 
scholarship, kunjungi 
http://informasi-beasiswa.blogspot.com **

Kirim email ke