** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List ** ** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi: ** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ ** ** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral scholarship, kunjungi http://informasi-beasiswa.blogspot.com **http://www.kompas.com/kompas-cetak/0603/14/daerah/2504251.htm
Berseteru dengan Manusia, 16 Gajah Mati Pekanbaru, Kompas - Temuan dua bangkai gajah yang terbunuh di dekat lokasi Pusat Latihan Gajah Minas, Pekanbaru, Riau, Minggu (12/3), menjadikan jumlah gajah yang dibunuh di Riau menjadi sebanyak 16 ekor selama empat bulan terakhir. Ini merupakan jumlah korban gajah terbanyak dalam beberapa tahun terakhir. Pembunuhan gajah dipicu masalah gangguan gajah terhadap masyarakat. Dua pekan lalu gajah mengamuk di Balai Raja, Kabupaten Bengkalis, menghancurkan perkebunan serta belasan rumah warga. "Sejak November giat dilakukan penangkapan dan relokasi gajah demi meredam perseteruan antara gajah dan manusia yang terus meningkat," kata Human- Elephant Conflict Mitigation Coordinator World Wildlife Foundation (WWF) Riau Nurchalis Fadli, Senin (13/3). Dua gajah yang terbunuh di dekat Pusat Latihan Gajah (PLG) Minas adalah gajah dari Kampar Kiri, Kabupaten Kampar. Pada November 2005, 30 gajah dari Kampar Kiri ditangkap tim gabungan Balai Konservasi Sumber Daya Alam Riau, Dinas Kehutanan Riau, serta pemerintah kabupaten. Gajah-gajah tersebut dianggap mengganggu permukiman dan perkebunan warga. Menurut Nurchalis, ada kemungkinan pemakaian suntik bius yang tidak steril dan proses yang menyebabkan gajah depresi. Selama penangkapan, satu gajah jantan mati. Pada bulan November-Desember, tiga gajah asal Kampar mati di PLG Minas. Februari lalu, tiga bangkai gajah ditemukan di Taman Nasional Tesso Nilo. Di Tesso Nilo, terpantau delapan gajah pindahan sakit karena tidak mengenal daerah itu sehingga sulit mencari makanan. Dua gajah dilaporkan mati dengan sisa rantai di leher. Pembunuhan massal gajah juga terjadi dua pekan lalu di perbatasan Rokan Hulu-Tapanuli Selatan (Sumatera Utara) enam ekor ditemukan mati. Pembunuhan bukan solusi tepat untuk masalah perseteruan gajah-manusia. Data WWF Riau menunjukkan, sejak tahun 2002 ada 16 orang meninggal diserang gajah. Mereka ada di bekas lahan sumber makanan gajah yang berubah menjadi perkebunan atau permukiman. Serangan gajah menandakan lingkungan hidup makin tidak seimbang. Kawasan hutan secara tak semena-mena dirambah pembalak liar atau dikonversi. Dana pakan belum turun Di Way Kambas dana pakan tambahan bagi 62 gajah belum turun sehingga dua bulan ini tak ada pakan tambahan. Kepala Pusat Pelatihan Gajah Balai Taman Nasional Way Kambas (BTNWK) Soedarmadji, Senin kemarin, mengatakan, selama ini pakan tambahan pelepah kelapa diberikan setiap malam. Kini pawang gajah harus menggembalakan gajah lebih jauh ke dalam hutan. Soedarmadji mengatakan, gajah-gajah itu membutuhkan rumput lebih banyak agar tidak lapar. Sakimin, pawang gajah yang ditemui, menjelaskan, jarak antara hutan ilalang dan kandang gajah tidak begitu jauh, sekitar 3-4 kilometer. Namun dari pantauan, dengan kondisi rumput yang tipis, gajah-gajah akan selalu merasa lapar. Harga setiap pelepah kini mencapai Rp 150 per pelepah yang dibeli di daerah sekitar Way Kambas. Seekor gajah dengan berat tiga ton membutuhkan sebanyak 50-60 pelepah setiap hari. Gajah dengan berat badan 1,1 ton membutuhkan sekitar 20 pelepah. (NEL/HLN) [Non-text portions of this message have been removed] *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/ ** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List ** ** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi: ** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ ** ** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral scholarship, kunjungi http://informasi-beasiswa.blogspot.com **

