** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List ** ** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi: ** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ ** ** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral scholarship, kunjungi http://informasi-beasiswa.blogspot.com **http://www.sinarharapan.co.id/berita/0603/14/sh01.html
Pansus MRP dan DPRP Gagal Masuk Freeport Timika - Tim panitia khusus (pansus) Majelis Rakyat Papua (MRP) dan Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP) yang berjumlah 50 orang dengan menggunakan tiga bus, Selasa (14/3), sekitar pukul 06.30 WIT, gagal masuk ke Freeport Tembagapura karena diadang massa yang bersenjatakan panah di check point Mile 28 Timika. Rombongan hadir di Timika dan Tembagapura untuk mengumpulkan bahan-bahan dan masukan-masukan dari masyarakat. Hal itu untuk menyikapi adanya peristiwa pemalangan di Mile 72 beberapa waktu lalu . Termasuk aspirasi di banyak tempat yang menghendaki perusahaan raksasa penambangan PT Freeport Indonesia di Tembagapura ditutup. Rombongan DPRP dipimpin Wakil Ketua Komarudin Watubun, sedangkan rombongan MRP dipimpin Alpius Urib. Check point Mile 28 Timika terletak tidak jauh dari Hotel Sheraton Timika, tempat menginap rombongan tersebut. Pintu masuk ke Tembagapura di check point Mile 28 sejak beberapa waktu lalu dipalang oleh massa yang terdiri dari mahasiswa dan masyarakat, di bawah pimpinan Jeffry Pagawak, seorang aktivis mahasiswa yang datang khusus dari Jayapura. Rombongan dari Hotel Sheraton Timika, dengan menggunakan tiga bus tersebut belum dapat bergerak meninggalkan hotel karena aksi pencegatan massa tersebut. Suasana di depan check point memanas. Massa berteriak-teriak menyatakan kekecewaannya terhadap para wakil rakyat tersebut. Kekecewaan dilampiaskan dengan menutup ruas jalan alternatif lainnya untuk menuju Tembagapura, yang berada di muka check point Mile 28. yang sekaligus juga menutup jalan yang menghubungkan Timika ke Desa Kwangki Lama. Akibat penutupan tersebut membuat kemacetan lalu lintas, mobil-mobil demikian juga pengendara ojek jadi terhambat. Suasana menjadi tegang ketika sebuah mobil lolos arah Kwanki Lama dan dikejar massa bersenjata panah. Untung tidak terjadi insiden karena kendaraan dengan kecepatan tinggi berhasil melarikan diri. Dengan adanya pemalangan tersebut, dari Hotel Sheraton pihak MRP dan DPRP mengirimkan anggotanya untuk melakukan lobi ke check point Mile 28, berbicara dengan para pimpinan aksi pemalangan tersebut. Mereka yang dikirimkan yaitu Yufinia Magal, Alfius Morib dan Serinda Pagawak dari MRP, dan dari DPRP Albert Yogi. Ancaman Panah Pembicaraan berlangsung memanas di bawah ancaman masyarakat yang bersenjatakan panah. Pimpinan aksi Jeffry Pagawak meminta kepada rombongan dalam penyusunan jadwal acara kunjungan. Mereka meminta diikutsertakan. Jangan acara disusun sendiri, apalagi bersama Freeport yang sudah tentu akan terjadi kongkalikong. Jeffry juga meminta mereka diikusertakan dalam kunjungan ke Freeport, Tembangpura dengan rincian 2 bus diisi MPR dan DPRD, dan satu bus diisi oleh masa aksi. Jeffry juga meminta semua anggota MRP dan DPRP yang masih berada di Hotel datang ke check point Mile 28. Para pelobi dari MRP dan DPRP menjelaskan maksud kunjungan ke Timika, dan Tembagapura yang tujuannya tentu berkaitan dengan aspirasi masyarakat. Albert Yogi menjelaskan mereka datang untuk mengumpulkan bahan-bahan berkaitan dengan sidang paripurna khusus masalah Freeport yang akan diadakan 22 Maret di DPRP Papua. Sidang paripurna khusus tanggal 22 itu pun diadakan atas kesepakatan antara pimpinan DPR dengan massa mahasiswa yang mengadakan aksi demo dengan menduduki gedung DPRP di Jayapura tanggal 27 Februari lalu, yang menuntut tambang Freeport ditutup. Karena itu, meminta kepada massa untuk memberi jalan kepada rombongan guna melanjutkan perjalanan ke Jayapura. Karena massa menolak, akhirnya tidak didapatkan kesepakatan. Bahkan pimpinan massa minta Senior Vice Presiden PT Freeport Indonesia August Caviar dan pimpinan MRP maupun DPRP, datang ke check point Mile 28. Pertemuan Gagal Pertemuan selanjutnya juga tidak membuahkan hasil. Masyarakat meneriakkan "Tutup Freeprort, dan minta Presiden Komisaris Freeport Mc Moran James Moffet datang ke Timika. Jeffry meminta sementara tambang Freeport tidak operasional, menunggu hasil sidang paripurna khusus DPRP tanggal 22 Maret tentang Freeport. August Caviar mengatakan, saya bukan pemilik perusahaan dan bukan pula pengambil keputusan, masih ada pimpinan tertinggi untuk bisa saya laporkan semua masukan yang baru diterimanya dari para pimpinan aksi demo. Pembicaraan tersebut tidak menghasilkan keputusan karena massa masih bersikukuh menghalang-halangi rombongan wakil rakyat tersebut ke Tembagapura. Akhirnya kegiatan tersebut gagal dilaksanakan. (soehendarto) [Non-text portions of this message have been removed] *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/ ** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List ** ** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi: ** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ ** ** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral scholarship, kunjungi http://informasi-beasiswa.blogspot.com **

