** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi: 
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral 
scholarship, kunjungi 
http://informasi-beasiswa.blogspot.com 
**http://www.indomedia.com/bpost/032006/15/depan/utama1.htm

Tarif Listrik Naik 10%

Jakarta, BPost
Terhitung mulai Mei mendatang, tagihan listrik pelanggan PLN bakal mengalami 
perubahan. Pemerintah per 1 April 2006 memberlakukan tarif dasar listrik (TDL) 
yang baru dengan persentase kenaikan rata-rata 10 persen. 

      Pengusaha Tetap Keberatan

      PENGURUS Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Kalsel demisioner, Tajuddin Noor 
mengatakan rencana penaikan tarif dasar listrik (TDL) yang kabarnya berlaku 
April nanti menjadi beban berat para pengusaha.

      Kenaikan itu, sebut dia, akan berdampak pada penyesuaian harga barang 
keperluan produksi dan output yang dihasilkan. Hal itu juga akan makin 
memberatkan masyarakat karena kemampuan daya beli yang kian turun. Padahal saat 
ini iklim berusaha dan investasi masih lesu. 

      "Seperti istilah luka lama karena penaikan harga BBM yang belum pulih 
sudah ditambah luka baru karena kenaikan TDL. Padahal, saat ini pengusaha masih 
berbenah dan melakukan penyesuaikan karena kebijakan terdahulu yang 
mengejutkan," kata Tajuddin, Selasa (14/3).

      Unsur yang memberatkan pengusaha terhadap kenaikan TDL tidak melulu 
karena prosentase kenaikan yang kecil atau besar. Melainkan, sebut dia, lebih 
kepada beban tambahan yang mesti dikeluarkan sebagai ongkos produksi. 

      "Seharusnya PLN membenahi manajemennya sendiri dulu baru mengambil 
kebijakan tersebut agar benar-benar diperhitungkan dampaknya. Jangan langsung 
dibebankan kepada masyarakat pengguna jasanya," tandasnya.

      Diakui Tajuddin, penyesuaian harga karena naiknya ongkos produksi 
tergantung penggunaan atau serapan energi listrik dari masing-masing industri. 
Namun industri besar sebagai penggerak perekonomian justru paling besar akan 
terkena imbasnya.

      "Padahal sektor inilah tempat bergantung banyak orang untuk mendapatkan 
penghasilan. Hal itu dipastikan akan mengakibatkan dampak beruntun terhadap 
keadaan perekonomian secara global," ucapnya. nda
     
Kepastian soal kenaikan tarif listrik diperoleh setelah rapat koordinasi 
terbatas yang dipimpin Menko Perekonomian Boediono, Senin (12/3) malam, 
selesai. Rapat menyepakati kenaikan tarif listrik dengan alasan untuk 
mengurangi beban subsidi APBN. 

Boediono juga memastikan tarif listrik bakal naik. Hanya dia tidak mau menyebut 
besaran serta kapan waktunya.

Menkominfo Sofyan Djalil, yang ikut dalam rapat, tidak membenarkan dan 
membantah kesepakatan tersebut. Dia mengatakan rapat belum mengeluarkan 
keputusan apapun.

"Tadi kami hanya mendengarkan laporan analisis tim teknis," kelit Sofyan. Meski 
begitu, dia mengakui pemerintah memang tidak mampu menutup seluruh kekurangan 
subsidi listrik Rp10,2 triliun untuk PLN. "Pemerintah normatif saja. Kalau ada 
kenaikan, hanya akan dibebankan ke orang kaya," tuturnya.

Yang pasti, kata Sofyan, kenaikan tarif tidak akan menimpa masyarakat kecil. 
"Untuk tarif listrik 450 volt amper dipastikan tidak akan naik," cetusnya.

Mengutip sumber Suara Pembaruan, yang ikut pertemuan tersebut, kenaikan tarif 
listrik ada yang di bawah 10 persen dan ada yang lebih dari 10 persen. 

Namun Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan jika kenaikan TDL hanya 
10 persen, itu tidak cukup untuk menutupi subsidi APBN sebesar Rp17 triliun.

"Tergantung kebijakan harga. Kalau Rp17 triliun, tidak cukup," jelas Sri 
ditanya apakah dana itu cukup jika kenaikan TDL 10 persen.

Terpisah, Meneg Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Paskah Suzeta 
mengatakan bahwa pemerintah belum memutuskan untuk menaikkan tarif listrik. 
"Itu kan, harus dibawa ke sidang kabinet dulu," cetus dia yang menyesalkan 
pernyataan Boediono yang dinilai terburu-buru menyatakan listrik bakal naik. 

Defisit PLN

Berdasarkan perhitungan sementara, kenaikan TDL terbesar akan diberlakukan pada 
kelompok industri besar, dengan besaran mencapai 38 persen. Sedangkan, 
pelanggan yang dinilai masih perlu disubsidi, tarif kenaikannya hanya berkisar 
5 hingga 10 persen.

Dengan kenaikan TDL rata-rata 10 persen, diperkirakan subsidi tambahan dari 
APBN yang diberikan kepada PLN mencapai Rp5,6 triliun. Namun, tentang hal ini 
masih akan dibahas antara pemerintah dan Panitia Anggaran DPR. 

Menurut Paskah Suzeta, dari hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas 
biaya pokok produksi listrik PLN yakni sebesar Rp27,2 triliun. Jumlah ini lebih 
rendah dari perhitungan PLN yang mencapai sebesar Rp38,5 triliun. 

Dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan 2006, sebut dia, subsidi 
listrik disediakan Rp17 triliun. "Jadi, pemerintah hanya perlu menambah subsidi 
Rp10,2 triliun," ucapnya.

Pemerintah sendiri, mengutip sumber di Departemen Keuangan, hanya akan 
menambahkan subsidi Rp5-6 triliun. 

Mengenai kemungkinan TDL tidak perlu naik dengan mengambil dana dasi sisa 
anggaran lebih (SAL) APBN 2005, menurut Menkeu Sri Mulyani itu tergantung 
kesepakatan dengan DPR. "Walau kita ada dana, alokasi itu harus melalui 
prosedur anggaran yang ditentukan dengan DPR," jelasnya.

Menurut Paskah, dari sisi fiskal pemerintah mampu menambah subsidi hingga 
Rp10-12 triliun. Jumlah sebesar itu, menurut dia, tidak akan mengganggu target 
defisit tahun ini sebesar 0,7 persen. "Jadi, tarif listrik tidak usah naik," 
cetus politikus Partai Golkar ini. 

Komisi VII DPR meminta agar keputusan kenaikan tarif listrik tidak diumumkan 
pemerintah sebelum ada pembahasan khusus bersama dewan. Komisi VII akan segera 
membahas masalah TDL secara menyeluruh dengan tim teknis dari pemerintah, tanpa 
melibatkan tim teknis dari PLN.

"Pemerintah jangan mengumumkan kenaikan TDL, sebelum ada pembahasan di Komisi 
VII. Jangan seperti yang sudah-sudah, ketika menaikkan harga BBM, tahu-tahu 
diumumkan, padahal belum ada pembahasan final dengan Komisi VII," kata Ketua 
Komisi VII DPR Agusman Effendi. 

Ketua DPR Agung Laksono minta pemerintah mencari upaya-upaya maksimal agar TDL 
tidak naik, sehingga rakyat maupun dunia usaha tidak terbebani. "Pemerintah 
harus melakukan upaya itu," kata dia pada acara Pengucapan Sumpah anggota DPR 
pengganti antar waktu (PAW), di Gedung DPR, Selasa.

"Namun demikian, dalam hal rencana kenaikan TDL, saya berpendapat bahwa melihat 
situasi dan kondisi rakyat Indonesia saat ini, pemerintah perlu mencari upaya 
maksimal agar TDL tidak naik," katanya. kcm/tnr/sp/ant


[Non-text portions of this message have been removed]



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi: 
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral 
scholarship, kunjungi 
http://informasi-beasiswa.blogspot.com **

Kirim email ke