** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi: 
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral 
scholarship, kunjungi 
http://informasi-beasiswa.blogspot.com 
**http://www.lampungpost.com/buras.php?id=2006031500534216

      Rabu, 15 Maret 2006 
     

      BURAS 
     
     
     



Enakan Jadi Wayang! 



       
      H.Bambang Eka Wijaya

      "TOTO tentrem kertoraharjo!" dalang membuka cerita. "Tersebutlah Amarto, 
negeri makmur tak kurang sandang atau pangan, rakyatnya teratur dan tenteram, 
tak ada sampar--penyakit menular mematikan, harta dan ternak utuh tak ada yang 
kehilangan!"

      "Luar biasa indahnya lukisan dalang tentang negeri yang makmur!" tutur 
Umar.

      "Lukisan itu untuk menunjukkan pemimpin negeri bijaksana!" timpal Amir. 
"Rakyat teratur dan tenteram berkat kecukupan warga atas segala kebutuhan 
hidupnya! Semua harta dan ternak aman, tak ada maling!"

      "Ternyata lebih enak jadi wayang!" entak Umar. "Hidup serbaberkecukupan, 
tenteram! Sedang kita di alam realitas, hidup serbakekurangan, kriminalitas 
tinggi, ternak di kandang selalu diincar maling!"

      "Malahan, istana yang dikawal pasukan elite berlapis dibobol maling 
juga!" timpal Amir. "Begalnya yang sadis, merampas arloji saja memenggal lengan 
korban! Perampok nekat membunuh mangsanya!"

      "Katamu tadi lukisan indah itu menunjukkan pemimpin negeri yang 
bijaksana!" tukas Umar. "Berarti, realitas buruk menunjukkan pemimpinnya kurang 
bijaksana! Apa yang membedakan kedua jenis pemimpin?"

      "Jelas repot membandingkan wayang dengan manusia!" sambut Amir. "Tapi 
yang jelas wayang punya pakem, patokan cerita, yang dijalankan secara taat asas 
oleh ki dalang! Sedang manusia, meski punya pakem juga, berupa rencana 
strategis pemerintahan yang dirangkai dari janji-janji kampanye, pemimpin 
menjalankannya tak benar-benar taat asas! Kepentingan kekuasaan, jadi 
penyebabnya!"

      "Kepentingan seperti apa itu?" sela Umar.

      "Pertama, power building!" jelas Amir. "Kekuasaan terus memperkokoh 
dirinya agar tak goyah oleh kekuatan apa pun! Contoh, konsolidasi pendukung 
kekuasaan di parlemen, hingga segala bentuk gerakan yang merugikan kekuasaan 
dengan mudah dieliminasikan! Menggalang komitmen jajaran kekuatan bersenjata 
untuk mengamankan kekuasaan! Demikian pula jaringan sosial-ekonomi dan 
sosial-budaya!"

      "Berarti semua pilar bernegara bangsa berorientasi pada kepentingan 
kekuasaan?" timpal Umar. "Lantas bagaimana dengan kepentingan rakyat?"

      "Secara retoris tentu ditonjolkan kepentingan kekuasaan itu semata demi 
kepentingan rakyat!" tukas Amir. "Tapi kecenderungan yang terjadi agak beda! 
Seperti kenaikan harga BBM, impor beras, pemberian konsesi sumber daya alam 
strategis kepada asing, mengundang pertanyaan ketepatan orientasi kekuasaan 
pada kepentingan rakyat itu!"

      "Karena orientasi kekuasaan pada rakyat yang masih begitu, kehidupan 
rakyat belum bisa toto tentrem seperti dalam wayang!" sambut Umar. "Akibatnya 
kejahatan merajalela, sampai maling masuk istana!"

      "Lakonnya, maling itu utusan Batara Narada, untuk mengingatkan penguasa 
bahwa rakyat serbasengsara!" tukas Amir. "Wayang mengirim maling ke alam nyata, 
sebagai pembawa pesan rakyat jelata!" ***
     



[Non-text portions of this message have been removed]



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi: 
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral 
scholarship, kunjungi 
http://informasi-beasiswa.blogspot.com **

Kirim email ke