** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi:
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral
scholarship, kunjungi
http://informasi-beasiswa.blogspot.com **MINORITAS
Selain di jantung Semenanjung Arab, tidak ada area di wilayah Islam yang
tidak dihuni oleh kelompok minoritas yang termasuk, menurut perspektif Islam,
ke dalam kelompok umat yang lain. Di tengah-tengah Dunia Islam, minoritas
non-Muslim biasanya adalah umat Yahudi, Kristen, Zoroaster, tetapi ada juga
minoritas agama lain dan kemudian ada kelompok-kelompok seperti Druze,
Yazidiyah, dan Alawiyyah, yang telah bertahan
selama berabad-abad di wilayah tempat lahirnya peradaban Islam. Secara
tradisional, Islam telah membagi kelompok-kelompok sosial berdasarkan afiliasi
agama, dan karenanya, kategori minoritas yang didasarkan pada faktor-faktor
seperti ras atau bahasa sangat kurang diperhatikan. Suku Kurdi, yang secara
bahasa adalah minoritas tersendiri, pernah menjadi pemimpin Arab, seperti
halnya juga orang kulit hitam, yang beberapa kali terjadi mereka ini adalah
anggota ras minoritas di tempat mereka meraih kekuasaan.
Hukum Islam menuntut agar jiwa, kekayaan, dan kemerdekaan beragama kaum
minoritas ini dijamin, di mana kategori ini diaplikasikan secara luas di dalam
sejarah Islam. Dengan dalil ayat AlQuran yang mengatakan agar memerangi kaum
kafir dan orang yang tidak mengakui Kebenaran Agama, bahkan ada yang diantara
para ahli kitab, sampai mereka membayar jizyah (QS9:20)., minoritas agama ini
diwajibkan membayar pajak agama khusus (jizyah) untuk dikompensasikan dengan
jaminan perlindungan dari serangan pihak luar dan keamanan bagi jiwa dan harta
mereka. Pada masa modern, dimana ide negara modern dengan sistem
kewarganegaraannya banyak diterapkan, teori klasik Islam sering dikritik, dan
bahkan di Dunia Islam sendiri teori ini telah jarang dipraktekan. Hal ini
karena di Dunia Islam sendiri, akhir-akhir ini loyalitas sejumlah kelompok
kepada negara dan bangsa modern telah menggantikan, sampai pada tingkat
tertentu, loyalitas kepada agama,
sesuatu yang tidak terjadi bahkan di Negara-negara Eropa sendiri kecuali
akhir-akhir ini saja.
Sistem Islam dalam hal ini harus dimengerti dalam kerangka premis konsep
Islam tentang masyarakat, yang tujuannya adalah untuk membangun system yang
adil dan lingkungan yang kondusif bagi kehidupan agama dan spiritual manusia.
Dari tujuannya ini, terlihat bahwa minoritas di dunia Islam jelas tidak akan
menghadapi keadaan buruk dibanding dengan minoritas Muslim di Barat seperti
orang dapat melihat dari perbandingan kehidupan masyarakat Yahudi di wilayah
Islam dengan sejarah mereka di Eropa. Begitu juga selama 500 thaun kekuasaan
Khalifah Ustmaniyah atas Yunani, Gunung Athos tetap menjadi pusat
spiritualitas ortodoks yang paling hidup dan semarak. Mengenai kehiupan
ekonomi, mungkin terlihat aneh, tetapi justru sebagaian besar negeri-negeri
Islam, minoritas agama hidup dalam keadaan perekonomian yang lebih baik
daripada mayoritas Muslim sendiri, seperti terlihat dalam kasus umat Kristen di
Libanon dan Mesir.
Tentu saja, tidak ada aturan manusia yang tanpa kekurangan dan cacat. Setiap
teori mengenai unsur-unsur kemasyarakatan yang membentuk kehidupan masyarakat
didasarkan pada premis-premis tertentu dan memberikan segi-segi positif dan
juga negative. Sistem Islam, terkadang dinamakan sistem MILLAH (umat, juga
berarti bangsa di dalam Injil), pertama-tama, menghapus semua perbedaan
berdasarkan ras, etnis atau bahasa. Kedua, dengan menyatakan perlindungan
kepada minoritas berdasarkan agama, system ini karenanya akan menciptakan
hal-hal kondusif bagi pelaksanaan dan keberlangsungan agama-agama minoritas
tsb, hal ini berlawanan dengan keadaan, katakanlah, di Eropah setelah masa
Kristenisasi, semua agama seperti Druids dan agama2 Jerman Kuno dihilangkan
secara total seperti halnya gerakan-gerakan yang muncul belakangan ini dalam
agama Kristen, misalnya Cathars.
Di Dunia Islam dewasa ini, begitupun, tidak ada lagi bahasa yang hidup
dibawah system MILLAH Utsmaniyah lama, tetapi orang hidup mengikuti sistem
kewarganegaraan Barat di dalam suatu bangsa. Sistem Negara modern menghilangkan
perbedaan ebrdasarkan agama, setidaknya dalam teori, tetapi dalam konsekwensi
meletakkan hukum2 agama minoritas dan hukuma gama mayoritas dibawah hokum
sekuler. Namun tetaps aja, di dalam system yang ebrdasarkan nasionalisme
tersebut, orang terus emnekankan pentingnya hukum2 dan tradisi2 agama,d an
keteganagan yang terjadi antara maysarakat beragama dan pihaks ekuler ini
menjadikan persoalan minoritas lebih kompleks dari pada amsa-masa sebelumnya.
Pada masa dahulu, orang2 Kurdi tidak menghadapi masalah seperti yang dihadapi
oleh warga Turki dan Arab Irak sekarang, begitu juga para Koptik di Mesir
dahulu tidak mengalami ketegangan seperti yang sekarang mereka alami dengan
kelompok yang dinamakan fundamentalis, dimana mereka itu sebenarnya sedang
melawa
n
sekularisasi hukum di tanah air mereka.
wassalam,
Lina
---------------------------------
Yahoo! Mail
Use Photomail to share photos without annoying attachments.
[Non-text portions of this message have been removed]
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi:
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral
scholarship, kunjungi
http://informasi-beasiswa.blogspot.com **