** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi: 
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral 
scholarship, kunjungi 
http://informasi-beasiswa.blogspot.com **

jelas telah terjadi kerusakan yang tak perlu.

farid gaban mesti memberi penjelasan.

saya percaya dia tak punya maksud jelek. tapi
sayang kalau orang akhirnya menyimpulkan
dia punya masalah pribadi dengan gm.



At 10:44 PM 3/14/06 -0800, you wrote:
>Farid Gaban: Lampu Merah dan Nonstop
>
>   Mas Farid,
>
>   Karena Anda telah mengaitkan GM dan Dahlan Iskan (DI) dengan koran 
> LAMPU MERAH plus NONSTOP di milis JURNALISME, dan kini merembet ke milis 
> PPIINDIA
>dan sebelumnya di PANTAU, berikut tanggapan dari Mas Minke di Graha Pena 
>Jakarta. Sepertinya dia dari  koran sisipan BISNIS HARIAN di RAKYAT 
>MERDEKA. Saya posting disini karena saya (ID radityo_dj) tak lagi menjadi 
>anggota milis yang Anda kelola. Ini emailnya, Anda pasti sudah baca kan?
>
>   ---------------------------
>
>   From: Mas Minke <[EMAIL PROTECTED]>
>Subject: Re: Kecewa Thd Gunawan Mohammad
>   Mas Farid,
>
>Agaknya kepemilikan saham GM di Lampu Merah ini harus diklarifikasi.
>Posting Anda membuat orang berpikir bahwa GM punya andil yang besar
>atas terbitnya Lampu Merah. Klarifikasi ini penting karena saya kuatir ini
>menciptakan fitnah dan membuat diskusi yang mencuat dari tulisan GM
>menjadi tidak proporsional, tidak fokus, dan kontraproduktif.
>
>jabat erat,
>
>dari graha pena
>
>   ---------------------------
>   Berikut postingan Anda di milis JURNALISME yang mengkaitkan GM dan DI
>dengan LAMER:
>   Farid Gaban
>E-mail: [EMAIL PROTECTED]
>Topik: [jurnalisme] Tragedi Lampu Merah
>
>Di tengah hiruk-pikuk kontroversi Playboy, kita lupa pada apa yang
>sudah lama disajikan koran-koran seperti "Lampu Merah", "Non-Stop" dan
>"Pos Metro". Semua koran ini dijual bebas dan menjadi konsumsi kelas
>menengah-bawah perkotaan.
>
>   Inilah salah satu judul di halaman muka "Lampu Merah" (Jawa Pos Group)
>hari ini, yang merupakan cerita serial:
>
>   ------------------------------------------------
>KISAH MAHASISWA PEMUAS TANTE GIRANG
>"Ada Bagian Tubuh Tante yang Membuat Ketagihan"
>------------------------------------------------
>
>   Cerita ini dilengkapi foto laki-perempuan tengah bersenggama dengan
>posisi woman on top yang salah satu teteknya kelihatan jelas.
>   Saya tidak tahu apakah Dahlan Iskan, yang pernah memperoleh
>penghargaan CEO of The Year versi Ernst & Young, pernah meneliti isi
>korannya dan tidak risi dengan keuntungan besar yang diperoleh lewat
>eksploitasi tulisan-tulisan seperti ini.
>
>   Dan tak tahu apakah Mas Goenawan Mohamad, salah satu pemilik saham
>Jawa Pos Group, juga pernah membaca dan berusaha mengoreksinya.
>   Suguhan pornografi yang vulgar seperti itu akan memicu backlash
>terhadap kebebasan pers substansial yang lama diperjuangkan media
>seperti Tempo. Dan secara ironis menggerogoti oplah media-media yang
>lebih serius.
>
>   Meningkatnya popularitas "Lampu Merah" mungkin ada kaitannya dengan
>merosotnya oplah "Rakyat Merdeka" (Jawa Pos Group juga). Dan itu
>merugikan. Meski tidak setuju gaya sensasionalnya, saya menilai koran
>"Rakyat Merdeka" memiliki potensi membuat populer tema-tema politik
>yang tadinya terlalu elitis.
>
>   Sajian model "Lampu Merah" juga memicu perlombaan sajian kevulgaran di
>banyak koran, yang ingin efisien (antara lain membayar murah
>wartawannnya) dan cepat untung dengan pameran pornografi. Sebuah
>perlombaan menuju dasar sumur, race to the bottom.
>
>   fgaban
>
>   ---------------------------
>
>   Berikut email dari seorang mahasiswa yang terprovokasi postingan Anda:
>
>   From: "penakayu06"
>Email: [EMAIL PROTECTED]
>Subject: Kecewa  Thd Gunawan Mohammad
>
>   Saya akui, saya mengagumi gaya penulisan Om Gunawan Muhammad.
>Tapi, untuk masalah isi tulisannya, tidak sepenuhnya saya sepakat.
>Ok, terkait dengan Om Gunawan Muhammad, awal mula saya kecewa dengan
>tokoh ini  ketika beliau mendukung kenaikan BBM beberapa waktu lalu.
>Dan sepertinya, sejarah harus mencatat atas (maaf) "Penghianatan"
>rakyat ini.
>
>   Kemudian kini, saya tambah kecewa terkait isu RUU APP ini.
>Awalnya, saya tidak begitu kaget kalau GM menolak Ruu APP.
>Sebab, dalam pandangan saya beliau sosok "sekuler".
>Tapi, alangkah kagetnya saya, ternyata GM ikut andil juga atas
>terbitnya "Lampu Merah", pada titik ini, kekecewaan saya memuncak dan
>tidak respek lagi thd beliau.
>
>   Maaf, barangkali ini hanya luapan kekecewaan sesaat saya atas tokoh
>yang satu ini. Awalnya, saya ingin mengirimkan email ke beliau, tapi
>tak tahu alamatnya, barangkali, Bang Farid bisa meneruskan.
>
>   salam
>
>SA
>Purwokerto
>mahasiswa biasa
>
>---------------------------
>
>   Berikut email dari seorang fundies yang termakan provokasi postingan
>Anda (kemungkinan besar kader PKS, atau barangkali istri Anda?).
>
>   From: NR <[EMAIL PROTECTED]>
>Date: Mon Mar 13, 2006 9:46pm
>Subject: Lampu Merah dan Goenawan Mohamad  [EMAIL PROTECTED]
>   postingan dr mas farid di milis sebelah
>Seandainya berita di FEER ini masih valid, saya paham kenapa GM
>menulis tentang Arabisasi.
>
>   ---------------------------
>   Berikut email Anda via japri ke saya:
>
>Farid Gaban" <[EMAIL PROTECTED]>
>To: "Radityo" <[EMAIL PROTECTED]>
>Subject: Re: Klarifikasi Mas Nugroho : Benarkah GM punya saham di Lamer 
>dan Non-Stop?
>
>Di bawah ini kutipan dari tulisan di Majalah Far Eastern Economic
>Review (25 March 1999) tentang komposisi kepemilikan saham Jawa Pos
>Group:
>
>   40% saham milik PT Grafiti Pers
>20% saham milik Karyawan Jawa Pos
>40% sisanya milik individu termasuk Goenawan Mohamad dan Dahlan Iskan.
>   Tidak diketahui persis berapa milik Goenawan Mohamad, yang pernah
>menjabat presiden komisaris perusahaan ini. Dahlan sendiri hanya punya
>3%.
>
>   ---
>   Fastest Gun In the East
>By Margot Cohen
>   Far Eastern Economic Review (25 March 1999)
>
>   Today, the Jawa Pos company is 40% owned by Tempo's former publisher,
>Grafiti Pers, with 20% held by Jawa Pos employees and smaller stakes
>by several individuals. Among these are Lukman (Setiawan) and Tempo
>chief editor Goenawan Mohamad, who is president-commissioner.
>   Although his own stake amounts only to 3%, Dahlan runs the company. By
>all accounts, he eschews the genteel culture of group consultation
>cultivated at Tempo and other publications. "He's a benign autocrat,"
>quips Goenawan. "Dahlan never reports to me--he doesn't have the
>patience."
>
>   ---
>   fgaban
>
>---------------------------
>
>   Jadi begini saja Mas Farid, alangkah eloknya kalau Anda bertemu
>dengan pimpinan LAMER dan NONSTOP di kantornya, baik atas nama pribadi
>maupun institusi (Pena Indonesia, Jurnalisme atau apalah). Bisa ketemu Pak
>Margiono atau pemred/redpelnya. Ngobrol-ngobrol sambil ngopilah....
>Mereka pasti seneng kalau ada masukan. Siapa tahu bisa ketemu Pak
>Alwi Hamu juga....
>
>   Kalau kerisauan Anda cuma tercurah di milis rasanya sia-sia belaka. 
> Saya amati, tak pernah bersua dengan orang LAMER dan NONSTOP di 
> milis-milis. Ada beberapa orang JAWA POS, tetapi rasanya mereka tak 
> ngurusi kedua koran itu. Ini alamatnya kalau belum pindah, saya ambil 
> dari Rakyat Merdeka (walau Anda pasti sudah punya):
>
>   Gedung Graha Pena,
>Jl. Kebayoran Lama no 12, Jakarta Selatan 12210
>Phone: 536-99507 (hunting)
>Fax: 536-71716, 533-3156
>
>   Isu yang Anda angkat di milis saya lihat dimanfaatkan para fundies dari
>PKS untuk menyerang GM, macam Nayla, Tiara, Nurcahyo dan lain-lain. Kalau 
>Mbak Aris Solikhah yang fans-nya HTI masih mendingan, bersopan ria tanya 
>Bung Nugroho Dewanto (Majalah TEMPO) di milis PPIINDIA. Ada juga yang 
>seorang mahasiswa di Purwokerto dan Dwiwarna yang langsung 'termakan' 
>tulisan Anda yang menghubungkan GM/DI dengan LAMER dan
>NONSTOP.
>
>   Menurutku, kalau nembak Dahlan Iskan sebagai CEO Jawa Pos Group
>melalui LAMER, analoginya seperti nembak Rupert Murdoch karena ada 
>tayangan di ANTV yang menurut Anda 'miring', misalnya. Sungguh terlalu 
>jauh dan tak relevan, dan pasti meleset  tembakan itu. Mungkin orang 
>selevel Murdoch juga tak tahu kalau dia  tanam saham di ANTV, karena 
>deal-nya melalui STAR TV HK. Nah, bukankah di TV ada program director? 
>Paling jauh ya nembak ke Anindya Bakrie sebagai presdirnya. Rasanya itu 
>tanggung jawab mereka, bukan Rupert Murdoch. Sedangkan LAMER dan NONSTOP 
>itu penerbitnya adalah perseroan tersendiri (pakai jaringan RAKYAT 
>MERDEKA, bukan JAWA POS).
>
>   Jadi kalau mau nembak ya Pemred/Redpelnya LAMER/NONSTOP, bukan Dahlan
>Iskan atau GM yang mungkin tak pernah lihat LAMER dan NONSTOP itu bentuknya
>seperti apa.
>
>   Terus terang, saya pernah berlangganan koran-koran itu - plus tabloid
>LELAKI - untuk keperluan media monitoring, mengumpulkan artikel tentang 
>kondom dan gaya hidup seks di kalangan remaja. Sebenarnya kalau 
>dipikir-pikir, bacaan
>seperti itu masuk kategori bacaan dewasa. Apa kehadirannya diperlukan?
>Ya! Toh orang dewasa yang kelas bawah juga butuh bacaan dan hiburan -
>buat mereka yang menganggap MATRA, FHM, POPULAR, dan MAXIM terlalu tinggi
>dan mahal.  Aku juga terus terang dulu pernah baca Playboy, Penthouse
>dan sebagainya. Artikel-artikelnya menarik kok. Dulu sewaktu mahasiswa,
>saya pernah menerjemahkan wawancara Kathleen Turner dan dimuat di
>mingguan punya Kedaulatan Rakyat di Yogyakarta.
>
>   Yang perlu Anda sorot sebenarnya soal peredarannya. Sudah saatnya
>bacaan orang dewasa dilokalisir bukan diberangus, dimana UU mengaturnya.
>Contohnya di negara-negara maju, ada tempat-tempat khusus, misal macam
>sex shop khusus 18 tahun ke atas. Contohnya, perjudian itu ilegal, tapi 
>kok marak. Berarti kita kan perlu UU Perjudian, mungkin mirip Malaysia. 
>Bisakah Indonesia seperti itu?
>
>Salam,
>
>RD
>   _________________________________________________________________



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi: 
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral 
scholarship, kunjungi 
http://informasi-beasiswa.blogspot.com **

Kirim email ke