** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi: 
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral 
scholarship, kunjungi 
http://informasi-beasiswa.blogspot.com **CENDRAWASIH POS
Sabtu, 18 Maret 2006




































































































Abe Masih Mencekam 



*Tiga Warga Sipil Kena Peluru Nyasar 

JAYAPURA-Pasca bentrokan antara aparat kepolisian dengan massa di Abepura 
(Depan Kampus Uncen) yang terjadi Kamis (16/3), membuat anggota Brimobda Papua 
marah dan melakukan penyisiran di wilayah Abepura dan Kotaraja. Dari penyisiran 
yang berlangsung hingga Jumat siang (17/3) kemarin, diduga kuat ada tiga warga 
sipil yang terkena peluru aparat. Tak pelak, suasana di Abe menjadi mencekam. 

Dari pantauan Cenderawasih Pos, Jumat (17/3) kemarin, jalan-jalan di wilayah 
Abepura dan Kotaraja sangat sepi. Sejumlah anggota Brimobda yang belum bisa 
menerima atas tewasnya rekan-rekan mereka, masih melakukan sweeping terhadap 
setiap kendaraan yang melintas di dekat markasnya di Kotaraja, Distrik Jayapura 
Selatan. 

Tak hanya itu, sejumlah anggota Brimob lainnya berkeliling di seputar jalan 
raya Abepura dan Kotaraja dengan melepaskan tembakan ke udara. Mereka ada yang 
menggunakan kendaraan roda dua dan roda empat. 

Akibat aksi tembakan ke udara yang dilakukan kemarin, membuat banyak masyarakat 
memilih tidak keluar rumah. Bahkan toko, pusat perbelanjaan, perkantoran 
pemerintah, swasta, bank serta kantor-kantor lainnya yang ada di wilayah 
Kotaraja dan Abepura tak beraktivitas. Kendaraan yang melintasi di jalan-jalan 
utama sangat terbatas, sehingga jalan raya yang biasanya macet dengan 
kendaraan, kemarin cukup sunyi. 

Tak hanya itu, sekolah dan perguruan tinggi yang ada di wilayah Abepura tak 
satupun yang menjalankan aktivitasnya. Kota Abepura yang dikenal sebagai kota 
pendidikan mahasiswa dan anak-anak sekolah, tak ada aktivitas belajar mengajar. 

Dari pantauan Cenderawasih Pos di lapangan di Universitas Cenderawasih baik 
kampus Abepura maupun kampus Waena, sama sekali tidak ada mahasiswa. Suasana 
kampus terlihat sunyi dan hening, di Gedung Rektorat Uncen yang berada di Waena 
(sekitar 5,5 KM dari Kampus Abepura) hanya terlihat beberapa pegawai. 

"Sebenarnya kampus tidak diliburkan, tapi dosen, pegawai dan mahasiswa tidak 
ada yang datang. Mungkin karena mereka masih takut," kata Ruminta, salah satu 
staf di Universitas Cenderawasih yang kemarin berada di gedung Rektorat Uncen. 

Gara-gara peristiwa itu juga, gladi kotor persiapan wisuda di Aula Universitas 
Cenderawasih juga batal. 

Suasana yang sama juga terjadi di sejumlah kampus dan sekolah yang ada di 
wilayah Abepura. Seperti Kampus STT Is Kinje, USTJ dan STFT. Kemudian SMP YPPK 
St Paulus, SMA 1 Abepura, SDN II Abepuira, SD III Abepura dan sejumlah sekolah 
lainnya. Di sekolah-sekolah tersebut tidak menjalankan aktivitasnya. 

Aksi penutupan jalan utama Abepura - Kotaraja yang ada di depan Markas Brimobda 
Papua, dilakukan sejak Kamis (16/3) sore hingga Jumat (17/3) kemarin. Mereka 
menutup jalan, tapi ada jalan alternatif yang melewati kompleks perumahan warga 
di KPR BTN Kotaraja. Melalu jalan alternatif itu, setiap masyarakat disweeping 
KTP. Mereka (Brimob) mencari massa yang diduga kuat terlibat dalam aksi bentrok 
sehari sebelumnya. 

Ketakutan warga makin menjadi, tat kala anggota Brimob banyak kali mengeluarkan 
tembakan ke udara. Duar-duar-duar. Tembakan sebagai luapan kekecewaan anggota 
Brimob ke udara yang secara berkeliling di seputar jalan raya yang ada di 
wilayah Abepura dan kedengaran hingga wilayah Kotaraja. Tak pelak, aksi itu 
akhirnya memakan korban rakyat sipil yang terkena peluru nyasar(Tapi tidak 
tewas). 

Dari data yang dihimpun oleh Cenderawasih Pos di rumah sakit, ada tiga 
masyarakat sipil yang terkena peluru nyasar. Ketiga korban itu antara lain 
Katrin Ohee (siswa kelas IV di SD Sion Padang Bulan), Ny Sulika bersama 
putrinya Ratna Sari. 

Katrin Ohee terkena peluru nyasar dari tembakan ke udara anggota Brimob yang 
dilepaskan di depan Markas Korem 172 PWY. Katrin Ohee terkena peluruh di 
belakang rumahnya yang terletak di jalur Abepura - Waena No 64 ketika akan 
mengeluarkan cucian yang sudah kering. Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 
13.00 WIT. 

"Ada cucian yang kering di jemuran, saya bersama Katrin keluarkan namun 
tiba-tiba anak saya ini langsung menjerit dan memegang bahu kanannya. Saya 
lihat ternyata peluru, dan saya langsung membawa ke RSUD Abepura," kata sang 
ibu Yos Ohee. 

Ia cukup menyesalkan ulah anggota Brimob yang secara serampangan mengeluarkan 
tembakan. Menurut Yos Ohee, sebaiknya tangkap saja yang bentrok saat itu, 
jangan rakyat yang tak tahu apa-apa harus jadi korban. 

"Jangan korbankan kami masyarakat yang tidak tahu apa-apa, kalau mau cari 
pelakukanya cari saja dan tembak dia, jangan tembak kami. Jangan tembak 
sembarangan toh kami yang tidak tahu apa-apa yang jadi korban," keluhnya sambil 
mengusap air matanya. 

Sementara itu, Ny Sulika diduga ditembus peluru nyasar bagian betisnya bersama 
putrinya Ratnasari. Ratnasari sendiri terkena bagian jari kakinya, namun tidak 
terlalu parah. Ny Sulika juga mendapat perawatan di RSUD Abepura. "Menurut 
informasi yang dikatakan Ny Sulika, ia terkena peluru nyasar tadi," kata salah 
petugas kesehatan yang tidak mau dikorankan namanya di bagian ruangan bedah. 


PENGOBATAN DITANGGUNG POLISI 

Sementara itu terkait dengan adanya korban sipil yang terkena peluru nyasar, 
nanti pengobatannya ditanggung pihak kepolisian. Direktur Reskrim Polda Papua, 
AKBP Drs. Paulus Waterpauw, menjelaskan, tiga orang warga Abepura yang terkena 
peluru nyasar, masing-masing Solehah (39) yang terkena peluru di paha kaki 
kanan, Ratna Sari (12) yang terkena pada bagian jari kaki kanan dan Chatrin 
Ohee (9) yang terkena di bagian bahu kanan. 

"Untuk Ratna Sari, yang bersangkutan setelah dirawat sudah bisa pulang ke 
rumah. Sedangkan untuk Chatrin Ohee dan Solehah masih mendapatkan perawatan 
intensif di RSUD Abepura," kata Direskrim. 

Menurut Paulus Waterpauw, kejadian ini bermula saat sepulangnya anggota Brimob 
dari mengantar jenazah ke Bandara Sentani. Begitu rombongan Brimob itu sampai 
di depan Korem, anggota Brimob yang berada di atas kendaraan menembakkan 
senjatanya dan ternyata ada yang mengenai warga masyarakat. 

Dijelaskan, atas musibah ini, maka Polri akan bertanggungjawab terhadap biaya 
pengobatan ketiga warga yang terkena tembakan itu. "Kapolri Jenderal Sutanto 
melalui Kapolda Irjen Pol Drs. Tommy T Jacobus telah memerintahkan agar biaya 
perawatan ketiga korban itu ditanggung oleh Polri," katanya. 

Menyikapi situasi yang berkembang ini, pihaknya menghimbau masyarakat maupun 
aparat untuk saling menahan diri. "Proses hukum terhadap kejadian ini sedang 
dilakukan. Hindari adanya balas dendam. Sebab jika terkena pada pihak yang 
tidak salah (salah sasaran), maka sulit untuk dipertanggungjawabkan. Masyarakat 
kami minta agar tetap tenang dan sabar serta menjaga keamanan bersama," 
ajaknya. 

Kepada tokoh masyarakat, tokoh agama maupun tokoh adat, Direskrim juga meminta 
agar terus menyuarakan kepada warga agar tetap tenang dan tidak mudah 
terprovokasi serta selalu menjaga keamanan dan ketertiban. 

"Polisi akan terus melakukan pemeriksaan dan akan menegakkan hukum. Siapa 
berbuat apa, maka harus bertanggungjawab," tegasnya. (ito/fud)


[Non-text portions of this message have been removed]



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi: 
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral 
scholarship, kunjungi 
http://informasi-beasiswa.blogspot.com **

Kirim email ke