semua agama memang menentang pornografi.
tapi itu relief di candi2 banyak cewek cowok pada telanjang, ga 
porno toh? saya ga berpikir itu porno sewaktu jalan2 di 
borobudur...
dan saya tidak berpikir itu porno waktu saya keliling2 di istana 
bogor...

intinya: porno dilarang utk disibarluaskan di media massa, dan 
batasan porno harus jelas, misalnya terlihat seluruh payudara, 
selangkangan, dan pantat...
kalo dikit2 boleh donk...








--- In [email protected], "RM Danardono HADINOTO" 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Tepat sekali:
> 
> "Seluruh pembicara setuju RUU APP seharusnya lebih fokus 
pada 
> penertiban industri yang mengeksploitasi pornografi secara 
> komersial. Bukan mengatur tingkah laku dan cara pandang 
manusia 
> terhadap pornografi yang masih belum jelas definisinya..."
> 
> Sebagian besar manusia Indonesia, dari SEMUA agama, 
menentang 
> pornografi. Jadi menentang RUU APP selama ini, bukan 
karena pro 
> pornografi, namun karena penyusunannya yang sangat tidak 
matang.
> 
> Anti pornografi, bukanlah semata mata islami, namun 
Indonesiawi.
> 
> Ini RUU bangsa Indonesia, jadi harus kita rumuskan bersama 
secara 
> bhineka, bukan semata dari titik tolak akidah satu agama.
> 
> Salam bhineka
> 
> Danardono
> 
> 
> 
> 
> --- In [email protected], Muhkito Afiff 
<muhkito.afiff@> 
> wrote:
> >
> > Humaniora
> > Jumat, 17 Maret 2006
> > 
> > RUU APP Direvisi Total
> > 
http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/0603/17/humaniora/251
7812.htm
> > 
> > Jakarta, Kompas - DPR berencana membongkar dan 
merevisi seluruh 
> draf
> > Rancangan Undang-Undang Antipornografi dan Pornoaksi. 
Meski saat 
> ini
> > baru sistematika draf yang dibahas, namun nantinya 
substansi RUU 
> APP
> > yang baru akan menjadikan industri pornografi sebagai 
target utama.
> > 
> > "Kami sekarang sadar bahwa draf RUU APP yang lama 
sangat sulit
> > dilaksanakan dan kami mengaku salah karena 
mengajukannya sebagai 
> hak
> > inisiatif tanpa pembahasan yang terinci," kata Badriyah 
Rayumi, 
> anggota
> > Tim Perumus Panitia Khusus RUU APP dari Fraksi 
Kebangkitan Bangsa 
> di
> > Jakarta, Kamis (16/3).
> > 
> > Dia berbicara dalam diskusi bertema "Quo Vadis RUU APP" 
yang 
> digelar
> > Forum Kajian 164 di Kantor Pengurus Besar Nahdlatul 
Ulama. Turut 
> hadir
> > anggota Tim Perumus Pansus RUU APP dari Fraksi Partai 
Demokrasi
> > Indonesia Perjuangan, Alfridel Jinu, Sekretaris Umum 
Persatuan 
> Gereja
> > Indonesia Richard Daulay, dan anggota Dewan Perwakilan 
Daerah asal 
> Bali
> > Wayan Sudirta.
> > 
> > Seluruh pembicara setuju RUU APP seharusnya lebih fokus 
pada 
> penertiban
> > industri yang mengeksploitasi pornografi secara komersial. 
Bukan
> > mengatur tingkah laku dan cara pandang manusia terhadap 
pornografi 
> yang
> > masih belum jelas definisinya.
> > 
> > Saat ini, proses revisi baru sampai pada perubahan 
sistematika 
> draf dan
> > pembahasan isinya. Sementara pembahasan batang tubuh 
belum 
> tersentuh
> > sama sekali. Meski demikian, Badriyah memberi jaminan 
bahwa 
> substansi
> > draf RUU APP hasil revisi akan lebih mengarah pada 
penertiban 
> industri
> > yang mengeksploitasi pornografi untuk keperluan komersial.
> > 
> > Secara terpisah, pengusaha jamu dan seniman Jaya 
Suprana, kurator 
> Enin
> > Supryanto, pelukis Agus Suwage, dan model Izabel Yahya 
datang ke 
> Kantor
> > PB NU untuk menemui mantan Presiden Abdurrahman 
Wahid. Mereka 
> mendukung
> > langkah DPR merevisi RUU APP dengan mengarahkan 
pada penertiban 
> industri
> > yang mengeksploitasi pornografi. (ham)
> >
>






***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke