http://www.indomedia.com/bpost/032006/21/opini/opini1.htm

Viva, PWI Kalsel

Oleh : H Knach Noor Ajie

Suatu siang pada Februari 2006, matahari bersinar terang. Saya melewati jalan 
Kayutangi ingin menuju Jl Gatot Subroto. Jalan Sultan Adam mulai padat 
bangunan. Di kiri kanan jalan berdiri rumah baru dan sederet ruko, sebagai 
tanda bahwa pembangunan Kota Banjarmasin semakin pesat.

Ketika memasuki jalan tembus lingkar dalam di wilayah Benua Anyar, terasa 
bangunan sangat jarang. Masih banyak tanah kosong, meskipun diberi tanda bahwa 
tanah tersebut sudah ada pemiliknya. Memang terasa sepi. Kecuali lalu lintas 
kendaraan bermotor roda empat, terutama roda dua cukup ramai. Kalau lewat di 
malam hari makin terasa sepi. Tetapi masih merasa aman, karena di depan jalan 
tembus lingkar dalam ini berdiri pos polisi.

Di jalan lingkar dalam, hanya beberapa rumah penduduk yang dapat dilihat. 
Sebagian di antaranya sedang dibangun. Jarak antara bangunan satu dengan yang 
lain tidak teratur, sebagian agak berjauhan sehingga nyata benar wilayah jalan 
lingkar dalam ini masih sepi bangunan.

Mungkin masyarakat masih enggan berumah di sana, karena khawatir fasilitas 
hidup perkotaan sulit terpenuhi. Seperti air PDAM, listrik, telepon, sarana 
kesehatan dll. Demikian pula, belum terlihat bangunan pemerintah atau 
perkantoran.

Pemilihan Lokasi

Setelah melewati Jembatan 17 Mei yang cukup panjang, namun masih dalam wilayah 
sepi bangunan, agak tertegun juga saya melihat sebuah bangunan yang cukup megah 
dengan arsitektur cukup cantik.

Penasaran, bangunan apa gerangan, saya bertanya kepada pekerja yang sedang 
bekerja. Oh, ternyata itulah gedung PWI Kalsel. Melihat sekitar lingkungannya, 
masih sepi bangunan, di kiri dan kanan maupun di depannya.

Ternyata, PWI Kalsel berani membangun gedungnya di daerah yang masih sepi 
bangunan. Tetapi apabila dihayati dan dicermati dari sudut perencanaan kota 
khususnya dari sisi pemerataan dan penyebaran bangunan, maka kita patut angkat 
topi. Berarti, PWI Kalsel memposisikan diri sebagai pionir dalam pengembangan 
perkotaan. Diharapkan, bangunan PWI ini dapat menjadi contoh dan merangsang 
berdirinya bangunan lain di kawasan yang sama atau kawasan lain yang relatif 
masih sepi bangunan.

Biasanya pemilik bangunan cendrung memilih lokasi di tengah kawasan padat, di 
antara gedung perkantoran atau perumahan penduduk. Begitu banyak bangunan 
publik seperti pertokoan, perbelanjaan dll justru dibangun di kawasan padat dan 
sering kurang mengindahkan risiko lingkungan seperti sungai, daerah resapan 
air, keindahan, dll. Sebagai kota yang berada di dataran rendah, kecendrungan 
membangun di kawasan padat, tidak membantu penataan dan penyelamatan lingkungan 
ke depan. 

Kebijakan daerah

Pemilihan lokasi seperti gedung PWI Kalsel ini lebih mengedepankan rencana 
pengembangan kota ke depan, merupakan keputusan cerdas. Keputusan ini patut 
disikapi untuk ditindaklanjuti dalam suatu kebijakan daerah. Pembangunan gedung 
perkantoran, rumah jabatan dan bangunan yang berfungsi sebagai pelayanan publik 
seyogiyanya diarahkan ke wilayah yang sepi bangunan. Bangunan seperti ini, di 
mana berada khususnya di daerah perkotaan pasti akan dikunjungi masyarakat.

Demikian pula contoh Gedung PWI Kalsel ini. Di mana pun dibangun, tetap akan 
dikunjungi oleh yang berkepentingan. Bangunan pemerintah dan pelayanan publik, 
dapat menjadi suatu strategi untuk memancing dan mendorong percepatan 
pemerataan dan penyebaran bangunan khususnya daerah baru seperti lingkar dalam, 
lingkar selatan, dan lingkar lainnya.

Pada sisi lain tentunya selalu berpegang pada Rencana Tata Ruang Kota Terinci 
(RTRKT), Rencana Penggunaan Tanah Perkotaan (RPTP) atau apa pun namanya dalam 
perencanaan kota yang mengikat semua pihak, baik pemerintah maupun masyarakat 
karena produk hukumnya peraturan daerah.

Perencanaan Lingkungan

Di beberapa kompleks perumahan umumnya berdiri ruko, bangunan yang berfungsi 
sebagai pelayanan publik bahkan pusat perbelanjaan. Ini boleh-boleh saja. 
Tetapi tentu harus ada pembatasan, sehingga secara mendasar dapat 
mempertahankan sebagai tempat hunian yang nyaman. Pembatasan ini tentunya dapat 
dilihat dalam Rencana Tata Ruang Kota Terinci. Dalam rencana ini bahkan dapat 
diketahui lokasi yang dapat dibangun, tetap kosong, taman kota, lokasi untuk 
lapangan olahraga dll. Jika tidak sesuai perencanaan perkotaan, dari sudut 
lingkungan hidup, pembangunan seperti bangunan pelayanan publik yang tidak 
ramah lingkungan, di tengah lokasi hunian, dapat menimbulkan pencemaran 
lingkungan seperti tercemarnya lingkungan fisik, sosial, dll.

RTRKT tentunya sudah dimiliki oleh semua kota atau kawasan perkotaan. Dapat 
dilihat dan mengikat setiap warga kota atau siapa saja yang berkepentingan. 
Bahkan dalam perkembangan sekarang sudah dapat diakses melalui internet, 
sehingga mempermudah warga kota atau investor untuk turut membangun kota. Ini 
juga merupakan sebagian dari pelayanan publik.

Dengan perencanaan demikian, dimaksudkan pembangunan perkotaan tidak lagi 
dikendalikan sepenuhnya oleh pejabat pemerintah kota. Tetapi lebih ditentukan 
oleh peraturan daerah yang mengaturnya.

Dalam konteks Sistem Perencanaan Pembanguna Daerah, RTRKT adalah bagian yang 
tak terpisahkan dari Rencana Pembanguna Jangka Panjang Daerah maupun Rencana 
Pembangunan Jangka Menengah Daerah, dan rencana lainnya seperti dimaksud UU 
Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah.

Kebanggaan Daerah

Adanya Gedung PWI Kalsel ini, menambah lagi satu gedung publik yang cukup 
prestisius milik daerah. Kebanggaan terhadap Gedung PWI Kalsel ini tentu 
dirasakan banyak pihak, khususnya insan pers. Karena kenyataan menunjukkan, 
sedikit sekali organisasi profesi yang mempunyai gedung kantor sendiri.

Lebih berbangga lagi, pembangunan Gedung PWI Kalsel tidak semata-mata dibiayai 
atas bantuan pemerintah daerah. Tetapi juga mendapat dukungan dana yang besar 
dari masyarakat khususnya pengusaha, di samping kemampuan PWI sendiri.

Semua keberhasilan ini adalah hasil perjuangan pers di daerah khususnya 
pengurus PWI Kalsel. Lebih khusus lagi, hasil pemikiran dan upaya ketuanya HG 
Rusdi Effendi AR yang sungguh-sungguh dan tak kenal lelah. Sejak masih 
mahasiswa, Rusdi dikenal sebagai seorang aktivis, berjiwa sosial dan gemar 
kerja keras. Memberikan keteladanan melalui kerja dan karya.

Kini Rusdi menjadi pemimpin pers. Bahkan menjadi pemimpin masyarakat, kelak 
menjadi pemimpin pemerintahan.

* Mantan bupati Tapin, tinggal di Banjarmasin
e-mail: [EMAIL PROTECTED]


[Non-text portions of this message have been removed]



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke