Apakah Mitsubishi, Hyundai, China Petroleum, Siemens, Temasek, Whampoa, juga kapitalis Yahudi?
Apakah minyak di cepu milik islam? Ini ngomong agama atau ekonomi? Mohon pencerahan mas. salam danardono --- In [email protected], A Nizami <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Ternyata bangsa Indonesia yang mayoritas ummat Islam > kekayaan alamnya disedot oleh Kapitalis Yahudi. > > Exxon menyedot migas di Aceh, Natuna, dan sekarang > Blok Cepu sementara Chevron di Riau. Tahukah anda > siapa yang memiliki Exxon dan Chevron? Keluarga > kapitalis Yahudi John D. Rockefeller > > === > http://www.trivia-library.com/a/exxon-oil-company-history-and- information.htm > About the Exxon oil company, its history and > information including location, size, and leaders. > EXXON > > > NITTY GRITTY > > > Location-Headquarters at 1251 Avenue of the Americas > in New York City. > > > How Created-Exxon is a direct descendant of the > Standard Oil Company of Ohio, the corporation John D. > Rockefeller started in 1870, 5 years after he began > refining oil in Cleveland. By 1878 Standard Oil, in > collusion with other Rockefeller companies, controlled > about 85% of the country's oil industry. They achieved > this control by monopolizing almost every > transportation facility in the oil regions of the > country. In 1881 Rockefeller formed the Standard Oil > Trust to own the stock of Standard Oil's various > companies, but the courts ordered the trust dissolved > in 1892 as the result of a suit filed by the State of > Ohio. In 1899 Rockefeller created the Standard Oil > Company of New Jersey as the holding company for all > the separate units which the Standard Oil Trust had > been forced to yield up. By 1907 the new company > controlled 67 companies in all phases of the oil > industry. The Supreme Court found the new trust to be > in violation of the Sherman Anti-Trust Act and ordered > it broken up in 1911. Today 3 of the "7 sisters"-the > world's largest oil companies-are products of that > split: Exxon, Standard Oil of California (Chevron), > and Mobil Oil. Another, Standard Oil of Indiana > (American Oil), ranks a close 8th. > > > Size-The world's largest industrial corporation, Exxon > operates in over 100 noncommunist countries throughout > the world. Its principal properties in the western > hemisphere are in Texas, Louisiana, and Illinois, but > it also has major production facilities in the > Canadian provinces of British Columbia and the > Northwest Territories, and in Venezuela and Colombia. > In the eastern hemisphere Exxon owns 200 million acres > (much of it in deep water) in 37 countries, and in > 1973 it acquired interest in another 95 million acres > including property in Egypt, France, Guinea-Bissau, > Indonesia, Mali, Mauritania, Niger, Norway, Portugal, > South Vietnam, and Spain. The company and its > subsidiaries have 69 refineries in 37 countries on 6 > continents, and its products travel the 7 seas in over > 200 company-owned tankers and more than 140 chartered > tankers. > === > > Di TV saya melihat seorang mahasiswa yang marah dengan > menyebut "Rezim Imperialis." > > Memang saya lihat sekarang keadaan kita lebih parah > dari penjajahan VOC. VOC dulu hanya mengincar > rempah2/perkebunan. Begitu VOC pergi, kita justru enak > tinggal meneruskan perkebunan teh, kopi, cengkeh, > segala macam. > > Tapi sekarang malah lebih hancur. Freeport sudah > menguras emas, perak, tembaga kita selama 37 tahun. > Bangsa Indonesia hanya diberi kurang dari 10% (ini > jika tidak dikadali). Kemudian kontrak mereka > diperpanjang hingga tahun 2041. Begitu kontrak > berakhir emas, perak, tembaga, dsb sudah habis mereka > kuras. Bukan itu saja, gunung Grassberg (gunung > rumput) sudah tidak ada rumput lagi karena mereka > keruk, sementara sungai2 yang dulu menyediakan ikan > bagi penduduk setempat jadi tercemar dan tidak ada > ikan lagi yang bisa dimakan di sana. > > Kita tidak bisa melanggar kontrak, kata seorang > pejabat. Tapi kontrak yang dibuat oleh perusahaan > penjajah Neo VOC tersebut penuh dengan kelicikan dan > intimidasi. Contohnya bagaimana mungkin Blok Cepu yang > asalnya milik Pertamina jadi dikuasai Exxon Mobil? > > Kita dapat 92,5%, kata seorang menteri. Tapi dia lupa, > 92,5% dari apa? Semua pendapatan harus dikurangi oleh > Cost Recovery yang besarnya ditentukan oleh Exxon > Mobil berupa biaya investasi, biaya operasional, dsb. > Kita tahu gaji expat Exxon puluhan kali lipat dari > gaji bangsa kita/Pertamina. Sebagai contoh gaji dan > bonus Direksi dan Komisaris Freeport bisa mencapai 1/4 > trilyun lebih per tahun. Belum lagi berbagai peralatan > yang dibeli langsung dari AS yang harganya terkenal > sangat mahal. > > Seorang anggota DPD bilang ke saya bahwa di Natuna > pemerintah tidak mendapat apa2 dari Exxon. Hanya dapat > 0%! Cuma terima pajak. Padahal kalau cuma pajak, dari > BUMN dan penduduk lokal juga pemerintah bisa > mendapatkannya. Jadi kalau setelah dikurang cost > recovery sisanya tinggal 0, maka bangsa Indonesia > hanya mendapat 92,5% x 0 rupiah dari Exxon. Nol BESAR! > > Seorang pejabat berargumen bahwa jika Freeport ditutup > akan ada 17 ribu penganggur. Nasionalisasi saja > Freeport. Maspion yang harus membeli sendiri lahan > untuk pabriknya (paling cuma 11 hektar) sanggup > mempekerjakan 20 ribu karyawan. Sedang Freeport yang > diberi secara cuma2 lahan seluas 2,6 juta hektar lebih > ternyata hanya bisa mempekerjakan 17 ribu orang. Itu > pun 9.000 di antaranya pekerja tidak langsung! Dengan > menasionalisasi Freeport, misalnya diambil-alih Antam > atau BUMN lain maka pengangguran tidak terjadi dan 90% > hasil yang dinikmati Freeport bisa dinikmati bangsa > Indonesia. > > Kepada bangsa Amerika (terutama pada Condoleezza yang > baru datang) saya hanya bisa menghimbau, stop > penjajahan ekonomi terhadap bangsa Indonesia. > > Kepada orang2 yang bersedia jadi antek penjajah Neo > VOC saya hanya bisa berkata: "Bertaubatlah. Jadilah > orang yang bermanfaat bagi bangsa ini!" > > Mudah2an pemerintah bisa me-Nasionalisasi perusahaan > asing yang mengeruk kekayaan alam Indonesia seperti > emas, perak, tembaga, migas, dsb. > > --- Arif Harsana <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > ** Menyusul maraknya aksi unjukrasa berkaitan > > dengan obyek vital, maka > > Pemerintah memandang perlu untuk mendesain ulang > > pengamanan terhadap > > obyek-obyek vital di Tanah Air. > > > > ** Dalam konteks ini, unsur terdepan adalah Polri. > > Namun, karena > > keterbatasan aparat Polri dalam pelaksanaan > > pengamanan obyek vital maka > > Polri dapat meminta bantuan kepada TNI. Pola ini > > diterapkan untuk semua > > obyek vital, apakah itu Exxon atau Freeport dan > > lainnya, tutur Widodo. > > > > > > Warga setempat, yang mestinya berhak menikmati > > kekayaan alam yang terkandung didaerahnya, pada > > kenyataannya hanya menerima musibah berupa limbah > > dan kerusakan lingkungan hidup. > > Freeport lebih mengutamakan membayar serdadu > > pengamannya, > > daripada berpartisipasi dalam pembangunan daerah. > > > > Sekarang tidak mudah lagi membodohi dan > > mengintimidasi > > Rakyat. Yang diperlukan adalah transparansi dan > > keadilan > > dalam pembagian hasil. > > > > Konkrit dalam masalah Exxon di Cepu, perlu diusut > > tuntas > > adanya isu mark up beaya pengeluaran oleh Exxon. > > Dengan adanya kasus mark up ini saja, belum lagi > > yang lain-lain, > > sebenarnya pemerintah SBY sudah tidak bisa lagi > > memperpanjang > > kontrak dengan Exxon di Cepu. > > > > Dalam masalah Freeport, semua orang tahu bahwa > > kontrak yang > > ada jelas-jelas tidak adil. Bahkan hal ini diakui > > sendiri oleh Ginanjar, > > bekas tokoh Orba yang ikut bertanggung jawab soal > > kontrak ini. > > Ginanjar menilai, sudah saatnya sekarang untuk > > meninjau kembali > > kontrak dengan Freeport yang tidak adil itu. > > > > Tetapi kalau pemerintah SBY tetap berkeras kepala > > mengandalkan > > kekerasan dalam menghadapi protes dari publik yang > > menuntut keadilan, > > meniru cara-cara rezim fasis Orba /Suharto, maka > > nasibnya akan tak jauh > > berbeda juga nanti yang akan dialaminya. Cara-cara > > kekerasan itu sudah > > tidak jamannya lagi, sebab hanya akan memperbesar > > dan memperkuat > > perlawanan semakin luas ditingkat akar rumput. > > > > Arif Harsana > > > > +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ > > > > Harian Analisa Online > > > > Pemerintah Desain Ulang Pengamanan Obyek Vital. > > > > Jakarta, Pemerintah akan mendesain ulang pola > > pengamanan obyek vital seperti > > PT Exxon Mobile dan PT Freeport Indonesia, menyusul > > maraknya aksi unjuk rasa > > menuntut transparansi operasional obyek-obyek vital > > tersebut, termasuk > > kompensasi bagi warga sekitar obyek vital. > > "Kami sedang desain konsep pengamanan obyek vital > > secara utuh, menanggapi > > realitas yang ada," kata Menko Polhukam Widodo AS > > usai Rapat Koordinasi > > Terbatas Bidang Politik, Hukum dan Keamanan > > (Polhukam), di Jakarta, Minggu > > (19/3). > > Ia mengatakan, desain ulang itu tetap mengacu pada > > Peraturan Presiden > > (Prepres) No 63 tentang Pengamanan Obyek Vital. > > Selama ini, pengamanan sejumlah obyek vital sesuai > > Pepres 63 dilakukan oleh > > satuan pengamanan obyek vital bersangkutan. Namun, > > pelaksanaan di lapangan, > > diperlukan campur tangan pemerintah agar operasional > > obyek vital > > bersangkutan dapat berjalan maksimal. > > Dalam konteks ini, unsur terdepan adalah Polri. > > Namun, karena keterbatasan > > aparat Polri dalam pelaksanaan pengamanan obyek > > vital maka Polri dapat > > meminta bantuan kepada TNI. Pola ini diterapkan > > untuk semua obyek vital, > > apakah itu Exxon atau Freeport dan lainnya, tutur > > Widodo. > > Menyusul maraknya aksi unjukrasa berkaitan dengan > > obyek vital, maka > > Pemerintah memandang perlu untuk mendesain ulang > > pengamanan terhadap > > obyek-obyek vital di Tanah Air. > > Yang jelas, tetap mengacu pada Perpres 63 tentang > > pengamanan obyek vital. > > "Kami akan membuat bentuk rancangan pengamanan obyek > > vital secara lebih > > jelas," ujarnya. > > Widodo mengatakan, maraknya aksi unjuk rasa tersebut > > dipicu adanya > > kekecewaan warga di sekitar obyek vital, terutama > > yang menyangkut > > akuntabilitas pemanfaatan dana yang diberikan kepada > > masyarakat. > > "Saya kira perlu ada audit terhadap pemanfaatan dana > > yang diberikan, seperti > > halnya dana yang dipergunakan untuk community > > development. Misalnya, pada > > 2005 tercatat Rp400 milyar. Itu harus jelas ke mana > > dana sebesar itu > > diberikan dan digunakan," ujarnya. > > Meski begitu, masyarakat dan komponen bangsa lainnya > > juga harus obyektif > > bahwa pemerintah dalam hal ini Polri dan TNI telah > > melakukan pengamanan > > sesuai prosedur berlaku, terutama dalam menangani > > aksi demonstrasi di mil 72 > > dan check point 1 menuju areal PT Freeport > > Indonesia. > > Pemerintah, tambah Widodo, selalu mengedepankan > > upaya persusif dalam > > menyikapi berbagai aksi unjukrasa tersebut. Namun, > > jika aksi unjurasa itu > > dilakukan menyimpang tidak sesuai aturan berlaku, > > maka perlu ada ketegasan > > dan konsekuensi penegakan hukum. > > Ketegasan tidak sama dengan kekerasan. Tetapi > > bagaimana proses hukum itu > > dilakukan secara transparan dan akuntabel, katanya > > menegaskan. > > Rapat Terbatas Polhukam yang dipimpin langsung Menko > > Polhukam itu memutuskan > > pula, Pemerintah tidak akan menutup operasional PT > > Freeport Indonesia > > menyusul aksi unjuk rasa di Abepura, yang menewaskan > > tiga anggota Polri dan > > satu anggota TNI serta puluhan orang luka-luka. > > Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) > > Purnomo Yusgiantoro > > mengemukakan, Pemerintah mendapat manfaat langsung > > senilai Rp6 milyar dari > > PT Freeport, sejak kontrak karya ditandatangani pada > > 1991 hingga 2005. > > "Yang perlu kita lakukan sekarang adalah audit > > terhadap dana community > > development, apakah benar-benar jatuh ke tangan yang > > berhak sesuai aturan > > yang ada, termasuk anggaran yang masuk ke pemerintah > > daerah," ujarnya. (Ant) > > > > === > Dampak Pornografi: 1 di antara 3 wanita AS diperkosa. Tiap tahun 2,3 juta wanita hamil di luar nikah di Indonesia (Dr. Boyke). Berantas pornografi dukung RUU Anti Pornografi dan Pornoaksi - www.nizami.org > > __________________________________________________ > Do You Yahoo!? > Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around > http://mail.yahoo.com > *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

