Baru ratusa? Indonesia punya 220 juta warganya yang harus dilindungi! maju
terrussss!

----- Original Message -----
From: "radityo djadjoeri" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>;
<[EMAIL PROTECTED]>
Cc: <[email protected]>
Sent: Tuesday, March 21, 2006 11:05 PM
Subject: [ppiindia] Seniman Dunia Minta RUU APP Ditinjau Ulang


>     Seniman Dunia Minta RUU APP Ditinjau Ulang
>
>   From: Matthew Isaac Cohen
>   E-mail: [EMAIL PROTECTED]
>
>
>   Surat kita yang ditujukan kepada Presiden RI sudah terbit di Suara
Pembaruan edisi Senin 20 Maret 2006. Lihat di bawah ini. Bisa dibaca
langsung di
> internet:
> (http://www.suarapembaruan.com/last/index.htm).
>   Lihat tanggal 20 Maret di bagian Budaya.
>
>
>   Our letter addressed to the President appeared in Suara Pembauran on
> Monday 20 March 2006. Below is the text. You can also read it by going to
the
> Suara Pembaruan index
>   (http://www.suarapembaruan.com/last/index.htm), going
> to 20 March and scrolling down to Budaya.
>
>   Surat asli sudah dikirim kepada Presiden RI.
>
>   The original letter has been sent by snail mail to President Susilo
> Bambang Yudhoyono.
>
>   Terima kasih atas dukungan semuanya.
>   Thanks to all for your generous support.
>
>   Aviva & Matthew
>
>   SUARA PEMBARUAN DAILY
> --------------------------------------------------------------------------
--
>
>   Seniman Dunia Minta RUU APP Ditinjau Ulang
>
>   JAKARTA - Ratusan seniman dan sarjana seni pentas dunia meminta agar
> Rancangan Undang-Undang tentang Antipornografi dan Pornoaksi (RUU APP)
> ditinjau ulang. Mereka meminta agar pemerintah dan kalangan elite
> politik Indonesia menyesuaikan RUU itu dengan kebutuhan seni dan budaya
> Indonesia.
>
>   Pernyataan para seniman dan sarjana seni pentas dunia itu terangkum
> dalam aksi pengumpulan tanda tangan meminta agar RUU APP ditinjau ulang.
> Rencananya, surat itu akan dikirimkan kepada Presiden Susilo Bambang
> Yudhoyono. "Kami, sarjana dan seniman dari dalam dan luar negeri
> menyampaikan keprihatinan atas RUU APP," ujar Aviva Kartiningsih Cohen,
> salah satu penggagas aksi pengumpulan tanda tangan itu, kepada
> Pembaruan melalui surat elektronik di Jakarta, Sabtu (18/3) siang.
>
>   Beberapa nama seniman dunia yang ikut menandatangani pernyataan sikap
> itu antara lain, musisi Gary McFarlane (Kanada), penata tari Zulkifli
> Mohmad (Kuala Lumpur), Ibrahim Hamid (Orkestra Melayu Singapura), Wayne
Vitale
> (Pimpinan Gamelan Sekar Jaya, Amerika Serikat), Cindy Benton-Groner
> (Direktur Gamelan, College of William and Mary, AS), Jon Keliehor
> (Komponis dan Ketua Gamelan Naga Mas, Glasgow, Skotlandia), dan Jan van
der
> Putten (Dosen Sastra Melayu, Singapura).
>
>   Dari Indonesia, nama-nama seniman yang ikut menandatangani surat itu
> antara lain Ikranagara (seniman), Rahayu Supanggah (STSI Surakarta),
Nirwan
> Dewanto (sastrawan), Nor Pud Binarto (budayawan dan aktivis kemanusiaan),
Andi
> Suandi (pelukis abstrak), Cok Sawitri (penyair), dan I Wayan Gde Yudane
> (komponis).
>
>   Menurut Aviva, seniman dan sarjana seni dunia sangat peduli dengan
> budaya dan seni di Indonesia. Menurut mereka, seni Indonesia sudah
berkembang
> di luar negeri. "Jika akar seni dan budaya Indonesia dirusak, semua yang
> telah berkembang di luar negeri itu akan rusak pula. Sementara di sisi
lain,
> dalam era globalisasi ini dampak RUU APP akan dirasakan pula di luar
> Indonesia," kata dia.
>
>   Seni pentas Indonesia, terutama seni gamelan, wayang, serta tari Jawa
> dan Bali, telah menjadi sumber kreativitas seniman dan sarjana seni dunia.
> Malah, seni wayang sudah diakui resmi sebagai Warisan Budaya Dunia
> Nonbendawi dari UNESCO.
>
> Mengurangi Kreativitas
>
>   Aviva menambahkan, RUU APP akan melarang orang untuk menyiarkan,
> memperdengarkan, mempertontonkan atau menempelkan tulisan, suara atau
> rekaman suara, film atau yang dapat disamakan dengan film, syair lagu,
> puisi, gambar, foto dan/atau lukisan yang mengeksploitasi daya tarik
> tubuh atau bagian-bagian tubuh orang yang menari erotis atau bergoyang
> erotis.
>
>   Aturan itu bisa ditafsirkan sebagai larangan terhadap seni tari daerah,
> seperti tayuban, joget, ronggeng, jaipongan, dan gandrung Banyuwangi.
>   Selain itu, sastra klasik ala Serat Centhini dan ceritera pokok
> pewayangan tidak bisa tampil lagi. Salah satu contoh adalah lakon
Murwakala yang
> menggambarkan kelahiran Batara Kala. Pada lakon itu digambarkan Batara
> Guru terpesona melihat seorang perempuan sehingga kamanya (nafsu) timbul.
> Lakon ini paling penting bagi para dalang, tetapi bisa dilarang karena
bisa
> dianggap erotis. Jadi, batas antara seni dan erotisme (langen dalam
> bahasa Jawa) kerap kali tidak jelas. (
>
>
>
>
> Click:
>
> http://www.mediacare.biz
>
> or
>
> http://mediacare.blogspot.com
>
> or
>
> http://indonesiana.multiply.com
>
> Mailing List: http://www.yahoogroups.com/group/mediacare/join
>
> ---------------------------------
> Yahoo! Mail
> Bring photos to life! New PhotoMail  makes sharing a breeze.
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>
>
>
***************************************************************************
> Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia
yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
>
***************************************************************************
> __________________________________________________________________________
> Mohon Perhatian:
>
> 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
> 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
> 3. Reading only, http://dear.to/ppi
> 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
> 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
> 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
>
> Yahoo! Groups Links
>
>
>
>
>
>
>




***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke