Memang sudah seharusnya begitu Om Danar, oleh sebab itu kami sendiri juga 
bingung, di Indonesia ini banyak ormas2 keagamaan. Pada saat masalah keagamaan 
muncul KELOMPOK2 TERTENTU pada berlomba-lomba angkat bicara, angkat Aksi, 
sampai2 menjurus ke tindakan anarkis. tetapi pada saat saudara seiman ditimpa 
kesusahan pada diam. Ada kasus tertentu organisasi sosial dari kelompok yang 
tidak seiman yang turun tangan membantu, dan celakanya kadang2 bantuan tersebut 
di blow up sebagai usaha dalam meng"convert" iman.  

Jangan2 kelompok tersebut hanya ingin cari populeritas saja, atau untuk 
menutupi ketidak mampuan mereka melalui aksi2nya.


Salam, Budiman
  ----- Original Message ----- 
  From: RM Danardono HADINOTO 
  To: [email protected] 
  Sent: Thursday, March 23, 2006 11:37 PM
  Subject: [ppiindia] Re: Dirikan Rumah Ibadah, Minimal 90 Pengguna


  Begitulah mas. Sebagaimana telah diajarkan oleh Siddharta jauh 
  sebelum nabi nabi Semit lahir, tugas manusia yang paling mulia, 
  adalah memuliakan manusia, berdharma sosial. 

  Inilah cara satu satunya memuja Tuhan, Allah, Yahwe, sanghyang 
  Widhi...

  Sebaliknya, SEMUA kegiatan agama, yang menjurus pada pertikaian 
  antar umat, saling menghina ya membunuh, saling merusak rumah 
  ibadah, memburukkan agama umat lain, adalah cara yang pasti 
  dikutukNya...

  Salam

  Danardono




  --- In [email protected], "BUD'S" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
  >
  > Om Danar, antara Mal dan Kita ada beda, di sana orang2 pada tidak 
  sebuk membela tuhannya karena di sana mereka mempunyai keyakinan 
  bahwa Tuhan itu adalah sesuatu yang MAHA, makanya mereka 
  berkonsentrasi membangun Negerinya demi kemakmuran dan kesejahteraan 
  rakyatnya. Tapi di Sini, weleh weleh kebalikan, Pada sibuk membela 
  Tuhannya. 
  > 
  > Salam, Budiman
  >   ----- Original Message ----- 
  >   From: RM Danardono HADINOTO 
  >   To: [email protected] 
  >   Sent: Thursday, March 23, 2006 5:53 PM
  >   Subject: [ppiindia] Re: Dirikan Rumah Ibadah, Minimal 90 Pengguna
  > 
  > 
  >   Mas, dibanyak negara agama dipakai sebagai kesibukan untuk 
  >   mengalihkan perhatian dari ketidak mampuan membangun ekonomi dan 
  >   hukum.
  > 
  >   Lihatlah Malaysia, yang juga islami, lebih maju dalam membangun 
  >   ekonominya yang dimotori oleh umat Non Islam disana, terutama di 
  >   pantai barat semenanjung, dan Penang. Malaysia tak menyibukkan 
  diri 
  >   dengan issue issue keagamaan. Tetapi partai yang berkuasa disana 
  >   juga bukan partai agama, namun UMNO yang sangat nasionalis.
  > 
  >   Beruntun contoh negara negara yang menyibukkan diri dengan 
  agama, 
  >   namun tak mampu memberi makan rakyatnya...
  > 
  >   salam
  > 
  >   danardono
  > 
  > 
  >   --- In [email protected], "BUD'S" <bsugih@> wrote:
  >   >
  >   > He he he, Semut di seberang lautan tetlihat tapi gajah di 
  depan 
  >   mata tidak terlihat, Apakah mesjid tidak menganggu ????
  >   > 
  >   > Teroris yang hoby ngebom siapa ya ????
  >   > 
  >   > Bangsa ini terperuk karena ulah kita, bukannya orang miskin, 
  >   busung laper yang di urusin, kok para Mayoritas tidak ada yang 
  >   tergerak hatinya ???? Kalau mau bangkit ya kerja keras, jangan 
  >   korupsi. baik waktu maupun fulus. Pada saat krismon, thailand 
  yang 
  >   terkena terlebih dahulu ( sekitar bulan Juni 97 dan Indonesia 
  >   sekitar bulan Agustus 1997 ) tapi Thailand dan Beres Utang2 nya 
  tapi 
  >   kita masih pinjam terus. Kok Thailand bisa bangkit dan kita 
  tidak 
  >   Bisa ??? Contoh dong Si Kafir Thailand itu. 
  > 
  > 
  > 
  > [Non-text portions of this message have been removed]
  >


[Non-text portions of this message have been removed]



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke