http://www.waspada.co.id/berita/nasional/artikel.php?article_id=75244
Berita - Nasional 18 Mar 06 10:05 WIB Tragedi Papua Pelanggaran HAM Polisi * Brimob Dikandangkan Jakarta, WASPADA Online Aksi demo yang dilakukan mahasiswa yang memblokir jalan di depan Kampus Universitas Cenderawasih (Uncen), Abepura, Papua, yang berakhir dengan anarkis dan menelan korban jiwa tiga anggota kepolisian dan seorang anggota dari TNI AU tidak hanya tindakan kriminalitas tetapi juga pelanggaran Hak Azasi Manusia (HAM) khususnya pada Kepolisian Negara RI. "Ini jelas pelanggaran HAM, terutama HAM terhadap Polisi. Kami berharap dari Komnas HAM memantau juga kegiatan ini. Kita menginginkan adanya suatu keadilan dan tidak diskriminasi. Yang jelas mereka sangat anarkis," kata Wakil Kepala Divisi Humas Polri Brigjen Pol Anton Bachrul Alam di Mabes Polri, Jumat (17/3). Anton juga mengatakan, motif unjuk rasa masih sebatas soal keberadaan PT Freeport, Timika dan belum ada motif lain. "Motif peristiwa itu tetap tentang keberadaan PT Freeport, yang bermula dari insiden penutupan jalan menuju areal pertambangan oleh warga yang kemudian berkembang ke seluruh Indonesia," kata Anton. Ia mengatakan, sejauh ini belum ada motif lain seperti soal Pilkada, pemekaran wilayah atau motif tuntutan merdeka. Dikatakannya, bentrokan yang menewaskan tiga anggota polisi dan satu anggota TNI AU itu bermula dari penutupan jalan di depan Universitas Cenderawasih (Uncen), Abepura, selama dua hari sehingga menyebabkan lalu lintas terganggu. "Penutupan jalan ini mengganggu kepentingan umum sehingga kami memutuskan harus membuka blokade jalan. Sebelumnya pun ada negosiasi melibatkan anggota DPRD dan pejabat lain namun tidak juga berhasil," ujarnya. Ia mengatakan, polisi pun melakukan pendekatan persuasif untuk membuka jalan, namun massa malah menyerang polisi dengan bersenjatakan batu, bom molotov dan tindakan anarkhis lain. "Anggota kita tidak seimbang karena hanya berbekal tongkat dan tameng saja. Karena tidak mampu mengendalikan massa, polisi mundur dan saat itulah, ada polisi yang dianiaya hingga jatuh korban tewas," ujarnya. Setelah mundur dan ada polisi dianiaya, baru muncul bantuan personil yang dibekali dengan gas dan peluru hampa sehingga situasi mulai bisa dikendalikan dan berhasil menangkap 57 orang dan telah menetapkan 5 sebagai tersangka pemukulan dan penganiayaan terhadap petugas yang mengakibatkan empat orang meninggal dunia dari anggota kepolisian adalah Baratu Daud Sulaiman (Pengendalian Masyarakat), Briptu Arizona dan Brigadir Syamsudin dari Polres Jayapura tewas dalam kondisi mengenaskan. Ketiganya sempat disandera dan ditemukan di dalam kampus Uncen sebagian tubuhnya telah hancur akibat sayatan benda tajam. Sedangkan seorang korban lagi dari TNI Angkatan Udara, Serda Agus Supriyadi. Di antara lima tersangka yang kini mendekam di tahanan Polda Papua, Anton menyebutkan salah satunya adalah pimpinan demonstran dari Front Pepera Papua, Silvius Boboi. "Ada tiga pimpinan aksi yang berlangsung sejak Rabu 15 Maret sampai 16 Maret, di antaranya seorang pimpinan aksi itu telah ditetapkan menjadi tersangka. Penetapan sebagai tersangka itu diperkuat dari saksi di antaranya dari aparat dan dokumen foto dan video ketika aksi berlangsung dimana tersangka terlihat melakukan pemukulan dan penganiayaan terhadap beberapa anggota," kata Anton. Sedangkan dua pimpinan aksi lainnya yakni, Ketua Parlemen Jalanan, Cosmol Yual dan Ketua Senat Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Unicen, Yan Mandenas masih dalam pemeriksaan. "Kita masih melakukan pemeriksaan secara intensif terhadap kedua pimpinan aksi itu," tutur Anton. Guna mempercepat penyidikan yang dilakukan Polda Papua, Jumat (17/3), Mabes Polri mengirim 15 anggota penyidik dari Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) untuk memback up Polda Papua. "Kita telah mengirim sebanyak 15 penyidik dari Bareskrim untuk mempercepat penyidikan," kata Anton. Brimob Dikandangkan Sementara, aksi penembakan pasca kerusuhan, beberapa anggota Brimob yang samapi saat ini belum diketauhi identitasnya mengeluarkan tembakan yang mengenai beberapa warga yang kemudian dilarikan ke rumah sakit akibat terkena pantulan peluru. "Benar, ada penembakan ke atas pada siang hari saat Shalat Jumat. Penembakan itu terjadi di depan Korem Abepura, yang diduga dari anggota Brimob," kata Anton. Akibat insiden penembakan itu, seluruh anggota Brimob diperintahkan untuk berada di barak. Mengenai motif penembakan, Anton menyatakan, pihaknya belum mengetauhi secara pasti. "Motif penembakan dan jenis senjata pun masih gelap. Tetapi satu oknum Brimob sudah diamankan dan masih ada yang belum masuk ke kesatuan. Nah ini masih dicari. Jadi masih gelap. Semua anggota Brimob telah kita kandangkan," kata Anton. Haru Suasana haru menyelimuti hanggar Merpati Nusantara Airlines di Bandara Sentani, Jayapura, beberapa saat setelah Menko Polhukam Widodo AS bersama rombongan tiba di bandara tersebut, Jumat untuk memberikan penghormatan terakhir terhadap dua anggota Polri dan seorang prajurit TNI-AU yang gugur saat terjadinya unjuk rasa warga Jayapura, Kamis.. Dari Jayapura dilaporkan kedua jenazah masing-masing, Bripda Daud Sulaiman dan Briptu Arizona yang telah disemayamkan dalam dua peti jenazah dengan diselimuti bendera Merah Putih nampak siap diberangkatkan dengan tujuan berbeda. Jenazah Briptu Arizona dengan didampingi istri dan anak dibawa ke Sorong untuk dimakamkan, sedangkan jenazah Bripda Daud Sulaiman akan dibawa ke Jakarta. Istri kedua anggota Polri itu nampak tidak bisa menahan isak tangis saat diberi ucapan belasungkawa oleh Menko Polhukam yang didampiingi Panglima TNI Marsekal Djoko Suyanto, Kapolri Jenderal Pol Sutanto dan Kepala BIN Syamsir Siregar. Bahkan istri almarhum Bripda Daud Sulaiman yang sedang hamil lima bulan itu sempat menangis dalam pelukan Menko Polhukam. Setelah memberi penghormatan terakhir kemudian rombongan menuju Aula Lanud Sentani untuk memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum Agung Prihadi, anggota TNI AU yang baru tiga bulan bertugas di Lanud Sentani. Korban yang masih belum berkeluarga itu dijadwalkan jenazahnya Jumat siang akan dievakuasi ke Jakarta untuk selanjutnya dibawa ke Bandung. Dari pantauan seluruh kantor instansi militer baik TNI maupun Polri sejak Jumat pagi telah mengibarkan bendera setengan tiang sebagai tanda belasungkawa terhadap rekan-rekan mereka yang gugur saat kerusuhan Abepura, Kamis sore. (j02/ant) *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

