namanya jg Protestan, suka protes...dari awal pembentukan 
agamanya saja dgn cara protes.
dan sampai sekarang, fenomena seperti dibawah semakin 
banyak...

gilee benerr...
kapan mau akur....






>    
>   Teman-teman,
>   Saya adalah salah seorang pendeta yang sudah lama 
sangat prihatin 
> terhadap agresivitas kuat orang-orang Kristen (Protestan) 
sesama saya 
> untuk terus membangun rumah ibadah dan terus memakai 
bangunan-bangunan 
> non-rumah ibadah untuk beribadah, di banyak tempat dan 
kawasan. Saya 
> amati, bangunan-bangunan gereja terus saja tumbuh di 
mana-mana, 
> kendati pun yang hadir beribadah dalam masing-masing 
bangunan itu 
> hanya belasan orang saja atau tidak lebih dari duapuluh orang 
saja. 
> Ditinjau dari sudut finansial, jelas pemakaian sebuah 
bangunan rumah 
> ibadah baru yang hanya dihadiri belasan orang akan 
menghasilkan bukan 
> tambahan pemasukan untuk gereja, melainkan kerugian. 
Meskipun merugi, 
> mereka yang belasan orang itu, ditambah satu atau dua 
pendetanya, 
> masih bisa terus beribadah karena ada suntikan dana dari 
gereja induk 
> atau ada donasi besar dari para usahawan anggota-anggota 
gereja itu. 
> Di denominasi-denominasi gereja yang tidak membentuk 
suatu organisasi 
> besar milik bersama (namanya sinode),
>  tetapi masing-masing pendetanya berkuasa penuh 
perorangan, pendirian 
> rumah-rumah ibadah baru dilaksanakan kebanyakan karena 
keinginan genit 
> dari para pendeta perseorangan itu untuk bersaing dengan 
sesama 
> pendeta. Adu populer, adu banyak warga gereja, adu 
kreativitas 
> mendirikan gereja baru, adu kaya!! Selain itu semua, pendirian 
rumah-
> rumah ibadah Kristen yang sangat marak pada tahun-tahun 
terakhir ini, 
> yang telah menimbulkan pertanyaan besar di kalangan 
non-Kristen (umat 
> dan para pemimpin Muslim, khususnya) apa yang sedang 
dibuat orang-
> orang Kristen, juga didorong oleh suatu wawasan misiologis 
> ekspansionistik untuk memperbanyak orang Kristen dan 
bangunan gereja 
> di dunia. Ada sekian sekolah teologi di Indonesia yang 
mewajibkan 
> lulusan barunya untuk berhasil membangun satu gereja baru 
(1 rumah 
> ibadah baru dan 1 kawanan orang Kristen baru). Di 
lingkungan 
> denominasi (sinode) gereja saya sendiri, saya sangat prihatin 
melihat 
> kenyataan bahwa dalam jarak radius 1 sampai 2 kilometer 
bisa
>  terdapat lima bangunan gereja. Padahal, kalau ini ditata 
kembali dan 
> sumber-sumber yang ada (dana dan SDM) disinergikan, ini 
akan 
> menghasilkan kehidupan bergereja yang lebih baik dan lebih 
efisien. 
> Dus, dana besar yang selama ini digunakan untuk 
membangun rumah-rumah 
> ibadah baru, dapat dialihkan penggunaannya, misalnya untuk 
melayani 
> orang-orang miskin tanpa pamrih. 
>    
>   Hemat saya, gereja-gereja Protestan sendiri (khususnya 
yang 
> berwawasan agresif ekspansionistik) harus sudah 
memikirkan kembali dan 
> menilai ulang  misiologi ekspansionistik mereka! Mereka juga 
sudah 
> harus melakukan re-visi (merumuskan visi baru) tentang 
bagaimana me-
> manage pemekaran gereja sendiri. Mereka juga harus lebih 
> bertanggungjawab dalam memakai sumber-sumber 
keuangan mereka yang 
> besar: bagaimana memakainya dan digunakan untuk apa.  
>    
>   Tanpa re-visi total ini, meskipun Keputusan Bersama 2 
Menteri No. 9 
> dan No. 8, 2006, telah ditetapkan, konflik horisontal antara 
Kristen 
> dan Islam masih akan terus terjadi sehubungan dengan 
kegiatan 
> memekarkan gereja, yang disebut oleh kalangan Muslim 
sebagai kegiatan 
> kristenisasi. "Semakin dibabat, semakin merambat", jangan 
dilupakan 
> adalah motto kalangan Kristen agresif.    
>    
>   Otokritik adalah jalan keselamatan bagi orang Kristen! 
>    
>   Salam, 
>    
>   Ioanes
>






***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke