Pendeta Loanes, Jujur aris katakan, baru kali aris membaca orang kristen mengkritik orang kristen sendiri dalam milis ini. Anda orang yang berani. Umumnya member disini, orang kristen mengkritik habis-habisan orang Islam. Aris sendiri, enggan mengkritik orang kristen kecuali mereka dahulu menanggapi tulisan aris semacam mbah Danar dan mas Alvian serta mas Bobby. Pernyataan Anda dibawah, sungguh mengejutkan. Pada suatu acara Ust. Dicki Candra di Arimatea bahkan mengatakan umat Kristen akan mendirikan Indonesia kerajaan Kristen. Aris sendiri kurang tahu kebetulannya, tapi dengan membaca keterangan Anda setidaknya aris bisa menarik benang merahnya. Ternyata didalam tubuh umat Kristen terdapat kebijakan hal-hal demikian. mengejutkan. salam, aris
Mario Gagho <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Pendeta Ioanes, Saya sangat menghargai self-refleksi dan oto-kritik Anda. Kalau ada diskusi agama yg patut di teladani, maka posting otokritik seperti inilah yg sangat kami harapkan dari setiap pemeluk agama. Orang-orang seperti Anda sangat kami butuhkan di bumi pertiwi untuk saling mendekatkan kalangan umat berbagai yg berbeda. Kalau setiap tokoh agama selalu bermawas diri dan melakukan otokritik dg nuraninya, Indonesia akan cepat menuju tahapan berikutnya: membangun ekonomi secara bersama-sama tanpa ada rasa curiga. Terhadap tokoh yg jujur dan berani seperti Anda, saya pribadi menghimbau kepada umat Islam yg jadi member di milis ini untuk memberi apresiasi setinggi-tingginya; dan pada waktu yg sama melakukan hal serupa. salam, On 3/26/06, Muhkito Afiff wrote: > > --- In [EMAIL PROTECTED], Ioanes Rakhmat > wrote: > > Pada pasal 14, ayat 2 dan 3, Peraturan Bersama 2 Menteri ttg kerukunan > umat beragama dan pendirian rumah ibadah, dinyatakan: > > (2) Selain memenuhi persyaratan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) > pendirian rumah ibadat harus memenuhi persyaratan khusus meliputi: > a) daftar nama dan KTP pengguna rumah ibadat paling sedikit 90 > (sembilan puluh) orang yang disahkan oleh pejabat setempat sesuai > dengan tingkat batas wilayah sebagaimana dimaksud pasal 13 ayat (3); > b) dukungan masyarakat setempat paling sedikit 60 (enam puluh) orang > yang disahkan oleh lurah/kepala desa; > c) rekomendasi tertulis kepala kantor departemen agama kabupaten/ > kota; dan > d) rekomendasi tertulis Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) > kabupaten/kota. > > (3) Dalam hal persyaratan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf a > terpenuhi sedangkan persyaratan huruf b belum terpenuhi, pemerintah > daerah berkewajiban memfasilitasi tersedianya lokasi pembangunan rumah > iabadat. > > Teman-teman, > Saya adalah salah seorang pendeta yang sudah lama sangat prihatin > terhadap agresivitas kuat orang-orang Kristen (Protestan) sesama saya > untuk terus membangun rumah ibadah dan terus memakai bangunan-bangunan > non-rumah ibadah untuk beribadah, di banyak tempat dan kawasan. Saya > amati, bangunan-bangunan gereja terus saja tumbuh di mana-mana, > kendati pun yang hadir beribadah dalam masing-masing bangunan itu > hanya belasan orang saja atau tidak lebih dari duapuluh orang saja. > Ditinjau dari sudut finansial, jelas pemakaian sebuah bangunan rumah > ibadah baru yang hanya dihadiri belasan orang akan menghasilkan bukan > tambahan pemasukan untuk gereja, melainkan kerugian. Meskipun merugi, > mereka yang belasan orang itu, ditambah satu atau dua pendetanya, > masih bisa terus beribadah karena ada suntikan dana dari gereja induk > atau ada donasi besar dari para usahawan anggota-anggota gereja itu. > Di denominasi-denominasi gereja yang tidak membentuk suatu organisasi > besar milik bersama (namanya sinode), > tetapi masing-masing pendetanya berkuasa penuh perorangan, pendirian > rumah-rumah ibadah baru dilaksanakan kebanyakan karena keinginan genit > dari para pendeta perseorangan itu untuk bersaing dengan sesama > pendeta. Adu populer, adu banyak warga gereja, adu kreativitas > mendirikan gereja baru, adu kaya!! Selain itu semua, pendirian rumah- > rumah ibadah Kristen yang sangat marak pada tahun-tahun terakhir ini, > yang telah menimbulkan pertanyaan besar di kalangan non-Kristen (umat > dan para pemimpin Muslim, khususnya) apa yang sedang dibuat orang- > orang Kristen, juga didorong oleh suatu wawasan misiologis > ekspansionistik untuk memperbanyak orang Kristen dan bangunan gereja > di dunia. Ada sekian sekolah teologi di Indonesia yang mewajibkan > lulusan barunya untuk berhasil membangun satu gereja baru (1 rumah > ibadah baru dan 1 kawanan orang Kristen baru). Di lingkungan > denominasi (sinode) gereja saya sendiri, saya sangat prihatin melihat > kenyataan bahwa dalam jarak radius 1 sampai 2 kilometer bisa > terdapat lima bangunan gereja. Padahal, kalau ini ditata kembali dan > sumber-sumber yang ada (dana dan SDM) disinergikan, ini akan > menghasilkan kehidupan bergereja yang lebih baik dan lebih efisien. > Dus, dana besar yang selama ini digunakan untuk membangun rumah-rumah > ibadah baru, dapat dialihkan penggunaannya, misalnya untuk melayani > orang-orang miskin tanpa pamrih. > > Hemat saya, gereja-gereja Protestan sendiri (khususnya yang > berwawasan agresif ekspansionistik) harus sudah memikirkan kembali dan > menilai ulang misiologi ekspansionistik mereka! Mereka juga sudah > harus melakukan re-visi (merumuskan visi baru) tentang bagaimana me- > manage pemekaran gereja sendiri. Mereka juga harus lebih > bertanggungjawab dalam memakai sumber-sumber keuangan mereka yang > besar: bagaimana memakainya dan digunakan untuk apa. > > Tanpa re-visi total ini, meskipun Keputusan Bersama 2 Menteri No. 9 > dan No. 8, 2006, telah ditetapkan, konflik horisontal antara Kristen > dan Islam masih akan terus terjadi sehubungan dengan kegiatan > memekarkan gereja, yang disebut oleh kalangan Muslim sebagai kegiatan > kristenisasi. "Semakin dibabat, semakin merambat", jangan dilupakan > adalah motto kalangan Kristen agresif. > > Otokritik adalah jalan keselamatan bagi orang Kristen! > > Salam, > > Ioanes > > > > > > > > > -- > Mario Gagho > ---------------------------------------- > Let me not pray to be sheltered from danger. > but to be fearless in facing them. > Let me not beg for the stilling of my pain. > but for the heart to conquer it. > ~Rabindranath Tagore [Non-text portions of this message have been removed] *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links pustaka tani nuraulia --------------------------------- New Yahoo! Messenger with Voice. Call regular phones from your PC and save big. [Non-text portions of this message have been removed] *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

