Mas Ari: yg saya tangkap dari penjelasan mbak aris : 1. politik kekuasaan Aris: Aris pernah membahas bahwa politik atau siyasah adalah mengurus urusan umat. sedangkan, kekuasaan dan syariat Islam tak bisa dipisahkan. Karena syariat Islam juga mengatur tentang kekuasaan.
MAs Ari: 2. idiom politik yang dipakai adalah membedakan saya dengan kamu. mayoritas, minoritas. Aris : aris kurang paham maksud pernyataan ini. Aris hanya menjabarkan pemahaman dan benak yang ada di aris saja. MAs Ari : 3. cita cita politik Islam ala HT memang berbeda dan sangat diskriminasi terhadap yang beragama beda, bahkan aliran yang berbeda. Aris : Mas perlu cek langsung ke HTI, bila perlu datangi sekretariatnya atau jurbirnya. Bila hanya persangkaan mas dan hasil mencari tahu dari internet ini, Insya Allah perlu diklarifikasi kembali. TAnyakan semua hal yang terkait HTI dengan jurbirnya. Kenapa kemarin HTI mau menyatu dengan puluhan ormas lain. Ormas Islam bersama MUI ikut juga aksi mengawal dan mendukung RUU APP, bahkan ada LDII, KAHMI, PPP, NU, Muhamadiyah, Persis, FPI, MMI, PKS juga dll sbgnya. Ust. Khaththat bahkan dipercaya sebagai koordinator acara, mengkoordinir acara MUI tersebut yang diikuti semua ormas Islam. Menurut aris, sebelumnya hampir tidak ada acara yang mengikutsertakan banyak ormas seperti itu. Harusnya mas ikut sendiri. Tahu dari mana syariat Islam akan mendiskritkan agama lain, sedangkan bila mereka menjadi warganegara khilafah, haknya sama dengan warganegara beragama Islam. Mas Ari: kepentingan angka mayoritas, semua dihitung, tapi untuk kepentingan politik kekuasaan, yang bebrbeda, disikat. Aris : Aris tak pernah berpikiran atau menjabarkan demikian, bukankah itu aplikasi demokrasi, bukan syariat Islam. Atau mungkin kesalahan aris dalam memilih kata-kata sehingga mas berpikiran begitu. Mas Ari: 5. mikul dhuwur mendhem jero, ala oang jawa benar benar dipakai, sehingga autokritik terhadap masalah internal dipendam sedemikian rupa sehingga kepentingan yang lebih besar diluar kepentingan kelompok diabaikan. kekerasan dalam rumah tangga di protes, jenderal jenderal bermasalah pelanggar HAM dapat bersembunyi dibalik ketiaknya, poligami dianggap ibadah ?. aris: Poligami hukumnya boleh, jelas di Al Quran. Pilihan mau dilaksanakan atau tidak itu terserah. Ibadah tergantung niat dan tujuannya. Kalau melakukan autokritik untuk umat Islam sendiri, aris memilih untuk melakukan langsung ke pihaknya bukan dimilis ini. Apakah tujuan otokritik itu..? untuk menjatuhkan atau menghinakan saudara sendiri atau menasehati atau memperbaiki mereka. Mas Ari: 6. Seperti kata pendeta Ioannes Rakhmat, saya ingin mengatakan, orang Islam selamat dengan jalan autokritik. Aris: Amar ma;ruf , nahi mungkar sedang dan senantiasa berjalan. Autokritik dilakukan dengan elegan tanpa menjatuhkan. Bila umat Islam itu bak satu keluarga, maka selesaikanlah dalam persaudaraan dan dalam rumah tangga, untuk apa dibawa keluar (di milis ini?). Membawa autokritik (namanya kritik ke dalam diri sendiri) ke luar akan makin memperkeruh masalah dan menimbulkan syak wa syangka. Masalah tak terpecahkan malah membuat api kebencian antar sesama saudara. Kenapa selalu mencari perbedaan dalam saudara sedang kita ingin maju dan bersatu? Sedang persamaannya lebih banyak dibanding perbedaan. Kalau pun kita ada tahu perbedaan, kelebihan dan kekurangan diri, untuk apa ditonjolkan. Mulailah berkarya, be positive thinking. salam, Ari Condro salam aris On 3/27/06, aris solikhah wrote: > > Kangmas Ari Condro yang baik, > > Aris juga pernah forwad definisi khilafah dan kewajibannya dahulu, di > wikipedia juga. Mohon dicek juga, mas Ari. Punten di google aja. > > Sepahaman aris, mayoritas tak ada perdebatan mengenai kewajiban khilafah > ini diantara gerakan Islam. Hanya penekanannya berbeda, kalaupun ada yang > belum setuju khilafah itu juga wajar pula. Yang pasti, gerakan ISlam tidak > mungkin menolak syariat Islam. Metodenya saja yang agak berbeda. > > BTW, aksi damai minggu kemarin di HI aris ikut, Subhanallah ya RAbb, > berbagai organisasi ISlam buanyak buanget mengawal dan mendukung RUU APP. > Hati ini takjub melihat warna warni bendera masing-masing organisasi > tersebut, hijau, orangye, biru, putih hijau, dll. Ada Inneke Koesherawati > dan Ust. Tuti Alawiyah, Ma'ruf Amin, dari Mathaul Anwar, Muhamadiyah, NU, > Persis, dll. > > Semoga satu keluarga Umat Islam terwujud, satu keluarga bukan berarti > harus sama semua bukan? NAmanya satu keluarga, aneka ragam karakternya namun > satu hati yakni aqidah Islam. Namanya satu keluarga kadang ada sedikit > friksi. Itu bumbu kehidupan. > > > > Aris rindu umat bersatu seperti itu. Tahu tidak seorang bapak yang > wajahnya teduh dari FPI membagikan ikat kepala kepada barisan > perempuan. Aris dapet satu, ikat kepala itu bertuliskan Mujahidah Pembela > Islam. Wah... terharu dan surprise deh. > > Setiap Senin Pagi, aris ikut pelajaran bahasa arab dan akhlak seorang > perempuan pada seorang ustadz dari Jamaah Tabligh. Beliau selalu bilang > perbaikan akhlak dan individu, namun beliau (guru saya) juga sering > menyentil tentang daulah atau negara, hanya caranya beda. Beliau mengatakan, > kalau diri kita akhlaknya baik, kemudian masyarakat baik maka akan dengan > sendirinya khilafah atau daulah Islam tegak. > > BIla mas membaca buku Sulaiman Rasyid pada bab terakhir Fiqh Islam, ada > kewajiban imamah atau khilafah. Begitu pula Sayyid Sabiq. Buku Hasan Al > Bana, Buya Hamka pula. > > MAs Ari yang baik, > Memang ada perbedaan penekanan dalam organisasi Islam mengenai khilafah > Islam. > Para pendahulu MUhamadiyah dan NU, Insya Allah pun tak menampik > kewajiban ini. Akan tetapi metode bagaimana, para beliau belum punya > gambaran. > > Seperti kewajiban jilbab. Sebelumnya banyak kaum muslim termasuk saya, > tak memahami kewajiban berpakaian muslimah ini. BAru kemudian, sebuah > perjuangan panjang para mbak-mbak dahulu pada tahun 1991 akhirnya keluar SK > mengenai pembolehan memakai jilbab di berbagai instalasi pendidikan dan > kerja. PAdahal kewajiban itu telah ada sejak masa Rasulullah bukan. Begitu > juga kewajiban Zakat maal, zakat maal itu wajib dibayarkan bagi seluruh umat > Islam yang hartanya mencapai nishab. > > Begitu pula keharaman riba atau bunga di bank dan bekerja didalamnya, > hukumnya haram. Atau kita meminjam hutang dengan bunga, haram hukumnya maka > kita berdosa. Apakah ini ada penekanannya saat ini, atau ada orang yang > lantang mengatakan bunga haram? Umat Islam malah saling berebut bekerja di > bank konvensional. Padahal ah... mereka tahu hukumnya. > > Mas Ari yang baik, > Organisasi Islam akan memilih satu metode penekanan. KAlau NU dan > Muhamadiyah, Persis, Mathaul Anwal tak keluar ide penekanan khilafahnya, itu > wajar, karena bentuk organisasi yang dipilih organisasi tersebut ialah > berbentuk organisasi kemasyarakatan atau focus pada pendidikan dan sosial > kemasyarakatan. > > Kalau bentuknya partai politik layaknya HTI, PKS, PBB, PPP maka > penekanannya adalah pada pengurusan umat atau politik seluruh aspek > kehidupan. Kalau focusnya kepada bentuk negara kan berarti berfocus pada > seluruh aspek kehidupan termasuk akhlak. Karena Negaralah yang memiliki > kekuatan regulasi mengubah seluruh sistem yang ada. Semoga mas Ari bisa > memahami apa yang aris jelaskan dengan segala keterbatasan aris miliki. > > Kalau penekanannya juga berbeda maka focus usaha atau metodenya pun akan > berbeda. Namun secara umum, jika ditanya dari hati ke hati secara personal, > Insya Allah tak ada yang menolak syariat Islam. > > Ide khilafah adalah ide berat dan beresiko sangat tinggi apalagi bagi > para orang yang memperjuangkannya juga sangat berat. Kalau orang HTI, > Ikhawanul Muslimin (dahulu) di dibunuh, dipenjara, disiksa di Uzbekistan, > Mesir, dll seperti berita-berita di koran, maka hal itu adalah beberapa > resiko dan konsekuensinya. Itu wajar. Kalau mereka Insya Allah sudah > memahami konsekuensinya ko. Pemerintahan disana sangat keras berbeda sekali > dengan Indonesia. > > Yah... konsekuensi ringan adalah seperti nasib Abu Bakar Ba'asyir yang > banyak sekali wilayah abu-abu dan ada campur tangan asing dalam proses > penahanan beliau. > Resiko lebih jauh ringan lagi, di labeli fundamentalis, anomie, nggak > rasional atau utopis. itu wajar ko, sangat wajar menurut aris. > > > salam, > aris > > > > > > Ari Condro wrote: > Mbakyu Aris masuk ke bahasan yg dulu pernah saya kirim. > > 1. Menurut saya, masalah pemerintahan adalah hablum minannas, dan bukan > perkara wajib yang pelaksanaannya harus berada dalam bentuk kekhalifahan. > Salafy, NU, Muhammadiyyah, PKS nampaknya memiliki pandangan yang sama > dengan > saya. Coba cermati kembali tulisan bung Rohmad di bawah ini. > > 2. Pertanyaan saya, mengapa HT bisa menganggap kekhalifahan itu wajib ? > Perlu diingat kembali, saya juga sudah pernah mengirim tulisan Nadirsyah > Hosen yang menyatakan bahwa hadits yang dipakai HT untuk ngotot dalam > masalah pemerintahan adalah hadits bermasalah. > > salam, > Ari Condro > --- > > Secara umum, ajaran Islam bisa dikelompokkan ke dalam kategori > berikut: > [1] Hablum minannafs (dalam berhubungan dengan diri sendiri) > [2] Hablum minannas (dalam berhubungan dengan manusia lain/masyarakat) > [3] Hablum minallah (dalam berhubungan dengan Allah) > > PERTAMA: > Pada jamannya Muhammad & para sahabat, tabiin (pasca sahabat), dan > tabiit tabiin (pasca-pasca sahabat); masyarakat Islam mempunyai > kebiasaan (hablum minannafs) sebagai berikut: > - Berbaju jubah, bercelana kutung, berkofiyah > - berjanggut, tak berkumis > - makan pake 3 jari, gosok gigi dengan kayu siwak > - dll > > KEDUA: > Sementara dalam kehidupan masyarakat/negara (hablum minannas) > terdapat beberapa praktek sebagai berikut: > - kholifah adalah pemimpin tunggal (legislatif, eksekutif, yudikatif) > - Orang-orang non Islam dikelompokkan sebagai kafir dzimmi yang wajib > membayar jizah (nurut saya lebih tepat disebut sebagai upeti) > - politik luar negeri : negara lain harus mengakui khilafah dan > bersedia masuk Islam, kalau tidak mau maka harus tunduk dan membayar > jizah, kalau masih tidak mau maka akan diperangi. > - dll > > Yang saya sebut PERTAMA di atas, oleh orang salafy, ini merupakan > perbuatan(kebiasaan) yang dilakukan Muhammad dan HARUS DICONTOH oleh > umat. Sementara menurut HT, ini memang kebiasaan Muhammad namun bukan > merupakan syariat yang harus dijalankan. Nah, dalam kasus ini salafy > berfaham fundamentalis. > > Yang saya sebut KEDUA di atas, oleh orang HT, ini merupakan perbuatan > yang dilakukan Muhammad dan HARUS DICONTOH oleh umat. Sementara > menurut salafy, umat bisa mengikuti pemerintahan apa saja yang saat > ini berkuasa (CMIIW). Nah, dalam kasus ini HT berfaham fundamentalis. > > Faham fundamentalis berkeyakinan bahwa apapun yang dilakukan Muhammad > itu adalah syariat yang harus dicontoh dan dilaksanakan oleh umat. > Dalam masalah hablum minannafs, salafy cenderung fundamentalis. > Sementara dalam masalah hablum minannas, HT yang lebih cenderung > fundamentalis. > > Sementara itu, ada kalangan yang beranggapan bahwa perbuatan PERTAMA > dan KEDUA (yang saya tulis di atas) itu adalah perbuatan yang > sifatnya MENYESUAIKAN DIRI DENGAN LINGKUNGAN, jadi TIDAK HARUS > DICONTOH DAN DIJALANKAN umat. Yang termasuk kalangan ini kebanyakan > Islam tasawuf dan Islam moderat. > > > > On 3/25/06, aris solikhah wrote: > > > > Mas Ari, > > Kalau tak salah, mas pernah mengatakan setuju syariat Islam, > > Kalau semisalnya diterapkan dalam dunia mas memakai sistem pemerintah > > apa? Bagaimana pendapat mas Ari mengenai khilafah? Bagaimana pendapat > mas > > tentang Khulafaur Rasyidin dan umar bin Abdu Aziz? Mereka (orang setelah > > Rasul) yang menjadi contoh pelaksana terbaik syariat Islam, saat > penerapan > > syariat Islam mereka menggunakan sistem pemeritahan apa? syukron > Jazakallah > > salam, > > aris > > > > Ari Condro wrote: > > contoh perkara profan yang dianggap suci : khilafah .... > > > > > > > > > > > > On 2/21/06, Nugroho Dewanto wrote: > > > > > > > > > > > > At 08:02 PM 2/19/06 -0800, you wrote: > > > > > > >Terima kasih mas Nugroho, > > > >Boleh, aris suka belajar kiat-kiat dalam menulis yang > > > >baik. Biasanya IPB punya program penulisan ilmiah > > > >populer untuk para staf. Jadi kalau multikultural > > > >ehm......agak sulit, kita lebih saintis. > > > =========== > > > > > > mbak aris, multikulturalisme itu juga sains. tepatnya > > > sains sosial. tidak lebih rendah ketimbang sains > > > yang eksak. > > > > > > > > > > > > >Mas Nugroho, aris memahami tidak ada sekularisasi > > > >dalam Islam, hendaknya aris sebisanya pintar dalam > > > >teknologi dan agama. karena Islam adalah way of life, > > > >standar hidup dalam bersikap dan berbuat,Islam adalah > > > >pedoman hidup saya. Tak ada pemisahan antara agama > > > >atau ahli teknologi, harusnya itu bersatu padu dalam > > > >tubuh seorang muslim. > > > >=========== > > > > > > yang diperlukan islam adalah desakralisasi. banyak > > > perkara bukan sakral, dianggap sakral. > > > > > > banyak perkara profan dianggap suci. itu sama > > > dengan syirik. itu harus dibongkar agar islam kembali > > > maju. > > > > > > > > > > > > > Mas Goen menurut mas memang banyak baca buku apapun > > > >dan sejak awal beliau telah memiliki mainstream > > > >berpikir tertentu (pola pikir) untuk menyaring semua > > > >informasi untuk makin meningkatkan keyakinannya. > > > >Begitu pula aris, pengen banyak baca. Worldview yang > > > >telah aris pilih telah membuat segala sesuatu > > > >tersaring. Tentu saja memilih worldview butuh proses > > > >berpikir dan proses yang sangat melelahkan. > > > ========= > > > > > > saya khawatir jangan-jangan anda tak bisa membedakan > > > antara world view, paradigma, wacana dan kacamata kuda. > > > > > > > > > > > > >Mas Nugroho, > > > >Manusia dihargai karena prinsip hidupnya, nilai-nilai > > > >yang ia junjung tinggi. > > > >Mungkin itu kelebihan dan kekurangan aris terlalu > > > >jujur dan polos. Muda atau tua tidak menentukan > > > >kebenaran prinsip hidup seseorang. Prinsip seperti > > > >juga kedewasaan adalah pilihan hidup yang kelak akan > > > >dimintai pertanggungjawabannya di hadapan Allah, Tuhan > > > >seluruh makhluk. > > > ======== > > > > > > kita semua tahu mbak, perbuatan kita memang akan > > > dipertanggungjawabkan di hadapan Tuhan. > > > > > > bila orang berbeda pendapat, bukan berarti yang > > > pendapatnya berbeda adalah orang sesat yang bakal > > > dilaknat Tuhan. > > > > > > itu praktek yang dulu dilakukan pemuka agama > > > di abad pertengahan. menakut-nakuti orang lain yang > > > berbeda pendapat, sambil meyakinkan pendapatnya > > > sendiri yang paling benar. > > > > > > zaman sekarang sudah tak mempan. > > > > > > > > > > > > >Mas Nugroho, > > > >Memang benar beliau-beliau adalah orang-orang yang > > > >memiliki kapasitas lebih dalam pengetahuan hadis dan > > > >Al Quran, dan tentunya siapalah aris bila dibandingkan > > > >beliau. Keyakinan tentang penerapan syariat Islam > > > >kadang tak berkorelasi positif terhadap banyaknya > > > >pengetahuan agama yang dimiliki seseorang. > > > >Mas tentu bisa melihat para dosen di suatu perguruan > > > >tinggi banyak ilmunya namun kadang bingung bila > > > >mempraktekkan ilmunya. > > > > > > > >Sebagai muslim kita hendaknya mencontoh Rasulullah > > > >dalam menyakini agama Islam yakni disisi aqidah dan > > > >syariat Islam. Syariat Islam yang aris pahami adalah > > > >1)aturan Allah yang mengatur manusia dengan manusia > > > >serta alam,2)aturan Allah yang mengatur manusia dengan > > > >dirinya dan 3) Aturan Allah yang mengatur manusia > > > >dengan Pencipta (atau ibadah). Aturan Islam itu > > > >sangat kompleks dan mencakup seluruh kehidupan > > > >manusia. impian aris semua itu bukan sebatas teori > > > >tapi diaplikasikan. > > > >============ > > > > > > mbak aris, saya senang berdiskusi dengan anda. > > > > > > inilah nikmatnya hidup di alam demokrasi hehehehe. > > > > > > diskusi semacam ini sulit terjadi di irak semasa > > > saddam, di afganistan semasa taliban, atau > > > di suriah sekarang. > > > > > > jangan lupa belajar terus dengan hati dan pikiran > > > terbuka. jangan jadi orang yang taklid dan > > > gampang percaya membabi-buta. > > > > > > > > > > > > >Oh ya mas, dapat salam dari Pa Waluyo, kata beliau mas > > > >pernah ketemu dengan beliau di suatu acara di Jakarta > > > ========= > > > > > > salam kembali kepada beliau. saya lupa-lupa ingat > > > pernah bertemu. > > > > > > salam, > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > *************************************************************************** > > > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju > Indonesia > > > yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. > > > http://groups.yahoo.com/group/ppiindia > > > > > > > > > *************************************************************************** > > > > > > __________________________________________________________________________ > > > Mohon Perhatian: > > > > > > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg > > otokritik) > > > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. > > > 3. Reading only, http://dear.to/ppi > > > 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] > > > 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] > > > 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] > > > > > > Yahoo! Groups Links > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > > > > > > > > > *************************************************************************** > > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia > > yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. > > http://groups.yahoo.com/group/ppiindia > > > > > *************************************************************************** > > > __________________________________________________________________________ > > Mohon Perhatian: > > > > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg > otokritik) > > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. > > 3. Reading only, http://dear.to/ppi > > 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] > > 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] > > 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] > > > > Yahoo! Groups Links > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > pustaka tani > > nuraulia > > > > > > --------------------------------- > > Blab-away for as little as 1�/min. Make PC-to-Phone Calls using Yahoo! > > Messenger with Voice. > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > > > > > > > > > *************************************************************************** > > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia > > yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. > > http://groups.yahoo.com/group/ppiindia > > > > > *************************************************************************** > > > __________________________________________________________________________ > > Mohon Perhatian: > > > > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg > otokritik) > > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. > > 3. Reading only, http://dear.to/ppi > > 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] > > 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] > > 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] > > > > Yahoo! Groups Links > > > > > > > > > > > > > > > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > > > *************************************************************************** > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia > yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. > http://groups.yahoo.com/group/ppiindia > > *************************************************************************** > __________________________________________________________________________ > Mohon Perhatian: > > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. > 3. Reading only, http://dear.to/ppi > 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] > 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] > 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] > > Yahoo! Groups Links > > > > > > > > > > > pustaka tani > nuraulia > > > --------------------------------- > Yahoo! Messenger with Voice. Make PC-to-Phone Calls to the US (and 30+ > countries) for 2�/min or less. > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > > > *************************************************************************** > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia > yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. > http://groups.yahoo.com/group/ppiindia > > *************************************************************************** > __________________________________________________________________________ > Mohon Perhatian: > > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. > 3. Reading only, http://dear.to/ppi > 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] > 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] > 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] > > Yahoo! Groups Links > > > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links pustaka tani nuraulia --------------------------------- New Yahoo! Messenger with Voice. Call regular phones from your PC for low, low rates. [Non-text portions of this message have been removed] *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

