--- In [email protected], aris solikhah 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Mas Alvin,
>    
>   JIka ingin semuanya damai tidak ada perang, akan sulit jika 
mengharapkannya di dunia. Insya Allah nanti kalau sudah di 
akhirat nanti, setelah hari penghisaban. Dijamin tidak ada 
perang..karena manusia akan dimintai 
pertanggungjawabannya. Masuk neraka atau surga. jadi mas 
Alvin sabar ya. Tapi entahlah mas Alvin percaya ada akhirat apa 
nggak.

AD: yah pokoknya selama saya hidup, saya tidak mau ikut2an 
perang...berpolitik menindas orang lain, dan menyalah2 kan 
agama orang lain...
soal akhirat saya no comment...i don't even die yet.
tapi kalau hukum karma, saya percaya itu berlaku utk semua 
orang...


>    
>    Aturan itu dibutuhkan untuk meminimalisasi kehancuran dan 
mencapai kedamaian. Jika ingin damai secara 100 persen, 
hanya ada di kampung akhirat. 
>    
>   bagaimanalah bisa mas meminta seorang atau beberapa 
orang yang mengaku beragama tak sekedar KTP untuk bisa 
membuat dunia lebih baik, sedang manusia tak cuma di huni 
satu atau beberapa orang? Mas sendiri....? 
>   Orang beragama atau tidak beragama tidak ngaruh itu perlu 
ditelaah. 
>    
>   Kalau orang memakai baju tetap saja dia kena panasnya 
sinar matahari, lalu dia berpikir ah pakai baju atau tidak sama 
saja kena panas sinar matahari. Mending nggak pakai baju 
sekalian. 
>    
>   GImana kalau yang salah bukan agamanya tapi 
pelaksananya atau manusianya. Gimana kalau agamanya 
sudah salah, tentu pelaksanannya pasti salah juga kan. 
>   Lalu mengambil kesimpulan ada agama atau tidak sama 
saja dan putus asa, ah nggak beragama sekaliyan. sama saja 
ko.
>    
>   Jika mas merasa nyaman tanpa agama, bagaimana konsep 
mas mendamaikan manusia? Mas Alvin, selalu mengkritik aris 
dan orang beragama namun tak punya konsep bagaimana 
seharusnya? Punya keinginan damai namun tak punya gagasan 
konsep hingga tataran aplikasi yang banyak di dukung atau 
setujui orang? Padahal mas itu kritis dan cerdas. Kalau mas 
punya konsepnya, mas harus beraksi juga. 

AD: nah itu dia, kembali ke agama2...
semakin banyak agama, manusia akan semakin mengalami 
segregasi, semakin banyak hambatan, semakin banyak aturan/ 
norma pembatas antar sesamanya...
sebagai contoh yg kamu bilang, kamu anti-liberalism (liberalism 
jenis apa?)...apa gunanya fatwa?

banyak orang kristen yg tidak suka terhadap non-kristen karena 
dianggap 'tidak akan selamat'...bahkan yg sangat fanatik dan 
radikal, menganggap bahwa nabi2 setelah Isa adalah false 
prophets...kacau kan...bikin rusuh.
saya pribadi memilih melihat orang dari apa yg sudah diberikan 
kepada sesamanya...bukan dari pengetahuannya terhadap kitab 
suci.

entah Kristen dan Islam, bersedia membawa kitab sucinya bila 
dikritik...dan itu semua kembali kepada hal kepercayaan dan 
keyakinan...apakah pandangan kitab suci masing2 bisa diterima 
kedua belah pihak?
sebagian besar tidak kan?
pola berpikir saya semakin bebas ketika saya 'jauh' dari ikatan 
dogma yg tidak baik...
kamu benar, sebagian besar ajaran agama mengajarkan 
kebaikan...tapi lihat ke orangnya...membuat tafsir sendiri, 
mengatasnamakan agama, lalu membunuh sesamanya?
mendamaikan manusia? tanpa agama dan dengan agama pun 
pasti sulit...

saya memilih mendamaikan orang2 bertikai dan berperang 
dengan cara memberi contoh yg damai, beramal, tidak 
meracuni org dgn agama kita, tidak memaksakan kehendak 
sendiri, dan yg pasti tidak merasa benar sendiri...
saya manusia biasa, punya banyak dosa...
tapi yg penting, hal se-sensitif agama tidak dijadikan alat politik 
utk melawan orang yg berseberangan dgn kita!
kalau ingin berbuat baik, tidak perlu alasan apapun...bukan 
janji2 tentang surga, ataupun keabadian...

i just wanna do it...simple kan?
bukan perintah siapa2...tapi instink manusia utk mengasihi.


>    
>   Itu namanya malah yang disebut utopis atau mimpi. Mending 
aris punya impian hidup sejahtera dengan konsep syariat Islam. 
Meski butuh proses dan jalannya sulit, tapi ada peluangnya. 
Sudah pernah dibuktikan pula saat Umar Bin Abdul Aziz pula.
>   salam,
>   aris
> 

AD: mendamaikan orang bukan mimpi ris, mempunyai agama 
seperti dikau juga itu mutlak keinginan dikau...
tapi ingat...agamamu bukan pedang dan api, agamamu adalah 
oasis di padang gurun...
menjadi penyegar bukan pemecah belah!


salam damai manusia biasa...
alvin.
>





***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke