http://www.jurnalperempuan.com/yjp.jpo/?act=berita%7C-545%7CP Senin, 20 Maret 2006 Kabar dari Surabaya Anggaran Kespro Pemkot Surabaya Jauh Dari Kebutuhan Minimum Perempuan Jurnalis : Eko Bambang S. Jurnalperempuan.com-Surabaya. Selama empat tahun terakhir, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya masih belum menunjukkan perhatian secara serius terhadap kesehatan reproduksi perempuan. Salah satu bukti nyata dari kurang perhatiannya pemerintah kota Surabaya dapat dilihat dari jumlah anggaran yang dialokasikan untuk kesehatan reproduksi perempuan. Hal ini seperti yang diungkapkan oleh Erma dari Kelompok Perempuan Pro Demokrasi di Surabaya.
Menurut Erma, selama empat tahun terakhir, anggaran khusus untuk kesehatan secara umum yang dialokasikan lewat departemen kesehatan tidak lebih dari 5 persen. Jika anggaran untuk kesehatan secara umum saja hanya 4 persen, maka prosentase anggaran untuk kesehatan reproduksi perempuan dapat dipastikan jauh dari angka tersebut. Data yang diolah oleh KPPD Surabaya menunjukkan, dari tahun 2002 hingga tahun 2005 prosentase alokasi anggaran kesehatan menurun. Pada tahun 2002, APBD Pemkot Surabaya sebesar 1.036.458.393,000 sementara itu alokasi untuk kesehatan adalah 12.225.855.000 atau sekitar 1,18 persen dan alokasi anggaran untuk KB dan kesra wanita dan remaja adalah 0.31 persen. Pada tahun 2003, APBD Pemkot Surabaya adalah 1.198.731.232.000, anggaran kesehatannya 18.677.866.000 atau 1,56 persen dan anggaran untuk KB dan kesra wanita dan remaja adalah 3.717.609.000 atau 0.3 persen. Selanjutnya APBD tahun 2004 adalah 1.399.958.436.928, anggaran kesehatannya adalah 59,155.671.604 atau 4,41 persen dan anggaran untuk KB dan kesra wanita dan remaja adalah 4.427.343.700 atau sekitar 0,25 persen. Sementara itu pada tahun 2005, APBD s 1.645.547.235.101 dan anggaran kesehatannya 58.206.985.841 atau 3,5 persen. Pada tahun 2005 tidak terdapat data untuk anggaran KB dan kesra wanita dan remaja. Data data yang teruraikan diatas sangat jelas menunjukkan bahwa komitmen anggaran Pemkot Surabaya terhadap kesehatan dan kesehatan reproduksi masih sangat rendah. Dari tahun 2002 sampai 2005, rata-rata pemkot menganggarkan kurang dari 5 persen APBD untuk kesehatan, bahkan sebelum tahun 2004 hanya mengalokasikan kurang dari 2 persen. Menurut analisa KPPD, alokasi anggaran diatas jika dilihat berdasarkan distribusi per penduduk sangat minim sekali yaitu untuk tahun 2002 anggaran kesehatan hanya Rp.4.702 / penduduk, bahkan untuk anggaran KB, Kesra Wanita dan Remaja hanya 2.450 / perempuan. Tahun 2004, meskipun anggaran kesehatan meningkat sebanyak Rp.22.753 tetapi anggaran kespro masih sangat minim yaitu 3.375 per perempuan. Anggaran tersebut cukup mengejutkan jika dibandingkan dengan alokasi anggaran untuk kepala daerah pada tahun 2003 yang mencapai Rp. 2.174.600.000 yang hampir 2 kali lipat lebih besarnya dari biaya kesehatan reproduksi untuk seluruh kesehatan penduduk kota Surabaya. (EBS) *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

