hahahhahahaaaa....
   
  kalau saya menilai yg namanya Demokrasi, sebetulnya tidak ada bedanya dgn 
totaliter kekuasaan ,tetapi dalam demokrasi , kekuasaan diambil alih oleh sipil 
atau orang kebanyakan dgn suara terbanyak, termasuk lewat jalan suara keras, 
teriakan keras dan kalau perlu kayu keras, kepalan keras dan bahkan juga 
senjata-senjata berledakan amat keras...
   
  Jadi apa Demokrasi adalah filsafat moral? Maaf, dalam pemahaman saya, 
demokrasi hanyalah referendum atau pengumpulan suara terbanyak dalam pemilihan 
kepemimpinan, pembagian kue bolu kekuasaan termasuk,penentuan sikap, baik itu 
bermoral atau tidak, baik benar ataupun keliru... Ya itulah Demokrasi.. 
   
  Tidak ada pencapaian kebenaran sejati dalam Demokrasi, tetapi hanyalah sebuah 
kemenangan dalam penentuan pilihan!!! Dan yg menjadi pilihan keputusan adalah 
berdasar selera dan kecondongan rasa suka dari sebuah bangsa dalam menentukan 
pilihan.... Jadi kalau bangsa itu adalah bangsa penyamun, maka yg akan dipilih 
juga barangkali adalah eksekutif , legislatif dan yudikatif penyamun juga, dan 
jadilah bangsa itu sarang penyamun...
   
  Sementara itu kita diharap memperjuangkan hak suara secara elegan, maka tokoh 
politik berupaya main kongkalingkong dgn semua pihak dalam rangka 
memperjuangkan kepentingan politiknya, terlepas itu apakah merupakan keinginan 
rakyat kecil, rakyat jelata ataupun wong cilik... jadi yg demokrasi itu hanya 
diakar rumput, dan lembaga diatas melakukan dgn jalan lobi, bagi-bagi rejeki 
dan kalau bisa berkolusi dgn pengusaha kapitalis dalam hal pemenangan suara 
lewat mekanisme rahasia yaitu MONEY POLITICS..
   
  Jadi apakah Demokrasi akan jadi jaminan dalam menuju kemakmuran bersama??? 
Saya kita benar yaitu KEMAKMURAN BERSAMA-SAMA DGN KELOMPOK KITA SAJA, sementara 
 kelompok lain kalau bisa apes, atau biarlah rakyat merana asal kita bisa jaya, 
bisa ternama dan bisa jalan-jalan dgn uang negara...
   
  Dan yg pegang otorita dalam demokrasi adalah dedengkot demokrasi model 
monster amerika, termasuk disini saudara tuanya si anglo saxon Inggris raya yg 
ikut menjaga demokrasi global supaya tetap bisa dalam jalur liberalisasi, 
kapitalisasi, sekulerisasi, materialisasi dan untungisasi( keuntungan 
sebesar-besarnya)..
   
  Dan anak bawang Demokrasi yaitu Indonesia Raya, hanyalah wilayah pinggiran 
demokrasi yg mana dgn Demokrasi akan bisalah utusan-utusan kapitalis 
bergentayangan dalam pembagian kekuasaan, pembagian kue ekonomi dan pembagian 
kenikmatan materi... Coba pikir apa bisa freeport, Newmont ataupun exxonmobile 
bisa bergerak leluasa di Indonesia kita kalau tidak ada utusan Kapitalist 
berkedok demokrat di Indonesia kita??? atau bisakan perusahaan Jepang, Prancis, 
Singapura, Inggris bergentayangan mengeruk keuntungan besar di bumi Indonesia 
kalau tidak ada Demokrasi??? Tidak bukan!
   
  Dari sejarah Demokrasi, baik cetusan dari si anglo saxon John Locke ttg trias 
politika model Demokrasi federal, maupun model Montesguieu yg berpola 
Yudikatif, terlihat bahwa Demokrasi hanya melahirkan penjajahan.. IMPERIALISME 
ATAS YG KUAT PADA YG LEMAH... Jadi yg lemah suara, lemah senjata dan lemah 
ekonomi akan jadi santapan yg kuat ekonomi, kuat senjata termasuk kuat syahwat 
berkuasa ala si saraf Niesche...
   
  Sejak gagasan Demokrasi di Yunani era Plato, lalu Romawi, berikutnya Union 
Jack Inggris Raya era Victoria,-berlanjut ke Egalite-fraternite-liberte ala 
Prancis yg romantis tapi sadis dgn pisau guilotine, berlanjut ke demokrasi 
liberal ala Amerika laknatullah tukang serbu, telihat demokrasi berjalan di 
jalan darah, mayat, senjata dan ratap tangis..
   
  Jadi apa Demokrasi adalah suci??? bulshit!!!... penjajahan adalah produk 
sampingan dari Demokrasi sejak era greek Yunani hingga era si bush amerika 
tukang pre emptive strike... Demokrasi dilakukan dgn jalan senjata, lewat jalur 
pemaksaan power kekuatan fisik, dan kalau perlu dgn penundukan ekonomi lewat 
jalur kapitalisme gaya ketergantungan ekonomi dari yg kuat modal terhadap yg 
seret modal...
   
  Maka konklusinya atau kesimpulan menurut paradigma saya, Demokrasi itu tidak 
hanya Democrazy, tetapi sudah tergolong DEMOKERASI: yaitu demokrasi yg dicapai 
atau diupayakan dgn teriakan keras, suara keras, demo keras dgn batu, kepalan, 
tongkat kayu, termasuk kemarahan berujung pembakaran atu amuk massa... 
   
  Sementara ditingkat negara atau states, demokrasi ditegakkan dgn jalan 
penyerbuan pendahuluan, serangan kilat, pendudukan dan pembubaran sebuah negara 
demi penegakan DEMOKERASI GLOBAL.. Dan Irak adalah contoh terbaik dari 
penerapan demokerasi!!!
   
  Sang
   
   
  Peneliti Demokrasi...
   
   
   
   
   
  From: Harry Adinegara <[EMAIL PROTECTED]> 
Date: Sun Mar 26, 2006  4:14 pm 
Subject: Democracy bukan DemocraZy! 
   
   
   
 
   

          
Bicara soal demokrasi, perlu di-ingat bahwa demokrasi adalah sebuah filsafat.  
Filsafat demokrasi di-canangkan, dilahirkan ,dijadikan filsafah, tidak lain  
adalah sebuah kendaraan/metode bagaimana caranya serombongan manusia yang  
terkait dalam suatu negara mengorganisir dirinya mengejar kemauan bersama untuk 
 sama-sama menjadi makmur!       Siapa yang pegang otoritas dalam mengejar 
kemakmuran melalui cara  ber-demokrasi...tidak lain adalah rakyat. Rakyat 
adalah pemegang supremasi  kekuasaan, kemudian rakyat mendelegasikan kekuasaan 
ini melalui wakil2, pilihan  rakyat untuk mengatur negara demi kepentingan 
bersama.       "Kapital" apa yang dipunyai oleh rakyat dalam melaksanakan 
impiannya menuju  negara makmur melalui wakil2 yang dipilihnya, tidak lain 
"kapital" ini yalah  ...hak pilih yang dipunyai oleh rakyat menurut filsafah 
demokrasi. Universil  suffrage, hak pilih rakyat adalah mutlak ciri dari suatu 
negara yang  mencanangkan demokrasi sebagai kendaraan mengejar kemakmuran
 bersama. Satu orang  satu suara adalah hak universil semua orang yang akan 
berkiprah ke masa depan  yang lebih baik dengan cara hidup ber-demokrasi.       
Baiknya kita simak bersama suatu episoda dalam sejarah kemanusiaan dimana  
pergulatan antara falsafah demokrasi versus falsafah oposantnya yakni falsafah2 
 semacam nazi-isme, fascisme, tirani dan segala macam isme lain dimana 
kekuasaan  mutlak dipegang oleh seorang atau segolongan tanpa mandat dari 
rakyat,  memerintah tanpa kuasa yang didelegasikan oleh rakyat.       Kita 
simak secara ringkas apa yang dikatakan oleh Winston Churchil. Kenapa  kita 
ambil Churchil sebagai sebuah stepping stone untuk membedakan arti  demokrasi 
dan falsafah lain yang bertentangan dengan azas demokrasi? Tidak lain  Winston 
Churchill adalah tokoh dalam Perang Dunia Ke-2 dimana kedua falsafah  Demokrasi 
dan Facisme ,clash untuk hegemoni dunia  dan hegemoni kebenaran dan  keadilan.  
   Apa yang dikatakan oleh Winston Churchill dibawah ini ibaratnya
 tersirat-lah  .......apa itu artinya falsafah demokrasi!.          "We accept 
in the fullest sense of the word the settled and persistent         will of the 
people. All this idea of a group of supermen and super-         planners, such 
as we see before us, "playing angel", as the       French  call it, and making 
the masses of the people do what they think         is good for them, without 
any check or correction, is a violation         of democracy. Many forms of 
Government have been tried, and         will be tried in this world of sin and 
woe. No one pretends that   democracy is perfect or all-wise. Indeed, it has 
been said that demo         cracy is the worst form of governmnet except all 
those other forms that  have been tried from time to time; but there is the 
broad feeling in         our country that the people should RULE, CONTINUOUSLY 
RULE, and that  PUBLIC OPINION, expressed by all constitutional means, should 
shape, guide and  CONTROL the actions of Ministers, who are
 their servants and not their masters"       Perjalanan yang bisa dilihat dan 
disimak soal lahir dan hidupnya falsafah  demokrasi tidak jalan secara mulus. 
Banyak disana sini menunjukan kekurangannya  tapi ternyata falsafah, idee 
inilah sampai sekarang , se-tidak2nya , menunjukan  memberikan bukti nyatanya 
bahwa falsafah demokrasi adalah the ...best, save the  others.       Bila kita 
tinjau bagaimana negara kita mencoba juga idee falsafah demokrasi  ini, sejak 
era pasca kemerdekaan. Ternyata halangan terwujutnya idee demokrasi  banyak 
menghadapi  rintangan ,percobaan dan achirnya juga mengalami kegagalan di  
tangan pemimpin yang tidak becus.     Dari demokrasi terpimpin ala Soekarnoa 
sampai ke Demokrasi ala Soeharto dengan  memberikan label2an yang muluk2 
seperti Pesta Demokrasi dalam Pemilu semua idee  demokrasi dan falsafah 
demokrasi menjadi falsafah yang DEMOCRAZY. idee demokrasi  yang dipelintir 
menjadikan idee agung ini dimana rakat pegang hegemoni menjadi  terbalik, dan 
rakyat
 jadi budak beliannya penguasa. Idee demokrasu jadi CRAZY  ditangannya sang 
tiran yang ...menurut Chruchill seperti..."playing the angel".     Idee 
demokrasi di era reformasi (kalau masih ada) jadi idee demokrasi yang  tidak 
saja CRAZY tapi jadi demokrasi 3D(DelDel Duwel) Kenapa bisa jadi 3D, ya  karena 
sistim tirani (Orba) residu masih berkecamuk ditambah lagi para birokrat  
mengadakan serangan ...all out... ke pundi2 harta rakyat Indonesia.       
Apakah pemilu yang lalu adalah suatu pengejawantahan hak rakyat yang tertinggi  
seperti yang terkandung dalam falsafah demokrasi?. Walaupun fihak 
internasional,  bahkan Jimmy Carter pun mengatakan bahwa pemilu kita adalah 
pemilu yang fair dan  honest, tapi tidak bisa disangkal melihat ...after the 
fact...bahwa "pilihan"  rakyat, yakni "wakil2" rakyat adalah pilihan yang 
dipilih  karena kuasa duit.  Para wakil rakyat sekarang adalah pilihan dari 
hasil pembelian oleh residu orba  dan kekuatan2 yang menginginkan status quo.   
    Apakah ini
 demokrasi dalam arti sucinya? Demokrasi yang sampai saat ini di  geluti di 
negara kita ini, yang a.l. sudah me-"menangkan" satu tonggak ciri2  demokrasi 
seperti freedom of speech, apakah freedom of speech ini punya dampak  yang 
positip bagi rakyat? positip seperti yang di harapkan oleh filsafat  demokrasi 
yakni ....memakmurkan rakyat! Kritik yang positip pun achirnya hanya  sampai ke 
sasaran orang2 yang tuli.       Jadi achirulkalam: demokrasi bisa bermakna suci 
apabila rakyat menjadi masters  of their destiny dan bukan mengejar kemakmuran 
dengan menerapkan demoCRAZY...  benar2 crazy kondisi negara saat ini, simple as 
that!       Harry Adinegara    


                
---------------------------------
Blab-away for as little as 1ยข/min. Make  PC-to-Phone Calls using Yahoo! 
Messenger with Voice.

[Non-text portions of this message have been removed]



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke