kalo gitu apa bedanya anggota dpr sama maling ayam hehehe..... Ambon <[EMAIL PROTECTED]> wrote: http://www.kompas.com/kompas-cetak/0512/24/utama/2318213.htm
Rombongan DPR Sembunyi Saat Tiba di Bandara Soekarno-Hatta Kucing-kucingan, Coba Kelabui Pers Oleh SUTTA DHARMASAPUTRA Jakarta, Kompas - Rombongan studi banding Badan Urusan Rumah Tangga Dewan Perwakilan Rakyat ke Mesir yang banyak dikritik masyarakat, Jumat (23/12), tiba di Tanah Air. Seperti saat mereka berangkat, kepulangan para wakil rakyat itu juga dilakukan secara sembunyi-sembunyi, menghindari kejaran pers. Dari 15 anggota Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) yang pergi ke Mesir, yang kemarin tiba di Tanah Air baru delapan orang. Enam orang lainnya, menurut informasi, mampir di Singapura. Seorang lainnya, Djoko Edhi Soetjipto Abdurahman, sudah pulang hari Rabu lalu. Djoko Edhi saat tiba di Indonesia justru mengundang pers datang ke bandara dan menggelar jumpa pers. Berbeda dengan Djoko Edhi, kedatangan delapan anggota BURT kemarin justru diam-diam dan menghindari pers. Ini terlihat sejak pesawat yang mereka tumpangi mendarat di Bandar Udara Soekarno-Hatta, Cengkareng. Mereka tidak keluar dari Terminal 2D yang biasanya dipakai untuk kedatangan internasional. Mereka juga tidak keluar dari Ruang VIP, tetapi langsung diangkut bus khusus PT Angkasa Pura dan keluar dari pintu petugas landasan, apron. Beberapa anggota rombongan ke Mesir ini memang anggota Komisi V DPR yang dalam tugasnya sehari-hari memiliki salah satu mitra Departemen Perhubungan. Diduga hal inilah yang membuat mereka tidak terlalu sulit untuk mendapatkan "fasilitas" pendaratan luar biasa itu. Meski demikian, ibarat asap, kendati ditutup-tutupi, akhirnya menyembul juga. Terlebih karena adanya bantuan masyarakat dan kerja sama pers. Sejak Kamis malam rencana kepulangan anggota BURT ini sudah tercium pers karena ada anggota masyarakat yang membocorkan rencana itu. Alhasil, pers mendapat informasi bahwa rombongan DPR itu akan tiba di Jakarta menggunakan Qatar Airways, transit di Singapura, dan kemudian langsung dibawa ke Hotel Sheraton, Bandara Soekarno-Hatta. Seorang petugas di Ruang VIP pun, saat dikonfirmasi soal ini kemarin siang, membenarkan adanya rencana itu. Dia membenarkan adanya pemesanan bus PT Angkasa Pura untuk menjemput tamu VIP. Namun, dia menjelaskan, bus ini tidak seperti biasanya membawa tamu ke Ruang VIP, tetapi langsung membawa tamu ke Hotel Sheraton. "Ada permintaan khusus," begitu istilahnya. Sesaat setelah pesawat Qatar Airways dari Doha yang transit di Singapura itu mendarat di Bandara Soekarno-Hatta, bus PT Angkasa Pura ternyata benar-benar terlihat keluar dari pintu khusus yang biasanya dipakai untuk masuk keluar petugas landasan. Awalnya sulit menduga apakah bus berwarna biru muda bernomor polisi B 7546 BO itu memang benar-benar berisi rombongan anggota BURT. Namun, setelah bus mendekat dan wajah salah seorang anggota rombongan terlihat, yaitu Choirul Shaleh Rasyid dari Fraksi Kebangkitan Bangsa, kalangan pers menjadi yakin. Kebetulan, Choirul duduk di kursi paling depan di sebelah sopir. Begitu melihat ada kamera menyorot dari depan, Choirul yang berkacamata hitam, baju putih, dan berjas warna gelap langsung menaruh tangan di kening dan melorotkan tubuhnya. Siapa saja anggota DPR yang ada dalam bus sulit dipastikan. Yang terlihat di kursi sisi kanan, di belakang sopir, adalah sejumlah perempuan yang semuanya berkacamata hitam dan berkerudung. Seperti diberitakan, ada enam istri anggota DPR yang ikut rombongan itu. Bermanuver Mungkin karena sadar diikuti pers, upaya penghindaran pun terjadi, layaknya artis dikejar-kejar kru infotainment. Bus mereka berusaha berputar, bermanuver mencari jalan alternatif, tetapi gerakan itu terus diikuti pers. Untuk menuju Hotel Sheraton, mereka tidak menggunakan jalan biasa, tetapi melalui jalan alternatif, melewati pos penjagaan, dengan harapan bisa lolos dari kejaran pers. Namun, kendaraan pers justru lolos karena petugas pos menduga kendaraan pers sebagai bagian dari rombongan DPR. Karena tak bisa lepas dari kuntitan kendaraan pers, bus itu berbelok lagi ke arah Integrated Bussines Park Soewarna Cargo. Di areal itulah pers kehilangan arah karena sopir kendaraan yang ditumpangi awak pers tak kenal seluk-beluk jalan di sana. Belakangan bus itu diketahui kembali masuk ke bandara. Bus tersebut terlihat di kejauhan. Namun, mobil pers tidak bisa membuntuti lagi karena jalur masuk itu memang terlarang untuk kendaraan pribadi. Sejumlah wartawan yang menunggu di Hotel Sheraton juga tidak menemukan mereka. Demikian juga yang menunggu di Ruang VIP atau di Terminal 2D. Lihai Berbeda dengan saat keberangkatan, kali ini para politisi itu lebih lihai berkelit dari kejaran pers. Namun, ketika dikonfirmasi melalui telepon semalam, Choirul mengakui yang terlihat duduk di kursi depan bus memang dirinya. "Ketok yo, (Kelihatan ya)," ucapnya sambil tertawa. Namun, Choirul menegaskan, dia sempat bermaksud turun dari mobil menemui pers. Namun, karena anggota rombongan lain ingin menghindar, akhirnya dia mengikuti rombongan. Selain Choirul, dalam bus itu ada Abdullah Azwar Anas (F-KB), Rendhi Lamadjido (F-PDIP), Elva Hartati Murman (F-PDIP), Suwignyo (F-PDIP), Nizar Dahlan (F-BPD), Mukhtaruddin Dahlan (F-PG), dan Denny Sultandi Hassan (F-PD). Selebihnya, termasuk Ketua BURT Roestanto Wahidi (F-PD), masih transit di Singapura karena berbagai urusan. "Mungkin baru tiba di Indonesia Sabtu pagi," kata Choirul. Belum jelas, dengan cara apa keenam wakil rakyat itu akan tiba di Tanah Air. [Non-text portions of this message have been removed] *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] SPONSORED LINKS Cultural diversity Indonesian languages Indonesian language learn Indonesian language course --------------------------------- YAHOO! GROUPS LINKS Visit your group "ppiindia" on the web. To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service. --------------------------------- --------------------------------- Blab-away for as little as 1ยข/min. Make PC-to-Phone Calls using Yahoo! Messenger with Voice. [Non-text portions of this message have been removed] *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

