Tuhan = Deus, sebuah energi tak terbatas yg berhasil 
menciptkakan bumi ini dalam waktu 0,003 detik (Big bang 
theory) dan mengisi penghuni bumi dalam waktu milyaran 
tahun, mempunyai kekuatan utk menghancur leburkan dunia 
dgn tsunami, volcano, banjir, badai petir, badai gurun, gempa 
bumi, dan tornado...

tuhan, satu bentuk yg dipercaya adalah pelindung dan 
penghancur alam semesta sampai sekarang masih tetap dicari 
dengan penciptaan berjenis2 doktrin, dari taurat, kristen, budha, 
islam, dan animisme...

entah kapan kedatangan Nya akan tiba, karena smp sekarang 
milyaran orang di dunia tetap menantikan peristiwa itu yg 
dikenal dgn Armageddon (Hebrew), atau Ragnarok 
(Scandinavian)...

tuhan oh tuhan.....





--- In [email protected], "RM Danardono HADINOTO" 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> --- In [email protected], Lina Dahlan <linadahlan@> 
wrote:
> >
> > ----------------------
> Secara metafisik, Tuhan sendiri adalah Zat yang Tidak 
Berbatas. 
> Jadi, Tuhan sendiri merupakan Kebebasan Mutlak- -- (bukan 
bebas 
> mengartikan  Tuhan...:-)--.
> Segala bentuk keterpisahan adalah pembatasan dan pada 
tingkat 
> tertentu merupakan penghambaan. Hanya dalam Tuhan kita 
benar-benar 
> bebas, dan Tuhan telah memberikan kepada kita kebebasan 
berkehendak 
> agar kita dapat secara bebas menyerahkan kebebasan 
kehendak ini 
> kepada Kehendak Tuhan dalam rangka meraih kemerdekaan 
murni, yaitu 
> kemerdekaan dari penjara ego kita yang terbatas dan dari 
penjara 
> nafsu kita yang tak bertepi, yang melahirkan gelombang 
> keinginandan hasrat maya yang tidak ada cukupnya, yang 
pada akhirnya 
> akan menjadi suatu kebutuhan dan ketergantungan bagi 
manusia. Suatu 
> kali dipertanyakan kepada pemimpin sufi Khurasan 
Bayazid,"Apa yang 
> kau inginkan?" Beliau menjawab, "Saya ingin agar tidak 
berkeinginan"
> ------------------------
> 
> DH: Setuju. Secara metapisik yang kita sebut Tuhan, adalah 
"zat" 
> yang tak terbatas.
> 
> menarik, perbandingan dengan konsep keTuhanan yang lain. 
Dalam 
> ajaran Siddharta, yang dikenal sebagai "Tuhan" adalah 
sesuatu yang 
> tak terbatas.
> 
> "Udana VIII: 3:
> 
> Ketahuilah para Bhikkhu bahwa ada sesuatu Yang Tidak 
Dilahirkan,
> Yang Tidak Menjelma, Yang Tidak Tercipta, Yang Mutlak. Duhai 
para
> Bhikkhu, apabila tidak ada Yang Tidak Dilahirkan, Yang Tidak
> Menjelma, Yang Tidak Diciptakan, Yang Mutlak, maka tidak 
akan
> mungkin dapat bebas dari kelahiran, penjelmaan, 
pembentukan,
> pemunculan dari sebab yang lalu...."
> 
> Apa yang disebut dengan "Yang Tidak Dilahirkan, Yang Tidak 
Menjelma,
> yang Tidak Tercipta..." itu mengacu pada nibanna, yakni suatu
> kondisi yang terbebas dari penderitaan dan kekotoran batin 
atau
> mewujudnya sifat-sifat "Tuhan" dalam diri manusia. Jadi tidak
> mengacu pada suatu Tuhan persona sebagaimana yang 
diyakini oleh
> penganut agama samawi. 
> 
> Kata "didalam Tuhan" yang mbak Lina gunakan, sejajar 
dengan 
> pengertian "mengikuti hukum alam ilahi" dalam mewujudkan 
nibhana, 
> yang akan membawa manusia dalam kondisi spiritual yang 
tertinggi.
> 
> Sesuai dengan apa yang mbak Lina katakan, kebebasan 
manusia, 
> mencakup kebebasan tidak mengikuti hukum alam nibhana, 
yang akhirnya 
> mengakibatkan kondisi manusia yang kian menjauhi 
kesempurnaan 
> spiritual.
> 
> Apa yang mbak Lina gambarkan, sebagai kalimat Khurasan 
Bayazid,"Apa 
> yang kau inginkan?" Beliau menjawab, "Saya ngin agar tidak 
> berkeinginan", adalah tepat, apa yang sang Siddharta 
ajarakan dalam 
> azas "anatta", atau "Tiada Aku".
> 
> Dalam pembebasan diri dari keinginan ini, yang dalam 
konsep 
> buddhawi, dinamakan "kemelakatan", maka manusia akan 
"terbang" 
> menjauhi kondisi duniawi yang penuh kesengsaraan 
(dukkha), dan 
> ketidaksempurnaan.
> 
> Sebaliknya, kemelekatan ini, yang terwujud dalam ikatan 
nafsu, 
> angkara, ambisi, dlsb. menimbulkan perilaku manusia yang 
merusak 
> (konflik, penindasan, kemaksiatan, kebohongan).
> 
> Dalam mencapai kondisi spiritual yang tinggi, Siddharta 
mengajarkan 
> mengenai Delapan Jalan Mulia (athangikamagga), yakni:
> 
> I. Pemahaman Benar (Samma Ditthi)
> II. Pemikiran Benar (Samma Sankappa)
> III. Ucapan Benar (Samma Vaca)
> IV. Perbuatan Benar (Samma Kamanta)
> V. Penghidupan Benar (Samma Ajiva)
> VI. Usaha Benar (Samma Vayama)
> VII Perhatian atau Kesadaran Benar (Samma Sati)
> VIII. Meditasi Benar (Samma Samadhi)
> 
> Dalam mengemudi mobil,. secara tekhnis, kita bebas 
menancap gas, 
> mengikuti rambu lalulintas demi kesejahteraan semua 
pengguna jalan, 
> atau juga melindas pejalan kaki, menabrak pohon, masuk 
jurang.
> 
> Semua adalah pilihan kita.
> 
> Sufi Khurasan Bayazid,"Apa yang kau inginkan?" Beliau 
> menjawab,  "Saya ingin agar tidak berkeinginan"
> 
> You are right!
> 
> 
> Salam
> 
> danardono
>







***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke