kenapa sih kok kita selalu nyalahin orang yahudi..? khas banget deh bangsa minder yang bisanya cuma nyalahin orang lain....
Lha gimana enggak minder bangsa ini emang sudah kehilangan kepribadian kok... buktinya aja udah punya Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika masih mau diganti pakai hukum, budaya dan adat kearab-araban. Udah ada batik, kemben, ulos , songket dsb yang indah-indah lebih bangga pake sorban, jilbab dan jubah-jubah arab yang bikin panas.... Udah ada nama - nama jawa, sunda, bali, batak yang artinya bagus - bagus tapi lebih seneng pake nama - nama arab... Lha udah jelas bangsa sendiri yang enggak menghargai dirinya, jadi minder, terus nyalah-nyalahin bangsa lain.... Emang bangsa geblek --- In [email protected], "Radityo" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Iya pak, sampeyan bener. Memang Yahudi menguasai segalanya, termasuk > onggokan emas untuk dipersembahkan kepada Yahweh. > > Mereka punya target, 50 tahun lagi bangsa pilihan Yahweh tersebut > akan meninggalkan Bumi menuju planet lain.....tentu saja Pak Nizami > tak diajak ikut serta... > > > > > --- In [email protected], A Nizami <nizaminz@> wrote: > > > > Boleh dikata sebagian besar perusahaan minyak dunia dimiliki oleh > Yahudi, khususnya keluarga Rockefeller misalnya: Exxon-Mobil, > Chevron, Standard Oil. Mereka menguras minyak dan gas di berbagai > dunia: > > > > > http://www.the7thfire.com/new_world_order/final_warning/Seven_Sisters_ > and_Club_of_Rome.html > > > > According to 1993 sales figures, this is how the Sisters stacked > up, compared to other American industries: > > > > 3) Exxon ($ 97,825,000,000) > > 6) Mobil ($ 56,576,000,000) > > 9) Texaco ($ 34,359,000,000) > > 11) Chevron ($ 32,123,000,000) > > 17) Shell ($ 20,853,000,000) > > > > Bayangkan, tahun 1993 saja penjualannya mencapai 2.400 trilyun > rupiah lebih! Itu baru 5 perusahaan. > > > > Jadi saat ini dunia, termasuk Indonesia migasnya dikuras > perusahaan Yahudi. > > > > Wassalam > > > > Satrio Arismunandar <satrioarismunandar@> wrote: > > R Prajatna Koesoemadinata, > > Ahli Geologi Minyak Bumi ITB > > > > "SBY Ditekan Bush" > > > > Ribut-ribut soal 'emas hitam' alias minyak bumi tak > > hanya terjadi di Timur Tengah. Indonesia, sebagai > > negara yang di anugerahi kekayaan alam yang luar biasa > > oleh Allah SWT, ternyata menyimpan kandungan 'emas > > hitam' dengan potensi yang sangat besar. Tak heran, > > jika pihak asing, terutama perusahaan asal > > Amerika-dengan bantuan lobi politik pemerintahnya, > > ngotot mati-matian untuk menguasai Blok Cepu, ladang > > minyak yang berada di wilayah Pemda Jawa Tengah dan > > Jawa Timur. Sehari sebelum kedatangan Menlu AS > > Condoleeza Rice ke Indonesia, kado istimewa berupa > > ladang minyak tersebut diberikan kepada Exxon Mobile, > > yang dengan sendirinya memberikan keuntungan bagi > > kepentingan AS. Aksi tipu-tipu ini jelas merugikan > > bangsa Indonesia. Namun, pemerintah seolah tak kuasa > > menahan hasrat para kafir kapitalis tersebut untuk > > menguasai kekayaan alam negeri ini. Presiden SBY, > > dituding bertanggung jawab dalam hal ini. Bagaimana > > sebenarnya Blok Cepu itu? Apakah bangsa ini mampu > > untuk mengelolanya sendiri? Berikut perbincangan > > wartawan SABILI Artawijaya, Eman Mulyatman, Rivai > > Hutapea dan Fotografer Arief Kamaluddin dengan R. > > Prajatna Koesoemadinata, ahli Geologi minyak bumi dari > > Institut Teknologi Bandung yang pernah terlibat aktif > > dalam meneliti Blok Cepu. wawancara berlangsung > > dikediaman pensiunan guru besar ITB tersebut dikawasan > > sejuk Dago, Bandung, Jawa Barat, pada Kamis (09/06). > > > > Anda pernah punya pengalaman dalam meneliti Blok Cepu. > > Bisa diceritakan? > > > > Mengenai Blok Cepu itu sudah diketahui sejak lama, > > sebagai suatu daerah penghasil minyak bumi. Mungkin > > salah satu daerah tertua di dunia ini yang punya > > sumber minyak bumi. Bahkan sejak abad 19 sudah tahu > > disana ada ladang minyak. Produksi minyak disini > > sangat besar, dan sudah diketahui sejak lama. Hanya > > saja, Belanda pada waktu itu sesuai dengan zamannya, > > masih belum canggih peralatannya. Cara pencariannya > > juga sangat sederhana. Sesudah perang dunia kedua > > Belanda pernah mengambil alih kembali. Kemudian > > terjadi kemerdekaan dan lading minyak itu kembali ke > > tangan kita. Kemudian ladang minyak itu diambil alih > > oleh Permina (Perusahaan Minyak Negara, red) namanya > > waktu itu. Pada waktu itu Permina, entah kenapa tidak > > melakukan apa-apa. Mungkin daerah itu dianggap sudah > > tua, dianggap minyaknya sudah sedikit, banyaknya air. > > Kemudian diambil alih oleh Lemigas waktu itu. Kemudian > > digunakan oleh Lemigas untuk training. Para insinyur > > perminyakan itu dilatih disana. Pada waktu daerah > > darat di Jawa tidak dperkenankan dikontrakan oleh > > pemerintah kepada pihak asing. Hanya Permina yang > > boleh, dan itu ada ketentuannya. Bahkan sampai > > sekarang juga kalau kita lihat, minyak bumi Jawa itu > > praktis dikelola Pertamina, nggak ada yang dikuasai > > pihak asing, kecuali sekarang soal Cepu ini. Tapi > > akhirnya waktu itu, karena agak luas lahannya, ladang > > minyak itu agak terlantar. Pada waktu itu memang > > daerah itu sudah di blok-blok. Waktu itu ada Blok > > Cepu, Blok Tuban dan satu lagi saya lupa. Mulai tahun > > 90-an, kalau nggak salah, ada satu ketentuan dimana > > Jawa boleh melibatkan pihak asing apa yang disebut > > dengan JOB (Joint Operation Body) dengan Pertamina, > > dimana tetap yang menghandle itu orang Pertamina. > > Meskipun ada orang asing yang duduk dalam kerjasama > > itu. Sebelum tahun 90-an ini ada suatu ketentuan dari > > pak Harto dimana perusahaan nasional boleh ikut serta > > mengeksplorasi minyak bumi. Sebelumnya Pertamina itu > > tidak memberikan konsesi atau blok-blok tapi > > memberikan kontrak production sharing, bagi hasil yang > > sifatnya komersil bukan konsesi. Jadi kalau ada hasil > > dari minyak tersbut, Pertamina dibagi. Dan selama > > minyak itu ada di dalam tanah negeri ini, itu milik > > negara. Jadi perusahaan asing itu tidak boleh > > mengklaim itu sebagai aset. Nah, belakangan peraturan > > itu berubah, terutama setelah reformasi. Muncullah UU > > Migas yang baru, dimana berubah drastis yang membuka > > peluang bagi pihak asing untuk memiliki konsesi. > > Kemudian juga muncul perusahaan swasta nasional > > seperti Humpuss Patragas, Medco dan lain-lain. > > > > Bagaimana hasil penelitian Anda waktu itu? > > > > Saya memang pernah diminta Humpuss untuk melakukan > > studi di Blok cepu sebelum tahun 90-an. Saya pimpinan > > studi waktu itu. Kita cari potensinya, apakah masih > > ada minyak buminya. Waktu itu saya lihat potensinya > > besar. Dan waktu itu belum disentuh. Data-data dan > > survai sebelumnya, belum mengetahui soal potensi itu. > > Berdasarkan penelitian inilah ada kemungkinan bangsa > > Indonesia untuk meningkat produksi Migas dengan > > mengeksplorasi lapangan-lapangan tua tersebut, selain > > ada peluang untuk mendapatkan cadangan-cadangan baru > > dilapisan bawah. Itu sudah saya survai. 99% saya > > pastikan minyakbumi ada disitu Hasil studi itu > > dilaporkan ke Pertamina, kemudian terjadi negosiasi > > yang cukup panjang, hampir setahun. Meski Humpuss > > waktu itu milik Tommy Soeharto, namun dia tidak mudah > > untuk mendapatkan konsesi ini. > > > > Blok Cepu bisa jatuh ke Exxon Mobile (EM) dengan > > pembagian, yang kabarnya juga membingungkan? > > > > Memang orang kurang paham soal Cost Recovery (biaya > > recovery). Biaya recovery ini yang banyak dimanfaatkan > > perusahaan asing. Misalnya pemerintah dapat 85%, > > padahal dari 85% itu pemerintah harus membayarkan > > semua biaya-biaya itu. Sehingga akhirnya pemerintah > > tidak dapat apa-apa. Kalau biaya recovery ini tidak > > terkontrol dengan baik, negara akan rugi. Ini banyak > > orang tidak tahu. Di biaya recovery itulah sering > > terjadi penyelewengan yang luar biasa. Korupsi > > besar-besaran disana. Dan kalau seandainya asing yang > > mengendalikan ini, maka pemerintah akan kesulitan > > untuk mengontrol. > > > > Contoh kongkret peluang penyelewengan biaya recovery? > > > > Misalnya begini, kita mengadakan operasi, itukan > > membutuhkan biaya. Nah, biaya ini nantinya akan > > diminta lagi ke pemerintah. Nah, waktu mereka nanti > > minta biaya itu banyak peluang untuk terjadi mark up, > > banyak biaya yang nggak jelas. Biaya main golf, nanti > > bisa dimasukan ke biaya produksi. Banyak biaya yang > > menguap nantinya. Kalau diusut soal ini, wah peluang > > korupsinya luar biasa. > > > > Kenapa pemerintah terkesan jauh-jauh hari lebih > > condong ke EM, ketimbang Pertamina? > > > > Itu saya kira tak lepas dari masalah politik luar > > negeri AS. Dan ini juga masalah legalitas. Dan waktu > > kita lihat dan melakukan survai seismic, sangat kita > > lihat prospek-prospek dalam terumbu karang purba, yang > > umurnya 20 juta tahun, yang berpotensi menghasilkan > > minyak bumi. Kita melihat diantarany di Banyu Urip. > > Ini mungkin yang membuat perusahaan asing tertarik. > > > > Sejak dulu perusahaan asing tertarik pada Blok Cepu? > > > > Dari dulu memang mereka tertarik. Mereka mau masuk > > dengan membawa modal. Ada yang berani membawa seratus > > juta US dollar. Padalah belum dibor itu, baru peluang > > saja. Blok Cepu ini memang menggiurkan. Waktu itu > > memang dari hasil yang kita survai, di Banyu Urip saja > > ada sekitar 300 juta barrel. Waktu itu Humpuss > > Patragass mengatakan, boleh kalian (asing, red) masuk, > > tapi kita tetap jadi operator. Operatorship ini sangat > > penting. Sekarang kenapa EM ngotot untuk jadi > > operator, karena posisi ini sangat penting. > > Operatorship ini kan yang mengurus segala biaya, > > termasuk nanti soal cost recovery. Ini yang sangat > > kita khawatirkan kalau ini jatuh ke Exxon Mobile. > > > > Apakah bangsa Indonesia mampu mengeksplorasi minyak > > bumi di Blok Cepu? > > > > O, mampu. kita kan sudah 50 tahun berkecimpung dalam > > minyak bumi. Soal teknologi itu bisa disewa, bisa > > dibeli. Jadi tidak ada alasan Indonesia tidak mampu > > mengelolan Blok Cepu. Bahkan banyak orang Indonesia > > yang bekerja di Houston USA, untuk mengerjakan > > proyek-proyek seperti ini. Banyak tenaga kerja kita > > sekarang yang bekerja di Petronas dan sebagainya. Jadi > > SDM kita ini mampu. Orang manajemen saja sekarang kita > > bisa sewa. Memang untuk mengelola Cepu ini kita butuh > > modal besar, tapi modal itu bisak kita pinjam. > > > > Alasan EM ngotot menguasai minyak di Blok Cepu? > > > > Ya, jelas mau duit dong. Hahaha dan EM merasa > > menguasai, setelah dari Humpuss Patragas itu. > > > > Pemerintah ditekan oleh AS untuk memuluskan EM? > > > > Ya, memang ada perubahan di sosial politik kita. Dulu > > UU mengatakan bumi dan segala kekayaannya milik > > negara. Aman Soekarno, perusahaan asing susah masuk, > > semua swastanisasi. Kalau sekarang beda, Soeharto > > banyak mempersilahkan investor asing untuk masuk. Ada > > Freeport di Papua dan sebagainya. Dari zaman Soeharto > > inilah negara kita jadi kapitalistik, apalagi setelah > > reformasi, tambah lagi. Sekarang ini pemerintah sudah > > banyak melanggar UU tentang kekayaan alam kita. > > Setelah reformasi ini kan terjadi liberalisasi. > > Konsep-konsep lama sudah tidak berlaku lagi. Amerika > > melalui Bush mempunyai kepentingan untuk menguasai > > dunia, dengan alasan demokratisasi. > > > > Dan SBY takut pada tekanan Amerika? > > > > Indonesia kan sekarang sedang disorot. Ada yang > > kaitannya dengan bantuan militer, HAM dan sebaginya. > > SBY kan militer. Saya kira dia ditekan oleh Bush. Itu > > terang-terangan, jelas itu. Terutama waktu kunjungan > > Chile. Itu jelas. Karena itu nggak susah-susah > > kekurangan minyak bumi, you tinggal teken aja. > > Keponakan saya Bambang Harimukti (pimred Tempo, red) > > pernah cerita begitu. Jadi SBY ditekan terus. > > > > Termasuk soal pergantian Direktur Pertamina juga ada > > nuansa tekanan asing? > > > > Direktur yang baru ini kan sudah terang-terangan > > bilang dia tidak akan membangkang. Ini kan jelas, > > tidak butuh penafsiran lagi. Saya kira kedatangan > > Menlu AS juga nantinya ada tekanan ke arah situ. SBY > > boleh saja mengatakan tidak, tapi pada kenyataanya kan > > lain. > > > > Apa kerugian yang dialami rakyat Indonesia dengan > > jatuhnya Blok Cepu ke EM? > > > > Yang jelas penghasilan negara akan sangat berkurang, > > gitu aja. Kemudian kita dikuasai, dan tidak bisa > > menentukan kebijakan. > > > > Apakah pemerintah AS mempunyai kepentingan di Blok > > Cepu terkait dengan kebutuhan minyak mereka? > > > > O, iya jelas. Blok Cepu itu katakanlah hanya sebagai > > paku kecil dalam suatu interest mereka yang lebih luas > > lagi. Biar kecil yang penting kan paku, kecil tapi > > nancap. Artinya, keberadaan perusahaan-perusahaan > > Amerika di Indonesia itu suatu keharusan, jangan > > sampai perusahaan minyak Amerika angkat kaki. Jadi > > suatu keberadaan perusahaan AS di Indonesia bagi > > mereka itu sangat penting, baik dari segi diplomasi > > dan sebagainya. Jadi adanya perusahaan-perusahaan AS > > disini itu juga punya kepentingan yang luas. Mereka > > ingin mempengaruhi rakyat Indonesia. Dengan keberadaan > > EM misalnya, mereka bisa seolah-olah memberikan > > bantuan kepada rakyat Indonesia, dengan mendirikan > > rumah sakit, sekolah, memunculkan lapangan kerja dan > > sebagainya. Sehingga nantinya masyakarat akan merasa > > diuntungkan dengan adanya EM. Ini akan memberikan > > citra kepada Amerika lebih baik. Itu cara mereka > > berperan. Mereka coba menarik hati rakyat Indonesia, > > terutama masyarkat sekitar Blok Cepu nantinya. > > > > Ada konspirasi negara adidaya untuk menguasai sumber > > daya alam negara dunia ketiga, terutama Indonesia? > > > > Ya, itu jelas dan wajar. Negara-negara besar memang > > sangat mempunyai kepentingan untuk itu. Beginilah, > > Amerika sampai sekarang adalah negara terbesar yang > > mengonsumsi minyak dunia, lebih dari 50% AS > > mengonsumsi minyak dunia. Dan keberadaan AS itu sangat > > bergantung kepada minyak bumi. Mereka bisa kembali ke > > zaman batu kalau minyak bumi habis. Sekarang mereka > > menggaungkan pasar bebas dan sebagainya. Sekarang yang > > menang tender mengelola pelabuhan di AS itu kan negara > > Arab, Dubai. Itu ditentang oleh kongres AS, padahal > > tender itu transparan. Mereka beralasan takut ada > > teroris yang menyusup. Jadi yang ada dalam pandangan > > Amerika sekarang, apapun boleh asal berada dalam > > kepentingan AS. Dan yang perlu diketahui, AS itu > > selalu membawa ideologi dalam setiap kepentingannya. > > Misalnya perusahaan Coca Cola, itu bukan sekadar > > jualan. Itu simbol, ideologi. Ini ideologi Amerika, > > ideologi kapitalis. Sekarang Amerika menggunakan jalur > > budaya untuk menyerang kita. Misalnya sekarang sudah > > masuk Voice of America (VoA). Itu semua dalam rangka > > intervensi juga, dan itu cukup dahsyat. > > > > Biodata: > > Nama: R Prajatna Koesoemadinata > > Tempat/Tgl Lahir: Bandung, 29 Januari 1936 > > Pendidikan: S-3 (Doktor) Geological Engineering dari > > Colorado > > School of Mines, Colorado, AS (1968) > > Pengalaman Kerja: - Guru Besar Ilmu Geologi, ITB > > - Penasehat Humpuss Patragas, Jakarta > > - Penelitian di luar dan dalam negeri > > Penghargaan :- Special Commendation Award dari > > Association > > of Petroleum Geologists (1994) > > - Penghargaan IKatan Ahli > > Geologi Indonesia > > (1993) > > - dll. > > > > > > > > __________________________________________________ > > Do You Yahoo!? > > Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around > > http://mail.yahoo.com > > > > > > > ********************************************************************** > ***** > > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju > Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. > http://groups.yahoo.com/group/ppiindia > > > ********************************************************************** > ***** > > > ______________________________________________________________________ > ____ > > Mohon Perhatian: > > > > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg > otokritik) > > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. > > 3. Reading only, http://dear.to/ppi > > 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] > > 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] > > 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] > > > > > > > > > > SPONSORED LINKS > > Cultural diversity Indonesian languages Indonesian > language learn Indonesian language course > > > > --------------------------------- > > YAHOO! GROUPS LINKS > > > > > > Visit your group "ppiindia" on the web. > > > > To unsubscribe from this group, send an email to: > > [EMAIL PROTECTED] > > > > Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of > Service. > > > > > > --------------------------------- > > > > > > > > > > > > === > > Dampak Pornografi: 1 di antara 3 wanita AS diperkosa. Tiap tahun > 2,3 juta wanita hamil di luar nikah di Indonesia (Dr. Boyke). > Berantas pornografi dukung RUU Anti Pornografi dan Pornoaksi - > www.nizami.org > > > > --------------------------------- > > New Yahoo! Messenger with Voice. Call regular phones from your PC > and save big. > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

