Saya baru pulang dari pedalaman Kalimantan.... (Melupakan perdebatan RUU Anti Pornografi yang makin menjauhkan kita dari isu fundamental negeri ini).
Perjalanan yang mengasyikkan. Naik sampan dan boat, meliput petani rotan di hulu Sungai Katingan, Kalimantan Tengah, terus ke Kalimantan Timur meliput usaha pembibitan hutan bakau petani di pesisir Sangatta dan petani gula aren di Taman Nasional Kutai. Mengasyikkan.... Tapi, saya selalu stress jika merenungkan kontras yang begitu tajam antara betapa kayanya negeri ini (Kalimantan khususnya) dengan betapa tidak beruntung para penduduknya, khususnya petani dan nelayan. Berkat kampanye Rizal Mallarangeng dan Freedom Institute, harga minyak tanah di Desa Tumbang Hiran, hulu Sungai Katingan, mencapai Rp 5.000 - 6.000, jauh di atas harga dasar yang diumumkan Aburizal Bakrie ketika menaikkan harga minyak dramatis akhir tahun lalu, dan jauh lebih mahal pula dari harga minyak di Jawa. Harga yang sama berlaku di Teluk Pandan, Kutai. Padahal, mereka hanya berjarak beberapa kilometer dari ladang-ladang minyak dan gas terkaya negeri ini. [Rizal dan Freedom mengkampanyekan penghapusan subsidi bahan bakar demi memuluskan "investasi" Exxon di Cepu. Tanpa harga internasional, Exxon tak mungkin masuk ke sini, mereka takkan untung. Jadi jelas, masuknya Exxon ke Cepu menghukum rakyat Indonesia dua kali: rakyat Indonesia harus membayar mahal energi yang dihasilkannya sendiri, serta kehilangan peluang untuk mulai belajar mengelola sumur minyak sendiri]. Saya jadi ingat di Aceh, bagaimana orang harus menganggur karena pabrik pupuk berhenti beroperasi karena kekurangan gas. Padahal, pabrik pupuk itu dilewati pipa gas LNG Arun yang kini dimiliki asing. Gas langsung diekspor. Dan ibarat mati di lumbung padi, penduduk setempat harus membayar energi lebih mahal dari di Jawa. Kita juga bisa melihat kondisi serupa di Papua, dengan Freeport dan emasnya. Jika situasi seperti ini terus berlangsung, saya tidak terlalu heran kenapa orang berontak dan ingin meninggalkan Indonesia. salam, Farid Gaban *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

