http://www.suarakarya-online.com/news.html?id=139981

            SOSIALISASI BLOK CEPU
            Pertamina Lagi-lagi Dijadikan Sapi Perah 



            Senin, 3 April 2006
            JAKARTA (Suara Karya): Lagi-lagi Pertamina menjadi sapi perah. Ini 
terkait tindakan Menneg BUMN Sugiharto membebankan pembiayaan iklan dan 
advetorial tentang pengoperasian lapangan minyak Blok Cepu kepada Pertamina. 

            Kalangan anggota DPR berpendapat, sosialisasi potensi keuntungan 
yang bakal diperoleh Indonesia dari eksploitasi Blok Cepu ini seharusnya 
ditanggung bersama-sama oleh Pertamina dan ExxonMobil. "Berlebihan jika 
pembiayaan yang seharusnya masuk cost recovery itu justru dibebankan ke 
Pertamina, padahal pengoperasian Blok Cepu sepenuhnya merupakan hasil 
perundingan business to business," kata anggota Komisi VII DPR M Idris Lutfi di 
Jakarta, Minggu. 

            Pernyataan senada juga diutarakan pengamat migas Ramses Hutapea dan 
anggota Komisi XI DPR Dradjad Wibowo. Menurut Idris, seharusnya Menneg BUMN 
hanya mengantarkan penyelesaian Blok Cepu hingga penandatanganan kesepakatan. 
Perannya otomatis berakhir begitu kesepakatan tercapai. "Tapi Sugiharto malah 
menjadi inisiator dalam penyampaian asumsi-asumsi keuntungan yang bakal 
diperoleh Indonesia lewat iklan di sejumlah media massa nasional," katanya. 

            Setelah joint of agreement (JOA) tercapai, Idris menilai, seluruh 
kebijakan tidak lagi berpusat di tangan Menneg BUMN, namun beralih ke badan 
bersama yang terdiri dari unsur pemerintah pusat dan daerah melalui BP Migas, 
Pertamina, dan ExxonMobil. 

            Idris mengingatkan, jika terlampau jauh berperan dalam 
pengoperasian Blok Cepu, Menneg BUMN menyalahi aturan. Perannya hanya untuk 
memastikan keuntungan bagi negara dan menghindari kerugiaan akibat kesepakatan 
Blok Cepu. Terlebih, asumsi-asumsi yang dipaparkan pemerintah melalui 
departemen dan lembaga terkait tidak boleh memiliki muatan memuluskan asumsi 
yang kelak dipakai dalam planning of development (POD) yang diajukan operator 
ke BP Migas nanti. 

            "Jika asumsi yang dikeluarkan sebagai penegasan POD, itu merupakan 
tindakan menekan BP Migas agar segera memuluskan POD yang diajukan operator," 
kata Idris. 

            Menurut sumber di pemerintahan, anggaran pembiayaan iklan yang 
dibebankan kepada Pertamina sudah mencapai Rp 600 juta. Melalui staf khususnya 
yang juga karyawan sebuah stasion TV Swasta yang ditunjuknya, Sugiharto 
menghubungi langsung Direktur Keuangan Pertamina untuk membayar iklan-iklan 
itu. Advertorial tersebut kemudian berhenti setelah diributkan oleh kalangan 
DPR. :Kalau tidak, pasti uang Pertamina yang keluar lebih banyak lagi untuk 
iklan-iklan yang menyesatkan itu," kata sumber. 

            Advertorial yang dipasang di beberapa media nasional itu 
menyebutkan, Indonesia akan meraih pendapatan bersih sekitar Rp 33 triliun per 
tahun dari hasil eksploitasi Blok Ceou ini. 

            Menneg BUMN Sugiharto sendiri tidak berhasil dimintai konfirmasi. 
Saat dihubingi, telepon seluler tidak diangkat. 

            Sementara anggota Komisi XI DPR Drajad H Wibowo menuturkan, 
hitungan keuntungan dalam advetorial itu salah - bahkan cenderung merupakan 
kebohongan publik. Pasalnya, hitungan itu belum memasukan pajak dan cost 
recovery dari eksploitasi lapangan migas Blok Cepu. 

            "Tragisnya, penjelasan mengenai produksi minyak sebanyak 170 ribu 
barrel per hari dengan biaya operasional 100 juta dolar AS per tahun itu 
mengasumsikan harga minyak 1,6 dolar AS per barel. Padahal, rata-rata harga 
minyak saat ini 60 dolar AS per barel," katanya. 

            Sementara menurut Ramses, asumsi yang disusun dalam advetorial itu 
kurang pas. Dia menyebutkan, produksi Blok Cepu pada tahun pertama tidak akan 
mencapai 170 ribu barel per hari. Angka itu merupakan produksi puncak yang bisa 
dicapai secara bertahap. (Abdul Choir)  
     
     


[Non-text portions of this message have been removed]



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke