http://www.suarakarya-online.com/news.html?id=139819
JAWA TENGAH Perilaku Seks Menyimpang di Solo Tertinggi di Indonesia Minggu, 2 April 2006 SOLO (Suara Karya): Perilaku seks menyimpang di Kota Solo tercatat tertinggi di Indonesia. Dampaknya, jumlah penderita HIV/AIDS di Kota Solo tahun ini meningkat cukup mengkhawatirkan. Bahkan, sepanjang Maret 2006 saja 17 penderita HIV/AIDS tercatat di Klinik VCT. Sementara itu, jumlah penderita HIV/AIDS pada 2005 mencapai 18 orang. Melihat jumlah penderita itu, maka Kota Solo termasuk wilayah yang rawan penularan penyakit tersebut. "Bahkan Kota Solo menduduki peringkat ketujuh di Jawa Tengah untuk jumlah penderita HIV/AIDS. Sementara Jawa Tengah sendiri menduduki peringkat kesebelas di seluruh Indonesia," ujar Anwar Fauzi dari Monitoring dan Evaluasi The Global Fund kepada wartawan di sela-sela seminar sosialisasi VCT (Voulantary Conceling Testing) Rumah Sakit dr Oen bagi penderita HIV/AIDS di Solo, Sabtu (1/3). Diperkirakan, jumlah penderita HIV/AIDS di Kota Solo jauh lebih besar dari jumlah yang saat ini tercacat di Klinik VCT. Pasalnya, perilaku penyimpangan seksual di Kota Solo termasuk paling tinggi di Indonesia. Jika penderita lebih terbuka, diperkirakan jumlah penderita HIV/AIDS mencapai 200 hingga 250 orang. "Penyakit HIV/AIDS ini seperti fenomena gunung es. Jadi sebenarnya, kalau mau terbuka, jumlahnya jauh lebih besar," katanya. Menurut Anwar, ada beberapa kendala mengapa masih minim penderita secara terbuka memeriksakan diri ke Klinik VCT. Kendala yang dihadapi itu antara lain kurangnya sosialisasi serta tenaga kesehatan di Klinik VCT. Selain itu, klinik ini juga tidak punya hak untuk memaksa mereka yang terindikasi masuk dalam risiko tinggi penularan HIV/AIDS untuk memeriksakan diri. "Padahal, sasaran kita di Kota Solo mencapai 865 orang yang termasuk dalam risiko tinggi penularan HIV/AIDS. Tetapi, sampai saat ini baru sekitar 163 orang yang tersentuh," ujarnya. Tingginya angka sasaran tersebut didasarkan pada banyaknya lokasi prostitusi di Kota Solo. Ke-865 sasaran di Kota Solo itu terbagi di beberapa wilayah, antara lain di bekas Resor Silir dan lokasi lain yang dijadikan tempat mangkal PSK (pekerja seks komersial), seperti di Manahan, Banjarsari, dan Balaikambang. "Jika dilihat dari data demografi kependudukan di Kota Solo, maka estimasi populasi rawan ialah 19.173 orang atau 0,6 persen dari jumlah populasi berusia 15 hingga 49 tahun," katanya lagi. Penderita HIV/AIDS di Kota Solo itu sebagian besar berasal dari kelompok umur 20 hingga 24 tahun, yaitu sebesar 34,53 persen. Sedangkan 31,85 persen di antaranya berasal dari usia 25 hingga 29 tahun. Sementara itu, dari 18 penderita HIV/AIDS yang tercatat di Klinik VCT, 11 orang diketahui ketika mereka mendatangi Klinik VCT untuk memeriksakan diri dan 5 orang diketahui saat mereka akan melakukan transfusi darah. (Endang Kusumastuti) [Non-text portions of this message have been removed] *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

