mbak danar
   
  ada yang malu-malu ingin mengatakan kalau Indonesia sebaiknya seperti NAD...
  ha...ha..ha...biar ada razia terhadap perempuan yang nggak pake jilbab di 
jalan-jalan dan kantor-kantor....???
   
  salam
  iwan

Lina Dahlan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
  Soal adanya negara NAD sebagai suatu pengkhianatan bagi Pancasila. 
Saya melihatnya karena para pemimpin pada saat itu juga bukanlah 
orang-orang terpercaya dan dipercaya. Soekarno dan juga Soeharto 
dikatakan telah melanggar janji awal (tidak memenuhi janji) kepada 
para pemimpin Aceh saat itu. 

Kalau kini pemimpin Aceh menuntut janji-janji tersebut, siapa yang 
mengkhianati siapa ya? Dapatkah kita mengatakan Aceh telah 
mengkhianati Pancasila? 

Ironis, presiden dulu sekuat tenaga berusaha untuk mempersatukan 
Indonesia dibawah Pancasila dan UUD (meskipun dgn janji2 manis 
kemudian) dan presiden kini sekuat tenaga mempersatukan Aceh agar 
tetap didalam NKRI dengan memenuhi janji2 tersebut, siapa 
mengkhianati siapa ya?

Kalau ideologi negara dibangun atas dasar keterpaksaan, todong sana 
todong sini, ancam sini ancam sana, janji sana janji sini (tanpa 
dipenuhi) karena situasinya memang demikian ruwet, sebesar apa daya 
perekatnya? Sulit rasanya kalau negara dibangun atas dasar 
kebohongan, akan bisa exist lama.

Jadi, saya pikir adanya NAD dalam NKRI ini bukanlah suatu 
pengkhianatan. Tapi suatu cara pemenuhan janji pemimpin2 terdahulu.. 
Semoga dengan adanya pemenuhan janji ini semoga Pancasila bisa 
menjadi lebih sakti...:-) 

Bandingkan dengan Piagam Madinah, suatu ideologi yang dibangun tidak 
berdasarkan ancaman dan janji.

wassalam,






--- In [email protected], "RM Danardono HADINOTO" 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> --- In [email protected], "Lina Dahlan" <linadahlan@> 
> wrote:
> >
> 
> Lina: Pancasila itu terbukti tapi belum 100% (untuk Indonesia).
> Khilafah or SI terbukti 100% (di Madinah). Kesimpulannya apa?
> 
> DH: Mbak, antara masa negara Madinah dan RI terbentang ribuan 
tahun, 
> sikon sudah sangat berbeda. bayangkan, kalau negara Madinah 
diulangi 
> dengan sikon RI, pasti lain hasilnya. Buktinya, setelah itu, tak 
ada 
> lagi yang mampu membuat Madinah baru. sampai kini. kalau negara 
> negara yang berbangsa Areab tak mampu, padahal budayanya dan 
> sikonnya lebih mirip, apalagi kita, yang 100% bukan berbudaya Arab
> -----------------
> 
> Lina: Piagam Madinahpun menghargai manusia bukan karena asal agama 
> dan suku. Persatuan di Madinahpun masih kuat. Kesimpulannya apa?
> 
> DH: Mbak, antara skenario etnis Madinah dan RI jauh berbeda. Juga 
di 
> Timur tengah, antara Kurdi, Arab dan Iran yang shiah tak mungkin 
> hidup bersama dengan damai.
> ---------------------
> 
> 
> Lina: Pancasila memang terbukti sebagai pemersatu pada saat 
genting 
> tsb.Tapi, kalaupun sekarang ini Indonesia masih "exist" itu bukan 
> karena Pancasila, saya pikir. Indonesia dah gak "exist" dah 
tergadai.
> 
> DH: Mungkin mbak benar. Daya perekat Pancasila agak memudar, 
karena 
> terlalu banyak pengkhianatan terhadap ideenya sendiri. Dengan 
> adanya "negara NAD" yang lain dari yang lain, ditengah keberadaan 
> negara ini, sudah pengkhianatan.
> ---------------------
> 
> Lina: Kalau dalam hal ini (soal pembangunan), bukannya partly lagi
> mas, bahkan 100% bukan salahnya Pancasila.  Sebetulnya ini bukan
> soal salah siapa, tapi seberapa besarkah Pancasila bisa dijadikan
> bukti sebagai ketahanan suatu negara? Pancasila dan agama hanyalah
> benda mati.
> 
> DH: SETUJU.
> ---------------------------
> 
> Lina: Lah buktinya Nabi Muhammad SAW datang membawa agama Islam di 
> tanah Arab dan membuat Arab Jahiliyah menjadi beradab/berbudi, 
apakah
> tidak bisa dijadikan bukti agama membuat manusia berbudi?
> 
> DH: Yakin mbak, menausia islami itu berbudi? kalau demikian, 
mengapa 
> negara kita dari awal amburadul? Mengapa banyak kemaksiatan di 
> negara negara mayo Islam? Mengapa seringkali terjadi bunuh bunuhan 
> antar bangsa islam?
> -------------------
> 
> LN: Banyak juga di kota-kota kecil, dimana masyarakatnya (yang
> menjadikan agama sebagai dasar kehidupannya), merasa hidup tenang
> meski negaranya terjajah. Ini yang dikatakan batin mereka tak
> terjajah or Batin yang meredeka meski negara terjajah (Ini juga kan
> karena agama?). Banyak orang gak stress dan bunuh diri meski
> kehidupan sudah demikian sulitnya, ini juga karena agama.
> 
> DH: dimana ini mbak? kalau boleh saya sebut wilayah kecil yang 
benar 
> benar masih solider dan tenang, adalah wilayah Tengger, dimana 
> masyarakatnya 100% Non Islam. Juga seluruh Minahasa TENANG sekali, 
> dimana penduduk Non islam sangat dilindungi. bagaimana Aceh yang 
ber 
> SI ria?
> ----------------------------
> 
> Lina: Lebih sayang lagi kalau sudah diakherat kita baru tau
> buktinya. Segelintir orang dimasa nanti dan segilintir orang yang
> telah merasakan dulu menjadi banyak gelintir...:-)
> 
> DH: bagaimana kalau kita urus dulu hidup di bumi? memuliakan 
manusia?
> ----------------------
> 
> Lina: dimilis ini? wah sayang saya ketinggalan lagi...:-(
> Masalahnya minta dibuktikan. Ternyata bukti ada...:-) Apa ya 
rencana
> Tuhan dengan dihadirkanNya bukti-bukti tersebut?
> >
> > Karna
> >
> > wassalam,
> 
> DH: bukti mana mbak? yang benar benar teruji, dan bukan sekedar 
> kisah? bukti ketidakberhasilan membuat lagi negara islami banyak 
> mbak.
> 
> Salam
> 
> danardono
>






***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]




  SPONSORED LINKS 
        Cultural diversity   Indonesian languages   Indonesian language learn   
  Indonesian language course 
    
---------------------------------
  YAHOO! GROUPS LINKS 

    
    Visit your group "ppiindia" on the web.
    
    To unsubscribe from this group, send an email to:
 [EMAIL PROTECTED]
    
    Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service. 

    
---------------------------------
  



                
---------------------------------
New Yahoo! Messenger with Voice. Call regular phones from your PC and save big.

[Non-text portions of this message have been removed]



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke