Bukan main,mas. Anda kelihatan masih muda, tetapi pendalaman sejarah 
Indonesia anda sangat andal.


--- In [email protected], Nugroho Dewanto <[EMAIL PROTECTED]> 
wrote:
>
> dalam konteks sidang konstituante, masyumi memang
> mendukung ide negara (berideologi) islam. tapi jangan lupa
> dalam blok itu juga ada nahdlatul ulama dan partai-partai
> islam lain.
> 
> jangan lupa pula, dalam blok pendukung negara (berideologi)
> pancasila ada pki yang pendapatnya tentang pancasila sebetulnya
> sangat oportunistis.

DH: Benar. Dalam blok Islam memang banyak pendukung dari partai 
partai lain, selain Masjumi. PKI mengambil posisi disebelah PNI 
berdasarkan taktik politis. PKI sebenarnya TAK pernah menerima 
Pancasila.
> 
> perdebatan kedua blok ini sangat seru dan berimbang. sehingga
> sidang mengalami jalan buntu. presiden soekarno akhirnya
> membubarkan konstituante dan mengeluarkan dekrit kembali
> ke pancasila dan uud'45.

DH: Benar. Pembubaran ini memang tindakan bung Karno, namun dengan 
desakan kuat Nasution. Jadi, dalam tiap krisis kenegaraan, terutama 
dimana kaum nasionalis dan islam ber-hadap hadapan, yang keluar 
sebagai pemenang adalah militer.
> 
> kurang adil mengadili masyumi karena pendapatnya
> dalam sidang konstituante tanpa melihat konteks situasi zaman
> itu.
> 
> penulis asing seperti herbert feith bisa melihat situasi
> lebih obyektif. dia memuji masyumi sebagai partai islam
> dengan orientasi modern. pimpinannya mengenyam
> pendidikan belanda. pendukungnya dari kelas
> menengah, kalangan pedagang, dll yang independen.

DH: Benar sekali. Pimpinan negara dari kelompok Masjumi rata rata 
keluaran universitas, dan adalah dari golongan the Haves.

> 
> kecuali moh natsir yang memang berpribadi serius dan agak
> konservatif, moh roem dan rata-rata pimpinan masyumi yang lain
> akrab dengan budaya barat. merayakan ulang tahun,
> berdansa dan menunggang kuda. bahkan disana ada
> juga pak latjuba yang kakek artis sophia latjuba.
> 
> kendati cuma menempati tempat kedua dibawah pni
> (partai ayahnya pak danar) dalam pemilu 1955, feith
> menyebut masyumi sebagai "partai yang paling indonesia."
> karena pendukungnya tersebar merata di seluruh wilayah
> indonesia. bandingkan dengan pni dan pki yang
> terutama mendapat dukungan di pulau jawa yang
> padat penduduknya.
> 
DH: Benar. Keluarga kami dekat sekalidengan tokoh Masjumi, karena 
sejak proklamasi, dan dimasa revolusi physik (1945 - 1949), dimana 
pemerintahan RI berkedudukan di Jogya, PNI dan Masjumi selalu 
memimpin negara. Ayah almarhum kala itu Ketua umum PNI, yang selalu 
berkoordinasi dengan pimpinan Masjumi.

> 
> setelah meletus pemberontakan prri/permesta, bung karno
> memanggil pimpinan masyumi dan psi di jakarta. meminta
> mereka mengutuk anggotanya yang terlibat dalam
> pemberontakan bila kedua partai itu tak mau dibubarkan.
> 
> pimpinan psi memenuhi permintaan itu --tindakan yang
> menimbulkan perpecahan traumatis di kalangan kaum
> sosialis demokrat sampai sekarang.

DH: kalau taksalah, partai sosialis Indonesia (anti komunis) tetap 
dibubarkan setelah itu. Tokoh PSI , Prof. Sumitro memimpin juga 
gerakan Permesta di Sulawesi utara. Mereka terutama ingin 
keseimbangan antara pusat dan daerah, dan sangat menentang politik 
bung Karno yang sangat ramah pada PKI.

> 
> pimpinan masyumi dengan ketuanya prawoto mangkusasmito
> (nama asli jawa berbau hindu seperti nama saya dan
> pak danar, tapi dia pemimpin partai islam loo) menolak.
> namun prawoto menegaskan pemberontakan bukan garis
> kebijakan partai. silakan pemerintah mengambil tindakan
> hukum sesuai aturan terhadap mereka yang terlibat.
> 
DH: Benar. Saking dekatnya kami sekeluarga dengan pimpinan Masjumi, 
saya ikut ikutan gerakan kepanduan onderbouw Masjumi, yakni Pandu 
Islam Indonesia (PII). Didalam kepanduan ini (pendahulu gerakan 
Pramuka), saya main main dengan anak anaknya pak Syafrudin 
Prawiranegara, yang kemudian jadi PM PRRI, dan anak anak pak 
Prawoto. usia kami kala itu antara 9 dan 11 tahun.
Pak Prawoto, sebagaimana juga pak Syafrudin sangat elit, cerdas dan 
intellektual. Modern. Tetapi sangat berjiwa nasional.

> apa yang terjadi kemudian? pemerintah soekarno tetap
> membubarkan masyumi dan psi. beberapa anggota
> terkemuka yang tak terlibat pemberontakan seperti
> moh roem, buya hamka, subadio sastrosatomo, dan
> anak agung gde agung dijebloskan dalam penjara.

DH: Benar. Dan sisini jangan kita lupakan kebencian militer terhadap 
dua gerakan itu besar sekali. Nasution sangat mendukung tindakan 
tindakan ini.

> 
> zaman berganti. ketika bung karno wafat, buya hamka
> tanpa dendam tampil ke muka menjadi imam sholat
> jenazah.
> 
> semua orang punya kekurangan dan kelebihan. politisi
> zaman dulu rata-rata punya nurani dan komitmen
> terhadap demokrasi yang luar biasa. tak seperti ucapan
> angela merkel kepada gerhard schroeder setelah pemilu
> di jerman, politisi kita zaman dulu tak pernah mengalami
> defisit nilai-nilai demokrasi.
> 
> salam,
>
DH: Benar sekali. Mengapa demikian,mas? Karena tokoh tokoh ini, 
mengalami lebih dari separuh kehidupan dizaman Belanda, mengalami 
getirnya menjadi rakyat jajahan. Perjuangan bersama yang berat, 
dalam kubu berbeda, Islam, Nasionalis, sangat mengikat mereka 
menjadi satu. Satu Nusa, satu Bangsa, satu Bahasa.

Dalam masa perjuangan, mereka, termasuk ayah saya, adalah dalam usia 
kalian semua. Ayah saya menjadi mentri perekonomian dalam kabinet 
gabungan Masjumi-PNI dibawah Perdana Mentri Mr. Sukiman dari 
Masjumi, dalam usia awal 30an.

Banyak pimpinan nasional menjadi korban dari intrik politik, dan 
mengalami akhir yang mengenaskan. Misalnya Syahrir, yang sakit 
sampai akhir hayat. Ketika saya dirawat di pavilyun Cendrawasih RSUP 
gara gara salah makan, maka dikamar sebelah pak Syahrir dirawat. Tak 
bisa bicara kena stroke, saking marah dalam hati mungkin. Itupun 
masih dikawal CPM.

AS selalu mengambil pihak dalam konflik politik di Indonesia. Para 
partai yang kanan, pro Barat, seperti Masjumi dan PSI selalu mereka 
dukung, dimana Uni Sovjet dan RRT langsung memihak partai partai 
kiri, terutama PKI.

Salam

danardono









***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke