http://www.padangekspres.com/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&artid=13230
Karikaritur SBY di Pers Australia Selasa, 04-April-2006, 01:46:29 Pemuatan karikatur Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di koran The Weekend Australian menambah ketegangan hubungan Jakarta - Canberra yang sebelumnya sudah panas. Jelas, apa pun alasannya, pemuatan karikatur itu sangat menyinggung kalangan pejabat tinggi pemerintah. Bahkan, tindakan itu makin menyulut kemarahan banyak elemen masyarakat yang sudah sering menggelar aksi protes gara-gara Australia memberikan visa tinggal bagi 42 warga Papua yang lari ke Negeri Kanguru itu. Karikatur di media cetak adalah karya jurnalistik yang by design. Dimuat dengan sengaja dan direncanakan. Sekalipun bisa didalihkan bahwa pemuatan karikatur ada dimensi hiburan, penggambaran tokoh yang dikarikaturkan dengan mengalami perubahan bentuk fisik, atau, misalnya, wajah tokoh yang bersangkutan diekspresikan sedemikian rupa, akan mengundang banyak persepsi. Misalnya, ada yang mempersepsikan sebagai perilaku lucu, ada yang mempersepsikan sebagai sindiran, dan sebagai karya jurnalistik bisa dipersepsikan sebagai bentuk pengawasan atau kontrol. Persoalannya ialah di tengah ketegangan hubungan Jakarta - Canberra yang panas sejak seminggu terakhir ini, pemuatan karikatur Presiden SBY itu dianggap menghina presiden RI. Dengan kata lain, dalam situasi hubungan diplomatik yang panas seperti sekarang, The Weekend Australian dianggap sebagai representasi media dan elemen-elemen masyarakat serta negara Australia yang memang tidak mau memahami perasaan masyarakat dan pemerintah Indonesia. Namun, memang harus diingat bahwa sikap dan kerja jurnalistik penerbitan pers Australia sering mengganggu kenyamanan persahabatan RI-Australia. Di masa lalu, misalnya, ada saja dalam waktu tertentu pers yang suka menyentil persoalan-persoalan yang dianggap peka di Indonesia. Bukan hanya media cetak. Televisi dan radio Australia pun sering menyiarkan berita-berita miring yang menyakitkan sejumlah orang di Indonesia sekalipun isi berita tersebut adalah fakta. Karena itu, seharusnya kalangan masyarakat dan elemen-elemen politik di negeri ini dapat memahami bahwa kerja-kerja jurnalistik di Negeri Kanguru itu harus disikapi dengan sikap jurnalisme serupa. Dalam hal ini, kata-kata harus dibalas dengan kata-kata. Kalimat-kalimat jurnalistik -betapapun menyakitkan dan menyebalkan- harus diserang atau dikontra dengan kalimat-kalimat jurnalistik serupa. Jadi, jika SBY dikarikaturkan The Weekend Australian yang dianggap menghina presiden RI dan tak mencerminkan negara tetangga yang bersahabat, media cetak di Indonesia pun bisa membalas dengan mengarikaturkan pemimpin politik Australia, entah itu PM John Howard, Menlu Alexander Downer, atau elite politik lain Australia. Kita harus membalas serangan karikatur SBY dengan karikatur serupa di tanah air yang tidak kalah keras menyindir pemimpin politik Australia. Hal itu penting dilakukan agar sepanas apa pun hubungan kita dengan Australia, harus tetap dalam koridor pendidikan politik. Tujuannya agar masyarakat Indonesia yang tengah marah kepada Australia tidak diperlihatkan dengan sikap atau perilaku destruktif yang justru merugikan bangsa Indonesia sendiri. Kita harus membiasakan diri bahwa sepanas apa pun menyikapi persoalan politik dengan negara lain harus tetap dengan nalar dan hati jernih. Tidak sembrono, apalagi disertai anarki yang membabi buta. Bukankah dalam persoalan pemberian visa terhadap 42 orang asal Papua yang memarahkan bangsa Indonesia itu, belum tentu semua orang Australia setuju dengan kebijakan pemerintahnya? [Non-text portions of this message have been removed] *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

