Wah mbak Aris kok jadi "the most wanted....."?
Sampai digoogling segala...:))

Aku sarankan kepada moderator milis PPINDIA untuk memilih Mbak Aris 
dipilih sebagai "MEMBER OF THE MONTH"..soalnya postingannya selalu
dikerubungi kaum pria disini...

Setuju?




--- In [email protected], Muhkito Afiff <[EMAIL PROTECTED]> 
wrote:
>
> Secara nggak sengaja saat saya menggoggle di internet, saya 
menemukan 
> artikel dalam rubrik Hikmah di koran Republika.
> Oalah, jebulnya yang nulis mbak Aris. Setelah mbaca, saya pikir 
artikel 
> ini keren juga, saya kirimkan ke milis ah....
> Untuk banyak hal saya tidak sependapat dengan mbak Aris, namun 
untuk 
> yang ini saya manggut-manggut setuju.
> 
> 
> Rabu, 29 Desember 2004
> http://www.republika.co.id/koran_detail.asp?
id=182430&kat_id=14&kat_id1=&kat_id2=
> 
> Tak Bersedih Berkepanjangan
> 
> ''Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan tidak pula pada 
diri 
> sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab sebelum kami 
> menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi 
Allah." 
> (QS al-Hadiid: 22). Pada suatu ketika Ibrahim bin Adam melihat 
seorang 
> laki-laki yang sedang bersedih. Dia berkata kepada lelaki 
itu, "Wahai 
> saudara, aku ingin menanyakan kepadamu empat pertanyaan dan aku 
harap 
> engkau menjawabnya." Lelaki itu menjawab, "Baiklah."
> 
> Ibrahim pun bertanya, "Apakah ada hal yang terjadi di alam ini yang 
> tidak dikehendaki Allah?" Lelaki itu menjawab, "Tentu tidak." 
Ibrahim 
> bertanya lagi, "Apakah akan berkurang suatu tempo waktu yang 
ditetapkan 
> bagimu dalam kehidupan ini." Sekali lagi dia menjawab, "Tidak." 
Setelah 
> terjawab empat pertanyaan, Ibrahim bin Adam berkata, "Kalau begitu 
> mengapa engkau masih bersedih?" Terkadang manusia dalam menjalani 
> hidupnya tak selalu mendapatkan keinginan yang dicita-citakan. 
Rencana 
> dan impian tertata apik terburai percuma. Usaha keras sekuat tenaga 
pun 
> seakan tak berdaya apa-apa, menyisakan kepingan-kepingan duka dan 
> kekecewaan.
> 
> Banyak juga di antara manusia merasa hidup tak beruntung. Memiliki 
masa 
> lalu kelam dan pengalaman pahit. Atau, setidaknya dalam perjalanan 
hidup 
> kita, pernah mengalami masa yang menyesakkan dada, terhimpit beban 
> berat, membuat kesedihan tak berujung. Misalnya bisnis yang merugi 
> karena kesalahan mengambil keputusan, studi berantakan, keluarga 
broken 
> home, himpitan ekonomi, bencana alam melanda, dan sebagainya.
> 
> Mengingat peristiwa lampau tersebut terkadang membuat orang 
tersebut 
> merasa lemah, terus terbelenggu dan tak berdaya. Karena itu, 
Rasulullah 
> melarang seseorang menyesali berlebihan dengan mengandai-andai. 
> Rasulullah bersabda, "Bersungguh-sungguhlah pada hal yang 
bermanfaat 
> bagimu, dan mintalah pertolongan kepada Allah serta jangan merasa 
lemah. 
> Bila kamu ditimpa sesuatu, janganlah kamu mengatakan, 'Seandainya 
(tempo 
> hari) aku melakukan ini, niscaya begini.' Katakanlah, 'Allah telah 
> menakdirkan dan apa yang Allah kehendaki maka itu terjadi.' 
Sesungguhnya 
> kata seandainya akan membuka pintu perbuatan setan." (HR Bukhari).
> 
> Lebih jelas dalam surat at-Taubah ayat 51, Allah 
berfirman, "Katakanlah, 
> sekali-kali tidak ada menimpa kami melainkan apa yang telah 
ditetapkan 
> oleh Allah bagi kami. Dialah pelindung kami, dan hanyalah kepada 
Allah 
> orang-orang yang beriman harus bertawakal." Manusia itu begitu 
lemah. 
> Segala marabahaya dan bencana, semuanya telah ditetapkan Allah 
sebelum 
> penciptaan manusia. Dengan meyakini hal ini, semata-mata manusia 
akan 
> merasa takjub pada kebesaran dan kekuasaan-Nya. Bukan berarti 
kemudian 
> kita pasrah menyikapi bencana yang menimpa. Karena, kebahagian dan 
> kesedihan yang datang silih berganti bukan tanpa suatu maksud. 
Namun, 
> agar kita lebih bersyukur, berempati pada orang lain, meraup hikmah 
dan 
> amal tiada terkira. Sungguh, tak patut manusia berputus asa karna 
derita 
> yang bertubi-tubi. Serta tak layak pula dia berubah sombong bila 
> menerima suatu keberhasilan dan kesuksesan.
> (Aris Solikhah )
>






***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke