-----------------Mbah Danar,

Jenengan bukanlah seorang muslim, bagaimanalah mbah bisa merasakan 
apa yang umat Islam rasakan dan pahami. Koran ini juga (maaf) yang 
menulis mungkin dengan sudut pandang berbeda. Aris kadang perlu 
menyaring tulisan berdasarkan behind of the screen-nya  sebuah koran.

DH: Koran ini adalah satu dari koran koran di Indonesia yang dibaca 
seluruh warga. Semua pendapat adalah macam bunga rampai yang 
memperindah tamansari spiritual Indonesia. Lagi pula, sebuah 
pendapat atau nasehat datang dari mana saja bukan? Yang penting 
substansinya. benarkah yang dikatakannya? Ini yang mbak Aris 
hendaknya fokuskan, bukansiapa yang berkata..
---------------------


   Kesejahteraan, kecanggihan teknologi, peradaban Islam, kemakmuran 
adalah efek atau dampak ketika syariat Islam terterapkan karena ruh 
keimanan. Seperti dahulu awal negara Islam berdiri, segala sesuatu 
menata diri, ketika sudah mantap baru 13 abad Islam menjadi 
mercusuar dunia baik teknologi dll.

DH: jadi mbak berpendapat, negara negara Islam yang belum makmur 
harus menunggu sampai SI diterapkan? Lha kan malah makin ketinggalan 
dengan negara negara yang tak memakai SI tapi maju, seperti Jepang, 
Korea, RRT, Singapura, Taiwan, dsb?

---------------------------------------

   Misalnya, Seperti menyeru orang agar berakhlak baik, sulit 
menasehati orang agar dia senantiasa berakhlak baik tanpa dilandasi 
kesadaran unsur ruh keimanan.
Akan hanya berupa seruan yang masuk telinga kanan keluar telinga  
kiri.

   Namun akan mudah bagi orang dinasehati, jika didalam dirinya 
tertancap kesadaran akan keimanan yang kuat. Bahwa dia berakhlak 
baik bukan karena alasan materi atau agar orang memuji dia orang 
yang baik.


DH: tapi mbak belum menanggapi, mengapa SI tak selalu membawa 
kebahagiaan, seperti yang ditulis? apakah terjamin Aceh akan lebih 
bahagia dari umatIslam lain di Indonesia?

-------------------------------------------


   Tapi ya karena dia melakukan itu karena Tuhan dia. Sedang Tuhan 
itu tak pernah tidur, selalu mengawasi keberadaan dia. Bisakah mbah 
merasakan unsur jiwa dan ruh ini di agama mbah, ketika mbah masih 
muda, bukan seakarang kearifan mbah karena benjol-benjol pengalaman 
mbah melalang buana mendakwahkan agama mbah?


DH: Roh Ilahi ada disetiap agama dan kepercayaan, mbak, kalau kita 
memuja Dia dan bukan memuja agama itu sendiri. Roh Ilahi itu 
terutama, berada, dalam jiwa manusia yang menjalankan kehidupan yang 
baik, seperti ibu Teresa atau Mahatma Gandhi, dan tidak diseorang 
Amrozy walau dia islami. Bukan diagama Roh Ilahi bertahta, namun 
dalam jiwa dan tubuh manusia.


Salam

Danardono








--- In [email protected], aris solikhah <[EMAIL PROTECTED]> 
wrote:
>
> Mbah Danar,
>    
>   Jenengan bukanlah seorang muslim, bagaimanalah mbah bisa 
merasakan apa yang umat Islam rasakan dan pahami. Koran ini juga 
(maaf) yang menulis mungkin dengan sudut pandang berbeda. Aris 
kadang perlu menyaring tulisan berdasarkan behind of the screen-nya  
sebuah koran. 
>    
>   Bahkan untuk Republika sekalipun. Apalagi hasil tulisan itu juga 
tergantung ilmu, sudut pandang dan pilihan kata wartawan yang 
menulis berita.  Pelaksana syariat Islam mungkin saja menyelewengkan 
syariat Islam. Karena pelaksananya adalah manusia biasa yang punya 
hawa nafsu.
>    
>    Oleh karenanya dalam sistem Islam, muhasabah lil hukam 
(mengoreksi/mengkritik kebijakan penguasa) pahalanya bisa setara 
dengan jihad. Karena resikonya bisa dibunuh, bila penguasanya tipe 
orang yang tidak mudah menerima kebenaran. Kontrol individu dan 
sosial itu sangat tinggi, karena dibangun kesadaran keimanan pada 
Tuhan semesta alam.
>    
>   Lebih dari semua itu, kebahagian sejati bagi seorang muslim 
bukan terletak pada unsur materi semata namun mencari Ridho Allah 
semata yakni bagaimana berusaha sebisanya melaksanakan perintah dan 
menjauhi larangan-NYa yang ada dalam syariat Islam.
>    
>   Kesejahteraan, kecanggihan teknologi, peradaban Islam, 
kemakmuran adalah efek atau dampak ketika syariat Islam terterapkan 
karena ruh keimanan. Seperti dahulu awal negara Islam berdiri, 
segala sesuatu menata diri, ketika sudah mantap baru 13 abad Islam 
menjadi mercusuar dunia baik teknologi dll.
>    
>   Misalnya, Seperti menyeru orang agar berakhlak baik, sulit 
menasehati orang  agar dia senantiasa berakhlak baik tanpa dilandasi 
kesadaran unsur ruh keimanan. Akan hanya berupa seruan yang masuk 
telinga kanan keluar telinga  kiri. 
>    
>   Namun akan mudah bagi orang dinasehati, jika didalam dirinya 
tertancap kesadaran akan keimanan yang kuat. Bahwa dia berakhlak 
baik bukan karena alasan materi atau agar orang memuji dia orang 
yang baik. 
>    
>   Tapi ya karena dia melakukan itu karena Tuhan dia. Sedang Tuhan 
itu tak pernah tidur, selalu mengawasi keberadaan dia. Bisakah mbah 
merasakan unsur jiwa dan ruh ini di agama mbah, ketika mbah masih 
muda, bukan seakarang kearifan mbah karena benjol-benjol pengalaman 
mbah melalang buana mendakwahkan agama mbah?
>    
>    
>   salam,
>   aris
> 
> <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>   SUARA PEMBARUAN DAILY
> -------------------------------------------------------------------
--
> -----------
> 
> Konsep Negara Islam Tidak Jamin Indonesia Sejahtera
> 
> 
> [JAKARTA] Konsep negara Islam yang diusulkan sebagian kelompok 
Islam 
> di Indonesia tidak menjamin dapat meningkatkan kesejahteraan 
bangsa. 
> Jika dipaksakan, konsep ini malah menyebabkan kemajemukan di 
> Indonesia semakin kontraproduktif. Para pemimpin Islam bertanggung 
> jawab mengelola Indonesia dalam arti yang sesungguhnya, yaitu 
dalam 
> bingkai Bhinneka Tunggal Ika.
> 
> Demikian disampaikan Ketua Kajian Timur Tengah Pasca Sarjana 
> Universitas Indonesia, Dr Luthfi Zuhdi di Pesantren Ciganjur 
asuhan 
> KH Abdurrahman Wahid, Senin (3/4). 
> 
> Negara Islam justru dapat menjauhkan umat Islam dari cita-cita 
agung 
> agama Islam yaitu menjadi rahmat bagi sekalian alam. "Lihat juga 
> bagaimana Utsman dengan khilafah islamiyahnya menempatkan 
> keluarganya dalam posisi-posisi yang strategis di pemerintahan, 
> sehingga membuat umat Islam yang lain merasa cemburu. Ini malah 
> menyebabkan perpecahan umat Islam," katanya.
> 
> Contohnya di Malaysia terdapat Pan Islam se-Malaysia (PAS/Partai 
> Islam Malaysia). Saat ini, PAS berkuasa di negara bagian Trengganu 
> dan Kelantan dan menerapkan syariat Islam. Syariat Islam yang 
> diterapkan ala negara Islam di sana tidak membawa perubahan. Umat 
> Islam Malaysia mayoritas lebih tertarik dengan Mahathir bin 
> Muhammad, mantan Perdana Menteri Malaysia (1981-2003) yang 
merupakan 
> repsesentasi dari United Malay National Organization (UMNO). 
> Mahathir disebut-sebut sebagai perumus peradaban Malaysia.
> 
> Perbedaan persepsi di kalangan para pemuka Islam di Indonesia 
> mengenai Islam dan negara dapat menjadi awalan yang baik untuk 
> merumuskan semacam peradaban Islam Indonesia. [E-5]
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
*********************************************************************
******
> Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju 
Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
> 
*********************************************************************
******
> 
_____________________________________________________________________
_____
> Mohon Perhatian:
> 
> 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg 
otokritik)
> 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan 
dikomentari.
> 3. Reading only, http://dear.to/ppi 
> 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
> 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
> 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
> 
> Yahoo! Groups Links
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> pustaka tani 
>   nuraulia
> 
>               
> ---------------------------------
> New Yahoo! Messenger with Voice. Call regular phones from your PC 
and save big.
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>







***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke