mana sih, konsepsi syariat islam yg udah peduli sama ekologi ??? yg ada cuman ikut ikutan orang barat ketika mereka teriak ekologi. HT ada peduli ekologi ? PKS ada peduli ekologi ? saya dah pernah lihat gimana ketika konsep ekologi ini dibicarakan, umat islam masih menganggap ini sebagai isu isu pinggiran.
=== Berikut ini kritik mas aji hermawan kepada orang islib yg ngerasa kiri, masih sama sama kanan juga. === Gun dkk, Saya sudah di tanah air, kemarin cuma sebentar ke Portland, Oregon. Maaf karena kesibukan baru kali ini sempat buka email. dan karena masih juga terburu-buru saya jawab singkat saja ya. Saya sebenarnya tak peduli kiri-kanan dan tak percaya adanya ta'rif tunggal yang mampu memisahkan kiri-kanan dengan baik. Sekarang ini bahkan mungkin semakin tidak relevan, sebagaimana disinyalir Anthony Gidden. Kalau itu masih dianggap operasional ya monggo saja. Namun yang perlu sadari ya itu bahwa pemakaian term kiri-kanan itu problematik dan beragam. Misalnya, kalau mau ngikut ta'rif Hasan Hanafi ya monggo. Kalau bener-bener ngikuti ta'rifnya kan ndak perlu lagi ada pertanyaan apa aswaja/NU itu kanan-opo kiri to? ;-)) Atau kita kembalikan kepada historical root-nya pada revolusi Perancis dulu, dimana istilah kiri dan kanan itu konon berasal. (catatan: istilah liberal juga begitu, betapa ini digunakan secara berbeda di US dan di Eropa misalnya) Kritik saya ke temen-temen lebih kepada metodologi. Ada banyak ragam metodologi yang lahir dari rahim modernisme. Kita dapat menyederhanakannya menggunakan berbagai tipologi. Unfreezing konservatisme dalam agama is OK, tapi kesan yang saya proses refreezing/alternatif yang ditawarkan tidaklah memakai metodologi yang sama ketika malakukan yang pertama. Gampangnya, ketika mengkritik meminjam metodologi mana saja (critical theory, postmodernisme, misalnya), ketika memberikan jawaban lupa dengan metodologi awalnya, sumbernya kesitu-situ juga..ha..ha..ha.... Untuk lebih jelasnya kita memang perlu dilihat bagaimana posisi sebuah pendapat pada isu-isu khas misalnya demokrasi, private-public sphere, liberalisasi ekonomi, globalisasi, perburuhan, feminisme, multikulturalisme, dll. Saya kok semakin menangkap kesan itu, Gun, setelah lama mengikuti pendapat rekan-rekan. Anak-anak muda NU yang proklaim diri sebagai kiri, liberalis, emansipatoris, hanya tampak kiri ketika mengkritik agamanya, tapi sebenarnya sedang memberikan jawaban-jawaban kanan juga dalam domain ilmu sosial. Contoh yang paling hangat, betapa "anak muda NU" teriak pentingnya "multi-kulturalisme" dalam konteks RUU APP misalnya; it's OK, tapi dalam sisi lain senang membabat dan melibas "local culture" dan lebih silau bahkan mengimpor akan idea of progress dari "hegemonic cuture" tanpa kritik yg berarti ha..ha..ha.......... itu dulu, dah panjang nih. Salam Aji On 4/6/06, aris solikhah <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Syukron mas Ari, > Kenapa konsep syariat Islam perlu digulirkan? karena satu, saat ini > belum teraplikasikan secara sempurna. Kedua banyak yang nolak, ketiga tak > diberi kesempatan untuk diaplikasikan secara sempurna. Keempat, adakah yang > mau menerapkan syariat Islam. > > aris kutip diabwah : > > Nah, tawaran teologi ekologis (?) ini menjadi menarik, saya pernah > membaca dalam teologi pembebasan di asia, sebuah konsep teologi yang > tidak lagi berkutat pada "salah-benar" "rasional-irrasional" tapi pada > problem ekologi, dan agama-agama primitiflah yang memiliki kesadaran > sangat nyata. Misalnya, masyarakat dayak di kalimantan tidak mungkin > melakukan pengrusakan alam, menebang pohon, meledakkan bukit untuk > tambang, jika mereka melihat anasir-anasir alam itu tuhan-tuhan > mereka. Pengrusakan pada alam, berarti penodaan terhadap tuhan, dalam > konsep teologi yang 'rasional' 'teologi' masyarakat primitif dianggap > sangat ekstrim, tapi, yang harus diakui, kesadaran terhadap alam, > merekalah yang punya. > > sepahaman aris, diatas jika syariat Islam teraplikasikan maka seperti > hal itulah yang terjadi. Pertanyaan selanjutnya adalah bisakah konsep mas > Gun terterapkan sedangkan asas pembangun diatas adalah liberal? How can > sedangkan liberal menapikkan aturan agama dari kehidupan? Teologi apa yang > digunakan? > Sedangkan syariat Islam sendiri, sangat toleran terhadap pemeluk agama > lain. Dengan standar yang jelas. > > salam, > aris > > > > > Ari Condro <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Tulisan Guntur Romli di milis KMNU. mereka ingin agama lebih berbicara > secara antroposentris, menjawab permasalahan umat manusia. > > === > Mas Asep, > Sebenarnya saya sangat menunggu-nunggu dari Mas Asep tentang konsep > teologi yang memiliki kepedulian terhadap problem ekologi, lompatan > jauh yang ingin dilakukan oleh seorang seperti hasan hanafi dalam > bukunya 'min al-aqidah ila al-twawrah'--yang saya kutip di milis > JIL--adalah meloncat dari teologi yang berkait-erat dengan > teosentrisme menuju pada antroponsentrisme, namun, konsep ini > kan--kalau meminjam pengertian Mas Ajie--produk modernisme, sudah > usang, sudah lama, dan memang benar, ide-ide Hasan Hanafi lebih dekat > pada modernisme Eropa. > > Nah, tawaran teologi ekologis (?) ini menjadi menarik, saya pernah > membaca dalam teologi pembebasan di asia, sebuah konsep teologi yang > tidak lagi berkutat pada "salah-benar" "rasional-irrasional" tapi pada > problem ekologi, dan agama-agama primitiflah yang memiliki kesadaran > sangat nyata. Misalnya, masyarakat dayak di kalimantan tidak mungkin > melakukan pengrusakan alam, menebang pohon, meledakkan bukit untuk > tambang, jika mereka melihat anasir-anasir alam itu tuhan-tuhan > mereka. Pengrusakan pada alam, berarti penodaan terhadap tuhan, dalam > konsep teologi yang 'rasional' 'teologi' masyarakat primitif dianggap > sangat ekstrim, tapi, yang harus diakui, kesadaran terhadap alam, > merekalah yang punya. > > Terima kasih > > -GuN- > > === > > On 4/3/06, aris solikhah wrote: > > > > Apa solusi beliau mengenai masalah-masalah actual dan faktual di dunia > > internasional maupun Indonesia? > > > > Apalagi ditinjau ide, maka bukankah sebenarnya masa sekarang ide-ide mas > > Ulil yang sejalan liberalisme, demokrasi, pluralisme, sekularisme -yang > > merupakan akar masalah di dunia- sudah diadopsi hampir semua negara. > Aris > > juga pengen tahu komentar pribadi mas Dede mengenai semua itu. Bolekah > aris > > tahu? > > > > Komentar mas Ulil, kalau aris amati kebanyakan counter terhadap pro > > syariah. Jika ada yang terlihat isu syariah dan khilafah mencuat, baru > mas > > Ulil buat komentar. Kalau nggak adem ayem saja, maaf lho ya. > > Ditunggu.Terima kasih > > > > salam, > > aris > > > > > > > > > > > > ommonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia > > > > > *************************************************************************** > > > __________________________________________________________________________ > > Mohon Perhatian: > > > > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg > otokritik) > > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. > > 3. Reading only, http://dear.to/ppi > > 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] > > 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] > > 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] > > > > Yahoo! Groups Links > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > pustaka tani > > nuraulia > > > > > > --------------------------------- > > New Yahoo! Messenger with Voice. Call regular phones from your PC and > save > > big. > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > > > > > > > > > *************************************************************************** > > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia > > yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. > > http://groups.yahoo.com/group/ppiindia > > > > > *************************************************************************** > > > __________________________________________________________________________ > > Mohon Perhatian: > > > > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg > otokritik) > > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. > > 3. Reading only, http://dear.to/ppi > > 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] > > 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] > > 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] > > > > Yahoo! Groups Links > > > > > > > > > > > > > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > > > *************************************************************************** > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia > yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. > http://groups.yahoo.com/group/ppiindia > > *************************************************************************** > __________________________________________________________________________ > Mohon Perhatian: > > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. > 3. Reading only, http://dear.to/ppi > 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] > 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] > 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] > > Yahoo! Groups Links > > > > > > > > > > > pustaka tani > nuraulia > > > --------------------------------- > Blab-away for as little as 1ยข/min. Make PC-to-Phone Calls using Yahoo! > Messenger with Voice. > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > > > *************************************************************************** > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia > yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. > http://groups.yahoo.com/group/ppiindia > > *************************************************************************** > __________________________________________________________________________ > Mohon Perhatian: > > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. > 3. Reading only, http://dear.to/ppi > 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] > 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] > 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] > > Yahoo! Groups Links > > > > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

