tak tambahi lagi mbak yu aris, diskusine teologi lingkungan. asep saefumillah <[EMAIL PROTECTED]> to kmnu2000 More options 12:30 pm (3½ hours ago) ada atau tidak ada manfaatnya itu mungkin subyektif. menurut saya teologi tetap relevan dan ada gunanya. contoh konkritnya, saya mungkin tak sepenuhnya paham dengan makna literal 'doa-doa' orang NU. Coba dibuka majmu syarief doa akasyah (atau doa kanzul arsy?), yang bunyinya LAA ILAHAILLAHU SUBHANAL MALIKUL QUDDUS (maaf kalau salah melafalkan) dst hingga akhir. Kalau kita sepenuhnya memahami Allah adalah realitas yang tak terbatas dan tak terbahasakan, maka akan ditemukan/terselip nama-nama Allah --selain yang indah-indah dan luhur--yang tak lagi 'sregg' dengan hati kita, paling tidak dengan akal sehat (baca pengetahuan filsafat tentang Tuhan). namun kita baca juga. kalau mas tidak mengalaminya, paling tidak saya dulu sangat rajin mengamalkannya.
Sebabnya apa? Sebabnya kita -sekarang-punya pengetahuan yang cukup bahwa bahwa bahasa doa-doa adalah tak harus rasional, ia menekankan aspek emosi, arti tak menjadi penting, yang lebih penting dan tujuannya adalah perasaan 'kehambaan' bersimpuh kepada sesuatu yang maha tinggi, maha misteri tak terjangkau. sewaktu kita berdoa merintih, mengeluh, mengaduh dst, pengetahuan rasional (kognitif) kita singkirkan, yang kita rasakan adalah aspek afektif dari ritus ibadah (psikomotorik)yang kita lakukan. whitehead dalam religion in the making nya kira-kira pernah juga mengaddress aspek-aspek sekitar ini. lalu apa relevansi teologi dalam jaman kiwari ketika tragedi lingkungan makin menjadi-jadi? Kita konsepkan saja bahwa Tuhan itu adalah Hidup atau kehidupan itu sendiri. God is Life kata pengarang buku "Dialog dengan Tuhan" dalam bukannya "Tomorrow's God" yang tahun 2004 (semoga tak salah ingat). sehingga kalau Tuhan adalah kehidupan maka interelatedness, interconnectedness dan interdepedency adalah kata kuncinya dalam rangka melanggengkan kehidupan itu. Merusak alam berarti melawan Tuhan. Konsekwensinya adalah bencana alam (Katrina, Wilma, Rita, dan holocaust ekologi lainnya). lalu keberadaan kita di tengah pluralitas makluk bukanlah ditentukan oleh tingkat perbedaan (otherness) tapi kesamaan (the sameness). darwinian evolution karena itu punya implikasi teologis yang sangat jauh. bahkan teologian dari ordo jesuit, Tielhard de Chardine (semoga tak salah namanya) yang juga seorang palaentolog, mengelaborasi implikasi filosofis dan spirutal dengan konsepnya yang terkenal OMEGA POINT. Di ujung terjauh sana dalam proses evolusi makluk dan kosmos CINTA (LOVE) adalah menjadi puncaknya. Sebuah kesempurnaan nilai. keadilan dan kesaaman derajat makluk hidup yang diperjuangkan seorang (nabi) Muhammad mungkin akan tercapai diujung Omega itu. Karena itu sejak saya memahami teori evolusi, saya tak pernah membunuh binatang,: semut, lalat, kecoa, laba-laba, dst. Entah kalau nanti kalau pulang ke indo sebab nyamuknya ganas-ganas...:)) Sebab itu pula ketika saya memperhatikan orang-orang fundies dan libbies saya kadang tersentuh karena hati saya ada pada mereka, saya merasakan mereka, saya mengalami apa yang mereka alami. posisi mereka di mata saya sama, mereka di mata saya adalah ibarat matahari atau yang tertutupi awan-awan yang berbeda lapis (meminjam Vivekananda). Sebabnya Tuhan adalah the sum of every soul all over the world. itu saja dulu. kalau ini absurd, harap maklum. disorderness (entrophy)di kepala saya sedang memuncak soalnya. salam, asep On 4/6/06, Listy <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > hah? diare? siapa yg mo jaga warung? .... heheheheeeee > > mbak.. luwes sekali ngomong bhs ilmu i-pe-be nya.. aku blum nyampe ke > sana.. tapi makasih.. dari tulisan mbak Aris.. aku jadi nambah pengetahuan > tentang rapay.. eh maksudku rayap.. :) :) > > kadang suka heran juga.. begitu banyak orang pintar di bumi indonesia > ini.. tapi kok ya.. kita begini-begini saja.. maksudnya.. apa bener(?).. > karena orang indonesia itu.. belum kepikiran jadi tenaga kerja yang > mumpuni.. cita-citanya mungkin ingin menjadi politikus semua atau jadi > juragan bagi bangsanya sendiri.. he..he..he.. eh.. ups.. maaf.. maaf.. > mudah2an gak ada yg terluka hatinya.. > > permisi ahh.. nanti salah ngomong lagi! > > -----Original Message----- > From: aris solikhah [mailto:[EMAIL PROTECTED] > Sent: Thursday, April 06, 2006 1:10 PM > To: [email protected] > Subject: RE: [ppiindia] Rayap yang Serang Istana, Jenis Paling Berbahaya > > > > Sepakat mbakyu, Selamat datang kembali mbak. Ilmuwannya tak kalah dengan > luar negeri ko sebenarnya,.. tapi penghargaan dalam negeri gimana? Pertanian > sudah dianaktirikan. Pertambangan dianakemaskan. oh.. salah ya. sama-sama > dianaktirikan semuanya ding. > > Tapi untuk rayap jangan mbakyu.... rayap meski berbahaya ada manfaatnya > juga , cukup dikendalikan saja. Selain sebagai dekomposer bahan-bahan sampah > kayu/selulose, cairan gigitan rayap mengandung Heksudat yang bisa > difungsikan sebagai antibiotika pembunuh Eschericia Colli (bakteri dalam > usus besar) penyebab diare. So...Subhanallah ya.. memang Allah tidak sia-sia > menciptakan makhluknya. > salam untuk pertanian Indonesia, > > aris > > Listy <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > jika para insinyur itu bekerjasama bergotong royong rame-rame mencari > jalan keluar bagi kesulitan para petani sak indonesia yang sedang bernapas > senin-kemis.. hingga para petani bisa bernapas legaaaaaa.. dijamin.. > (ikut-ikut bung Jimmy.. pake jaminan).. itu rayap-rayap.. sejahat-jahatnya > rayap.. hilang lenyap ditelan bumi.. amiin.. :) > > infakkan ilmu yang berguna.. bagi sesama.. untuk kebaikan.. (hehehee.e.e.e.. > nasehat nenek nich) > > salam buat semua.. :) > > > _____ > > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > > > *************************************************************************** > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia > yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. > http://groups.yahoo.com/group/ppiindia > > *************************************************************************** > __________________________________________________________________________ > Mohon Perhatian: > > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. > 3. Reading only, http://dear.to/ppi > 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] > 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] > 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] > > Yahoo! Groups Links > > > > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

