-----Original Message-----
From: RM Danardono HADINOTO [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: Thursday, April 06, 2006 6:00 PM
To: [email protected]
Subject: [ppiindia] Re: Rayap yang Serang Istana, Jenis Paling Berbahaya


DH: Musim? ya ampuuuunn, kali ini musim seminya dingin sekali, sekitar 
8°C, seharusnya sudah 20an. Jadi ya belum ada buah buahan dalam 
negeri. tapi pisang, selalu ada, import tapi. Duren dan rambutan juga 
ada, selalu musim, di toko Asia ha ha ha..

Eyel eyelan saya, ya sama, mencari kebenaran hakiki lah yauww

Salam

danardono
 
*** ohhh.. pak RMDH ceritanya sedang kedinginan nich? :) :)
buah2an asia lengkap juga ya? darimana datang? thailand? kapan ya indonesia 
bisa jadi eksportir buah2an ke seluruh penjuru dunia? heheheeeee..
coba.. sudah dapat dipastikan.. begitu banyak lulusan sekolah2 pertanian.. 
trus.. begitu luas dan subur tanah negeri ini.. sayang sekali.. sayaaaang 
sekali aku gak berani lanjut ngomong.. hihihihiiii..
 
ayahku seorang tukang kebun.. begitu selalu beliau sebutkan profesinya :).. itu 
dulu.. sekarang udah lama jadi pensiunan.. kalo jualan hasil kebun nyampe ke 
bremen.. biasanya disana harganya mahal.. karena untuk bahan cerutu.. tapi 
beberapa tahun terakhir kebun milik negara yg berlokasi di daerah jawa tengah 
itu dikabarkan ambruk.. kualitas produknya turun.. harga jual di bremen pun 
turun.. bahkan perusahaan pun sudah di merger dengan perusahaan gula di jawa 
timur.. dampaknya kan ke para petani kebun juga.. hilangnya kesempatan.. 
menyedihkan..
 
pernah aku iseng2 tanya ke ayahku.. bisa gak ya tembakau indonesia berjaya lagi 
di pasar bremen?.. ayah cuma diam dan geleng2 kepala.. terlihat prihatin.. 
beliau lulusan spma bogor tahun 40-an.. 
 
semoga.. pertanian dan perkebunan di indonesia bangkit dan berjaya.. amiin..
 
tentang kebenaran hakiki..
yang punya hanya satu.. yaitu yang maha satu..:)
kalo seseorang mengatakan apa yg dikatakan adalah sebuah kebenaran.. hmmm.. 
belum tentu loh..:)
 
eh.. aku punya contoh kisah.. aku dapat dari seorang teman.. aku copy paste di 
bawah yaaaa.. mungkin bisa dibaca sambil melewati liburan akhir pekan.. oke..
 
salam..:)
 
===
 
Kisah Orang Tua Bijak

Pernah ada seorang tua yang hidup di desa kecil. Meskipun ia miskin, semua 
orang cemburu kepadanya karena ia memiliki kuda putih cantik. Bahkan raja 
menginginkan hartanya itu. Kuda seperti itu belum pernah dilihat orang, begitu 
gagah, anggun dan kuat. 

Orang-orang menawarkan harga amat tinggi untuk kuda jantan itu, tetapi orang 
tua itu selalu menolak : "Kuda ini bukan kuda bagi saya", katanya : "Ia adalah 
seperti seseorang. Bagaimana kita dapat menjual seseorang. Ia adalah sahabat 
bukan milik. Bagaimana kita dapat menjual seorang sahabat ?" Orang itu miskin 
dan godaan besar. Tetapi ia tidak menjual kuda itu. 

Suatu pagi ia menemukan bahwa kuda itu tidak ada di kandangnya. Seluruh desa 
datang menemuinya. "Orang tua bodoh", mereka mengejek dia : "Sudah kami katakan 
bahwa seseorang akan mencuri kudamu. Kami peringatkan bahwa kamu akan di 
rampok. Anda begitu miskin... Mana mungkin anda dapat melindungi binatang yang 
begitu berharga ? Sebaiknya anda  menjualnya. Anda boleh minta harga apa saja. 
Harga setinggi apapun akan dibayar juga. Sekarang kuda itu hilang dan anda 
dikutuk oleh kemalangan". 

Orang tua itu menjawab : "Jangan bicara terlalu cepat. Katakan saja bahwa kuda 
itu tidak berada di kandangnya. Itu saja yang kita tahu; selebihnya adalah 
penilaian. Apakah saya di kutuk atau tidak, bagaimana Anda dapat ketahui itu ? 
Bagaimana Anda dapat menghakimi ?". Orang-orang desa itu protes : "Jangan 
menggambarkan kami sebagai orang bodoh! Mungkin kami bukan ahli filsafat, 
tetapi filsafat hebat tidak di perlukan. Fakta sederhana bahwa kudamu hilang 
adalah kutukan". 

Orang tua itu berbicara lagi : "Yang saya tahu hanyalah bahwa kandang itu 
kosong dan kuda itu pergi. Selebihnya saya tidak tahu. Apakah itu kutukan atau 
berkat, saya tidak dapat katakan.Yang dapat kita lihat hanyalah sepotong saja. 
Siapa tahu apa yang akan terjadi nanti ?" 

Orang-orang desa tertawa. Menurut mereka orang itu gila. Mereka memang selalu 
menganggap dia orang tolol; kalau tidak, ia akan menjual kuda itu dan hidup 
dari uang yang diterimanya. Sebaliknya, ia seorang tukang potong kayu miskin, 
orang tua yang memotong kayu bakar dan menariknya keluar hutan lalu menjualnya. 
Uang yang ia terima hanya cukup untuk membeli makanan, tidak lebih. Hidupnya 
sengsara sekali. Sekarang ia sudah membuktikan bahwa ia betul-betul tolol. 

Sesudah lima belas hari, kuda itu kembali. Ia tidak di curi, ia lari ke dalam 
hutan. Ia tidak hanya kembali, ia juga membawa sekitar selusin kuda liar 
bersamanya. Sekali lagi penduduk desa berkumpul sekeliling tukang potong kayu 
itu dan mengatakan : "Orang tua, kamu benar dan kami salah. Yang kami anggap 
kutukan sebenarnya berkat. Maafkan kami". 

Jawab orang itu : "Sekali lagi kalian bertindak gegabah. Katakan saja bahwa 
kuda itu sudah balik. Katakan saja bahwa selusin kuda balik bersama dia, tetapi 
jangan menilai. Bagaimana kalian tahu bahwa ini adalah berkat ? Anda hanya 
melihat sepotong saja. Kecuali kalau kalian sudah mengetahui seluruh cerita, 
bagaimana anda dapat menilai ? Kalian hanya membaca satu halaman dari sebuah 
buku. Dapatkah kalian menilai seluruh buku ? Kalian hanya membaca satu kata 
dari sebuah ungkapan. Apakah kalian dapat mengerti seluruh ungkapan ? Hidup ini 
begitu luas, namun Anda menilai seluruh hidup berdasarkan satu halaman atau 
satu kata. Yang anda tahu hanyalah sepotong! Jangan katakan itu adalah berkat. 
Tidak ada yang tahu. Saya sudah puas dengan apa yang saya tahu. Saya tidak 
terganggu karena apa yang saya tidak tahu".

"Barangkali orang tua itu benar," mereka berkata satu kepada yang lain. Jadi 
mereka tidak banyak berkata-kata. Tetapi di dalam hati mereka tahu ia salah. 
Mereka tahu itu adalah berkat. Dua belas kuda liar pulang bersama satu kuda. 
Dengan kerja sedikit, binatang itu dapat dijinakkan dan dilatih, kemudian 
dijual untuk banyak uang. 

Orang tua itu mempunyai seorang anak laki-laki. Anak muda itu mulai menjinakkan 
kuda-kuda liar itu. Setelah beberapa hari, ia terjatuh dari salah satu kuda dan 
kedua kakinya patah. Sekali lagi orang desa berkumpul sekitar orang tua itu dan 
menilai. "Kamu benar", kata mereka : "Kamu sudah buktikan bahwa kamu benar. 
Selusin kuda itu bukan berkat. Mereka adalah kutukan. Satu-satunya puteramu 
patah kedua kakinya dan sekarang dalam usia tuamu kamu tidak ada siapa-siapa 
untuk membantumu... Sekarang kamu lebih miskin lagi." 

Orang tua itu berbicara lagi : "Ya, kalian kesetanan dengan pikiran untuk 
menilai, menghakimi. Jangan keterlaluan. Katakan saja bahwa anak saya patah 
kaki. Siapa tahu itu berkat atau kutukan ? Tidak ada yang tahu. Kita hanya 
mempunyai sepotong cerita. Hidup ini datang sepotong-sepotong". Maka terjadilah 
dua minggu kemudian negeri itu berperang dengan negeri tetangga. Semua anak 
muda di desa diminta untuk menjadi tentara. Hanya anak si orang tua tidak 
diminta karena ia terluka. Sekali lagi orang berkumpul sekitar orang tua itu 
sambil menangis dan berteriak karena anak-anak mereka sudah dipanggil untuk 
bertempur. Sedikit sekali kemungkinan mereka akan kembali. Musuh sangat kuat 
dan perang itu akan dimenangkan musuh. Mereka tidak akan melihat anak-anak 
mereka kembali. "Kamu benar, orang tua", mereka menangis : "Tuhan tahu, kamu 
benar. Ini buktinya. Kecelakaan anakmu merupakan berkat. Kakinya patah, tetapi 
paling tidak ia ada bersamamu. Anak-anak kami pergi untuk selama-lamanya".

Orang tua itu berbicara lagi : "Tidak mungkin untuk berbicara dengan kalian. 
Kalian selalu menarik kesimpulan. Tidak ada yang tahu. Katakan hanya ini : 
anak-anak kalian harus pergi berperang, dan anak saya tidak. Tidak ada yang 
tahu apakah itu berkat atau kutukan. Tidak ada yang cukup bijaksana untuk 
mengetahui. Hanya Allah yang tahu". 

Moral cerita :
Orang tua itu benar. Kita hanya tahu sepotong dari seluruh kejadian. 
Kecelakaan-kecelakaan dan kengerian hidup ini hanya merupakan satu halaman dari 
buku besar. Kita jangan terlalu cepat menarik kesimpulan. Kita harus simpan 
dulu penilaian kita dari badai-badai kehidupan sampai kita ketahui seluruh 
cerita.

"Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi 
(pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, 
sedang kamu tidak mengetahui." (QS 2 : 216)





 


[Non-text portions of this message have been removed]



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke