Sedikit menyimpang dari tema minyak, tapi masih soal asing :) Saya pernah ceritakan kepada staf khusus Menneg BUMN, kawan kita yg ada di milis ini juga, biar disampaikan pada pak Menteri. Di Inggris sana, suatu kali ada BUMN yg dipimpin oleh bangsa asing, krn bangsa sendiri tdk mampu mengelola. Apakah di Indonesia itu mungkin terjadi?
Ceritanya soal pengelolaan BUMN yg membawahi layanan transportasi massal di kota London. Krn manajemennya bobrok, seperti PPD di Jakarta ini, walikota London menjual kepada swasta dg harapan layanan kepada publik menjadi lebih baik. Tdk spt di Indonesia, dijual kepada publik agar ia dapat "bagian". Tetapi, setelah dipegang swasta, layanan tdk juga menjadi lebih baik. Walikota akhirnya memutuskan membeli kembali BUMN tsb. Lalu dibukalah rekrutmen terbuka ke seluruh dunia, siapa saja bisa mendaftar asal punya visi bgmana membuat manajemen transportasi publik itu menjadi lebih baik. Setelah diseleksi, yg terpilih adalah seorang eksekutif dari Amerika. Dan setelah dipegang oleh orang tersebut, transportasi menjadi lebih baik dan menjadi perusahaan yg menguntungkan, tdk seperti sebelumnya. Lalu saya bertanya kepada dia, mungkin gak PPD atau DAMRI diserahkan saja pada orang asing, agar tdk amburadul spt sekarang ini? Dalam skala besar, mungkinkah Pertamina dikelola orang asing agar manajemen bisa lebih baik, korupsi ditekan seminimal mungkin, kebocoran pun demikian? Kalo kita memang punya spirit "menjadi tuan di negeri sendiri" maka kita tdk perlu worry pembantu kita itu orang sunda, orang jawa, orang lombok, orang amerika, orang china, atau orang mana saja. Kalo takut dg pembantu, namanya belum menjadi tuan :) Salam hangat, -Fami Fachrudin On 4/7/06, Ari Condro <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > jaman sekarang gak pake outsourcing ??? yg bener aja. supply chain > managementnya bakal mentok kayak IPTN nantinya hohoho ... > > jadi kalo kita bawa ke dunia nyata, karena gak ada alat pengawet, adanya > formalin pake formalin aja yah mbak. soale kita kan belum bisa bikin > chitosan yg banyak. udah mulai produksi belum sih ? saya kok gak ngeliat > berita pemasananya sama sekali ? > > salam, > ari condro > > > On 4/7/06, aris solikhah <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > Mas Ari, > > IMHO, sepahaman aris, ada dari asing dibawah. Sedang khalifah tak > > mengizinkan sama sekali untuk kepemilikan umum dikelola asing. Jika negara > > tak mampu atau belum punya teknologi untuk mengelola tambangnya maka tambang > > itu dibiarkan dulu dan kewajiban negara menyekolahkan warganegaranya agar > > punya kemampuan teknologi mengelola kepemilikan umum tersebut. Setelah punya > > keahlian mumpuni, tambang tersebut dieklsplorasi dan dimanfaatkan. > > > > Apalagi tambang itu sangat strategis dalam memperkuat ketahanan > > negara. Migas adalah sumber energi vital sebuah negara. MIsalnya, mIgas > > untuk menggerakkan segala teknologi pertahanan dan militer AS, industrinya, > > transportasi, listrik dll. > > Bila energi ini dibawa keluar ke negara lain maka bisa melemahkan > > negara tersebut dan memperkuat negara luar. Akibatnya bisa mengancam > > kedaulatan negara tersebut. > > > > Sedangkan yang dimaksud khalifah adalah mereka bertugas dalam > > eklporasi dll (dalam hal teknis saja) yang kebijakannya telah ditetapkan > > khalifah. Yah layaknya tenaga buruh atau mirip-mirip PNS khusus (kalau > > mereka diambil dari PNS). Dimana mereka tidak berhak sama sekali > > memanfaatkan migas tersebut untuk kepentingan pribadi, menjual, > > mendistribusikan. Mereka bekerja berdasarkan kontrak layaknya buruh yang > > bekerja pada bagian tertentu. > > > > Seperti mas Ari yang menjadi karyawan LG (maaf kalau salah). LG > > diibaratkan negara, mas adalah tenaga kontrak untuk menangani bidang > > tertentu di LG. Dan mas mendapat gaji dari LG. LG yang mengelola hasil semua > > produknya. Bedanya LG lembaga profit sedang negara adalah institusi yang > > bertujuan non profit. Negara berfungsi sebagai organisasi pengatur agar > > segala sesuatu berjalan sesuai syariat Islam. CMIIW. > > salam, > > aris > > > > Ari Condro <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > lha apa bedanya, di Indonesia sekarang, yg jadi pengelola adalah BP > > Migas, > > sementara kontraktor ada pertamina, Exxon, dan lain lain. > > > > On 4/7/06, aris solikhah wrote: > > > > > > > > > Mbakyu Fau, > > > > > > Terkait pengelolaan kepemilikan umum yakni khususnya tambang. Maka > > > kebijakan pengelolaannya ada ditangan negara, khalifah yang menunjuk > > siapa > > > yang mengelola. Pengelolaan itu tak boleh diserahkan pada swasta. > > Khalifah > > > berhak menunjuk suatu perusahaan kontraktor untuk mengelola dan negara > > yang > > > menggajinya. Status perusahaan itu adalah ajir atau karyawan > > pengelola. > > > Semua keuntungan dan produk tambang tersebut akan dilaporkan pada > > khalifah > > > melalui gubernur. Bagaimana distribusinya? > > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > > > > > > *************************************************************************** > > > > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia > > yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. > > http://groups.yahoo.com/group/ppiindia > > > > *************************************************************************** > > > > __________________________________________________________________________ > > Mohon Perhatian: > > > > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg > > otokritik) > > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. > > 3. Reading only, http://dear.to/ppi > > 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] > > 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] > > 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] > > > > Yahoo! Groups Links > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > pustaka tani > > nuraulia > > > > > > --------------------------------- > > Talk is cheap. Use Yahoo! Messenger to make PC-to-Phone calls. Great > > rates starting at 1ยข/min. > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > > > > > > > > *************************************************************************** > > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia > > yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. > > http://groups.yahoo.com/group/ppiindia > > > > *************************************************************************** > > __________________________________________________________________________ > > > > Mohon Perhatian: > > > > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg > > otokritik) > > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. > > 3. Reading only, http://dear.to/ppi > > 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] > > 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] > > 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] > > > > Yahoo! Groups Links > > > > > > > > > > > > > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

