http://www.kompas.com/kompas-cetak/0604/08/utama/2567101.htm

 

Indonesia Tak Dipercaya 

Pemerintah Siapkan Mekanisme Dana Amanah




Jakarta, Kompas - Selama ini banyak lembaga yang sebenarnya ingin menyumbangkan 
dananya untuk penanggulangan kemiskinan di Indonesia. Hanya saja, karena 
terkait dengan faktor kepercayaan, mereka kesulitan mencari lembaga yang tepat 
untuk menyalurkan sumbangan tersebut. 

Menyadari kenyataan itu, pemerintah kini tengah mengkaji mekanisme dana 
amanah/perwalian untuk penanggulangan kemiskinan. Mekanisme ini diperlukan 
untuk pembentukan suatu lembaga yang akan menampung dana dari masyarakat, baik 
dari dalam maupun luar negeri. 

"Pemerintah baru menyiapkan mekanismenya, belum membentuk lembaga. Kami akan 
memfasilitasi siapa pun untuk mengembangkan hal ini. Salah satunya adalah 
Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur. Mereka akan mengembangkan dana semacam 
trust fund," kata Sujana Ruyat, Deputi VI Menko Kesra Bidang Penanggulangan 
Kemiskinan, Jumat (7/4) di Jakarta. 

Tiga hal mendasar 

Sujana Ruyat menyatakan, fokus agenda koordinasi penanggulangan kemiskinan, 
dari berbagai kajian, memang banyak masalah. Namun, pemerintah hanya 
memfokuskan pada tiga hal yang sangat mendasar dan banyak permasalahannya, 
yaitu pendataan, pendanaan, dan kelembagaan. 

Pendataan diambil dari data dasar Badan Pusat Statistik (BPS) dan instansi lain 
melengkapi. Verifikasi dilakukan bersama oleh BPS, Badan Perencanaan 
Pembangunan Nasional, Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional, dan 
pemerintah daerah setempat. Setiap tahun akan dilakukan dua kali verifikasi 
karena jumlah penduduk miskin pasti berubah, jadi harus ada pembaruan data. 
Setelah dipetakan, diharapkan penduduk miskin tidak saja diketahui dari data 
statistik, tetapi juga harus diketahui mereka tersebar di mana saja. 

Mengenai pendanaan, penguatannya adalah dengan melancarkan proyek 
penanggulangan kemiskinan, baik yang dilakukan daerah maupun pusat. Tahun 2005 
ada 55 proyek yang disiapkan untuk penanggulangan kemiskinan, termasuk upaya 
pemberdayaan masyarakat. 

Proyek ini tersebar di 16 departemen dan lembaga pemerintah nondepartemen 
senilai Rp 23 triliun. Tahun ini, 55 proyek yang lama akan ditambah dengan 17 
proyek baru yang tersebar di 17 departemen dan nilai proyeknya sekitar Rp 32 
triliun. 

Untuk kelembagaan, dilakukan pemberdayaan kelompok-kelompok masyarakat yang 
telah berkembang. Juga penguatan kelembagaan lintas pelaku di tingkat provinsi, 
kabupaten, dan kota dalam pengurangan kemiskinan. Juga keterlibatan dunia usaha 
dan lembaga swadaya masyarakat. (LOK) 


[Non-text portions of this message have been removed]



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke