--- In [email protected], Zamhasari Jamil <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
-------------- Disinilah kita perlu menyadari, bahwa apabila sebuah budaya suatu tempat "dipaksakan" menerobos budaya lain, maka akan terjadilan "Clash of Cultures" atau benturan budaya. Keberadaan Playboy memang tak masalah di Amerika karena memang begitulah budaya mereka, tapi itu semua belum tentu cocok bagi Indonesia. Sebaliknya, budaya kita juga belum tentu pas bagi masyarakat Amerika.-- ------ DH: bener sihh, tiru tiru gaya atau budaya yang tak sesuai dengan jatidiri budaya kita, tidak lucu. saya jadi ingat ucapan seorang dari MMI dalam rangka perdebatan RUU APP, yang mengatakan cara busana Jawa (mungkin juga Bali), layak dimasukkanke museum karena sudah tak sesuai. Tak sesuai dengan apa yah? Apakah budaya kita layak diganti karena terlalu tua, atau terlalu modern? Clash of culture terjadi juga antara budaya Timur dan Timur.. Salam danardono *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

