http://www.kompas.com/kompas-cetak/0604/11/utama/2573004.htm

 

Lilin untuk Tibo 

Dukungan untuk Mereka Terus Mengalir




Jakarta, Kompas - Sekitar 1.000 orang dari berbagai elemen masyarakat di 
Jakarta, Minggu (9/4) malam, menyalakan 1.000 lilin di Bundaran Hotel 
Indonesia. 

Acara itu diselenggarakan sebagai protes terhadap rencana pemerintah yang ingin 
secepatnya mengeksekusi mati Fabianus Tibo, Marinus Riwu, dan Dominggus da 
Silva. 

"Pemerintah jangan berlindung di balik formalitas hukum untuk mengeksekusi 
orang yang sesungguhnya belum tentu bersalah. Jika tetap dipaksakan, maka 
risiko politik, hukum, dan sosial yang bakal timbul akan jauh lebih berat serta 
bisa mengancam keutuhan bangsa," kata Soeryanto Purpowardoyo, pakar filsafat 
dari Universitas Indonesia. 

Aksi yang berlangsung selama tiga jam itu dimulai pukul 19.00. Aksi diisi 
dengan doa bersama, pembacaan puisi, dan orasi. Sejumlah anak berusia di bawah 
10 tahun memberikan kesaksian yang mengharapkan pemerintah menegakkan keadilan 
dan kebenaran. Ikut berorasi antara lain kuasa hukum Tibo dan kawan-kawan 
(dkk), Roy Rening dan Muchyar Yara. 

Menurut Roy, lembaga dan pejuang hak asasi manusia (HAM) dari berbagai negara 
terus mengikuti perkembangan kasus Tibo dkk. Jika pemerintah tetap melakukan 
eksekusi, tak tertutup kemungkinan Indonesia diadukan ke Komisi HAM PBB dan 
Mahkamah Internasional. 

Sementara itu, Muchyar Yara mengaku dirinya baru dua hari diberhentikan sebagai 
Rektor Universitas Bung Karno (UBK) karena gencar memperjuangkan pembebasan 
Tibo dkk dari hukuman mati. Namun, keputusan Yayasan Bung Karno itu tak akan 
menyurutkan niat Yara berjuang untuk ketiga terpidana mati itu. 

"Saya merasa terhormat memperjuangkan pembebasan Fabianus Tibo dkk daripada 
berduka dengan pemecatan terhadap saya sebagai Rektor UBK. Ini menyangkut 
kemanusiaan, keadilan, dan kebenaran. Saya tetap berjuang untuk Tibo dkk," 
katanya. 

Warga Poso berdoa 

Sekitar 400 warga Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, kembali melakukan doa 
bersama untuk keselamatan Fabianus Tibo (60), Dominggus da Silva (39), dan 
Marinus Riwu (48), terpidana mati kasus kerusuhan Poso, Minggu (9/4). Mereka 
berharap rencana eksekusi Tibo dkk dibatalkan karena meyakini bahwa Tibo dkk 
tidak bersalah dalam kerusuhan Poso III. 

Doa bersama pada pukul 15.00-17.00 Wita dilaksanakan di Lapangan Desa Tagolu, 
Kecamatan Lage, Poso. Warga antusias mengikuti acara tersebut. Setengah jam 
sebelum doa bersama dimulai, warga berkumpul di lapangan itu. Sebagian warga 
membawa kursi dari rumah masing-masing karena kursi yang disediakan panitia 
tidak cukup. 

Doa bersama untuk Tibo dkk dipimpin Ketua Umum Majelis Sinode Gereja Kristen 
Sulawesi Tengah Rinaldy Damanik. Ini peristiwa kedua dalam dua minggu terakhir, 
setelah 1 April lalu 1.500 warga Poso melakukan hal yang sama di Tentena, Poso. 

Rinaldy menceritakan, saat acara doa bersama berlangsung, ia sempat menghubungi 
Tibo melalui telepon seluler. Dalam kesempatan itu Rinaldy meminta Tibo 
memimpin doa. (REI/JAN) 


-- 
----------------------------------------
I am using the free version of SPAMfighter for private users.
It has removed 0 spam emails to date.
Paying users do not have this message in their emails.
Try www.SPAMfighter.com for free now!


[Non-text portions of this message have been removed]



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke