http://www.kompas.com/kompas-cetak/0604/11/daerah/2573159.htm
Penyerangan di Keerom, 4 Tewas
Panglima TNI: Pelakunya Kemungkinan OPM
Jayapura, Kompas - Serangan brutal oleh kelompok orang bersenjata
terhadap mahasiswa dan anggota TNI yang sedang melaksanakan pengobatan massal
di Kampung Wembi, Distrik Arso, Kabupaten Keerom, Senin (10/4), mengakibatkan
empat orang tewas, satu kritis, dan dua luka-luka.
Di Jakarta, Panglima TNI Djoko Suyanto mengemukakan, serangan terhadap
kegiatan sosial TNI bersama mahasiswa di Keerom itu kemungkinan dilakukan
anggota Organisasi Papua Merdeka atau OPM. Serangan ini merupakan rangkaian
dari upaya OPM untuk memperjuangkan keinginan separatisnya.
"Mobilitas para pelaku sangat tinggi. Melihat dari alat yang digunakan,
seperti senjata api, senjata genggam, panah, dan kapak, perkiraan sementara
adalah kelompok separatis OPM. Itu perkiraan karena belum tahu dari kelompok
mana. Ada beberapa kelompok di sana sehingga perlu identifikasi lebih lanjut,"
ujar Djoko sebelum peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Istana Negara,
Jakarta, Senin.
Panglima Kodam XVII Trikora Mayjen TNI George Toisutta di Jayapura
mengatakan, kemarin sekitar pukul 13.30 WIT puluhan mahasiswa dari Jayapura
yang didukung anggota TNI melakukan pengobatan massal dalam rangka kuliah kerja
nyata di Kampung Wembi, sekitar 60 kilometer timur Jayapura.
Saat pengobatan berlangsung, tiba-tiba terjadi serangan membabi buta oleh
sekitar 30 orang. Mereka melepaskan tembakan beruntun ke arah anggota TNI.
Kelompok bersenjata itu berbaur di antara ratusan warga yang datang untuk
berobat di tempat itu sehingga sulit dideteksi oleh anggota TNI dan Polri yang
mengawasi kegiatan tersebut.
Akibat serangan ini, dua anggota TNI tewas di tempat, yakni Sertu Basori
dan Pratu Sukamto. Tiga orang yang luka-luka terdiri dari dua mahasiswa dan
seorang anggota TNI. Dua mahasiswa luka dibacok dengan kapak di kepala dan
punggung, sedangkan Kopda Sugiharyono dalam kondisi kritis akibat bacokan.
Dua korban tewas dan satu korban kritis dibawa ke Rumah Sakit TNI AD
Marthen Indey, Jayapura. Sementara dua mahasiswa yang mengalami luka bacok
dirawat di RS Katolik Dian Harapan, Waena, Jayapura. Dua korban tewas lainnya
adalah Edi Pagawak dan Tinus Wenda, yang diduga kuat anggota OPM.
Informasi dari lapangan menyebutkan, pelaku penyerangan diduga kelompok
OPM pimpinan Matias Wenda yang selama ini bersembunyi di perbatasan
Indonesia-Papua Niugini (PNG).
TNI masih melakukan pengejaran terhadap para pelaku yang diduga melarikan
diri ke daerah perbatasan RI-PNG. Warga yang mengetahui keberadaan mereka
diminta bekerja sama dengan aparat.
"Tindakan itu sangat disesalkan karena dilakukan saat anggota TNI dan
mahasiswa sedang melakukan kegiatan kemanusiaan. Masyarakat selama ini sulit
mendapat pelayanan kesehatan sehingga kehadiran mahasiswa dan TNI itu sangat
membantu mereka," kata Toisutta.
Wembi terdiri dari dua unit permukiman, yakni permukiman asli yang dihuni
penduduk asli dengan jumlah sekitar 120 jiwa dan Satuan Permukiman Transmigrasi
yang disebut PIR (pola Pertanian Inti Rakyat) V dengan jumlah penduduk sekitar
2.000 jiwa. Antara permukiman transmigrasi dan permukiman penduduk asli
terdapat hutan rimba, yang diduga menjadi tempat persembunyian kelompok
penyerang tersebut.
Kejadian ini merupakan yang kedua setelah tahun 1993. Saat itu kelompok
OPM menyerang dan menyandera warga pendatang di daerah itu. Dalam kejadian
tersebut lima warga transmigran tewas tertembak dan tiga orang disandera.
(KOR/ROW/INU)
--
----------------------------------------
I am using the free version of SPAMfighter for private users.
It has removed 0 spam emails to date.
Paying users do not have this message in their emails.
Try www.SPAMfighter.com for free now!
[Non-text portions of this message have been removed]
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/