undangan
   
  Peluncuran dan diskusi buku 
  Kita dan kami; The basic modes of togetherness
  penulis Prof. Dr. Fuad Hassan
  (Penetbit Winoka)
   
  Pembahas:
  Prof. Dr. Fuad Hassan
  Prof. Dr. Toety Heraty
   
  Selasa, 11 April 2006 @ 6.30-9pm
  ak.'sa.ra
  Jl.Kemang Raya no. 8B
  Jakarta Selatan
  021-7199283
   
  terbuka untuk umum, gratis
  ----------------------------------------------------------------------------
  Press Release
   
  Fuad Hassan, psikolog yang juga mendalami filsafat, menuangkan inti pemikiran 
dalam buku "Kita and Kami; The Basic Modes of Togetherness", yang juga pernah 
terbit dalam Bahasa Indonesia dengan judul “Kita dan Kami; Dua Modus 
Kebersamaan.” Dalam buku ini, Fuad Hassan menunjukkan bahwa neurosis dalam 
pengertian “The way avoiding nonbeing by avoiding being” merupakan sengketa 
eksistensial, bukan penyakit jiwa atau peradangan neuron seperti yang umumnya 
dikenal dalam ilmu kedokteran jiwa (psikiatri).
   
  Neurosis merupakan indikasi dari pergulatan eksistensial yang tak selesai, 
dicirikan oleh keterasingan dari diri sendiri dan lingkungan sosial. Gejala 
neurosis ini muncul karena ketakmampuan individu untuk menentukan dirinya 
sendiri dalam lingkungan sosial yang ia tinggali. Secara sosial, gejala 
neurosis dipengaruhi kondisi sosial yang tidak meleluasakan individu untuk 
menampilkan subjektivitasnya. Dengan kata lain, neurosis terkait erat dengan 
keberadaan manusia bersama manusia lain.
   
  Ada dua modus kebersamaan, Kita dan Kami. Modus Kita merupakan kebersamaan 
yang inklusif, menempatkan anggota-anggotanya sebagai subjek-subjek yang 
setara, serta meleluasakan subjektivitas anggotanya untuk tampil. Modus kami 
merupakan kebersamaan eksklusif yang meratakan dan mereduksi subjektivitas para 
anggota. Kita terbentuk dengan tujuan untuk menampilkan tujuan afirmatif untuk 
mencapai kondisi yang lebih baik; tanpa perlu ada pihak lain atau musuh 
bersama. Sedangkan Kami terbentuk sebagai reaksi terhadap pihak lain, sebagai 
kumpulan yang dihadapkan dengan Mereka sebagai pihak yang diekslusikan.
   
  Modus Kami yang tidak mengijinkan individu anggotanya untuk secara leluasa 
menampilkan subjektivitasnya merupakan modus kebersamaan yang sementara 
sifatnya, kebersamaan yang dijadikan suaka atau asylum. Sedangkan modus Kita 
merupakan perekat kehidupan bersama yang inklusif, mengaktualisasi 
potensi-potensi anggotanya, dan mengembangkan kehidupan bersama. Menurunya 
‘Ke-Kita-an’ dan meningkatnya Ke-Kami-an itulah yang menyuburkan tampilnya 
gejala neurosis, juga gejala-gejala sosial lain seperti peningkatan agresivitas 
massa, pertikaian antar kelompok, ekstremisme, dan hilangnya solidaritas sosial.
   
  Buku yang awalnya merupakan disertasi yang ditulis sekitar 40 tahun lalu ini 
isinya masih relevan dengan situasi saat ini, terutama situasi Indonesia yang 
akhir-akhir ini makin menampilkan peningkatan ke-Kami-an dan penurunan 
ke-Kita-an. Apa yang dipaparkan dalam buku ini sejalan dengan 
pemikiran-pemikiran yang menginginkan kebersamaan intersubjektif, sebuah 
kebersamaan yang merangkul pluralitas tanpa harus disertai penyamarataan. Buku 
ini dapat membantu kita memahami permasalahan sosial Indonesia dewasa ini dan 
merangsang kita untuk mencari cara mengupayakan kebersamaan intersubjektif yang 
mengembangkan, menyejahterakan dan mengembangkan dunia.***
   

                
---------------------------------
Talk is cheap. Use Yahoo! Messenger to make PC-to-Phone calls.  Great rates 
starting at 1¢/min.

[Non-text portions of this message have been removed]



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke