Laboratorium Alam dan Kegiatan Ekonomi Terpadu

Informasi fisik, statistik dan angka rasanya kurang
cukup untuk menggambarkan Ma’had Al-Zaytun. Gambaran
yang lebih jelas mungkin bisa disarikan dari
laboratorium alam dan beberapa proses kegiatan ekonomi
terpadu yang ada di kawasan kampus ini yang merupakan
penerapan konsep pendidikan sebagai gula dan ekonomi
sebagai semutnya.

Perkembangan pesat yang dialami oleh ponpes ini sering
membuat orang bertanya. Darimana dananya? Syaykh AS
Panji Gumilang menjelaskannya berulang kali, yaitu
dari umat Islam Indonesia. Di samping dari sumbangan
umat Islam Indonesia, Ma’had Al-Zaytun juga memperoleh
sumber pembiayaan dari kegiatan ekonomi terpadu yang
dilakukan di dalam kampus Ma’had Al-Zaytun.

Selain kegiatan belajar mengajar, urusan perut juga
harus diperhatikan. Memenuhi kebutuhan pangan manusia
sebanyak ini setiap hari tentu tidaklah mudah sebab
membutuhkan manajemen yang solid, biaya yang besar dan
tim yang handal. 


Secara finansial untuk memenuhi kebutuhannya, Ma’had
Al-Zaytun tidak bisa bergantung sepenuhnya dari uang
partisipasi dari wali murid serta sumbangan dari
seluruh sahabat. Moto mandiri dan mampu bersaing
dengan bangsa lain benar-benar harus dijalankan. Oleh
sebab itu, Ma'had Al-Zaytun membuat sebuah mega proyek
laboratorium alam yang sekaligus merupakan kegiatan
ekonomi terpadu, yang sudah direncanakan dengan
matang. 

Pemimpin kampus ini menyadari bahwa manusia, hewan dan
tumbuhan membutuhkan air, bahan pangan, dan
tempat/lahan agar dapat hidup layak.
Kebutuhan-kebutuhan inilah yang coba dipenuhi secara
mandiri oleh Ma'had Al-Zaytun melalui mega proyek
laboratorium alamnya.

Dalam usahanya sebagai kampus yang mandiri dan terpadu
secara ekonomi, Ma'had Al-Zaytun juga menyediakan
sarana dan prasarana pendukung serta menjalankan
berbagai industri seperti industri pengolahan susu,
industri tahu dan tempe, industri pengolahan pangan,
industri pengolahan pakan ternak, pabrik beras, pabrik
pengolahan gararn beryodium, percetakan, toko serba
ada (toserba), kantin umum, warung telepon (wartel),
warung pos, Bank Jabar dan BRI, barber shop, Koperasi
Bersama Ma'had al-Zaytun dengan Masyarakat Desa
Mekarjaya, mess karyawan, dan sebagainya. 

Di atas lahan seluas 1.200 hektar itu, Ma'had
Al-Zaytun membuat sebuah laboratorium alam yang
dijadikan percontohan bagi seluruh santri dan penghuni
kampus. Di sana dibangun sebuah unit ekonomi terpadu
yang pada akhirnya menyokong keberlangsungan hidup
kampus ini. 

Laboratorium alam seperti apa yang dimaksudkan? Dalam
kampus ini, setiap jengkal lahan dimanfaatkan
seoptimal mungkin. Lahan-lahan yang ada dikapling
sesuai peruntukannya masing-masing. Misalkan saja,
lahan peternakan, dimana dipelihara berbagai jenis
hewan, antara lain, domba, sapi potong, sapi perah,
unggas, dan juga hewan peliharaan lain, yang
kesemuanya menjadi salah satu sumber penghasilan
Ma'had Al-Zaytun. 

Di atas lahan peternakan ini dibangun banyak bangunan
seperti bangunan peternakan sapi perah dan sapi
potong, kambing perah dan kambing potong, rusa, kuda
dan itik, Bangunan peternakan untuk karantina,
bangunan hatchery untuk pengembangan dan budidaya ikan
air tawar, bangunan laboratorium kultur jaringan,
bangunan laboratorium embrio transfer dan inseminasi
buatan, bangunan pengolahan susu, dan bangunan
Pengolahan Pakan Ternak. 

Lahan perkebunan dan pertanian, ditanami tanaman
komersial, yaitu jati mas, jagung manis, jeruk siam
garut, mangga, rumput king grass, serta seluruh jenis
tanaman baik tanaman buah maupun tanaman keras dari
seluruh propinsi di Indone-sia. Pengerjaan aktifitas
agrobisnis tersebut di atas, seperti halnya dengan
semua aktifitas pembangunan Ma’had Al-Zaytun, secara
keseluruhan dilaksanakan oleh tim yang solid.

Alkisah, seorang santri sedang duduk makan dengan
lahap di kantin yang besar. Meja-meja terbuat dari
kayu jati berjejer rapi dipenuhi oleh santri-santri
lainnya. Di atas piring nasi santri itu terdapat
daging sapi kecap, ayam goreng, kentang, sayur kacang
panjang. Tidak jauh dari piringnya tergeletak sebuah
pisang, asinan mangga dan segelas air putih. Bila
proses tersedianya makanan dan berdirinya kantin itu
diurut ke belakang, akan dimengerti lebih jauh apa
yang sudah dilakukan di Ma’had Al-Zaytun. 

Meja yang terbuat dari kayu jati yang digunakan di
kantin itu merupakan olahan sendiri. Di sana ada
industri meubel yang diawaki karyawan yang sudah
terlatih dan sekaligus sebagai tempat praktek para
santri. Pabrik ini menghasilkan berbagai macam produk
mulai dari lemari, meja, kursi, hingga hiasan meja dan
dinding. Dari pabrik inilah meja kayu jati yang ada di
kantin itu berasal. Pabrik meubel ini pula yang
menyuplai berbagai kebutuhan perabotan untuk kelas,
asrama, kantor dan sebagainya. 

Untuk mengantisipasi kebutuhan kayu pada masa depan,
di sekeliling kampus dilakukan penanaman pohon jati.
Pohon-pohon jati ini ditanam setelah melalui
serangkaian proses penelitian yang disebut kultur
jaringan. Tujuannya agar diperoleh bibit jati unggul
yang bisa memberikan manfaat berlipat ganda. 

Demi kepentingan penelitian ini dibangunlah bangunan
laboratorium kultur jaringan yang diisi oleh
dosen/ahli dari Institut Pertanian Bogor (IPB). Di
sinilah mereka melakukan praktek lapangan dan
berkreasi sebebas-bebasnya menerapkan ilmu pengetahuan
yang selama ini tidak teraplikasikan di IPB itu
sendiri.

Selain bibit jati unggul, laboratorium kultur jaringan
juga mengembangkan hampir semua tanaman yang ada.
Misalkan saja, rumput untuk makanan sapi. Melalui
penelitian dan pengembangan yang dilakukan sedemikian
rupa, rumput-rumput untuk makanan sapi menjadi lebih
besar dan tinggi batangnya serta padat protein.
Makanan sapi yang bermutu tentu saja akan menghasilkan
sapi-sapi yang berkualitas. 

Rumput sangat diperlukan karena Ma’had Al-Zaytun
memiliki peternakan sapi perah dan sapi potong,
kambing perah dan kambing potong, rusa, kuda dan itik.
Oleh karena itu, disediakan sebuah lahan khusus untuk
rumput-rumputan itu yang kemudian diolah di sebuah
bangunan Pengolahan Pakan Ternak. 

Daging sapi yang menjadi menu konsumsi para santri
juga mempunyai kisahnya tersendiri. Sapi-sapi yang
diternakkan di Ma’had Al-Zaytun dikembangbiakkan
dengan teliti. Ada tiga jenis sapi yang dipelihara,
sapi perah, sapi potong dan sapi unggul. Untuk
meningkatkan produktivitas peternakan hewan khususnya
sapi, Ma’had Al-Zaytun telah berhasil melakukan embrio
transfer dan inseminasi buatan. Sapi-sapi yang
diternakkan di Ma’had Al-Zaytun benar-benar terus
dikembangkan secara optimal sebab kebutuhan akan
daging sapi bagi seluruh penghuni kampus sangat besar.
Daging dan susu sapi ini kemudian diolah di dapur dan
pabrik pengolahan susu. 

Proses yang sama juga terjadi atas ayam goreng,
kentang, sayur kacang panjang, pisang, asinan mangga
yang dikonsumsi oleh santri itu. Semuanya diternakkan
dan ditanam di seputar lahan Ma’had Al-Zaytun yang
kemudian diolah sendiri di dapur pengolahan bahan
pangan. Di dapur inilah dihasilkan berbagai makanan
snack dan roti untuk dimakan oleh santri di kala jam
istirahat sekolah, sarapan pagi, makan siang dan makan
malam untuk seluruh penghuni Ma’had Al-Zaytun.
Sedangkan persediaan bahan baku pangan seperti daging,
sayur mayur dan sebagainya disimpan rapi dalam
kamar-kamar penyimpanan yang dilengkapi dengan
beberapa pendingin berkekuatan besar. 

Kebutuhan akan beras juga dipenuhi secara mandiri
dengan menanam padi di atas lahan Kampus Al-Zaytun.
Kebutuhan beras Ma’had Al-Zaytun rata-rata 4,5 – 5 ton
perhari dengan surplus antara 12-15 ton per hari yang
kemudian dijual ke pasar. Hasil penjualannya digunakan
untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti sabun
mandi, odol, dan sebagainya. Semua persediaan ini
disimpan dan dijual di Koperasi Al-Zaytun. Jadi nasi
yang dikonsumsi oleh santri itu termasuk seluruh
penghuni Al-Zaytun berasal dari tanah tempat Al-Zaytun
berdiri. 

Lalu bagaimana dengan segelas air di hadapan santri
itu? Kebutuhan akan air di Ma’had Al-Zaytun juga
mendapat perhatian serius. Jauh sebelum Ma’had
Al-Zaytun berdiri, daerah ini terkenal kering dan
tanahnya sulit menyerap air. Kini, semuanya sudah
berubah. Semua gedung di Kompleks Ma’had Al-Zaytun
dilengkapi sarana penyerapan air. Sehingga jika hujan
turun air terserap ke dalam tanah.

Di samping itu, Ma'had Al-Zaytun juga menyiasati
persediaan air sebab lahan yang diolah oleh Ma'had
Al-Zaytun terbilang lahan yang kurang subur. Guna
mencukupi kebutuhan air dan antisipasi datangnya musim
kemarau, Ma'had Al-Zaytun membuat danau buatan/empang
yang sekaligus dipergunakan untuk peternakan ikan dan
sebagai penyeimbang air tanah yang merupakan pendukung
pengairan di lingkungan kampus ini. 

Empat buah empang yang berukuran 100 X 100 m2 dengan
kedalaman 6 m dan 1 buah danau seluas 7 ha
dipersiapkan untuk olah raga air. Waduk Istisqa seluas
1 ha, kedalaman 9 m, berada di sebelah utara Masjid
Rahmatan lil 'Alamin berfung-si untuk penampungan air
permukaan. Air yang ditampung digunakan untuk
kepentingan asrama dan mengairi 30 ha areal yang telah
dikonsolidasikan. Sehingga kawasan kampus ini tidak
akan kekeringan pada musim kemarau dan tidak akan
kebanjiran pada musim hujan.

Ma’had Al-Zaytun benar-benar menjadi sebuah
percontohan yang konkrit tentang kemandirian bagi
bangsa ini. Melalui laboratorium alam ini, selain
untuk kepentingan edukasi bagi para santri, bangsa ini
bisa tersadar dan tergugah bahwa kemandirian bukanlah
hal yang mustahil. Bahkan tidak tertutup kemungkinan,
bangsa Indonesia menjadi bangsa yang sangat
diperhitungkan oleh bangsa-bangsa lain sebab mampu
mandiri dan turut membantu bangsa-bangsa lain. Bangsa
Indonesia adalah bangsa yang kaya, dan itulah yang
sedang diceritakan oleh Ma’had Al-Zaytun melalui
laboratorium alamnya. 



__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 




***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke