---
bukan mBak
bukan kesalahan mBak semata
itu sudah KONSPIRASI merata
dan diketahui para pemimpin-polisnya
jadi sudah bagi-bagi tugas
dan ada target setornya.
suatu ketika bila wartawan memantau
seolah hilang, tapi bberapa hari
kemudian akan praktek begitu lagi
"alasan" mereka
kalau tidak "diluluskan" (dengan setor)
nanti numpuklah berkas para gagal-wan/wati itu
"polis kan melayani", kilah senyum musang mereka
itulah polis kita
busuk, banger, bacin,
mbak, polis kita bacin!!!
lihatlah, dari yang daan mogot, yang bsd,
sampai serang dan cilegon
sama! badheg, busuk, banger!
polis kita mirip rampok!!!
bahkan percis...tapi alus, sok pasang topeng ramah
bahkan sok kasih nomor hp segala
wih, polis bacin
kok bisa ya lagaknya kerjasama dengan interpol
padahal bacin
--- Aslim Lenny <lenny_aslim@> wrote:
>
> Mau Langsung Lulus atau Bagaimana Mbak
?
>
> Masa berlaku SIM A saya sudah berlalu sejak Juni tahun
> 2004 yang lalu. Salama satu setengah tahun saya merasa
> tidak perlu memiliki SIM untuk sementara waktu.
> Dikarenakan transportasi umum di Jepang menjadi
> andalan utama untuk berkegiatan sehari-hari.
>
> Tapi, sekarang ini saya merasa perlu untuk
> memperbaharui kembali SIM ini. Mumpung masih punya
> waktu kosong sambil menunggu panggilan kerja, maka
> saya sampaikanlah rencana saya ini kepada Ayah. Beliau
> bilang lebih baik mengambil yang kolektif seperti dulu
> lagi. Tapi saya ingin mencoba menggunakan cara yang
> normal. Karena dua kali perpanjangan SIM selalu secara
> kolektif, sehingga belum pernah memiliki pengalaman
> bertatap muka dengan bapak-bapak polisi yang
> sangar-sangar manis itu. Sudah tentu cara normal
> harganya lebih murah, sesuai dengan kondisi keuangan
> saya sekarang ini.
>
> Dengan rasa percaya diri yang terkontrol, maka
> datanglah saya ke POLRES setempat. Disambut senyuman
> dan sapaan ramah para petugas yang
> ehem....ganteng-ganteng ternyata. Tahapan pendaftaran,
> tes buta warna dan tes teori saya lewati dengan sabar,
> sambil bertanya-tanya dalam hati, apa sih yang membuat
> harga SIM itu berbeda-beda? Tes teori tidak terlalu
> sulit, terbukti dari kecepatan saya menjawab dan poin
> betul yang saya kumpulkan.
>
> "Langsung ke lapangan untuk tes praktek ya Mbak..."
> Kata salah satu petugas pengawas ujian.
>
> Dengan patuh pun saya menuju lapangan yang dimaksud,
> yang berlebar 4m dan panjang sekitar 15 meter.
> Lapangan tersebut sudah dipasangi pasak, serta
> disiapkan pula satu tanjakan yang hmmmnnn... lumayan
> tinggi juga. Pasak yang dipasang mengapit rapat mobil
> yang tersedia..persis seperti di tempat parkir. Hanya
> ukurannya sempit sekali, cukup sulit bagi saya
> menemukan kondisi jalan atau parkiran mobil yang
> sesempit itu. Untung kepercayaan diri saya sudah cukup
> terkontrol sehingga hati ini tidak menciut seketika.
> Saya sudah cukup siap apabila Pak Polisi ganteng itu
> berkata "Tidak lulus..."
>
> Pak polisi ini yang menyambut saya dengan senyuman
> yang super ramah. Menerima berkas saya dan membacanya.
> Lalu bertanya,
>
> "Mau langsung lulus atau bagaimana Mbak?"
> Glek......ini dia. Yang ini diluar dugaan saya.
> Walaupun selama ini saya jago bernegosiasi, tapi untuk
> yang satu ini tidak ada jaminan sama
> sekali......petugas kepolisian lho....salah jawab
> jangan-jangan SIM tinggal impian.
>
> Kalau mau langsung lulus saya disuruh menghadap
> petugas nun jauh di sana yang sedang duduk menanti
> sambil tersenyum ke arah saya. Saya juga akan dimintai
> biaya tambahan sebesar lima puluh ribu rupiah.
>
> "Saya mau prosedur yang normal Pak.." Senyum sang
> Bapakpun pudar.
>
> Tapi bukan berarti tes itu saya ikuti secara gratis
> lho. Saya harus membayar dua puluh ribu Rupiah untuk
> sewa mobil. Kontan saya tertawa, membayar sewa mobil
> untuk tes praktek. Tesnya saja tidak sampai 10 menit.
> Mobilnyapun bukan punya kepolisisan melainkan milik
> pribadi. Sementara saya tidak membawa mobil
> sendiri...ingat,...SIM saya sudah mati dua tahun lalu,
> jadi mana mungkin saya bawa mobil sendiri. Belum lagi
> tidak adanya kwitansi sebagai bukti pembayaran.
>
> Tes berjalan ditanjakan dan mundur melalui pasak
> sempit itu saya lewati dengan sukses. Tapi pasti tidak
> semudah itu. Petugas yang menyertai mengatakan,
> "Salah....kopling dan rem kalau mundur menurun gak
> usah diinjak...ulang lagi." Dalam hati..iya juga ya.
> Tapi tanpa menginjak rem rasanya saya tidak pede
> melewat pasak sempit itu. Namun saya ikuti juga
> perintahnya. Tanpa rem saya mundur dari tanjakan, dan
> hasilnya saya sukses menambarak pasak yang disusun
> berjajar.
>
> Lalu senyum Pak Polisi mengembang....Saya pun pasrah.
>
> Saya disuruh datang lagi satu minggu kemudian. Harus
> bayar lagi dua puluh ribu sampai dinyatakan lulus.
> Kalau dikalkulasikan bisa besar sekali biaya yang
> harus dikeluarkan. Lalu saya tanyakan cara cepatnya.
> Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, saya hanya
> mengeluarkan lima puluh ribu, tanpa tes dan langsung
> dapat melanjutkan ke sesi pengambilan sidik jari dan
> foto.
>
> Setelah menimbang-nimbang akhirnya saya setujui dengan
> penyesalan kenapa saya tidak bisa lulus dengan cara
> normal itu?
>
> Tapi sang Bapak malah menambahkan "Sopir bus Lorena
> saja gagal di tes praktek lho Mbak."
>
> Mudah-mudahan kegagalan saya mendapatkan SIM ini hanya
> karena kebodohan saya semata dalam mengemudi.
>
>
> Lenny ASLIM
--- End forwarded message ---
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/