Saudara, selamat bersua kembali dalam rangkaian acara yang membahas gerakan
misionaris Kristen di negara-negara Islam. Pada pertemuan yang lalu, kami
sudah menyampaikan pembahasan alasan kerjasama antara gerakan misionaris dan
imperialisme berakar dari Perang Salib dan kedengkian mereka atas kemajuan
peradaban Islam yang sangat pesat. Pada pertemuan ketiga ini, kita akan
membahas akibat-akibat kehadiran misionaris di negara-negara Islam.

Pada abad kedelapan belas dan kesembilan belas Masehi, misionaris Eropa
masuk ke negara-negara Islam dan memulai kegiatannya secara luas. Awalnya,
gerakan ini bertujuan untuk menyebarkan pemikiran Kristen dan mengganti
agama kaum muslimin. Namun, usaha mereka mengalami kegagalan. Karena itu,
mereka mengganti metode penyeberluasan misi mereka. Alih-alih mengajarkan
ajaran Kristen, mereka malah mempropagandakan kebudayaan Barat dan
nasionalisme. Metode ini banyak dilakukan oleh misionaris asal Amerika.
Berdasarkan pengakuan sebagian penulis Barat, seperti George Antonius,
benih-benih pemikiran pertama Barat seperti penolakan agama, liberalisme,
dan sekularisme secara terus-menerus ditanamkan oleh misionaris Kristen di
negara-negara Islam. Tujuan mereka adalah untuk memperlemah keyakinan kaum
muslimin di kawasan itu tehadap agama Islam dan mempersiapkan kondisi bagi
terlaksananya imperialisme di sana. Para misionaris, dengan mendirikan
sekolah-sekolah, pusat keilmuan, dan universitas, menyebarkan dasar-dasar
pemikiran Barat dan dengan jalan ini mereka mempromosikan peradaban Barat di
dunia Islam.

Universitas St. Joseph di Suriah dan Universitas Amerika di Beirut dan
Libanon, adalah beberapa contoh dari pusat keilmuan yang didirikan para
misionaris. Tentang aktivitas dua universitas itu, J.B. Gibb  dalam bukunya
"Suriah, Libanon, dan Jordania" menulis, "Kedua universitas ini membuka
jalan bagi masuknya pemikiran Barat ke Suriah, Libanon, dan Jordania dan
unsur pemikiran baru yang terpenting yang mereka sebarkan adalah
nasionalisme." Universitas St. Joseph didirikan pada tahun 1874 Masehi,
sementara Universitas Amerika di Beirut didirikan tahun 1866. Universitas
St. Joseph menekankan pada pengkristenan kaum muslimin dan penyebaran
kebudayaan Barat di Suriah. Sementara Universitas Amerika di Beirut yang
nama awalnya adalah Sekolah Protestan Suriah, berusaha menyampaikan pahamnya
dengan metode westernisasi dan liberalisasi. Universitas ini menerapkan
rencananya dengan jalan menyebarluaskan materialisme, nasionalisme, dan
liberalisme. Oleh karena itu, Universitas Amerika di Beirut dengan tujuan
memecah-belah dunia Islam dan kaum muslimin, mempropagandakan nasionalisme
Arab dan anti-Turki.

Akibat pengajaran sistem pendidikan Barat yang dilakukan oleh kedua
universitas ini dan universitas serupa lainnya yang didirikan di berbagai
negara Islam,  terjadi gelombang penjajahan budaya dan penindasan budaya
pribumi dan juga masuknya ideologi-ideologi dan pendidikan Barat. Namun,
bidang industrialisasi dan kemajuan ekonomi dan ilmu-teknologi sama sekali
tidak dikembangkan di negara-negara Islam. Joseph Szyliowicz, dalam bukunya
yang berjudul Pendidikan dan Modernisasi di Timur Tengah mengakui bahwa
program-program kedua universitas ini lebih banyak bermanfaat bagi Perancis
dan Amerika daripada memenuhi kebutuhan masyarakat  Timur Tengah.

Pengakuan ini menjelaskan jatidiri dan tujuan yayasan pendidikan yang
didirikan oleh misionaris. Yayasan-yayasan itu jelas-jelas merupakan alat
propaganda dan westernisasi yang bertujuan untuk mengamankan posisi kaum
imperialis. Dengan memperhatikan catatan sejarah, masuknya misionaris ke
negara-negara Islam biasanya diikuti oleh para pedagang Eropa. Menyusul
setelah itu, datang pula tentara-tentara Inggris, Perancis, Portugis,
Belgia, dan Rusia.  Setelah pemerintahan imperialis berdiri, para penjajah
itu amat melindungi gerakan misionaris dengan tujuan agar penyebaran
kebudayaan Barat terus berlanjut. Perlindungan ini tampak dalam berbagai
bentuk materil dan moril. Contohnya, dalam masalah pendidikan, pemerintah
imperialis memberikan dana yang cukup bagi pendirian berbagai yayasan oleh
misionaris. Di samping itu, sistem  pendidikan serta tanah air yang mereka
kuasai, secara terbatas diserahkan kepada misionaris untuk dikelola.

Salah satu tujuan sekolah-sekolah dan pusat-pusat keilmuan yang dikelola
oleh misionaris adalah mendidik manusia menjadi penurut dan pendiam. Seperti
misalnya di Afrika, misionaris mendidik rakyat Afrika agar tidak menentang
hukum. Patrice Lumumba,  ketua Gerakan Nasional Kongo,  yang pernah belajar
di sebuah sekolah misionaris, dalam bukunya "Hidup dan Peperanganku"
menulis:

"Tidak pernah bisa kupahami mengapa di sekolah-sekolah selalu diajarkan
kepada kami agar menjaga dasar perdamaian dan kesucian Al-Masih, sementara
di luar sekolah orang-orang Eropa melakukan penindasan kepada kami."

Di sini kita bisa menyimpulkan bahwa misionaris juga memainkan peranannya
dalam menenangkan warga pribumi dan menidurkan semangat perlawanan mereka
terhadap penjajah. Misionaris juga berada di balik peristiwa pembunuhan
Patrice Lumumba di Katanga pada periode Musa Chumbe tahun 1961, perang dalam
negeri Nigeria, juga pembangkangan dan revolusi bersenjata separatis Kristen
di selatan Sudan.

Ahmad  Sekou Toure, Presiden Ghana pada tahun 1983, telah mengusir semua
misionaris Eropa dari negara itu. Sekou Toure adalah pemimpin perjuangan
rakyat melawan penjajahan Perancis di tahun 1957. Dalam masalah pengusiran
misionaris Eropa ini, dia berkata bahwa misionaris agama dan pendeta Eropa
adalah musuh terbesar Afrika karena mereka melakukan kegiatan mata-mata dan
perusakan.


[Non-text portions of this message have been removed]





***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke