Pelajari sejarah secara objektiflah, jangan asal membeo pada apa yang orang 
tidak berpendidikan hembuskan dari kerongkongan mereka. Semua aliran agama 
mengadvertensikan diri, seperti penjual kecap. Dia bilang kecapnya 
berkwalitas nomor wahid. Dan memang di pasar tidak  ada  yang menjual kecap 
nomor dua.

Menyatakan agama Kristen dengan misionarisnya, timbul pertanyaan apakah 
apakah agama Islam tidak juga mengirim misionaris melalu dengan dagang. Kamu 
ikut agama saya, saya beli barang mu. Kalau tidak saya tidak akan beli. 
Waktu kesultanan Otoman  kepada petani yang bukan beragama Islam di kenakan 
pajak 50%, makanya banyak petani terpaksa masuk Islam.

Agama adalah bisnes.


----- Original Message ----- 
From: "H. eledri." <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>
Sent: Wednesday, April 12, 2006 10:55 AM
Subject: [ppiindia] Sejarah Gerakan Misionaris Di Dunia Islam bagian 4


> Para misionaris Kristen yang dikirim oleh berbagai pusat keagamaan di 
> Barat
> ke berbagai negara dunia ketiga, termasuk negara-negara Islam, bekerja
> secara sendiri-sendiri maupun berkelompok.  Mereka memiliki tujuan yang
> berbeda-beda. Sebagian dari mereka bekerja untuk menarik perhatian 
> terhadap
> ajaran Al-Masih dan memberi pengajaran, sebagian untuk berdialog, dan
> sebagian lainnya datang untuk bekerja di pusat-pusat keilmuan dan 
> pengajaran
> gereja-gereja.
>
> Berkaitan dengan hal ini, meskipun tujuan asli mereka adalah menyebarkan
> agama Kristen, namun ada sekelompok misionaris datang dengan berbagai 
> tujuan
> yang ditentukan oleh gereja dengan berkedok di balik berbagai profesi,
> seperti dokter, insinyur, psikolog, dosen, pedagang, dan penasehat 
> militer.
> Tentu saja ada pula kelompok misionaris yang datang secara terang-terangan
> sebagai pendakwah resmi agama Kristen. Berdakwah di balik kedok berbagai
> profesi merupakan metode yang paling banyak dipakai para misionaris. 
> Dengan
> cara ini, mereka bisa menyampaikan ajaran Kristen  tanpa perlu
> memberitahukan kepada penduduk pribumi mengenai tujuan asli mereka.
>
> Salah satu delegasi misionaris yang bisa kita jadikan bahan pembahasan
> adalah delegasi misionaris Inggris yang dikirim ke Uganda. Menurut buku
> "Century of Christiating in Uganda", anggota delegasi misionaris itu 
> adalah
> Stephan Shergoldsmith, seorang perwira angkatan laut yang menjadi ketua
> delegasi ini; C.T. Wilson, seorang uskup lulusan Universitas Oxford; James
> Collyhust, seorang arsitektur; James Robertson, seorang petani; dan John
> Smith, seorang dokter. Anggota-anggota lain delegasi ini berprofesi 
> sebagai
> insiyur teknik sipil dan ahli mekanik. Dalam komposisi ini, bisa terlihat
> bahwa anggota delegasi misionaris yang berprofesi sebagai ruhaniwan hanya
> satu orang. Namun demikian, semua anggota delegasi itu mengambil peran
> sesuai dengan profesinya dalam kegiatan penyebaran agama Kristen.
>
> Para misionaris itu, dengan menggunakan prinsip psikologis dan ilmu-ilmu
> lainnya, berusaha menancapkan pengaruh mereka di hati orang-orang pribumi
> dan dengan cara itu, mereka menyebarkan ajaran Kristen. Bahkan, di
> negara-negara muslim, para misionaris berusaha mempelajari ajaran Islam 
> demi
> menarik perhatian penduduk pribumi. Salah satu contoh dalam hal ini adalah
> penggunaan ayat Al-Quran berkenaan dengan Isa Al-Masih oleh para 
> misionaris
> sebagai alat untuk memperkenalkan ajaran Kristen kepada penduduk pribumi
> negara-negara muslim. Al-Quran menyebut Al-Masih sebagai Ruhullah atau
> RuhTuhan.
>
> Para misionaris dengan menunjukkan ayat ini dan menyebut nama Quran
> berusaha untuk menarik perhatian penduduk pribumi. Kemudian, mereka
> menyampaikan pandangan Kristiani mereka berkenaan tentang Isa Al-Masih dan
> syafaat Al-Masih terhadap para pengikutnya. Dengan demikian, tujuan mereka
> untuk menyampaian ajaran Kristen dilakukan dengan cara tidak langsung dan
> dengan menarik kepercayaan dan keyakinan kaum pribumi.
>
> Karakteristik lain dari delegasi misionaris ini adalah pengenalan mereka
> terhadap adat istiadat penduduk pribumi. Mereka mempelajari bahasa-bahasa
> pribumi sehingga bisa berhubungan langsung dengan penduduk pribumi. 
> Mereka
> juga mempelajari kebudayaan pribumi agar bisa menarik perhatian para
> penduduk di sana dan kemudian memanfaatkan kelebihan dan kekurangan
> kebudayaan asli itu untuk menyebarkan ajaran mereka. Para misionaris 
> dengan
> berdialog dan berhubungan langsung dengan penduduk pribumi dan masuk dalam
> kehidupan pribadi mereka, menyelami rahasia kehidupan mereka, dan
> memanfaatkannya demi mencapai tujuan misionarisme.
>
> Doktor Mustafa Khaledi dan Doktor A. Farukh, penulis buku "Misionaris dan
> Imperialisme" dengan menyebutkan berbagai contoh alasan-alasan pengiriman
> misionaris ke berbagai negara muslim menyatakan bahwa tujuan para 
> misionaris
> itu bukanlah perbaikan kehidupan maknawi penduduk pribumi, melainkan 
> merusak
> dan menjadikan kaum muslimin berada di bawah kekuasaan mereka. Dalam salah
> satu bagian buku ini, disebutkan pula bahwa seorang misionaris bernama 
> Roise
> di Tarablus barat pernah berkata, "Penyebaran ajaran Kristen di Tarablus
> sangatlah sulit. Setelah lima belas tahun berusaha, baru saya memahami 
> bahwa
> satu-satunya cara untuk mengkristenkan bangsa ini adalah dengan 
> mempengaruhi
> mereka dan mengubah kehidupan pribadi dan perilaku khusus mereka sehingga
> dengan cara ini kami bisa mencapai tujuan kami."
>
> Kardinal Lavigerie dan Charles De Foucauld melarang anggota delegasi
> misionarisnya menggunakan cara-cara langsung dalam menyebarkan ajaran
> Kristen, terutama bila berhadapan dengan kaum muslimin. Speer E. Robert,
> juga mengajarkan kepada para misionaris agar menjauhi pembahasan dan
> perdebatan dengan kaum muslimin dan memulai pekerjaan mereka dari 
> poin-poin
> yang selaras dengan ajaran Islam. Misionaris lainnya, J.H.Bavick, 
> menghimbau
> agar para misionaris berhati-hati sehingga dalam pikiran para pribumi 
> tidak
> tercipta gambaran bahwa para misionaris itu menganggap peradaban dan
> kebudayaan mereka lebih tinggi dari kebudayaan kaum pribumi.
>
> Masalah ini juga disinggung oleh William Montgomery Watt dalam bukunya
> "Muslim-Christian Encounter". Dia menulis, "Para misionaris, sebagaimana
> orang Eropa lainnya, menganggap diri mereka lebih unggul daripada kaum
> pribumi. Dengan anggapan seperti ini, para misionaris secara gradual malah
> mencampuradukkan ajaran Kristen dengan keyakinan atas superioritas orang
> Eropa atau peradaban Barat."
>
> Dengan demikian, kita bisa melihat bahwa kegiatan penyebaran agama menurut
> pandangan para misionaris adalah menciptakan perubahan dalam pikiran umum
> sesuai yang mereka inginkan demi tercapainya tujuan asli mereka. Dalam
> rangka ini, ajaran Kristen memperbolehkan mereka menggunakan cara apapun
> juga.
>
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>
>
>
>
> ***************************************************************************
> Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia 
> yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
> http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
> ***************************************************************************
> __________________________________________________________________________
> Mohon Perhatian:
>
> 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
> 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
> 3. Reading only, http://dear.to/ppi
> 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
> 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
> 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
>
> Yahoo! Groups Links
>
>
>
>
>
> 


-- 
----------------------------------------
I am using the free version of SPAMfighter for private users.
It has removed 65 spam emails to date.
Paying users do not have this message in their emails.
Try www.SPAMfighter.com for free now!




***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke