Percaya diri adalah masalah kronis yang menghantui Indonesia sejak jatuhnya
Soekarno oleh peristiwa kudeta 30 september.
Lihatlah misalnya masalah utama generasi muda di perkotaan khususnya jakarta
yang sifat2 kapitalismenya begitu kental, individualis, hedonis, konsumerisme,
serta pragmatis.
Percaya diri hadir manakala sifat turunan kapitalis itu ada dan melekat dlm
genggaman.
Semua orang pasti sepakat kualitas suatu generasi bangsa ditentukan dari
pendidikan yang sistematis demi mencerdaskan bangsa. Namun apa lacur, Negara
ini kadung sudah tidak percaya diri lagi untuk mengemban amanat konstitusi
untuk mencerdaskan rakyatnya, sehingga bergulirlah kebijakan privatisasi dunia
pendidikan yang menuntut semua universitas serta lembaga pendidikan di
Indonesia untuk berlomba lomba mencari keuntungan yang sebesar-besarnya agar
mampu bertahan dan tentunya pasti tdk menguntungkan bagi kebanyakan masyarakat
di negeri ini.
Pasal 31 UUD 45 hanya menjadi hiasan konstitusi belaka yang sama sekali tdk
berbanding lurus dengan kebijakan riil nya dilapangan. eluslah dada..
Ini tentunya belum apa-apa ketika bulan lalu dengan begitu gencarnya
pemberitaaan penyerahan operator blok cepu kepada exxon, yang sekali lagi
menertawakan diri sendiri sebagai sebuah bangsa yang tak pernah percaya diri
untuk mengurusi apa yang dianugerahkan Tuhan kepada negara ini dengan sumber
daya alam yang luar biasa. Lelucon konyol namun nyata!
Dalam kasus ini tentunya semua orang berhak marah lalu jika kita identifikasi
yang pantas membabi buta mengutuk kebijakan ini adalah para sarjana perminyakan
serta pertambangan yang berasa dilecehkan oleh pemerintah akan keputusan ini.
lalu kemana si pertamina? si anak kandung yang selalu kesepian ketika
berbicara pengelolaan sumber daya alam sesuai amanat konstitusi karena belum
adanya keberpihakan pemerintah, namun terus di hisapi darahnya demi kepentingan
politis suatu golongan. Ironis memang anak kandung yang satu ini, tak ubahnya
bak film ratapan anak kandung.
Heboh mengenai amblasnya self reliance ini bahkan sampai masuk ke pori pori nya
yang paling dalam. Kita terjerembab dlm polarisasi dimana kita tdk percaya diri
lagi dengan budaya sendiri, sehingga harus mengimpor serta menyembah budaya
asing yang meruntuhkan identitas sebagai suatu bangsa yang berkarakter, yang
plural, yang heterogen itu.
Lantas bagaimana caranya keluar dari penyakit rendah diri agar mampu bertahan
dlm perkembangan jaman yang penuh gelombang ini ?
Retooling di semua lapangan!
Soekarno mengatakan ordening dan herordening total! Herordening politik,
ekonomi, sosial, dlm keseluruhan kehidupan bangsa. herordening yang disertai
koordinasi satu sama lain, sehingga seluruh macam aktivitas kehidupan menjadi "
One Coordinated Unit' . Satu jaringan yang terkoordinir untuk memenuhi dasar
dan cita cita proklamasi. Maka oleh karena itu, kita harus mengadakan
herordening dan koordinasi total. Persatuan!
Untuk kita punya kepentingan bersama. Retooling yang berarti menganti sarana,
menganti alat dan aparatur yang tdk sesuai dengan pikiran semangat pembukaan 45
kita. Retooling dari semua alat perjuangan! dan konsolidasi daripada semua alat
perjuangan yang sudah di retooled!
Apa dan siapa yang harus di retooling?
Eksekutif vertikal dan horizontalnya, retooling badan legislatif, retooling
semua alat alat kekuasaan negara, retooling alat alat produksi dan alat
distribusi, retooling organisasi masyarakat, partai politik, badan badan
sosial, badan ekonomi, yang kita semua sadar dan mafhum semuanya tidak bekerja
dlm track cita cita proklamasim kita.
Besarnya harapan ini terjadi jika kita bersatu untuk me-retooling, maka tak ada
lagi kita dengar suara saudara kita yang di Papua, Aceh meminta suaka ke negara
tetangga. Karena nasionalisme kita, harus mampu diletakkan sebagai nasionalisme
yang bersendikan Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Jadi, untuk memulihkan ini semua hanya ada satu kata " Bersatu untuk RETOOLING"!
Pontianak, 11 april 2006 yang lembab..
---------------------------------
New Yahoo! Messenger with Voice. Call regular phones from your PC and save big.
[Non-text portions of this message have been removed]
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/