KOLOM Kwik Kian Gie 
  Mimpi Republik Banana

  AKU bermimpi menjadi penduduk dari negara kepulauan
yang alamnya indah, iklimnya nyaman dan kaya mineral.
Kehidupan rakyatnya sangat santai. Namanya Republik
Banana. Dalam mimpi itu, aku mendengarkan percakapan
dua orang elit Republik Banana, yang satu namanya
Djadjang (Dj) dan lainnya Mamad (M). 

Dj : Mad, kamu itu tidak setuju BUMN dijual kepada
swasta, terutama kalau kepada asing. Kamu tidak
terlampau getol terhadap investor asing walaupun tidak
menentang. Kamu tidak suka bila ahli yang kita sewa
semuanya orang asing. Kamu itu wawasan berpikirnya
hanya sepanjang hidungmu saja. Otakmu perlu diperiksa
oleh Clifford Geerts. Sekarang ini sudah zaman
globalisasi. Batas-batas negara sudah tidak ada lagi.
Mana bisa kita menyelenggarakan pemilu kalau tidak
diampingi NDI, Bill Liddle beserta Ohio boys-nya?
Itupun akhirnya para teknisi anggota KPU-nya pada
korup! 

M : Gini lho Djang, aku kan punya keluarga yang hidup
dalam satu rumah yang disebut rumah tangga. Aku punya
dua orang anak. Kan sangat normal kalau aku
mati-matian mementingkan kesejahteraan keluargaku
tanpa merugikan orang lain. Kalau aku mencintai isteri
dan anak-anakku tidak berarti aku memusuhi semua orang
yang ada di luar rumah tanggaku. 

Dj : Justru itu, kalau semua urusan republik kita ini
harus dipegang oleh bangsa kita sendiri, engkau tau
sendiri kita ini korupnya nggak kira-kira, malasnya
nggak kira-kira dan terus terang saja, dalam
pengetahuan, kecakapan, ketrampilan atau skill kita
kalah semua. Pokoknya kita tidak mampulah. Kalau
engkau pake otak, kan lebih baik diserahkan kepada
orang yang lebih mampu? 

M : O gitu ya Djang? Aku memang sedang dihadapkan pada
masalah yang pelik. Isteriku agak nakal, anakku yang
satu kena narkoba dan yang lain berjudi. Aku harus
mengakui bahwa aku tidak mampu mengurus keluargaku
sebagai kepala rumah tangga. Apa lebih baik aku
mengundang orang lain yang menjadi kepala rumah
tanggaku, asal aku diberi kehidupan yang layak? 

Dj : Ya, pasti banyak yang mau. Ada kenal orang asing
yang jauh lebih hebat dari kamu dan pasti mau, karena
isterimu cukup cantik. Membebaskan anak-anakmu dari
narkoba dan perjudian pasti lebih berhasil di
tangannya ketimbang di tanganmu. Pokoknya engkau
pasrahkan bongkokan sajalah. Engkau sendiri minta yang
kau rasa sudah enak buat orang yang sudah mengakui
tidak mampu ngurus keluargamu sendiri. 

M : Apa itu konkretnya? 

Dj : Begini, engkau minta diberi satu kamar seperti in
de kost. Namun enaknya sebagai anak kos-kosan kamu
tidak membayar, malahan dibayari oleh si asing yang
menggantikan fungsimu sebagai kepala rumah tangga itu.


M : Aku mulai ngerti sekarang Djang. Maksudmu isteri
dan kedua anakku, tanah dan rumahku, relasiku dan
semua yang aku miliki sebagai modal dasar ini
sebenarnya bisa memberi kemakmuran yang jauh lebih
besar kalau bukan aku yang mengurus. Sebaliknya kalau
aku bersikukuh tetap berfungsi sebagai kepala rumah
tangga, jadinya ya berantakan begini. 

Dj : Ya, mulai pinter engkau sekarang Djang. Maka
tinggal ditarik satu garis lagi. Jangan hanya berpikir
sepanjang hidungmu. Yaitu, tawarkan kepada siapa saja
yang kamu yakini lebih mampu menggantikan fungsimu.
Engkau tetap di rumahmu. Tidak perlu bekerja, tidak
perlu berpikir. Baju cukup, makan cukup, obat-obatan
cukup. Mau apa lagi Djang? 

M : Jadi aku lebih baik jadi tamu di rumahku sendiri?
Yang penting kan cukup kenyang, cukup sehat, pakaian
utuh, tidak compang-camping. Aku nonton saja, isteri
dan kedua anakku hidup berbahagia dengan kepala rumah
tangga yang baru. Untuk orang luar aku masih Presiden
di dalam rumah yang aku bangun, dianggap mengerti
dunia dan memenuhi panggilan zaman. Cihui, terima
kasih Djang, kau memang brilian. RM
   
  Sumber : Rakyat Merdeka 12 apr 2006
  http://70.87.103.2/~rakyatme/


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 


***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke