Release “Komite Aksi Rakyat Teritorial [KARAT]”  [seri-1 dan seri-2]
  Jakarta, 13 April 2006
     Seri-1   (Dicetak ulang kembali bersama Seri-2)   
  HAI AUSTRALIA dan AMERIKA !
  KAMU RASIS, RASIALIS, dan FASIS
   
  Catatan : Benua Australia adalah milik bangsa ABORIGIN sebelum dirampok dan 
dijarah oleh bangsa kulit-putih dari Eropa. Benua Amerika adalah milik bangsa 
INDIAN sebelum bangsa kulit-putih merampok dan membunuh mereka. Bangsa 
kulit-putih ini juga berasal dari Eropa.
   
  Kemanakah bangsa ABORIGIN dan bangsa INDIAN kini ? Dimanakah mereka berada ?
  Bangsa ABORIGIN berkulit-hitam berambut-keriting. Bangsa INDIAN 
berkulit-merah dan berambut-hitam. Bangsa ABORIGIN telah ‘dibuang’ ke daerah 
gersang, tanpa air, diantara ular dan buaya serta binatang buas lainnya di 
tanah benua Australia milik mereka sendiri seperti yang ditempatkan oleh Tuhan. 
Bangsa INDIAN telah ‘dibuang’ ke tengah-tengah rawa-rawa Missisippi dan 
rawa-rawa lainnya, hidup dengan buaya, ular dsb. Orang Aborigin dan orang 
Indian sudah dilimitkan menjadi ‘suku terasing’ di tanah airnya sendiri. 
Siapakah yang ‘memaksa’ mereka ‘hidup segan mati tak mau’ seperti itu ? 
Diperlakukan seperti BINATANG oleh bangsa KULIT PUTIH yang menggembar-gemborkan 
dirinya anti-rasis, anti-rasialis, memuliakan hak-azasi-manusia, penegak 
humanitair, hak menentukan nasib sendiri, dsb. Ternyata itu semua cuma ‘mulut 
kotor’ bangsa kulit-putih dan tipuan belaka. 
   
  Bangsa kulit-putih yang berasal dari Eropa yang sekarang merupakan 
‘penguasa-penjajah’ benua Australia berasal dari kaum KRIMINAL, maling, begal, 
dan gembel, yang ‘dibuang’ oleh penguasa Inggris dan negara-negara Eropa 
lainnya. Keturunan begal inilah yang kini berkuasa di benua Australia, tentu 
saja ditambah serta bercampur dengan keturunan orang kulit-putih Eropa lainnya 
yang datang kemudian. Tetapi sama saja mereka telah menghinakan manusia 
ABORIGIN, telah ‘membinatangkan’ manusia ABORIGIN, telah MELANGGAR HAK ASASI 
MANUSIA dalam kwalitas ‘pelanggaran SUPER-berat’. Kwalitas yang sama juga 
dilakukan oleh bangsa kulit-putih dari Eropa terhadap bangsa INDIAN di benua 
Amerika. Tetapi bangsa kulit-putih Amerika punya tambahan ‘dosa tak berampun’ 
lainnya, yaitu PERBUDAKAN terhadap ‘BANGSA NEGRO’, yang diculik dan 
diperjual-belikan dari benua Afrika. Negro adalah bangsa ‘kulit-hitam’, bukan 
bangsa kulit-putih. Perang Abraham Lincoln (‘perang
 sipil’) untuk menghapuskan perbudakan telah menyisakan perlakuan RASIS dan 
RASIALIS dari orang kulit-putih terhadap orang kulit-hitam NEGRO di 
Amerika-Serikat hingga detik ini. Hal ini terungkap ketika Menlu AS Condoleeza 
Rice buka mulut di sekolah Madrasah Islam Jl. Raden Saleh Jakarta Pusat dalam 
kedatangannya ke Indonesia ‘persis’ saat penandatanganan “kontrak paksaan” 
eksplorasi BLOK CEPU antara EXXON Oil dengan Pertamina. Kasus Blok-Cepu itu 
sendiri merupakan ‘bukti’ bagaimana sebenarnya bangsa kulit-putih memperlakukan 
bangsa-bangsa, tanah air, kekayaan alam, ‘kedaulatan’, ‘hak dari Tuhan’, dsb. 
Yang dimiliki oleh bangsa-bangsa ‘kulit berwarna’ (orang Indonesia : 
SAWO-MATANG).
   
  Kita sama sekali tidak ‘tutup-mata’ dan ‘tutup-mulut’ tentang RASIS dan 
RASIALIS bangsa kulit-putih Amerika Serikat, AUSTRALIA, dan Eropa. Mereka RASIS 
dan RASIALIS ! Jangan mau ditipu dengan rayuan kata persamaan hak, tidak ada 
perbedaan AGAMA dan warna-kulit, menghormati ‘kedaulatan’, ‘kemerdekaan’, 
‘keadilan’, dan ‘kemanusiaan’. Mereka inilah yang menginjak-injaknya. 
Sekali-sekali JANGAN LUPAKAN ITU  !
   
  Catat dan ingat baik-baik  bahwa BUSH Presiden AS dan HOWARD Perdana Menteri 
Australia adalah HITLER serta FASIS  abad 21. Di belakang mereka ‘berdiri’ 
Yahudi-Zionis Wolfowitz dan Alexander Downer (Baca: FREEMASONRY). Bahwa orang 
Yahudi menganggap bangsa-bangsa selain Yahudi adalah ‘BATU BUTA’, termasuk 
bangsa ‘pagan’ Inggris, Belanda, Perancis, Jerman, Italy, Spanyol, Portugis, 
Belgia, Austria, Rusia, Cina, Jepang, Indonesia, Negro, Indian, Aborigin, 
Maori, India, Creol, BUSH, Howard, Rumsfelt, Si Condy, Blair, dsb.
   
              Jadi ‘kalian’ wahai Australia dan Amerika jangan berfikir bahwa 
‘pemberian visa’ kepada orang Papua di Australia itu hanya sekedar ‘basa-basi’ 
dengan segala macam rayuan-busuk seperti yang kamu koar-koarkan itu ! Semua itu 
ada ‘kaitannya’ dengan rentetan lepasnya Timor-Timor dari NKRI, Bom Bali I dan 
II, Bom Marriot, Bom depan Kedubes Filipina dan Australia, tragedi Poso, 
tragedi Aceh, tragedi Ambon/Maluku, dan terakhir tragedi Papua-Barat. Semua itu 
KALIAN PUNYA KERJA ! Kalian si-RASIS, si-RASIALIS, si-FASIS.
   
  50.000.000 (Lima Puluh Juta) MAHASISWA dan PEMUDA Indonesia dan 500.000 (Lima 
Ratus Ribu) TNI-TENTARA RAKYAT Indonesia TAHU itu !!! Apakah ‘Polisi Australia’ 
itu masih ngendon di Mabes POLRI ? Ataukah itu ‘tidak pernah ada’? setelah bom 
Marriot ? dan setelah kasus Abepura ?
               
              Jangan sekali-sekali ‘kalian’ berfikir wahai Amerika dan 
Australia bahwa Mahasiswa dan Pemuda Indonesia itu ‘bermata-buta’, 
‘berkuping-tuli’, dan ‘bermulut-bungkam’. TIDAK ! Kami cerdas, kami memiliki 
intelligensia tinggi, dan kami mengerti intelejen !
   
  Orang-orang intel yang kalian kirim kemari juga ‘pekerja kasar’. APANYA yang 
kami tidak deteksi ? Mereka juga ‘korup’ dan ‘memble’ kok. Kalian Cuma punya 
DUIT, peralatan teknologi canggih, kekuasaan kenegaraan, persenjataan, dan 
tentara. Semua itu kami tidak punya. Tetapi kami mampu ‘membaca’ dan 
‘mendeteksi’apa KERJA dan apa MAUNYA kalian. APANYA yang kami tidak tahu ? 
Apalagi soal double standart kalian itu.
   
  q       Amerika kan sedang berada dalam ‘Perang-Strategy’ dengan RRC ? Ya 
nggak ?
  q       Tetapi Rusia, Jerman, dan Perancis ‘berada’ di belakang RRC khan ?
  q       Sedangkan Inggris ingin mengadu-domba AS versus RRC sehingga dengan 
demikian Inggris kembali ‘berkibar’ pasca kehancuran Amerika ? Ya khan ?
  q       Australia itu terkadang ‘ikut-Amerika’, terkadang ‘ikut-Inggris’. Ya 
khan ?
  q       Di Singapore itu ‘ngendon’ Amerika, Cina, India, Melayu (sedikit), 
dan Yahudi. ‘Khabarnya’ tentara Singapore terdiri dari ‘pasukan Yahudi’ dan 
keturunan Cina. Ya nggak ?
  q       Dan Singapore sudah mendapat tugas dari RRC dan AS agar segera 
‘masuk’ kepulau Batam dan pulau Bintan. Ya ngak, Ya.. Nggak ?
  q       Jadi daerah-daerah kami yang sedang ‘kalian’ kerjain adalah Papua, 
Poso, Timor-Barat, Maluku, Aceh, dan Batam dan Bintan. Ya nggak ?
  q       Dan apa yang sedang kalian kerjakan di Sulawesi-Utara ? Heheh ! 
Kalian sudah kapok khan di Irak ? dan ‘cuak’ di Iran ? dan sudah berkonspirasi 
dengan suku Karen di Myanmar khan ? Kapan Amerika-Serikat ‘masuk’ ke Manchuria 
untuk ‘memalang’ antara Rusia dengan Cina ? dan kapan Tanah Genting Kra dibikin 
terusan ?
   
  Jadi, ‘kalian’ Australia dan Amerika jangan ‘sok’ operasi intel-lah. 
Kelihatan semua itu oleh ‘mata’kami Mahasiswa dan Pemuda Indonesia. Tapi kami 
kurang berselera untuk membikin malu CIA, Pentagon, MI-6, Mossad, dan 
intel-AUSTRALIA. 
   
  Ingat baik-baik hai Australia bahwa kami tidak pernah melupakan asal 
‘keturunan’ kalian dari GARONG Eropa ! Sampai sekarang tabi’at kalian masih 
tabi’at garong, begal, rampok, curang tidak bisa dipercaya ! Ketika orang Papua 
dibawah penjajahan Belanda orang Papua tetap telanjang pakai KOTEKA. Baru 
setelah berada didalam NKRI MERDEKA, orang Papua bisa pake baju dan celana. 
Hanya orang Papua yang ‘indo’ dan menjadi budak penjajahan Belanda yang bisa 
berpakaian dan sekolah. Nah kamu Australia mau apa pula di Papua ?
   
  Kamu Australia tidak bisa membebaskan diri selain dari menjadi ‘EKOR’ Amerika 
dan Inggris sambil ‘mencuri’ kesempatan bagi dirimu sendiri. Eksistensi, watak, 
dan tabi’at Australia tidak lebih dari itu. KEPINGIN MIMPI MENJADI NEGARA 
ADIKUASA.   
   
   
  Seri-2 
  HAI AUSTRALIA dan AMERIKA ! 
  KAMU RASIS, RASIALIS, dan FASIS
   
  Jakarta, 13 April 2006
   
              Australia ibarat seekor ‘kangguru-sakit’ dan Amerika ibarat 
‘Romawi-sakit’. Kedua-duanya baru terbangun dari mimpi buruk yang diciptakan 
oleh Evengelist, Zionis, dan Fasis. Bush yang ‘IQ-jongkok’ itu dan HOWARD yang 
‘sakit jiwa’ (sebenarnya dia mengidap penyakit “minder”) kebetulan 
‘ketemu’dalam jebakan kekuasaan ‘gelap’ yang mereka tidak sadari. Yaitu, mereka 
dijadikan ‘budak’ dan ‘batu buta’ belaka. Negara Amerika-Serikat dan Negara 
Australia sedang ‘dipertaruhkan’ EKSISTENSINYA saat ini.
   
              Bagi kita syukur-syukur saja dan kita tahu persis bahwa kedua 
negara ini sedang dalam proses ‘hancur dari dalam’. Kondisi objektif 
perkembangan ‘jiwa’ manusia sedang mengalami perubahan yang sangat fundamental 
dalam abad 21 ini. Dan ‘sedihnya’, itu sedang berkembang di dalam tubuh ke dua 
negara tersebut ‘Orang Negro’ yang masih tetap hitam pekat berminyak dengan 
rambut kriting, bekas budak, sekarang ini telah berada pada puncak 
‘kematangannya’ di Amerika. Dendam kesumat sekian kali tujuh turunan ‘sudah 
menjadi’ saat ini. Yomo Kenyiatta dan Nelson Mandela telah memberi inspirasi 
kepada negro-Amerika ini. Kedua ‘orang besar’ kulit hitam asli Afrika itu telah 
berhasil membuat orang negro ‘menjadi orang’ kembali, setelah berabad-abad 
dijadikan binatang oleh bangsa kulit-putih Amerika keturunan Eropa-daratan dan 
Anglo-Saxon penegak kebiadaban-manusia. Kemajuan teknologi ternyata tidak 
berpengaruh terhadap ‘jiwa biadab’ bangsa
 kulit-putih, malahan menjadi lebih biadab seperti terlihat sekarang ini.
              
  Selain orang negro, saat ini di seluruh negara Amerika-Serikat telah bangkit 
dan ‘sayangnya’sudah pula terorganisir orang-orang keturunan Mexico, Cina, 
Jepang, Vietnam, Korea, Timur-Tengah, INDIAN, dan Yahudi, telah siap menjadi 
‘bom waktu’ untuk meledak. FBI, CIA, Pentagon itu ‘memble’ di dalam negerinya. 
‘Namanya’ saja yang besar di luar, padahal di dalam negaranya sendiri keropos. 
Semuanya perkembangan tersebut tidak bisa lagi ‘disurutkan ke belakang’, sebab 
rodanya sudah berputar ke depan. Kebangkitan negara Cina-RRC telah mendongkrak 
itu semua dengan percepatan yang tidak dapat dibayangkan oleh manusia yang 
berfikir berdasarkan ‘referensi’ buluk belaka. Mesin quick count NDI-LSI-FI 
bersama begundal-begundal Amerika itu tidak bisa menghentikan ‘ledakan’ 
bom-waktu ALIANSI bangsa-bangsa yang selama ini ngendon di bumi-Indian Amerika 
itu. Takdirnya sudah ‘sampai’ dan faktor sunnatullahnya sudah ‘cukup’. Mengapa 
NDI-LSI-FI ? Karena
 perkembangan di Amerika itu akan berpengaruh ke Indonesia. Ingat-ingat itu !!! 
Dunia ini kecil bung !
   
              Pararel dengan perkembangan yang terjadi di dalam negara Amerika, 
maka di bumi – Aborigin Australia telah tercipta, telah tergumpal pula dalam 
suatu ‘gumpalan pekat’ diantara orang-orang keturunan dan pengungsi atau orang 
minta suaka dari Viatnam, Bangladesh, Pakistan, India, CINA, Afganistan, 
Jepang, ABORIGIN. Ini bukan sekedar Bom-Bali dan Bom-Marriot tetapi setara 
bom-atom Amerika yang dijatuhkan di Hiroshima dan Nagasaki.
   
  Catatan : MI-6, Mossad, Jezuit, dan Zionis boleh membuka arsipnya mengenai 
perkembangan ini. CIA, Pentagon dan Intel Australia yang sok-arogan itu tidak 
punya data seperti ini karena sudah ‘terlena’ dalam mimpinya untuk 
‘mengangkangi’ sumber daya alam Indonesia serta bercita-cita ‘membubarkan’ 
NEGARA Republik Indonesia.
   
              Kegetolan Amerika dan Australia melancarkan ‘PERANG TERORIS’ 
kepada negara-negara Timur-Tengah dan INDONESIA (bukan Filipina, bukan 
Thailand, bukan Singapore) itu sedang berbalik surut menjadi ‘senjata makan 
tuan’. Dan kampanye ‘otak kosong’ Amerika dan Australia tentang terorisme dan 
‘akan ada teror’ di Indonesia dengan (antara lain) sudah untuk kedua kalinya 
mengeluarkan ‘travel warning’, sedang dalam menjadi ‘mulut kamu harimau kamu, 
yang merekah kepalamu’. Terorisme yang dikoar-koarkan, HAM yang dijadikan 
barang jualan basi, dan kesetaraan-persamaan-kerjasama dan berbagai sampah 
lainnya itu SUDAH berbalik menjadi permusuhan seluruh dunia terhadap Amerika 
dan Australia.
   
              MI-6 tentu TIDAK-SEMBARANGAN ‘merekomendasikan’ BLAIR segera 
mengunjungi Indonesia dan khusus menemui ‘orang-Islam-nya’, benar-benar TEPAT 
WAKTU. Boleh juga loe MI-6; menangguk di air keruh pada saat Australia dan 
Amerika ‘bermasalah’ disini. Tetapi siapa di belakang MI-6 ? Inggris pasti 
punya arsip tentang kebiadaban Klu Klux Klan Amerika dan ‘Klu Klux Klan’ garong 
dan pembantai bangsa Aborigin di Australia. Dibanding Amerika dan Australia, 
disini Inggris masih meninggalkan nama Raffles yang harum. Inggris juga 
‘berhitung’ tentang manuver Australia mendekati Jepang sekarang adalah saat 
yang tidak tepat. Kemelesetan Amerika dan Australia benar-benar menguntungkan 
Inggris. Sebaliknya, kita tetap ‘terjerat’ dalam belenggu quick count Amerika 
yang telah menaikkan SBY kesinggasana yang pernah diduduki oleh Sukarno dan 
Suharto idolanya. Sementara ‘anak asuhan’ Amerika mengelilingi serta 
‘menghantuinya’, tentu saja minta porsi yang
 lebih banyak.
   
                 Sebagai ‘Gubernur Jendral’ Amerika hasil mesin quick count, 
SBY ‘mati-kutu’ terhadap penginjak-injakan Australia, ‘ekor’ Amerika itu. Yang 
bisa dikerjakan SBY adalah menari-narikan tangannya di depan TV sambil 
mempertontonkan anak Sarwo Edhi (hampir seperti Gusdur menjual kelumpuhan 
istrinya). Sementara itu, orang yang disebut namanya tiga kali dalam Surat 
At-Takatsur, mengambil kesempatan dan keuntungan terus. Masih belum puas dengan 
’proyek MOU RI-GAM’ Helsinki, digarap lagi ‘proyek perusakan Batam dan Bintan’ 
bersama Singapore (artinya; Singapore boleh memperluas negaranya sampai kepulau 
Bintan dan Batam), ditambah lagi dengan ‘proyek 1.000 kilometer’ jalan tol 
mungkin dari Merak ke Ketapang  (lebih panjang dari ‘jalan Deandels’). Nah 
berapa batu, pasir, aspal, truk, bulldozer, dsb yang dibutuhkan ya ?? Masalah 
pertanahan tambah panjang daftarnya, paling tidak sepanjang jalan ‘Deandels-II’ 
ini. Gang of Four tiung-tiung,
 rakyat meraung-raung, penegak hukum kudung (putus-kaki, putus-tangan), konflik 
horizontal membumbung, Mahasiswa dan Pemuda MAUNG.
   
              Semua ini berada ‘di bawah ruang lingkup’ operasi-TERORIS 
Amerika-Serikat dan Australia. “Maharaja” Exxon-Freeport-Newmont-Caltex-Shell 
bertambah ‘cerdas’ dan perkasa dalam menjalankan ‘penjajahannya’ terhadap 
PENGUASA dan rakyat Indonesia. Zikir maharaja-teroris seperti Jama’ah 
Islamiyah, Al-Qaeda, Nurdin M.Top, kaum-fundamentalis-Islam, pengayaan uranium 
proyek nuklir Iran, konflik sektarian di 
Pakistan-Irak-Turki-India-Kashmir-Somalia-Thailand dsb terus ‘dikoar-koarkan’ 
melalui operasi psywar dan ‘perang agiprop’ serta ‘perang informasi dan 
komunikasi’. 
   
              Pemerintah, DPR, DPD, ‘preman’ partai politik, ‘pengamat’, 
profesor-doktor, KADIN, Bank Indonesia, dsb ‘semua memble’, ‘tidak mengerti 
gerak musuh’, ‘bersedia DITIPU’, ‘tunduk kepada intimidasi dan pendiktean 
asing’, dsb. Jadi saat ini tidak ada lagi yang dapat diharapkan untuk 
‘menyelamatkan’ bangsa dan rakyat dari ‘pemerkosaan’, dari ‘penjajahan’, dari 
‘penipuan’ oleh bangsa kulit-putih eks-kolonialis, neo-kolonialis, liberalisme, 
dan imprealisme gaya baru. Semua TOLOL dan BODOH (tapi pintar korupsi). Zikir 
maharaja teroris itu tidak bisa HANYA zikir-massal, istighosah, do’a-bersama, 
unjukrasa berseragam parade kesopanan Islami, dan caci maki yang tidak 
strategis serta tidak ditunjukkan ‘langsung’ kepada Markas-Besar Teroris di 
Gedung Putih Washinton dan sempalannya si-paranoid di Cambera.
   
              Kasus Abepura dan kasus-kasus lainnya yang terjadi di Papua 
merupakan 100 % operasi intelejen yang bercampur-baur dari beberapa pihak. 
Pihak Australia dan Amerika-Serikat PASTI terlibat. Tetapi masalahnya: siapa 
‘pihak-lain’ itu selain AS dan Australia ? Bahwa OPM dan LSM telah ‘dipakai’ 
dan menjadi pelaksana-operasi intelejen mereka, itu tidak usah dipersoalkan 
lagi, sebab MEMANG BEGITU. Apakah Belanda terlibat ? Ya pasti toch ? Dalam 
masalah Timtim, selain Australia, apakah AS dan Portogal terlibat ? Ya so pasti 
toch ? Mereka teroris yang sebenarnya, bukan teroris-terorisan. Dan siapa 
‘AGEN’ mereka selain OPM dan LSM dan ‘kaum indo’ di Papua dan Timor-Leste ? Ya 
manusia sawomateng dan kulit hitam itu sendiri yang berperan sebagai ‘NICA’ 
imperialis-teroris di dalam negara dan tubuh bangsa ini. NICA-NICA ini yang 
duluan HARUS ‘digorok’.
   
              Di Indonesia ini tidak-ada satu peristiwa atau kasus atau tragedi 
yang berdiri-sendiri. Satu dengan yang lain kait terkait. Dari mana mulai untuk 
menjernihkan benang kusut dan proses hancur-hancuran bangsa ini ? Dari 
‘menggorok’ NICA-NICA itu ! Mereka bukan hanya NICA-NICA, NICA-Pentagon, 
NICA-intelejen Australia, NICA-Portugal, NICA-Belanda, dsb tetapi juga 
NICA-Singapore, NICA-IMF, NICA-Bank Dunia, NICA-Cina, NICA-RRC, 
NICA-Liberalisme, NICA-globalisasi dan perdagangan bebas dunia, NICA-‘bantuan 
kemanusian’, NICA-diantara (tidak semua) LSM tertentu, NICA di kalangan 
intelejen ‘sisa’ OPSUS Ali Murtopo, NICA di kalangan TV-SWASTA yang sudah 
dikuasai oleh pihak asing (lihat saja siapa yang paling getol menyiarkan 
rekayasa quick count dan flu-burung/demam-berdarah/lumpuh-layu dsb), NICA di 
kalangan wartawan dan pemilik serta redaksi surat kabar, NICA di kalangan 
PENGUSAHA pribumi-kaya KKN dan non pribumi KKN, dsb, dsb.
   
  Semua deretan ‘daftar NICA’tersebut-lah yang merupakan ‘penggorok bangsa’ 
bersama para KORUPTOR penghancur bangsa
   
   Soal 42 peminta suaka ke Australia, (yang ‘katanya’ adalah dari 
Papua-Indonesia), kulitnya hitam rambut keriting, itu SOAL KECIL. Itu cuma 
‘bahagian kecil’ dari operasi intelejen BEBERAPA PIHAK, seperti yang sudah 
digambarkan diatas . itu Cuma ‘satu mata-rantai’ saja dari operasi intelejen 
yang BESAR, panjang dan strategis. Lepasnya TIMTIM dari NKRI itulah cermin 
tindakan 42 orang peminta suaka itu. Sebanyak 42 orang oknum itu ‘dibawa 
keluar’ oleh operasi intelejen untuk ‘memprovokasi’ Indonesia. Perkara ‘alasan’ 
mereka ‘lari’ ke Australia itu, itu bisa apa saja bunyinya. Dan alasan itu 
tidak penting. Tindakan operasi intelejen dan memprovokasi REPUBLIK Indonesia 
yang terus dilancarkan oleh negara-negara kulit-putih kapitalis-imperialis 
terhadap bangsa dan NEGARA  Republik Indonesia, itulah INTI masalah kita. Kata 
‘genocide’ dipakai, sebenarnya mesti dilihat analoginya dengan kata ‘senjata 
pemusnah massal’ yang dituduh Amerika terhadap
 Sadam Husein, lalu Irak di-intervensi dan DIJAJAH, Tuduhan genocide sudah 
jelas tujuannya !
   
  ’42 ekor’ peminta suaka ke Australia itu belum tentu orang Papua, jadi itu 
soal ‘gelap’ operasi intelejen belaka. Yang perlu diurus oleh pemerintah SBY 
adalah: kalau Amerika dan Australia mengeluarkan travel warning sekali lagi, 
maka Presiden atau Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo) harus 
mengeluarkan pernyataan seperti : ‘ORANG AUSTRALIA dan ORANG AMERIKA yang 
sedang berada di Indonesia DIPERSILAHKAN DENGAN SEGERA MENINGGALKAN WILAYAH 
REPUBLIK INDONESIA’. Tentu saja pernyataan seperti ini sangat ‘ditakuti’ oleh 
dua orang: yang satu takut dimarahi BOS-nya, yang satu lagi takut kehilangan 
proyek. Beginilah bangsa ini telah ‘salah jalan’ karena dipimpin oleh 
orang-orang goblok dan tidak berkwalitas PEMIMPIN. Ada yang salah pada bangsa 
ini. KENAPA YANG NAIK KE TANGGA KEKUASAAN CUMA ‘ORANG KEBETULAN’ MELULU.
   
    
---------------------------------
  Apakah Anda Yahoo!?
Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!
    
---------------------------------
  Apakah Anda Yahoo!?
Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!
    
---------------------------------
  Apakah Anda Yahoo!?
Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!

                
---------------------------------
Apakah Anda Yahoo!?
Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!

[Non-text portions of this message have been removed]






***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke