Release “Komite Aksi Rakyat Teritorial [KARAT]” [seri-1 dan seri-2]
Jakarta, 13 April 2006
Seri-1 (Dicetak ulang kembali bersama Seri-2)
HAI AUSTRALIA dan AMERIKA !
KAMU RASIS, RASIALIS, dan FASIS
Catatan : Benua Australia adalah milik bangsa ABORIGIN sebelum dirampok dan
dijarah oleh bangsa kulit-putih dari Eropa. Benua Amerika adalah milik bangsa
INDIAN sebelum bangsa kulit-putih merampok dan membunuh mereka. Bangsa
kulit-putih ini juga berasal dari Eropa.
Kemanakah bangsa ABORIGIN dan bangsa INDIAN kini ? Dimanakah mereka berada ?
Bangsa ABORIGIN berkulit-hitam berambut-keriting. Bangsa INDIAN
berkulit-merah dan berambut-hitam. Bangsa ABORIGIN telah ‘dibuang’ ke daerah
gersang, tanpa air, diantara ular dan buaya serta binatang buas lainnya di
tanah benua Australia milik mereka sendiri seperti yang ditempatkan oleh Tuhan.
Bangsa INDIAN telah ‘dibuang’ ke tengah-tengah rawa-rawa Missisippi dan
rawa-rawa lainnya, hidup dengan buaya, ular dsb. Orang Aborigin dan orang
Indian sudah dilimitkan menjadi ‘suku terasing’ di tanah airnya sendiri.
Siapakah yang ‘memaksa’ mereka ‘hidup segan mati tak mau’ seperti itu ?
Diperlakukan seperti BINATANG oleh bangsa KULIT PUTIH yang menggembar-gemborkan
dirinya anti-rasis, anti-rasialis, memuliakan hak-azasi-manusia, penegak
humanitair, hak menentukan nasib sendiri, dsb. Ternyata itu semua cuma ‘mulut
kotor’ bangsa kulit-putih dan tipuan belaka.
Bangsa kulit-putih yang berasal dari Eropa yang sekarang merupakan
‘penguasa-penjajah’ benua Australia berasal dari kaum KRIMINAL, maling, begal,
dan gembel, yang ‘dibuang’ oleh penguasa Inggris dan negara-negara Eropa
lainnya. Keturunan begal inilah yang kini berkuasa di benua Australia, tentu
saja ditambah serta bercampur dengan keturunan orang kulit-putih Eropa lainnya
yang datang kemudian. Tetapi sama saja mereka telah menghinakan manusia
ABORIGIN, telah ‘membinatangkan’ manusia ABORIGIN, telah MELANGGAR HAK ASASI
MANUSIA dalam kwalitas ‘pelanggaran SUPER-berat’. Kwalitas yang sama juga
dilakukan oleh bangsa kulit-putih dari Eropa terhadap bangsa INDIAN di benua
Amerika. Tetapi bangsa kulit-putih Amerika punya tambahan ‘dosa tak berampun’
lainnya, yaitu PERBUDAKAN terhadap ‘BANGSA NEGRO’, yang diculik dan
diperjual-belikan dari benua Afrika. Negro adalah bangsa ‘kulit-hitam’, bukan
bangsa kulit-putih. Perang Abraham Lincoln (‘perang
sipil’) untuk menghapuskan perbudakan telah menyisakan perlakuan RASIS dan
RASIALIS dari orang kulit-putih terhadap orang kulit-hitam NEGRO di
Amerika-Serikat hingga detik ini. Hal ini terungkap ketika Menlu AS Condoleeza
Rice buka mulut di sekolah Madrasah Islam Jl. Raden Saleh Jakarta Pusat dalam
kedatangannya ke Indonesia ‘persis’ saat penandatanganan “kontrak paksaan”
eksplorasi BLOK CEPU antara EXXON Oil dengan Pertamina. Kasus Blok-Cepu itu
sendiri merupakan ‘bukti’ bagaimana sebenarnya bangsa kulit-putih memperlakukan
bangsa-bangsa, tanah air, kekayaan alam, ‘kedaulatan’, ‘hak dari Tuhan’, dsb.
Yang dimiliki oleh bangsa-bangsa ‘kulit berwarna’ (orang Indonesia :
SAWO-MATANG).
Kita sama sekali tidak ‘tutup-mata’ dan ‘tutup-mulut’ tentang RASIS dan
RASIALIS bangsa kulit-putih Amerika Serikat, AUSTRALIA, dan Eropa. Mereka RASIS
dan RASIALIS ! Jangan mau ditipu dengan rayuan kata persamaan hak, tidak ada
perbedaan AGAMA dan warna-kulit, menghormati ‘kedaulatan’, ‘kemerdekaan’,
‘keadilan’, dan ‘kemanusiaan’. Mereka inilah yang menginjak-injaknya.
Sekali-sekali JANGAN LUPAKAN ITU !
Catat dan ingat baik-baik bahwa BUSH Presiden AS dan HOWARD Perdana Menteri
Australia adalah HITLER serta FASIS abad 21. Di belakang mereka ‘berdiri’
Yahudi-Zionis Wolfowitz dan Alexander Downer (Baca: FREEMASONRY). Bahwa orang
Yahudi menganggap bangsa-bangsa selain Yahudi adalah ‘BATU BUTA’, termasuk
bangsa ‘pagan’ Inggris, Belanda, Perancis, Jerman, Italy, Spanyol, Portugis,
Belgia, Austria, Rusia, Cina, Jepang, Indonesia, Negro, Indian, Aborigin,
Maori, India, Creol, BUSH, Howard, Rumsfelt, Si Condy, Blair, dsb.
Jadi ‘kalian’ wahai Australia dan Amerika jangan berfikir bahwa
‘pemberian visa’ kepada orang Papua di Australia itu hanya sekedar ‘basa-basi’
dengan segala macam rayuan-busuk seperti yang kamu koar-koarkan itu ! Semua itu
ada ‘kaitannya’ dengan rentetan lepasnya Timor-Timor dari NKRI, Bom Bali I dan
II, Bom Marriot, Bom depan Kedubes Filipina dan Australia, tragedi Poso,
tragedi Aceh, tragedi Ambon/Maluku, dan terakhir tragedi Papua-Barat. Semua itu
KALIAN PUNYA KERJA ! Kalian si-RASIS, si-RASIALIS, si-FASIS.
50.000.000 (Lima Puluh Juta) MAHASISWA dan PEMUDA Indonesia dan 500.000 (Lima
Ratus Ribu) TNI-TENTARA RAKYAT Indonesia TAHU itu !!! Apakah ‘Polisi Australia’
itu masih ngendon di Mabes POLRI ? Ataukah itu ‘tidak pernah ada’? setelah bom
Marriot ? dan setelah kasus Abepura ?
Jangan sekali-sekali ‘kalian’ berfikir wahai Amerika dan
Australia bahwa Mahasiswa dan Pemuda Indonesia itu ‘bermata-buta’,
‘berkuping-tuli’, dan ‘bermulut-bungkam’. TIDAK ! Kami cerdas, kami memiliki
intelligensia tinggi, dan kami mengerti intelejen !
Orang-orang intel yang kalian kirim kemari juga ‘pekerja kasar’. APANYA yang
kami tidak deteksi ? Mereka juga ‘korup’ dan ‘memble’ kok. Kalian Cuma punya
DUIT, peralatan teknologi canggih, kekuasaan kenegaraan, persenjataan, dan
tentara. Semua itu kami tidak punya. Tetapi kami mampu ‘membaca’ dan
‘mendeteksi’apa KERJA dan apa MAUNYA kalian. APANYA yang kami tidak tahu ?
Apalagi soal double standart kalian itu.
q Amerika kan sedang berada dalam ‘Perang-Strategy’ dengan RRC ? Ya
nggak ?
q Tetapi Rusia, Jerman, dan Perancis ‘berada’ di belakang RRC khan ?
q Sedangkan Inggris ingin mengadu-domba AS versus RRC sehingga dengan
demikian Inggris kembali ‘berkibar’ pasca kehancuran Amerika ? Ya khan ?
q Australia itu terkadang ‘ikut-Amerika’, terkadang ‘ikut-Inggris’. Ya
khan ?
q Di Singapore itu ‘ngendon’ Amerika, Cina, India, Melayu (sedikit),
dan Yahudi. ‘Khabarnya’ tentara Singapore terdiri dari ‘pasukan Yahudi’ dan
keturunan Cina. Ya nggak ?
q Dan Singapore sudah mendapat tugas dari RRC dan AS agar segera
‘masuk’ kepulau Batam dan pulau Bintan. Ya ngak, Ya.. Nggak ?
q Jadi daerah-daerah kami yang sedang ‘kalian’ kerjain adalah Papua,
Poso, Timor-Barat, Maluku, Aceh, dan Batam dan Bintan. Ya nggak ?
q Dan apa yang sedang kalian kerjakan di Sulawesi-Utara ? Heheh !
Kalian sudah kapok khan di Irak ? dan ‘cuak’ di Iran ? dan sudah berkonspirasi
dengan suku Karen di Myanmar khan ? Kapan Amerika-Serikat ‘masuk’ ke Manchuria
untuk ‘memalang’ antara Rusia dengan Cina ? dan kapan Tanah Genting Kra dibikin
terusan ?
Jadi, ‘kalian’ Australia dan Amerika jangan ‘sok’ operasi intel-lah.
Kelihatan semua itu oleh ‘mata’kami Mahasiswa dan Pemuda Indonesia. Tapi kami
kurang berselera untuk membikin malu CIA, Pentagon, MI-6, Mossad, dan
intel-AUSTRALIA.
Ingat baik-baik hai Australia bahwa kami tidak pernah melupakan asal
‘keturunan’ kalian dari GARONG Eropa ! Sampai sekarang tabi’at kalian masih
tabi’at garong, begal, rampok, curang tidak bisa dipercaya ! Ketika orang Papua
dibawah penjajahan Belanda orang Papua tetap telanjang pakai KOTEKA. Baru
setelah berada didalam NKRI MERDEKA, orang Papua bisa pake baju dan celana.
Hanya orang Papua yang ‘indo’ dan menjadi budak penjajahan Belanda yang bisa
berpakaian dan sekolah. Nah kamu Australia mau apa pula di Papua ?
Kamu Australia tidak bisa membebaskan diri selain dari menjadi ‘EKOR’ Amerika
dan Inggris sambil ‘mencuri’ kesempatan bagi dirimu sendiri. Eksistensi, watak,
dan tabi’at Australia tidak lebih dari itu. KEPINGIN MIMPI MENJADI NEGARA
ADIKUASA.
Seri-2
HAI AUSTRALIA dan AMERIKA !
KAMU RASIS, RASIALIS, dan FASIS
Jakarta, 13 April 2006
Australia ibarat seekor ‘kangguru-sakit’ dan Amerika ibarat
‘Romawi-sakit’. Kedua-duanya baru terbangun dari mimpi buruk yang diciptakan
oleh Evengelist, Zionis, dan Fasis. Bush yang ‘IQ-jongkok’ itu dan HOWARD yang
‘sakit jiwa’ (sebenarnya dia mengidap penyakit “minder”) kebetulan
‘ketemu’dalam jebakan kekuasaan ‘gelap’ yang mereka tidak sadari. Yaitu, mereka
dijadikan ‘budak’ dan ‘batu buta’ belaka. Negara Amerika-Serikat dan Negara
Australia sedang ‘dipertaruhkan’ EKSISTENSINYA saat ini.
Bagi kita syukur-syukur saja dan kita tahu persis bahwa kedua
negara ini sedang dalam proses ‘hancur dari dalam’. Kondisi objektif
perkembangan ‘jiwa’ manusia sedang mengalami perubahan yang sangat fundamental
dalam abad 21 ini. Dan ‘sedihnya’, itu sedang berkembang di dalam tubuh ke dua
negara tersebut ‘Orang Negro’ yang masih tetap hitam pekat berminyak dengan
rambut kriting, bekas budak, sekarang ini telah berada pada puncak
‘kematangannya’ di Amerika. Dendam kesumat sekian kali tujuh turunan ‘sudah
menjadi’ saat ini. Yomo Kenyiatta dan Nelson Mandela telah memberi inspirasi
kepada negro-Amerika ini. Kedua ‘orang besar’ kulit hitam asli Afrika itu telah
berhasil membuat orang negro ‘menjadi orang’ kembali, setelah berabad-abad
dijadikan binatang oleh bangsa kulit-putih Amerika keturunan Eropa-daratan dan
Anglo-Saxon penegak kebiadaban-manusia. Kemajuan teknologi ternyata tidak
berpengaruh terhadap ‘jiwa biadab’ bangsa
kulit-putih, malahan menjadi lebih biadab seperti terlihat sekarang ini.
Selain orang negro, saat ini di seluruh negara Amerika-Serikat telah bangkit
dan ‘sayangnya’sudah pula terorganisir orang-orang keturunan Mexico, Cina,
Jepang, Vietnam, Korea, Timur-Tengah, INDIAN, dan Yahudi, telah siap menjadi
‘bom waktu’ untuk meledak. FBI, CIA, Pentagon itu ‘memble’ di dalam negerinya.
‘Namanya’ saja yang besar di luar, padahal di dalam negaranya sendiri keropos.
Semuanya perkembangan tersebut tidak bisa lagi ‘disurutkan ke belakang’, sebab
rodanya sudah berputar ke depan. Kebangkitan negara Cina-RRC telah mendongkrak
itu semua dengan percepatan yang tidak dapat dibayangkan oleh manusia yang
berfikir berdasarkan ‘referensi’ buluk belaka. Mesin quick count NDI-LSI-FI
bersama begundal-begundal Amerika itu tidak bisa menghentikan ‘ledakan’
bom-waktu ALIANSI bangsa-bangsa yang selama ini ngendon di bumi-Indian Amerika
itu. Takdirnya sudah ‘sampai’ dan faktor sunnatullahnya sudah ‘cukup’. Mengapa
NDI-LSI-FI ? Karena
perkembangan di Amerika itu akan berpengaruh ke Indonesia. Ingat-ingat itu !!!
Dunia ini kecil bung !
Pararel dengan perkembangan yang terjadi di dalam negara Amerika,
maka di bumi – Aborigin Australia telah tercipta, telah tergumpal pula dalam
suatu ‘gumpalan pekat’ diantara orang-orang keturunan dan pengungsi atau orang
minta suaka dari Viatnam, Bangladesh, Pakistan, India, CINA, Afganistan,
Jepang, ABORIGIN. Ini bukan sekedar Bom-Bali dan Bom-Marriot tetapi setara
bom-atom Amerika yang dijatuhkan di Hiroshima dan Nagasaki.
Catatan : MI-6, Mossad, Jezuit, dan Zionis boleh membuka arsipnya mengenai
perkembangan ini. CIA, Pentagon dan Intel Australia yang sok-arogan itu tidak
punya data seperti ini karena sudah ‘terlena’ dalam mimpinya untuk
‘mengangkangi’ sumber daya alam Indonesia serta bercita-cita ‘membubarkan’
NEGARA Republik Indonesia.
Kegetolan Amerika dan Australia melancarkan ‘PERANG TERORIS’
kepada negara-negara Timur-Tengah dan INDONESIA (bukan Filipina, bukan
Thailand, bukan Singapore) itu sedang berbalik surut menjadi ‘senjata makan
tuan’. Dan kampanye ‘otak kosong’ Amerika dan Australia tentang terorisme dan
‘akan ada teror’ di Indonesia dengan (antara lain) sudah untuk kedua kalinya
mengeluarkan ‘travel warning’, sedang dalam menjadi ‘mulut kamu harimau kamu,
yang merekah kepalamu’. Terorisme yang dikoar-koarkan, HAM yang dijadikan
barang jualan basi, dan kesetaraan-persamaan-kerjasama dan berbagai sampah
lainnya itu SUDAH berbalik menjadi permusuhan seluruh dunia terhadap Amerika
dan Australia.
MI-6 tentu TIDAK-SEMBARANGAN ‘merekomendasikan’ BLAIR segera
mengunjungi Indonesia dan khusus menemui ‘orang-Islam-nya’, benar-benar TEPAT
WAKTU. Boleh juga loe MI-6; menangguk di air keruh pada saat Australia dan
Amerika ‘bermasalah’ disini. Tetapi siapa di belakang MI-6 ? Inggris pasti
punya arsip tentang kebiadaban Klu Klux Klan Amerika dan ‘Klu Klux Klan’ garong
dan pembantai bangsa Aborigin di Australia. Dibanding Amerika dan Australia,
disini Inggris masih meninggalkan nama Raffles yang harum. Inggris juga
‘berhitung’ tentang manuver Australia mendekati Jepang sekarang adalah saat
yang tidak tepat. Kemelesetan Amerika dan Australia benar-benar menguntungkan
Inggris. Sebaliknya, kita tetap ‘terjerat’ dalam belenggu quick count Amerika
yang telah menaikkan SBY kesinggasana yang pernah diduduki oleh Sukarno dan
Suharto idolanya. Sementara ‘anak asuhan’ Amerika mengelilingi serta
‘menghantuinya’, tentu saja minta porsi yang
lebih banyak.
Sebagai ‘Gubernur Jendral’ Amerika hasil mesin quick count,
SBY ‘mati-kutu’ terhadap penginjak-injakan Australia, ‘ekor’ Amerika itu. Yang
bisa dikerjakan SBY adalah menari-narikan tangannya di depan TV sambil
mempertontonkan anak Sarwo Edhi (hampir seperti Gusdur menjual kelumpuhan
istrinya). Sementara itu, orang yang disebut namanya tiga kali dalam Surat
At-Takatsur, mengambil kesempatan dan keuntungan terus. Masih belum puas dengan
’proyek MOU RI-GAM’ Helsinki, digarap lagi ‘proyek perusakan Batam dan Bintan’
bersama Singapore (artinya; Singapore boleh memperluas negaranya sampai kepulau
Bintan dan Batam), ditambah lagi dengan ‘proyek 1.000 kilometer’ jalan tol
mungkin dari Merak ke Ketapang (lebih panjang dari ‘jalan Deandels’). Nah
berapa batu, pasir, aspal, truk, bulldozer, dsb yang dibutuhkan ya ?? Masalah
pertanahan tambah panjang daftarnya, paling tidak sepanjang jalan ‘Deandels-II’
ini. Gang of Four tiung-tiung,
rakyat meraung-raung, penegak hukum kudung (putus-kaki, putus-tangan), konflik
horizontal membumbung, Mahasiswa dan Pemuda MAUNG.
Semua ini berada ‘di bawah ruang lingkup’ operasi-TERORIS
Amerika-Serikat dan Australia. “Maharaja” Exxon-Freeport-Newmont-Caltex-Shell
bertambah ‘cerdas’ dan perkasa dalam menjalankan ‘penjajahannya’ terhadap
PENGUASA dan rakyat Indonesia. Zikir maharaja-teroris seperti Jama’ah
Islamiyah, Al-Qaeda, Nurdin M.Top, kaum-fundamentalis-Islam, pengayaan uranium
proyek nuklir Iran, konflik sektarian di
Pakistan-Irak-Turki-India-Kashmir-Somalia-Thailand dsb terus ‘dikoar-koarkan’
melalui operasi psywar dan ‘perang agiprop’ serta ‘perang informasi dan
komunikasi’.
Pemerintah, DPR, DPD, ‘preman’ partai politik, ‘pengamat’,
profesor-doktor, KADIN, Bank Indonesia, dsb ‘semua memble’, ‘tidak mengerti
gerak musuh’, ‘bersedia DITIPU’, ‘tunduk kepada intimidasi dan pendiktean
asing’, dsb. Jadi saat ini tidak ada lagi yang dapat diharapkan untuk
‘menyelamatkan’ bangsa dan rakyat dari ‘pemerkosaan’, dari ‘penjajahan’, dari
‘penipuan’ oleh bangsa kulit-putih eks-kolonialis, neo-kolonialis, liberalisme,
dan imprealisme gaya baru. Semua TOLOL dan BODOH (tapi pintar korupsi). Zikir
maharaja teroris itu tidak bisa HANYA zikir-massal, istighosah, do’a-bersama,
unjukrasa berseragam parade kesopanan Islami, dan caci maki yang tidak
strategis serta tidak ditunjukkan ‘langsung’ kepada Markas-Besar Teroris di
Gedung Putih Washinton dan sempalannya si-paranoid di Cambera.
Kasus Abepura dan kasus-kasus lainnya yang terjadi di Papua
merupakan 100 % operasi intelejen yang bercampur-baur dari beberapa pihak.
Pihak Australia dan Amerika-Serikat PASTI terlibat. Tetapi masalahnya: siapa
‘pihak-lain’ itu selain AS dan Australia ? Bahwa OPM dan LSM telah ‘dipakai’
dan menjadi pelaksana-operasi intelejen mereka, itu tidak usah dipersoalkan
lagi, sebab MEMANG BEGITU. Apakah Belanda terlibat ? Ya pasti toch ? Dalam
masalah Timtim, selain Australia, apakah AS dan Portogal terlibat ? Ya so pasti
toch ? Mereka teroris yang sebenarnya, bukan teroris-terorisan. Dan siapa
‘AGEN’ mereka selain OPM dan LSM dan ‘kaum indo’ di Papua dan Timor-Leste ? Ya
manusia sawomateng dan kulit hitam itu sendiri yang berperan sebagai ‘NICA’
imperialis-teroris di dalam negara dan tubuh bangsa ini. NICA-NICA ini yang
duluan HARUS ‘digorok’.
Di Indonesia ini tidak-ada satu peristiwa atau kasus atau tragedi
yang berdiri-sendiri. Satu dengan yang lain kait terkait. Dari mana mulai untuk
menjernihkan benang kusut dan proses hancur-hancuran bangsa ini ? Dari
‘menggorok’ NICA-NICA itu ! Mereka bukan hanya NICA-NICA, NICA-Pentagon,
NICA-intelejen Australia, NICA-Portugal, NICA-Belanda, dsb tetapi juga
NICA-Singapore, NICA-IMF, NICA-Bank Dunia, NICA-Cina, NICA-RRC,
NICA-Liberalisme, NICA-globalisasi dan perdagangan bebas dunia, NICA-‘bantuan
kemanusian’, NICA-diantara (tidak semua) LSM tertentu, NICA di kalangan
intelejen ‘sisa’ OPSUS Ali Murtopo, NICA di kalangan TV-SWASTA yang sudah
dikuasai oleh pihak asing (lihat saja siapa yang paling getol menyiarkan
rekayasa quick count dan flu-burung/demam-berdarah/lumpuh-layu dsb), NICA di
kalangan wartawan dan pemilik serta redaksi surat kabar, NICA di kalangan
PENGUSAHA pribumi-kaya KKN dan non pribumi KKN, dsb, dsb.
Semua deretan ‘daftar NICA’tersebut-lah yang merupakan ‘penggorok bangsa’
bersama para KORUPTOR penghancur bangsa
Soal 42 peminta suaka ke Australia, (yang ‘katanya’ adalah dari
Papua-Indonesia), kulitnya hitam rambut keriting, itu SOAL KECIL. Itu cuma
‘bahagian kecil’ dari operasi intelejen BEBERAPA PIHAK, seperti yang sudah
digambarkan diatas . itu Cuma ‘satu mata-rantai’ saja dari operasi intelejen
yang BESAR, panjang dan strategis. Lepasnya TIMTIM dari NKRI itulah cermin
tindakan 42 orang peminta suaka itu. Sebanyak 42 orang oknum itu ‘dibawa
keluar’ oleh operasi intelejen untuk ‘memprovokasi’ Indonesia. Perkara ‘alasan’
mereka ‘lari’ ke Australia itu, itu bisa apa saja bunyinya. Dan alasan itu
tidak penting. Tindakan operasi intelejen dan memprovokasi REPUBLIK Indonesia
yang terus dilancarkan oleh negara-negara kulit-putih kapitalis-imperialis
terhadap bangsa dan NEGARA Republik Indonesia, itulah INTI masalah kita. Kata
‘genocide’ dipakai, sebenarnya mesti dilihat analoginya dengan kata ‘senjata
pemusnah massal’ yang dituduh Amerika terhadap
Sadam Husein, lalu Irak di-intervensi dan DIJAJAH, Tuduhan genocide sudah
jelas tujuannya !
’42 ekor’ peminta suaka ke Australia itu belum tentu orang Papua, jadi itu
soal ‘gelap’ operasi intelejen belaka. Yang perlu diurus oleh pemerintah SBY
adalah: kalau Amerika dan Australia mengeluarkan travel warning sekali lagi,
maka Presiden atau Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo) harus
mengeluarkan pernyataan seperti : ‘ORANG AUSTRALIA dan ORANG AMERIKA yang
sedang berada di Indonesia DIPERSILAHKAN DENGAN SEGERA MENINGGALKAN WILAYAH
REPUBLIK INDONESIA’. Tentu saja pernyataan seperti ini sangat ‘ditakuti’ oleh
dua orang: yang satu takut dimarahi BOS-nya, yang satu lagi takut kehilangan
proyek. Beginilah bangsa ini telah ‘salah jalan’ karena dipimpin oleh
orang-orang goblok dan tidak berkwalitas PEMIMPIN. Ada yang salah pada bangsa
ini. KENAPA YANG NAIK KE TANGGA KEKUASAAN CUMA ‘ORANG KEBETULAN’ MELULU.
---------------------------------
Apakah Anda Yahoo!?
Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!
---------------------------------
Apakah Anda Yahoo!?
Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!
---------------------------------
Apakah Anda Yahoo!?
Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!
---------------------------------
Apakah Anda Yahoo!?
Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!
[Non-text portions of this message have been removed]
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/